NovelToon NovelToon
Balas Dendam Anak Terbuang

Balas Dendam Anak Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Dalam hidup Kyra, ia hanya ingin merasakan arti sebuah keluarga. Namun, keinginan sederhananya itu harus ia pendam, karena kedua orang tuanya tidak menginginkan kehadirannya yang dianggap sebagai pembawa sial.

Setelah banyaknya penderitaan, Kyra akhirnya melangkah keluar dari bayang-bayang trauma untuk menuntut balas pada orang tuanya yang telah membuangnya.

Namun, saat Kyra berhasil bertemu dan tinggal dengan kedua orang tuanya, ia justru dijadikan kambing hitam untuk menggantikan posisi sepupunya dalam sebuah pernikahan bisnis. Jebakan takdir ini justru dimanfaatkan Kyra sebagai senjata untuk menghancurkan keluarganya sendiri.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apakah rencana balas dendam Kyra berhasil? Siapa pria yang harus Kyra nikahi? Mengapa kedua orang tua Kyra menganggap jika Kyra adalah pembawa sial?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12

Papa Freddy terdiam seribu bahasa, gagasan gila yang dilontarkan oleh sang ibu bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi, ide itu terdengar sangat tidak masuk akal karena harus menyerahkan seorang anak perempuan yang baru saja ia temui setelah dibuang selama 28 tahun untuk masuk ke dalam lingkaran keluarga elit sekelas Keluarga Raymond.

Namun di sisi lain, usul itu adalah satu-satunya jalan keluar untuk menyelamatkan kerajaan bisnisnya yang sudah dirintisnya seumur hidup dari ancaman kebangkrutan.

​"Tapi, Ma... Apa Keluarga Raymond akan menerima Kyra begitu saja?" suara Papa Freddy terdengar ragu, manik matanya melirik sekilas ke arah Kyra yang masih berlutut di atas lantai marmer dengan kepala menunduk.

​"Kenapa tidak?" sahut Tante Thania cepat, sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman licik yang penuh kelegaan.

​"Keluarga Raymond kan hanya mengatakan untuk menikahkan putri dari keluarga Andreas dengan Tuan Brian dan Kyra kan termasuk putri keluarga Andreas, lagipula mereka tidak pernah melihat wajah Sherly secara langsung karena Tuan Besar Raymond dan Tuan Brian, sibuk mengurus proyek di luar negeri selama bertahun-tahun. Selama ini yang mereka tahu hanyalah di keluarga Andreas punya putri yang akan dinikahkan dengan Tuan Brian," lanjut Tante Thania dengan mata berbinar penuh harap.

*Bab sebelumnya sudah author revisi ya, awalnya kan mereka sudah bertunangan. Tapi, author ubah kalau mereka belum bertemu.

​Mama Dania yang tadinya berdiri mondar-mandir karena panik kini menghentikan langkahnya, ia menatap Kyra dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan pandangan jijik yang teramat sangat.

​"Thania benar. Lagi pula, anak pembawa sial ini tidak pantas mendapatkan kehidupan yang layak, menikah dengan pewaris tunggal Keluarga Raymond sudah merupakan anugerah terbesar dalam hidupnya yang kotor itu, meskipun pada akhirnya nasibnya mungkin tidak akan bertahan lama di tangan pria sedingin Tuan Brian," ucap Mama Dania dingin.

​Sherly, yang sejak tadi menangis tersedu-sedu di lantai dan mendongakkan kepalanya. Air matanya masih membasahi pipi, namun secercah kelegaan tampak jelas di wajahnya. "Betul, Om... Biarkan anak ini yang menggantikanku, aku tidak mau menikah dengan Tuan Brian yang terkenal arogan dan kejam itu. Lagipula, aku mencintai pacarku," ujar Sherly egois.

Kyra yang sejak tadi menunduk dan pura-pura pasrah tiba-tiba merasakan jantungnya berdegup kencang. Bukan karena takut pada ancaman mereka, melainkan karena gelombang kepanikan yang mendadak menerjang dadanya.

'​Menikah?' batin Kyra.

​Perkataan orang-orang tentang pernikahan terus berputar-putar di dalam kepalanya bagaikan badai. Selama ini, seluruh rencana balas dendam yang ia susun bersama Yolla berpusat pada satu tujuan yaitu meruntuhkan keluarga Andreas dari dalam dan membuat mereka merasakan kehancuran perlahan atas penderitaan yang telah mereka torehkan padanya selama dua puluh delapan tahun.

​Jika Kyra tiba-tiba dipaksa keluar dari rumah ini dan dilempar ke dalam keluarga Raymond, sebuah keluarga konglomerat yang bahkan belum ia ketahui seluk-beluknya, maka rencana yang sudah ia bangun dengan susah payah akan berantakan. Terlebih lagi, deskripsi orang-orang di ruangan itu mengenai sosok Brian sangatlah mengerikan, seorang pria arogan, kejam dan tidak bersahabat.

'Kalau kayak gini, gimana aku bisa balas dendam ke mereka semua jika aku sendiri harus hidup di dalam sangkar emas milik pria asing yang keji? Tidak, ini tidak boleh terjadi,' batin Kyra berteriak kencang, sementara jemarinya yang mencengkeram lantai marmer kian memutih.

​Namun, di luar dugaan Kyra, reaksi panik yang mendadak muncul di dalam hatinya itu justru dibaca oleh orang-orang di ruangan tersebut sebagai bentuk ketakutan seorang gadis desa yang merasa minder dan terkejut karena mendadak mendapatkan durian runtuh.

​"Lihatlah wajahnya, dia bahkan gemetar ketakutan karena tidak percaya bisa masuk ke dalam keluarga terpandang," ucap Tante Thania dengan nada meremehkan dan mendengus sinis melihat Kyra yang terdiam kaku.

​Mama Dania melangkah mendekati Kyra, lalu mencengkeram dagu gadis itu dengan jemarinya yang dipenuhi cincin berlian dan memaksa wajah Kyra mendongak menatapnya, tatapan mata Mama Dania menyiratkan kebencian yang mendalam.

​"Dengar baik-baik, Kyra. Jangan besar kepala dan mengira kamu diangkat derajatnya, kamu hanya dijadikan alat untuk menyelamatkan keluarga ini dari kehancuran. Kalau sampai kamu berani berulah atau membuat malu keluarga Andreas di depan keluarga Raymond, aku sendiri yang akan memastikan hidupmu jauh lebih menderita daripada saat kamu membusuk di desa dulu!" desis Mama Dania tajam di dekat telinga Kyra.

​Kyra menelan ludah, hingga air matanya menetes perlahan karena saat ini ia sedang dalam posisi tertekan dan tidak berdaya. Dengan suara bergetar dan terisak parah, ia mencoba menolak secara halus.

​"Ma-Mama... Papa... Jangan... Kyra tidak tahu apa-apa soal pernikahan... Kyra tidak pantas untuk Tuan Brian... Biarkan Kyra tetap di sini saja, menjadi pelayan yang membersihkan rumah ini... Kyra mohon," rintih Kyra.

​Namun, penolakan itu justru disambut dengan tawa sinis dari Nenek Fia, wanita tua itu menghantamkan tongkatnya ke lantai dengan keras.

​"Cukup! Tidak ada penolakan! Keputusan sudah bulat! Kamu pikir kami meminta pendapatmu? Kamu hanya gadis buangan yang tidak punya hak untuk membantah! Ini adalah satu-satunya jalan bagimu untuk berguna bagi keluarga yang sudah memberimu tempat tinggal ini!" seru Nenek Fia penuh otoritas.

​Papa Freddy menganggukkan kepalanya, menyetujui perkataan sang ibu. Ia tidak peduli dengan perasaan Kyra, yang terpenting bagi pria paruh baya itu saat ini adalah kelangsungan bisnis perusahaannya.

​"Sudah diputuskan. Mulai hari ini, jangan biarkan dia keluar dari gudang belakang. Urus semua dokumen kepindahannya, ganti identitas atau data pendukungnya jika diperlukan dan siapkan dia untuk pertemuan makan malam dengan keluarga Raymond lusa malam. Thania, urus pakaiannya dan carikan sesuatu yang layak agar dia tidak mempermalukan kita di depan mereka," tegas Papa Freddy dengan suara tanpa emosi.

​"Baik, Mas Freddy. Serahkan semuanya padaku," jawab Tante Thania dengan senyuman puas yang mengembang lebar di bibirnya, senang karena masalah putrinya kini berhasil dilimpahkan kepada orang lain.

​Kyra hanya bisa menundukkan kepalanya dalam-dalam, membiarkan rambut panjangnya menutupi wajahnya yang kini menyeringai dingin. Di balik rasa panik yang sempat mendera, otaknya mulai berputar cepat dan menyusun siasat baru di atas batu loncatan yang tak terduga ini.

'​Kalian ingin menjadikanku tumbal untuk menyelamatkan diri? Kalian keterlaluan,' batin Kyra.

Langkah kaki Kyra terasa berat saat ia diseret kembali menuju gudang belakang oleh dua pelayan pria yang kasar. Di sepanjang lorong, bisikan-bisikan sinis dari para pelayan yang lain seolah mengiringi langkahnya, namun pikiran Kyra justru sedang berpacu lebih cepat dari sebelumnya.

​Begitu pintu gudang tertutup dan terkunci dari luar, Kyra menyeka sisa air matanya dengan kasar dan berjalan mondar-mandir di dalam ruangan sempit itu, lalu mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Yolla.

.

.

.

Bersambung.....

1
erviana erastus
yah semoga aza para penganggu yg mengusik ketenangan kyra
sunaryati jarum
Apa yang kau takutkan saat akan masuk ke dalam keluarga Raimond tidak terjadi,malah Bryan suamimu mendukung penuh untuk memberi balasan kepada keluarga kamu,Kyra
🅿🅴🆂🅾🅽🅰 GₐDᵢₛ ĐĘŠĄ
Dukungan penuh dari seorang suami adalah fondasi utama bagi istri yang mengalami penganiayaan atau kekerasan oleh keluarga kandungnya sendiri.
Sikap tegas suami melindungi, mendampingi, dan memvalidasi trauma sang istri dapat memulihkan rasa aman serta mempercepat proses pemulihan mental dan fisik korban...👍🏻👍🏼👍
erviana erastus
yaela brian main sosor aza 🤣
Aidil Kenzie Zie
penasaran udah belah duren apa belum ya Brian🤔🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
tanpa kamu bergerak mereka udah didepan kehancuran karena semua dilakukan oleh suamimu 🥰🥰🥰
erviana erastus
kalo sdh hancur nyalahkan kyra lah kalian nggak ngotak saat kyra kalian jd kn tumbal
sunaryati jarum
Kyra bisa mengoperasikan komputer,ya
Bagus,tu
sunaryati jarum
Nah baru ditolak berkunjung sudah kelimpungan, berarti kemewahan selama ini yang diagungkan itu dari keluarga Raimond
sunaryati jarum
Brian mendukung balas dendam kamu pada keluargamu Kyra.
Aidil Kenzie Zie
manfaatkan suamimu Kyra🥰🥰🥰
Mira Hastati
bagus
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
sunaryati jarum
Jangan buat Kyra Tersakit Brian,tapi terlindungi
sunaryati jarum
Semoga Brian tempat kamu bahagia Kyra
sunaryati jarum
Nah ternyata Brian sudah menyelidiki dulu pada Kyra dan berniat menolongnya
erviana erastus
yaela pada drama toh 🤣🤣😭😭
Aidil Kenzie Zie
ini Brian beneran suka atau nafsu aja' 🤔🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
wadu duh🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie
kan semua udah di atur Brian 🥰🥰🥰
🅿🅴🆂🅾🅽🅰 GₐDᵢₛ ĐĘŠĄ
Momen ketika ibu mertua meminta Anda memanggilnya "Mama" adalah momen yang sangat menyentuh hati.
Panggilan sederhana ini membawa dampak emosional yang luar biasa mendalam.
Perasaan hangat dan pemulihan jiwa yang hadir dalam momen tersebut merupakan pemulihan luka masa kecil.
Rasa sakit karena dibuang oleh ibu kandung sejak kecil perlahan terobati oleh penerimaan yang tulus.
Penebus kerinduan keinginan mendalam selama bertahun-tahun untuk mengucapkan kata "Mama" akhirnya terwujud.
Rasa tidak diinginkan di masa lalu digantikan oleh perasaan sangat dihargai.
Kehangatan dan rasa aman, akhirnya menemukan sosok ibu dan pelukan keluarga yang seutuhnya.
Status menantu lebur menjadi status anak kandung yang disayangi tanpa syarat.
Air mata yang keluar bukan lagi karena sedih, melainkan haru karena merasa berharga...🥴🥹🤧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!