NovelToon NovelToon
Ketika Mencoba Mempercayaimu

Ketika Mencoba Mempercayaimu

Status: tamat
Genre:Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Tamat
Popularitas:24.7k
Nilai: 5
Nama Author: Okta Farliana P

Uuuuhhhhh.....
Betapa lelahnya diriku, seharian bekerja dengan gambar-gambar yang harus diselesaikan sesuai target dari proyek yang kupegang.

Demi menghilangkan rasa stress yang menghantuiku, kuputuskan untuk berjalan-jalan disekitaran apartemen yang kutinggali.

Tiba-tiba seseorang menabrakku...
Bruuukkk...
"Auuu.. Maaf.." kata gadis itu tanpa menatapku.

Sesaat kulihat mata gadis itu, dan betapa terkejutnya aku. Satu kata yang terlintas dibenakku tentangnya "Cantik".

Aku begitu terpesona dengan gadis yang menabrakku barusan. Saat kuperhatikan kembali, gadis itu benar-benar cantik, dengan gamis yang menutupi keindahan tubuhnya.

"Astaghfirullah..." Batinku. Ada apa denganku, biasanya aku tak tertarik dengan wanita manapun. Tapi kenapa berbeda dengan gadis yang ntah ku tak tau siapa namanya. Baru saja melihatnya membuat rasa penasaranku memuncak.

"Maaf, aku tidak sengaja... Permisi" Ucap gadis itu membuyarkan lamunanku.

"Ehh.. Ehh.... Tunggu" Teriakku tetapi tak dihiraukan oleh ga

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Okta Farliana P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecewaku

Assalamualaikum...

Selamat pagi, siang, sore dan selamat malam bagi pembaca setiaku..

Semoga sehat selalu dan dilancarkan segala urusan.

Selamat Membaca ceritaku yang biasa saja ini yaaa, tolong dukungannyaaa agar aku selalu semangat untuk mengupdate tiap babnya...

Happy reading

*******************

"Daddy minta kamu kembali ke kamar, renungkan apa yang baru saja kamu lakukan" Ucap sang Daddy dengan nada tinggi. Alisya pun lalu beranjak dari duduknya dan berlalu melewati kedua orang tuanya menuju kamar. Telpon pun dimatikan oleh Daddy tiba-tiba tanpa pemberitahuan. Sang Daddy sangatlah marah dan emosi sekarang.

*******************

Aku melihat handphoneku yang telah ditutup tiba-tiba oleh Mommy diseberang sana. Aku dapat mendengar perdebatan antara Alisya dan Daddy, sebenarnya apa yang telah terjadi kepada Alisya selama beberapa bulan ini semenjak aku berada di Jerman?..

Gelisah rasanya mendengar keputusan yang telah diucapkan oleh Alisya. Kenapa keputusan yang diucapkan oleh Alisya serasa seperti keputusan yang bertujuan untuk menghindar dari lelaki yang menyakitinya itu.

Ingin rasanya aku terbang langsung sekarang juga ke Indonesia untuk menemui gadis itu bertanya apa yang terjadi padanya. Kenapa dia tidak bercerita apapun padaku semenjak dia dekat dengan lelaki itu. Rasanya sangat kesal dan juga kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh Alisya. Tapi sayangnya aku benar-benar tidak bisa terbang ke Indonesia dikarenakan sibuk dengan urusan perusahaan yang benar-benar tidak bisa di tinggal selama beberapa bulan ini.

"Alex!!.. " Panggilku.

"Carikan informasi tentang kampus terbaik disini yang memiliki jurusan Kedokteran terbaik" Ucap Dimas sambil memanggil Alex, Sekretarisnya.

"Siap Boss" Ucap Alex berlalu keluar dari ruangan Direktur Utama tersebut.

Disisi lain disebuah rumah mewah yang tepatnya rumah keluarga Nasution. Zaril menuruni anak tangga menuju ruang makan untuk sarapan. Disitu telah duduk dengan manis kedua orang tuanya menunggu sang anak untuk sarapan bersama.

"Maaa.. Naz kapan pulang ke Indonesia? bukannya studynya susah selesai yaaa?" Ucap Zaril memulai pembicaraan sambil duduk di kursi yang biasa dia duduki.

"Mama gak tau, minggu lalu sih dia bilang belum bisa pulang sebab dia masih ada kontrak mengajar di Universitas tempat dia study" Ucap sang Mama menjelaskan hal yang dia ketahui.

"Mengajar? sejak kapan dia jadi Dosen?" Tanya Zaril penasaran tentang kegiatan yang dilakukan Adiknya itu.

"Udah sekitar 1 tahun ini dia menjadi Dosen untuk mahasiswa Magister Kedokteran" Ucap sang Mama kembali menjawab pertanyaan sang anak.

Mereka berbicara ringan sambil sesekali memasukkan nasi kedalam mulut masing-masing. Beberapa menit berlalu dan selesailah ritual sarapan pagi keluarga itu walaupun sedikit lebih telat dari biasanya.

"Ril, nanti jam 2 di Hotel Yusuf acara pertemuan keluarga itu diadakan. Kamu berangkat satu mobil bareng Mama, Papa atau berangkat pisah?" Tanya sang Mama kepada anaknya yang sepertinya sangat enggan membahas masalah Alisya.

"Aku berangkat sendiri aja Maa.. soalnya ini aku mau keluar bentar ada urusan" Ucap Zaril menjawab pertanyaan sang Mama.

"Urusan apa Ril? jangan bilang kamu mau bertemu dengan Ratih yaa!!!" Ungkap sang Papa tiba-tiba dengan nada penuh peringatan.

"Paa ini itu urusan Zaril, biar Zaril yang akan menyelesaikan semuanya. Please jangan larang-larang Zaril Paa" Kata Zaril kepada Papanya.

Aku sempat terkejut pasalnya yang Papa katakan barusan benar. Dari mana Papa tau aku akan bertemu dengan Ratih? Yaaa tadi malam setelah pulang ke rumah dan terjadi perdebatan, malamnya aku menghubungi Ratih dan mengajaknya bertemu di sebuah kafe nuansa malam, mungkin kalau Alisya tau kalau aku kembali menemui Ratih, dia pasti akan sangat kecewa. Tapi bagaimanapun aku benar-benar rindu dengan mantan tunanganku itu, karenanya aku menemuinya. Dan hari ini kami berjanji akan makan siang bersama tapi sebelum itu Ratih memintaku menemaninya berbelanja di sebuah Mall langganannya.

"Rill... kamu berarti benar-benar sudah merelakan Alisya kan?" Ungkap sang Mama tiba-tiba.

"Tidak.. aku tidak akan pernah membiarkan Alisya pergi dari hidupku Maa.." ucapku pada Mama.

"Lucu sekali kamu nak hahhaha...." Ucap Papaku yang diakhiri dengan tawa mengejek.

"Tidak ingin melepaskan Alisya tapi tidak mau berjuang dan melepaskan Ratih? Hah? Papa cuma mau bilang ke kamu, Jangan sampai kamu menyesali semua perbuatan kamu setelah Alisya meninggalkan kamu nantinya" Ucap Papaku yang terlihat begitu serius.

"Sekalipun kamu memohon kepada Papa untuk membantu kamu, Papa tidak akan pernah membantu dan akan melindungi Alisya dari jangkauan kamu" Ucap Papaku dengan wajah yang begitu serius dan nada yang terasa begitu dingin.

"Papa sudah mengingatkan, jangan menyesal" Ucap Papa sambil berlalu memasuki kamar.

"Nakkk.. Semoga tidak ada penyesalan yang akan kamu rasakan. Sebab kalau semua sudah jadi penyesalan, menangis pun tidak akan membuat penyesalan itu jadi pengawalan nak" Ucap Mamaku menasehatiku.

Jujur saja aku dilanda kebingungan, tapi bagaimana pun aku sudah berjanji untuk menemani Ratih berbelanja. Aku pun keluar dari rumah memasuki garasi dan memilih mobil kesukaanku untukku pakai pagi ini. Aku menuju Apartemen Ratih untuk menjemputnya berbelanja ke salah satu Mall langganannya sejak dulu.

"Terima kasih Ril karena bersedia menemaniku berbelanja. Aku kangen banget sama kamu, walaupun tadi malam sudah bertemu" Ucap Ratih setelah memasuki mobilku dan memeluk lenganku dengan mesra serta mengecup pipiku.

"Iyaaa sama-sama" Ucapku.

Kami pun telah sampai di Mall yang kami tuju dan aku sedang duduk di salah satu kursi tunggu pelanggan, menunggu Ratih yang tengan mencoba dan memilih baju-baju yang akan dia beli.

Disisi lain Alisya ternyata bersama sang Mommy juga berada di Mall yang sama dengan Zaril. Alisya dipaksa Mommynya untuk berbelanja pakaian yang akan dia bawa ke Jerman. Iyaaa, orang tuanya telah mengizinkannya untuk melanjutkan study ke Jerman beberapa menit yang lalu setelah sang Daddy mendapat informasi dari orang suruhannya untuk mengikuti semua gerak gerik Zaril hangga saat ini. Dan sang Daddy mengetahui bahwa semalam Zaril menemui Ratih di sebuah Kafe dan duduk dengan sangat mesra bahkan pagi ini juga lelaki itu menemani Ratih berbelanja. Rasanya marah sekali melihat lelaki itu tidak menghargai sedikitpun perasaan putri tunggalnya. Dia akan membuat lelaki muda itu menyesal karena telah membuat anaknya menangis dan kecewa.

Langkah awal yang lelaki paruh baya itu lakukan adalah menuruti keputusan sang anak semata wayang untuk melanjutkan study ke Jerman dan tinggal bersama Dimas. karena itulah sang Daddy menyuruh istrinya untuk mengajak Alisya ke Mall yang dituju oleh Zaril, Daddy Alisya itu berniat untuk membuat sang anak melihat kelakuan Zaril.

Alisya dan sang Mommy memasuki salah satu toko baju langganan mereka yang kebetulan merupakan toko yang juga sedang dimasuki oleh Zaril dan Ratih.

Saat memasuki toko tersebut, terlihatlah Zaril sedang menaikkan resleting baju yang dikenakan oleh Ratih, setelah itu Ratih memeluk Zaril dengan sangat mesra serta mengecup pipi lelaki itu. Alisya dan sang Mommy sangat terkejut melihat hal itu dan sang Mommy langsung menghampiri Zaril dan terdengarlah suara..

Plaaakkk... Plaaakkk.. Plaaakkkk...

Suara itu adalah suara tamparan yang dilayangkan oleh Mommy Alisya kepada Zaril dan Ratih dengan sangat keras. Alisya masih berdiri di tempatnya tanpa sedikitpun berniat menghentikan aksi sang Mommy.

"Kurang ajar yaa kamu!!! Lelaki gak tau diri!! Tega-teganya kamu selingkuh di belakang anak sayaa!!! Untung saya tau kelakuan kamu pagi ini, jadi saya tidak perlu capek-capek berusaha untuk membujuk anak saya untuk merubah keputusannya membatalkan pernikahan kalian. Saya senang anak saya pintar dalam melihat situasi walau hanya terjadi sekali. Saya akan buat kamu menyesal telah memperlakukan anak saya seperti ini. Dan kamu!!! Kamu itu wanitaaa.. Bagaimana kamu tega menjadi perusak hubungan wanita lain, hah?" Teriak Mommyku memaki Mas Zaril dan juga Ratih dengan suara yang sangat keras hingga para pengunjung lain mendekat dan mengetahui bahwa yang sedang berteriak adalah pemilik Mall yang sedang mereka kunjungi ini. Yaaa Mall yang kami datangi ini adalah salah satu cabang Mall yang dimiliki oleh Daddyku.

Ku lihat Mas Zaril hanya diam menghadapi teriakan dan makian dari Mommyku. Aku pun sudah tidak tahan dan muak lama-lama melihat wajah Mas Zaril dan wanita itu. Aku pun menghampiri Mommyku dan mengajak Mommyku untuk pulang saja. Jujur aku sangat lelah sekarang, lelah hati dan juga tubuh. Hatiku sangat sakit mengetahui kelakuan Mas Zaril di belakangku. Bukannya menyesal dan mencoba memperbaiki hubungan kami, nyatanya yang dia lakukan malah sebaliknya. Hahhaha...

"Mommy... Tolong tenang, malu dilihat orang. Yukk kita pulang aja, Sya udah gak selera buat belanja. Sya belanja kalau udah disana aja. Yukk Mom.. Jangan buang-buang waktu Mommy yang berharga untuk orang yang gak berguna" Ucapku kepada sang Mommy dengan kata-kata yang ku akhiri dengan menyindir dua makhluk yang tidak tau malu itu.

"Alisya...." Ucap Mas Zaril memanggil namaku tapi tidak ku gubris sama sekali.

Aku pun merangkul Mommyku dan keluar dari toko tersebut. Berjalan dan berlalu memasuki mobil yang di dalamnya ada supir pribadi Mommy.

--------------------------- NEXT CAP -----------------------------

Terima kasih sudah membaca, jangan lupa like, komen dan follow yaaa

Maaf terlalu lama update, Ceritanya segini dulu ya guys..

Terima kasih telah membaca guys

I love you so much.

1
sry rahayu
lanjut..
Itsmeofp: Terima kasih telah meninggalkan jejak🙏✨
total 1 replies
Itsmeofp
❤️
azizah
penggunaan kata "ujar " dan "ucap" lebih realistis sih kak maaf kalo salah cuma pas ku baca rasanya nyaman gitu tapi kalau menurut kakak gini bagus ga papa senyaman aja ku cuma koreksi dikit karena ngebaca nyaman nya gitu🥰 tapi bagus novelnya
Itsmeofp: Terima kasihh kak atas kritikan dan sarannya yang membangun🙏 Tiap babnya akan author revisi kak, senyaman pembaca❤️ Terima kasihh telah mampir, jangan lupa like dan dukung terus kak🙏
total 1 replies
azizah
Saat kulihat mata gadis itu dan betapa terkejutnya aku, terlintas satu kata yang ada dipikiranku "Cantik". bagus nya gini Thor biar ga dobel juga jadi bagus bacanya.
Itsmeofp: Terima kasihh kak atas sarannya yang membangun❤️🙏
total 1 replies
Senajudifa
cinta yg unik ya😁😁
Itsmeofp: Hihihi.. Semoga ceritanya makin bagus yaa hehe.. mohon dukungannya selalu
total 1 replies
Senajudifa
aku mampir thor
Itsmeofp: Terima kasihh menyempatkan untuk mampir🙏
total 1 replies
Wichan606
maaf kak sedikit masukan. tanda seru itu di gunakan untuk memerintah atau berkata dengan nada tinggi. jadi kalau memanggil seseorang mungkin bisa pakai tanda titik aja kak.

semangat nulis ya kak
Wichan606
semangat berkarya kak
Wichan606
aku isi absen dulu ya kak.

janji datang ke karya kak sudah terpenuhi. semangat berkarya kak. aku mulai meraton like 🔥
Dhina ♑
Seorang dokter juga perlu refreshing agar pikiran nya kembali jernih, dan bisa optimal ketika dia kembali bekerja
Itsmeofp: Benar sekali Kakak 😍

Btw terima kasihh telah mampir🤗
total 1 replies
Dhina ♑
Waalaikumsalam

eh, selalu begini ya
Dhina ♑
dikala teman sedang dalam masalah, tak ada salahnya kita coba memberi nasehat dan saran
Itsmeofp: Terima kasihh kak atas komentarnya🙏
total 1 replies
Dhina ♑
ketika orang sedang dalam dilema, tiada yang mendampingi anak mensupport, maka dia akan depresi
Dhina ♑
Author sayang, yang penting semangat, sehat selalu
Itsmeofp: Terima kasihh banyak kakak🤗
total 1 replies
Dhina ♑
Waalaikumsalam
Selamat Sore
Dhina ♑
mengulang kembali dukungan
Itsmeofp: Hahahha😂Terima kasihh telah bersedia mengulang kak😍
total 1 replies
Dhina ♑
Selamat datang di Welcome
Ani Tiara°°☆^☂⃝⃞⃟ᶜᶠ ♡~~
Wa'alaikumsalam....
aku mampir kak
Itsmeofp: Terima kasih sudah mampir kakak🙏
total 1 replies
MUHAMMAD FERDIANSYAH
keren mbak. baru tiga bab aku baca. tapi udah biat aku kaget bisa nemuin kata kata majas yang bagus di sini.

jadi pengen maraton sampe bab akhir.

semangat buat karya lainnya mbak. aku mnunggu
Itsmeofp: Terima kasihh atas komentar baiknya🙏 😂
total 1 replies
MUHAMMAD FERDIANSYAH
aku suka dengan syair, quotes dan susunan kata-kata indah. kata apapun itu. dan di tulisan ini aku jumpa dengan itu. beberapa kata majas yang bagus disajikan jadi bumbu cerita ini lebih wow
MUHAMMAD FERDIANSYAH: kreatif mbak. detail latarnya dapet. masih gk percaya mbak bisa buat cerita ini
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!