Akibat trauma masa lalunya, Delia Angelista yang notabene adalah gadis ceria kini menjadi dingin terhadap lelaki.
Tetapi semenjak pertemuan pertamanya dengan Radit yang tak lain kekasih dari sahabatnya sendiri yaitu Viviane, telah membuat hati seorang Delia berbeda.
Sanggupkah Delia menyimpan perasaannya sendiri? Lalu bagaimanakah dengan perasaan Radit terhadap Delia? Apakah sama atau bertepuk sebelah tangan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dee_K, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 18 Patah Hati
Sunday night after a rainy day
I delete all your pictures
I walk away from you
Nights are the hardest
But I'll be okay
If we are meant to be
Hey, we'll find our way
But now, let it be
'Cause you know what they say
If you love somebody
Gotta set them free
I love you but I'm letting go
I love you but I'm letting go
I love you and I'm letting go
I love you but I'm letting go
Little did I know, love is easy
But why was it so hard?
It was like never enough
I gave you all still you want more
Can't you see?
Can't you see?
That you want someone that I'm not
Yes, I love but I can't
So I am letting you go now and baby one day
When you finally found what you want
And you're ready to open your heart to anyone
Don't push people away again
Easier, I know, but it's also very lonely, yeah
I love you but I'm letting go
I love you but I'm letting go
I love you and I'm letting go
It is the only way, you know?
And from now on I will hold my own hand
Until one day you'll hold my lonely hand
Ooh, ooh
By: Pamungkas
Entah mengapa lagu itu adalah lagu yang saat ini Delia dengar mengiringi kepergiannya menuju acara bahagia sang sahabat. Yaitu acara pertunangan. Lagu yang mewakili dirinya yang sedang patah hati. “Huhhh... Delia menghela nafasnya panjang. “akhirnya hari itu datang juga Vi, hari bahagia yang telah lama kamu tunggu” gumamnya pelan.
Delia menjalankan mobilnya pelan sekali. Bahkan mau berangkat tadi rasanya dia enggan. Tapi dia tidak boleh egois. Memangnya siapa dirinya? Patah hati? Bahkan belum berjuang masa' bisa dibilang patah hati?. Dia tersenyum miris pada dirinya sendiri. Ternyata cinta bertepuk sebelah tangan itu menyesakkan.
Beberapa menit kemudian akhirnya Delia tiba di tempat dimana acara pesta pertunangan Viviane dan Radit digelar. Hari ini Delia memakai gaun sederhana berwarna merah maroon. Meskipun simple tapi kelihatan elegan dan anggun. Delia memasuki ballroom hotel. Saat dia tiba, acara intinya sudah selesai. Tinggal acara makan-makan saja. Memang dia sengaja datang telat agar tidak melihat semua prosesi acara pertunangan Viviane dan Radit.
Dari kejauhan tampak binar bahagia wajah Viviane. Delia segera datang menuju ke tempat Viviane berada. “Selamat ya Vi... Kamu cantik sekali malam ini” ucap Delia berusaha tegar. “Maksih ya Del, kamu juga cantik malam ini” balas Viviane sambil berpelukan. Kini gantian Delia memberi ucapan pada Radit yang sejak tadi diam disamping Viviane. “ehm... Selamat ya dit semoga lancar sampai hari H” ucapnya sambil menjabat tangan Radit dan hanya diangguki kepala. “ya udah aku kesana dulu ya Vi, dit” ucap Delia dan segera meninggalkan kemesraan calon pengantin itu.
Delia kini menikmati hidangan yang telah tersedia sambil ngobrol santai dengan teman-teman Viviane yang dia kenal.
“Deliaaa.....” panggil wanita paruh baya yang suaranya tak asing di telinga Delia.
“Tante Alma...” jawab Delia terkejut sambil mencium tangan tante Alma.
“Tante nggak nyangka ketemu kamu disini Del. Kamu teman anak tante?.” tanya tante Alma
“Maksudnya tante?” tanya Delia bingung. “Kamu temannya Radit anak tante? Ko' Radit nggak pernah bilang ya” jelas tante Alma. “oh... Delia teman dekatnya Viviane tante” jawabnya.
Dia juga baru tahu kalau ternyata Radit adalah anak tante Alma. Akhirnya mereka berdua berbincang-bincang. Radit yang sejak tadi memperhatikan dari jauh merasa bingung, ko' bisa mamanya dekat dan akrab banget dengan Delia. Mamanya juga tidak pernah cerita selama ini. Mungkin nanti dia akan menanyakan langsung.
Tiba-tiba Radit melihat seorang pemuda datang menghampiri Delia dan mamanya. “Eh Satya, kamu baru datang?” tanya mama Radit. “ Iya tante maaf tadi ada urusan sebentar” jawab Satya. Sementara Delia hanya diam saja. “ Oh iya Sat kenalin ini Delia, Delia kenalin ini Satya keponakan tante, sepupunya Radit” ucap tante Alma memperkenalkan. Delia hanya tersenyum canggung. “Ya sudah tante tinggal dulu ya mau nemuin teman tante. Kalian lanjut sendiri perkenalannya” ucap tante Alma kemudian.
Kini Satya dan Delia saling terdiam. Hingga memutuskan untuk keluar dari ballroom. Dan segera diikuti oleh Satya. Namun di tempat lain ada sepasang mata yang sejak tadi mengawasi mereka berdua. Yaitu Radit. Karena penasaran akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti kemana Satya dan Delia pergi.
Kini Delia dan Satya sudah berada diluar ballroom. “Del... Masihkah kamu membenciku? Aku mohon maafin aku Del. Aku masih sayang sama kamu” ucap Satya sambil memegang tangan Delia. Delia hanya diam saja tapi air matanya sudah tidak bisa dia tahan untuk keluar. Karena mengingat penghianatan yang dilakukan oleh David beberapa tahun lalu.
“Sudah lah vid, lebih baik kamu jauhin aku. Kalau kita bertemu, anggap saja kita tidak pernah kenal” ucapnya sambil menangis. “tapi aku masih sayang kamu Del.. Aku ingin kita kembali seperti dulu lagi” bujuk Satya. “pergi....!!! Pergi dari sini sekarang!! Aku nggak mau lihat kamu lagi” teriak Delia dengan suara tangisannya yang pilu. Akhirnya David mau tidak mau meninggalkan Delia. Mau tetap disitu dan memohon pun takut Delia nanti semakin histeris.
Delia menangis tergugu, merasakan sakit hatinya akibat penghianatan David dulu. Rasanya dia tidak bisa melupakan kejadian beberapa tahun silam. Masih terus membekas di hatinya. Tiba-tiba Radit datang menghampirinya.
“ck... Sok-sok an pakai nangis segala, menolak sepupuku padahal sudah dapat yang lebih keren dan tajir” ucap Radit sambil tersenyum mencemooh.
“apa maksud kamu?” tanya Delia tidak terima. “sudah jelaskan kalau kamu menolak Satya karena kamu sudah dapat yang lebih tajir, lebih keren dan yang paling penting lebih memuaskan” ucap Radit.
Dihina seperti itu membuat amarahnya meluap. Dia langsung menampar Radit, tapi sayangnya Radit langsung menangkap tangannya dan diarahkan ke belakang. Delia meronta sambil terus menangis. “kamu kalau tidak tahu apa-apa jangan sekali-kali menhakim-... mmmhhhhhh” ucapnya terpotong karena Radit langsung membungkam mulut Delia dengan ciuman. Bahkan lum**atan yang sangat kasar. Air matanya terus mengalir seiring dengan lum**atan yang diberikan Radit. Tak ada balasan dari Delia. Lum**atan yang awalnya tadi kasar kini berubah menjadi lembut penuh kasih.
*TBC🙈🙈
_author newbie_💕💕