NovelToon NovelToon
Diperistri Tuan Muda. (Season 2)

Diperistri Tuan Muda. (Season 2)

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / CEO / Tamat
Popularitas:804.5k
Nilai: 4.8
Nama Author: Mak Ee

'Uang adalah segalanya'
Begitulah prinsip hidup Resti Belangi. Yang sejak kecil sudah giat mencari uang untuk menghidupi dirinya sendiri karna keluarganya yang miskin. Dia tidak percaya dengan ungkapan yang menyatakan uang bukanlah segalanya.

Resti hanya ingin hidup nyaman tanpa mengkhawatirkan besok bisa makan atau tidak. Dia sudah lelah bekerja keras, yang ternyata tidak mengubah apapun dihidupnya.

Saat ia hampir menyerah, ketidak beruntungan kembali menghampirinya bersama seorang pria dingin bernama Jun. Yang ternyata adalah pewaris tahta kerajaan GD Group, tempatnya bekerja.

*setiap tokoh, tempat, dan kejadian hanya fiksi semata. (cuma ada diotak kriting Mak ya).
*karya ini hanya terbit di NovelToon. Tidak di platform lain.
*cus follow ig➡️ makee949

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mak Ee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep17. Ingin Menyerah

Resti terus mondar mandir sambil menggigiti kukunya. Ia ingin menelfon Jun untuk menanyakan masalah itu.

Ah. Kenapa pula Ayyara dan Gama muncul diwaktu yang sangat tidak tepat. Sehingga membuat mereka salah faham.

Kali ini dia yakin akan dikeluarkan dari pekerjaannya. Dan itu membuatnya semakin khawatir saja.

Resti meraih ponselnya yang ada dialam sakunya. Ia lupa kalau ponselnya itu juga ikut terendam tadi. Dan sekarang tidak mau menyala lagi. Jadilah dia bingung sendiri.

Setelah berfikir lumayan lama. Akhirnya dia memilih untuk pulang saja. Walaupun malam sudah sangat larut dan Yusniar pasti akan menginterogasinya habis-habisan. Tapi itu adalah jalan paling aman saat ini. Daripada menunggu kabar yang kejelasannya entah bagaimana. Membuatnya semain khawatir saja.

Walaupun itu adalah kamar yang sangat mewah dan nyaman, tapi kalau perasaannya tidak tenang, dia jadi tidak nyaman berada disana. Ia terus saja gelisah.

Resti berjalan turun ke lobi. Dia bisa melihat beberapa orang sedang melihat kearahnya. Mungkin mereka adalah tamu dipesta ulang tahun Irba tadi. Yang pasti tau kejadian apa yang menimpa dirinya. Tapi dia tidak peduli. Kini penampilannya tidak lagi semenakutkan dan memalukan seperti tadi.

“Resti!” Panggil seorang pria dari arah samping.

Itu adalah Irba dan Khofid yang berjalan hampir bersamaan.

Pria yang mampu membuat Resti tersenyum sendiri itu berlari kecil mendekatinya.

“Kau tidak apa-apa? Aku fikir kau sudah pulang.” Ujar Irba.

“Aku tidak apa-apa.” Jawab Resti.

Hati Resti masih terasa sakit. Kenapa dia merasa seperti itu? Padahal Irba bukanlah siapa-siapanya. Jatuh cinta sndiri, sakit sendiri, kecewa sendiri, ditambah malu sendiri.

“Jun mana?” Tanya Khofid.

“Oh, pak Covid. Anda disini juga ternyata. Jun sudah pulang.” Jelasnya.

“Bisa tidak kau menyebut namaku dengan benar?” Dengus Khofid.

“Ya kan nama anda memang pak Covid. Bgaimana lagi aku harus menyebutkannya?” Tanya Resti bingung.

“Kau menyebutku seolah aku ini sebuah virus. Namaku itu k, h, o, f, i, d. Khofid! K, h, o!” Jelas Khofid lagi.

“Iya, pak Kho.” Jawab Resti dengan mengulangi intonasi Khofid. Ia sengaja menekankan huruf H nya.

“Kalian sudah kenal rupanya?” Tanya Irba yang merasa diabaikan.

“Oh? Iya. Dia ini karyawanku.” Jelas Khofid.

“Oh, pantas kau juga mengenal Jun.” Ujar Irba lagi.

Ah, benar, Jun.

Mendengar nama itu membuat Resti kembali merasa takut dan khawatir. Mengingat ekspresi Gama dan Ayyara yang nampak sangat kecewa tadi, pastilah mereka salah sangka.

“Kau mau pulang?” Tanya Khofid.

“Iya.

“Perlu kuantar?”

“Memangnya bapak mau mengantar saya?”

“Hei. Jangan kaku begitu. Kita tidak sedang dikantor. Jadi santai saja bicara denganku.”

“Bolehkah?” Tnya Resti ragu.

“Yasudah, ayo kuantar kau pulang.” Ajak Khofid kemudian.

“Irba, aku pulang dulu ya. Sekali lagi maaf sudah mengacaukan pestamu.” Ujar Resti bersungguh-sungguh.

“Tidak apa-apa. Aku senang kau baik-baik saja.”

Kemudian Resti berjalan mengikuti Khofid yang sudah pergi lebih dulu. Untung saja ada Khofid yang berbaik hati mau mengantarkannya. Kalau tidak entah bagaimana nasibnya. Karna uang yang ada didompetnya pastilah tidak akan cukup untuk membayar taksi.

“Masuklah.” Tawar Khofid sambil membukakan pintu mobilnya.

“Trimakasih pak.” Jawab Resti yang masih merasa aneh jika mau memanggil atasannya itu dengan santai.

Dan mobilpun melaju. Menuju kearah rumah Resti.

“Bagaimana kau bisa negenal Jun?” Tanya Khofid membuka pembicaraan.

“Kami bertemu secara tidak sengaja.”

“Tentu saja. Mana ada orang yang asing yang awal bertemunya disengaja.” Jawab Khofid santai.

“Hehe. Kebetulan aku merusak mobilnya dan harus mengganti rugi biaya perbaikannya.” Jawab Resti jujur.

“O, begitu.”

Dan selebihnya, mereka lebih banyak diam didalam mobil. Resti sibuk memikirkan tentang Irba, dan kejadian dikamar hotel tadi. Untuk sesaat dia memikirkan bagaimana keadaan Jun.

Padahal dia tidak punya waktu memikirkan tentang Jun. Keadaannya sendiripun entah bagaimana.

Kejadian mengejutkan dimana Gama dan Ayyara memergokinya berada didalam kamar hotel bersama Jun, perlahan mampu mengusir rasa sakit hati dan kecewanya karna ternyata Irba sudah punya kekasih.

Dan yang paling dia takutkan adalah nasib pekerjaannya.

“Yang mana rumahmu?” Tanya Khofid menyadarkan lamunan Resti.

“Oh, yang itu. Rumah setengah permanen bercat biru.” Tunjuk Resti kearah depan.

Kemudian Khofid segera menghentikan mobilnya tepat didepan rumah yang ditunjuk Resti.

“Trimakasih pak.” Ujar Resti setelah dia turun dari mobil Khofid.

“Oke. Kalau begitu aku pergi dulu.” Ujar Khofid kemudian segera malajukan mobilnya kembali.

Resti mengendap-endap saat berjalan melewati teras. Ia takut membangunkan Yusniar dan Ariga. Karna mereka pasti sudah tertidur mengingat ini sudah hampir pagi.

Dengan sangat hati-hati ia membuka pintu dengan kunci cadangan yang ia bawa. Sungguh dia sangat takut. Ia tau konsekuensinya jika Yusniar tau dia pulang saat adzan subuh hampir berkumandang.

“Kenapa mengendap-ngendap seperti itu?” Suara Yusniar sungguh mengejutkan Resti.

Ia segera menegapkan badanya dan menoleh kearah suara. Yusniar yang sedang mempersiapkan perlengkapan dagangannya keluar dari dapur.

“Bukankah kau berjanji akan pulang tidak lebih dari jam sepuluh? Kenapa ponselmu juga tidak bisa dihubungi?" Tanya Yusniar. Wanita itu langsung menatap curiga kepada Resti.

Apalagi saat Yusniar melihat pakaian Resti yang sudah berubah total. Bukan memakai gaun yang pernah ia belikan.

“Maaf kak. Ada sedikit insiden di tempat pesta.” Jelas Resti taku-takut.

“Insiden apa?”

“Aku jatuh kekolam renang dan pakaianku jadi basah kuyup.” Jujur Resti. Ia berusaha memberiahu Yusniar tentang kejadian sebenarnya. “Tempat pesta Irba diadakan didekat kolam renang kak. Untung ada orang baik yang meminjamiku pakaiannya.”

“Apa?!” Pekik Yusniar tertahan. Ia langsug menutup mulutnya karna takut teriakannya itu akan membangunkan putranya. “Kamu tidak apa-apa? Kau kan tidak bisa berenng Res.” Ujar Yusniar kembali. Nampak sekali ia jadi mengkhawatirkan adik iparnya itu.

“Aku tidak apa-apa kak. Untungnya airnya cukup dangkal.”

“Alhamdulillah. Ya Allah Resti. Kau ini selalu membuat aku khawatir.” Yusniar langsug memeluk Resti dengan erat.

“Maafkan aku kak. Aku sungguh minta maaf. Aku juga tidak tau kalau akan seperti ini.” Air mata Resti mulai menggenang.

Yusniar yang melihat itu jadi tidak tega. “Sudah, sudah. Yang penting kamu tidak apa-apa. Sekarang cepat ganti pakaianmu sebentar lagi adzan subuh.”

“Iya kak.” Ujar Resti yang kemudian berjalan masuk kedalam kamarnya.

Ia menyandarkan tubuhnya di daun pintu kamarnya. Kembali memikirkan tentang rentetan kejadian memalukan yang ia alami malam ini. Bahkan tidak hanya sekali.

Ia sedikit menyesal karna sudah meminta pertolongan kepada Jun. Ia hampir tidak percaya dia akan bisa melewati malam ini dengan baik. Tapi entah besok.

Kalau sampai ia kehilangan pekerjaannya karna masalahnya dengan Jun, ia tidak tau lagi harus bagaimana. Ia bahkan belum pernah menerima gajinya dari bekerja di GD Group. Kalau dia dipecat, bagaimana ia akan membayar hutangnya kepada Jun?

Uang, uang, uang dan selalu masalah uang yang terus berputar disekeliling Resti. Kadang membuatnya muak dan ingin menyerah saja.

kadang dia bertanya, adakah orang lain diluar sana yang memiliki masalah serupa dengannya?

1
Yeni Meyliana
Luar biasa
Ita rahmawati
ruth kah atau siapa krn si ruth ini mndadak gk ada kabar 😁
Ita rahmawati
ternyta tk se runyam itu thor 🤣
Ita rahmawati
ini mah bukan runyam lagi tp wes mbuhlah gk karu² an 😩😩
Ita rahmawati
🤦‍♀️🤦‍♀️
Ita rahmawati
wwah siapa yg ditusuk dn menusuk ya 🤔
Ita rahmawati
terharu 😭😭
Ita rahmawati
aih kirain org suruhannya jun ternyta 🤔🤔
Ita rahmawati
kebiasaan cwe klo nguping tuh gk sampe selesai 🤦‍♀️🤣
Ita rahmawati
eh jd laper 🤣
Ita rahmawati
saking lamanya hidup susah si resti smpe jd gila tuh mulut juga gk ada saringannya 🤦‍♀️🙄
Ita rahmawati
ya ampun 🤦‍♀️🤦‍♀️
Ita rahmawati
kesurupan kyknya si resti ini,,ngomongnya gk karuan 🤦‍♀️🤦‍♀️🙄🙄
Ita rahmawati
sampe sini yg aku bc si restinya cwe gk tau diuntung,,walaupun gk sm² cinta diawal tp kan jun udh berusha baik sm dia tp dia yg masih benci² gk suka gtu sm jun trus malah yg kegeeran sm irba yg jelas² udh punya pacar dn berarti gk suka sm dia kan 🙄🙄
Ita rahmawati
si resti mulutnya pedes juga
Ita rahmawati
apakah itu adiknya jun
Ita rahmawati
dg resti mulai mencairlah es batu itu 🤣
Ita rahmawati
jd bgtu
Ita rahmawati
gtu aja lgsg jatuh gelasnya 🤦‍♀️🤦‍♀️🤣🤣
Ita rahmawati
waduh pasti disuruh nikah nih 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!