Hiatus
Balas dendam memang dapat memuaskan hatimu, tapi itu tidak mengubah keadaan menjadi lebih baik.
Kesalahan orangtua dimasa lalu berimbas pada kisah percintaan yang sudah terjalin.
Seguel dari kisah "TERPAKSA MENIKAH"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vanzhuella annoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 18
🍀🍀🍀
Di rumah cukup mewah kini rombongan itu berada, dimana perumahan elit peninggalan orang tua kandung Vino. Bukan cuma mempertemukan Vino dengan makam kedua orang tua kandungnya saja, tapi Daddy Glenn juga mendapatkan keberadaan harta peninggalan yang masih tersisa milik almarhum.
"Silahkan masuk Tuan... Nyonya" pria seumuran Vino mempersilahkan rombongan masuk.
Kini mereka duduk berbincang dengan pria yang menghuni rumah mewah itu.
"Saya adalah anak pelayan di rumah Tn. Bisma dan Ny. Nova. Sebelum Ayah dan Ibu meninggal, mereka menitipkan rumah ini pada saya untuk merawatnya, sebelum putra beliau kembali. " Terang sang penjaga rumah.
"Selama ini kami terus mencari Tn. muda tapi sayangnya tidak membuahkan hasil" ungkapnya kembali dengan perasaan bersalah.
"Hmmm ini adalah putra dari Tn. Bisma dan Ny. Nova" Glenn menunjuk Vino.
"Syukurlah Tn. muda masih selamat dari kecelakaan itu. Selamat datang ke rumah ini Tuan.... mungkin Tn. muda tidak mengingatnya, karena usia Tuan masih bayi pada waktu itu" ucap anak pelayan dengan rasa bahagia.
"Terima kasih karena sudah menjaga dan merawat rumah ini" Vino sempat melihat tadi ada 3 mobil mewah di dalam bagasi.
"Tn.muda perusahaan milik Tuan dan Nyonya berada di jalan xx. Semua berkas saya simpan di ruang kerja Tuan" terang sang anak pelayan, karena sebelum meninggal orang tuanya menyerahkan berkas dan surat wasiat. Untuk diserahkan kepada putra majikannya ketika ia kembali.
Vino masuk sendiri ke ruang kerja sang Papa. Disana banyak buku berkaitan dengan bisnis tersusun rapi, matanya menangkap bingkai foto diatas meja kerja.
Deg
Jantungnya berdebar-debar menatap wajah dalam bingkai itu. Dimana terdapat wajah lelaki yang sangat mirip dengannya, dan seorang wanita yang tersenyum manis menatap seorang bayi dalam gendongannya.
"Papa.... Mama.... " lirih Vino menyakinkan jika itu adalah foto dirinya bersama kedua orangtuanya.
Vino menarik nafas dalam-dalam, menenangkan dirinya agar tidak terbawa perasaan. Kemudian ia keluar dari ruang kerja menuju kamar pribadi kedua orang tuanya.
Kamar itu sangat besar, desainnya begitu menenangkan. Didalam kamar itu begitu bersih dan rapi, seakan sang penjaga selalu membersihkannya.
Di kamar itu juga terdapat bingkai besar foto Vino tergantung di dinding. Foto dimana Vino masih bayi, dan tertera namanya beserta tanggal lahir.
"Ternyata namaku bukan Vino Albert Januar, tanggal lahirku juga beda" gumamnya.
Vino menduduknan dirinya sebentar di ranjang empuk itu, sembari menghirup aroma yang masih melekat di kamar itu.
Ia membuka laci karena penasaran, didalam laci nakas itu terdapat album foto milik kedua orang tua kandungnya. Vino pun mulai menyibak satu persatu, melihat banyak foto Papa dan Mamanya beserta foto dirinya.
"Beb.... Daddy dan Mommy harus pulang sekarang" suara sang tunangan menghentikannya melanjutkan melihat foto itu.
"Papan dan Mama begitu tampan dan cantik Beb....wajah kamu fotocopy Papa, sangat mirip" ucap Vita memandang foto di tangan tunangannya.
"Wah.... kamu begitu imut dan gemesin waktu bayi" mata Vita berpindah menatap foto Vino yang masih bayi terpajang di dinding.
"Hmmm benarkah? jadi sekarang tidak gemesin? " Vino sengaja mengoda sang tunangan.
"Sudah tua Beb..... "
Cup
Vita mengecup sekilas bibir yang tersenyum itu.
"Sudah mulai nakal ya" Vino menarik tubuh itu sehingga membuatnya terjatuh di dada bidangnya. Vino memeluk erat tubuh Vita, mencari energi agar menguatkan hatinya menerima kenyataan pahit ini.
"Kamu yang sabar ya sayang....jangan merasa sendiri, ada kami disampingmu" ucap Vita menguatkan calon suaminya.
"Terima kasih Beb.... " balasnya sembari mengecup kening wanita yang sebentar lagi akan menjadi istrinya itu.
🍀🍀🍀
"Kita harus bagaimana Dad? tidak mungkin kita mengagalkan pernikahan ini" ucap Mommy Jasline sangat cemas.
"Hal itu jangan sampai terjadi, kita sembunyikan ini semua dari Vino" ucap Daddy Glenn masih menggenggam berkas itu.
Berkas yang berisi informasi dibalik kecelakaan yang menewaskan kedua orang tua kandung Vino. Seperti yang diketahui orang suruhan Glenn, tersangkanya adalah Tn. Anugerah. Papi dari Vitalia, calon istri dari Vino sendiri.
Tapi Glenn tidak sepenuhnya mempercayai tersangkanya adalah calon besannya, dia akan menyelidiki lebih dalam lagi. Sepertinya ada yang mengadu dombakan kedua sahabat yang sudah putus hubungan, karena masalah perebutan perusahaan.
Kedua paruh baya ini khawatir jika Vino mengetahui informasi yang belum tentu ini. Jika ini terjadi, semua akan berubah menjadi dendam. Bisa-bisa pernikahan ini dibatalkan karena merasa dendam. Untuk sementara mereka akan menutupi rapat-rapat rahasia ini.
Besok adalah pemberkatan pernikahan Vino dan Vita, serta di susul resepsi. Di Mansion milik keluarga Januar sudah berkumpul, kecuali putra penerus perusahaan belum menampakkan batang hidung.
Ribuan kartu undangan sudah menyebar. Media juga di izinkan meliputi acara pemberkatan dan resepsi.
Taman Mansion itudirekoras dekorasi dengan berlambang kan bunga warna putih. Semua serba putih, dari kursi dan karpet bertaburan bunga menuju singkasana penyambutan tamu undangan. Sangat kontras dengan pepohonan atau rerumputan hijau yang mengelilingi, beserta lampion putih.
Vita dan keluarganya menginap disebuah hotel milik orang tua dari calon suaminya. Sedangkan Vino menginap di Mansion bersama keluarga besarnya. Semuanya sudah berkumpul disana, untuk menghadiri pernikahannya, kecuali Adik paling tampannya.
"Sebenarnya dimana anak itu? sudah 2 hari tidak masuk kantor. Di Apartemennya juga tidak ada" guratan kecemasan menghinggap dibenak sang Mommy.
"Apa Mommy sudah hubungi? " tanya Vino.
"Ponselnya tidak aktif, Sammy pun mengatakan ada disuatu tempat. Entah tempat apa itu" ada kekesalan sedikit disorot matanya.
"Tenanglah Mom.... Kakak baik-baik saja" putri satu-satunya menenangkan sang Mommy. Sedangkan sang Daddy hanya tersenyum, karena ia mengetahui apa yang terjadi pada putra penerus keluarga mereka.
"Sayang.... lebih baik kamu istirahat, untuk persiapan besok. Mommy sudah tidak sabar melihat kalian bersanding" ucap wanita paruh baya yang telah membesarkannya dan merawatnya dengan penuh kasih sayang. Sang Mommy mengusap punggung kekar itu, sembari tersenyum terharu.
"Terima kasih Mommy cantik" Vino melingkarkan tangannya memeluk perut sang Mommy, seperti anak balita.
"Kakak.....ingat itu Mommy milik kita bersama, enak saja main peluk-peluk sendiri" protes Clo sang Adik bungsu mereka.
"Stop.....Mommy hanya milik Daddy" sang Daddy langsung menarik pinggang ramping itu dan membawanya pergi dari ruang keluarga. Sehingga membuat Vino, Pelangi dan Clo memayunkan mulut.
Sedangkan kedua lansia hanya bisa mengeleng-geleng kepala melihat anak menantu dan cucu-cucu mereka.
🍀🍀🍀
Kini didalam Gereja sudah dipenuhi keluarga kedua mempelai. Sahabat dan orang terdekat dari kedua belah keluarga, ikut menyaksikan pemberkatan Vino dan Vita.
Calon mempelai pria sudah berdiri didepan, untuk menyambut kedatangan calon mempelai wanita. Vino begitu sangat gugup, sangat jelas dari wajahnya yang berkeringat panas dingin, padahal ruangan itu dipenuhi AC.
Tidak lama calon mempelai wanita tiba. Tn. Anugerah mengandeng lengan putri tunggalnya, mengiringinya ke Altar Gereja untuk menyerahkannya kepada calon mempelai pria
Semua mata tertuju pada calon mempelai wanita, mereka mengagumi kecantikan dari mempelai wanita.
Vita mengembangkan senyuman mautnya, sehingga membuat keluarga dan jemaat Gereja terpesona. Sang Papi dapat merasakan jika saat ini putrinya sangat gugup, karena telapak tangan Vita begitu dingin.
Sedangkan Vino sangat terpesona menatap wanita yang berjalan di Altar menuju tempatnya berdiri. Degup jantungnya semakin menjadi, ia sangat merasa gugup untuk pertama kalinya. Rasa gugup ini mengalahkan saat ia mengoperasi pasien atau berhadapan dengan petinggi negara.
Tiba dihadapan mempelai pria. Tn. Anugerah menyerahkan sang putri pada mempelai pria. Vino dan Vita saling melemparkan senyuman, keduanya saling menggenggam erat seakan memberi kekuatan untuk menghilangkan rasa gugup.
"Kamu sangat cantik" bisik Vino sempat-sempatnya.
"Kamu juga tampan" balasnya berbisik.
Acara pemberkatan merekapun dimulai. Pendeta memulai membacakan.
"Vitalia Sinta Anugerah, aku mengambil engkau sebagai istriku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus."
"Vino Albert Januar, aku mengambil engkau sebagai suamiku, untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus."
Kedua mempelai telah membacakan janji suci pernikahan dengan lancar. Dan waktunya menyematkan cincin ke jari masing-masing mempelai.
"Sekarang kalian sudah sah menjadi sepasang suami-istri di mata agama dan hukum. Kalian diperbolehkan untuk berciuman" ucap sang Pendeta.
Vino membuka cadar terawang yang menutupi wajah Vita.
Cup
Ia mendaratkan ciuman di kening dan berpindah mengecup bibir seksi yang sudah sah miliknya.
Semua bertepuk tangan menyaksikan kedua mempelai.
Sebagai orang tua dari kedua mempelai sangat bahagia sekaligus terharu. Merekapun tidak dapat membendung bulir bening kebahagiaan.
Di skip saja ya.....
Bersambung....
🌹🌹🌹
Jangan lupa vote like dan comennya.