Helviana Pradipta seorang gadis cantik berusia 20 tahun.merupakan anak tunggal dari keluarga Pradipta.
Hingga suatu saat keluarga Pradipta jatuh miskin dan papanya di penjara.Mengharuskan Viana bekerja untuk menghidupi keluarganya.
Hingga suatu hari Viana melempar kaleng bekas minuman hingga mengenai mobil seorang duda keren beranak satu.Sehingga mengakibatkan Viana berhutang tanggung jawab membenahi mobil tersebut.Lalu duda tersebut menawarkan pekerjaan kepada Viana sebagai baby sitter.Mampukah lulusan S1 itu mengurus anak dari duda tersebut???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hesty Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ungkapan hati Raka
Satu bulan kemudian....
sudah satu bulan juga Mega koma,,belum ada tanda-tanda bahwa ia akan sadar.
Bahkan kini Viana sudah memulai kegiatannya seperti biasa.ia sadar bahwa dia di rumah Raka masih bekerja sebagai baby sitter risa.ia tak bisa meninggalkan tanggung jawabnya begitu saja. Justru kini Raka dan Viana sudah semakin dekat, mereka merawat Mega bersama-sama.
"Bisakah kita bicara sebentar,,?" tanya Raka dengan nada serius
"Iya tuan"
Kini mereka sedang berada di taman belakang,, bersama Risa yang sedang bermain dengan susi.
"Aku tak tahu harus mulai dari mana" Raka membuka suara
"Maksud tuan?" Viana bingung
"Jujur aku menyukaimu viana,,tapi aku terlalu takut untuk mengungkapkan perasaanku padamu" jelas Raka membuat Viana terdiam
"Aku tahu,, mungkin masih terlalu singkat untuk aku mengungkapkan ini.Tapi aku memang benar-benar jatuh cinta padamu" Raka memberikan diri,ia sudah menyiapkan ini seminggu yang lalu.
"Tuan,,saya ini hanya baby sitter non Risa.Saya tidak ingin di fitnah menggoda tuan oleh rekan lainnya" Viana mengingat kejadian di dapur bersama Ayu.
"Biarkan mereka berkata apapun yang mereka mau,,tapi aku memang mencintaimu Viana"
"Untuk saat ini saya mungkin belum bisa membalas cinta tuan,,karena saya ingin fokus pada kesembuhan mama saya" kata viana sopan
"Baiklah aku mengerti.setidaknya aku sudah mengungkapkan isi hatiku padamu" wajah Raka sedikit sedih saat Viana menolaknya dengan halus
"Kita jalani dulu tuan,,saya tak ingin membuat anda kecewa" jujur saja Viana juga mulai nyaman saat bersama Raka,tapi ia belum siap jika harus patah hati lagi.
"Baiklah"
Malam ini Raka tak dapat tidur dengan nyenyak.ia takut nanti Viana benar-benar tidak mau menjadi istrinya.
Hal yang sama di rasakan Viana . ia bingung harus bagaimana, viana takut terluka lagi seperti saat bersama Vano.
Ya mungkin memang lelaki tak semua sama.tapi ada rasa trauma saat mengingat perselingkuhan Vano dulu.
Paginya Raka berangkat ke kantor dengan wajah lesu,,ia galau karena Viana tadi malam.
"kenapa wajahmu lecek begitu?" tanya Agim
"Tidak" Raka masih dengan sikap datarnya
"Aku tahu,,kau pasti habis di tolak kan" tebak Agim dan memang benar
"Kau pasti senang bukan saat aku di tolak? jadi kau bisa mendekati Viana" ungkap Raka menatap Agim
"Huh baiklah mungkin ini sudah waktunya jujur" kata Agim
"Sebenarnya aku tidak menaruh hati pada Viana,,aku hanya berpura-pura suka agar kau bisa mengerti perasaanmu sendiri." jelas Agim tersenyum
"Apa itu artinya bahwa kau tak menyukainya" wajah Raka sumringah
"Ya,,tapi jika kau tak bisa mendapatkannya aku juga mau" Agim masih saja menggoda sahabatnya itu.
"Apa kau meragukan kemampuanku?" Raka kesal
"Tidak kawan,,aku yakin kau pasti bisa menaklukkan wanita cantik itu." Agim tertawa
"Terimakasih Gim, kau sudah membuatku sadar bahwa aku mencintai Viana" Raka memeluk sahabatnya
"Sudah-sudah aku sesak nafas jadinya,,kau memeluk atau ingin membunuhku?" celetuk Agim kesal
"Hahahaha" Raka tertawa puas.
"Kau harus semangat untuk mendapatkan hati Viana" kata Agim
"Ya aku akan selalu bersemangat"
Sedangkan vano kini berada di penjara,,Raka memenjarakan Vano tanpa sepengetahuan Viana.raka tak mau nantinya Vano akan mencelakai Viana atau orang lain.
"Kau mau kemana" tanya Agim melihat Raka akan pergi
"Aku mau kerumah sakit,,menjenguk calon mertua"
"Cih.. percaya diri sekali kau ini" kata Agim
"Hahaha sudahlah aku buru-buru" Raka melanjutkan langkahnya
"Pergi sana" usir Agim
Saat sampai di rumah sakit,,Raka melihat Viana yang sudah berada disana.Terlihat juga bahwa Mega sudah sadar.
"Ibu" panggil Raka tersenyum karena memang Mega sudah sadar
"Nak Raka" Mega tersenyum
Saat tadi Viana sedang merapikan mainan Risa, pihak dari rumah sakit menelepon bahwa Mega sudah sadar dari komanya.
"Viana seneng banget mama udah sadar" Viana tak henti menatap wajah cantik mamanya
"Iya Bu,,tapi Viana jadi cengeng sekarang" kata Raka membuat Viana terkejut
"Siapa yang cengeng,,aku bahkan tidak pernah menangis" balas Viana
"Apanya yang tidak pernah,,bahkan sepanjang hari kau menangis" ejek Raka
Mega tersenyum melihat anaknya sudah mulai dekat dengan Raka.Ia berdoa semoga masih di beri umur untuk menyaksikan pernikahan viana nanti dengan suaminya.
"Mama selalu mendengar suara Viana menangis dan bercerita tentang kesehariannya.Tapi mama tak bisa apa-apa,mama ingin bangun tapi badan mama kaku" jelas Mega
"Em mama" Viana memeluk mamanya
Raka terharu melihat kedua wanita kesayangannya berpelukan sambil melepas rindu selama satu bulan ini..
Sekian dulu
kalau ada salah mohon maaf ya
Terimakasih 🤗