NovelToon NovelToon
Karena Kamu, Jodohku

Karena Kamu, Jodohku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:562.6k
Nilai: 5
Nama Author: ShasaVinta

"Terkadang kita harus merelakan sesuatu hal bukan karena kita menyerah tapi mengerti bahwa ada hal yg tidak bisa dipaksakan."

Itulah yang dipikirkan Devinta Dwi Suseno saat mengetahui pria yang sebentar lagi akan menjadi tunangannya ternyata kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya .

Namun setelah 5 tahun menghindar , takdir berkata lain . Ia kembali di pertemukan dengan Arnold Prayoga , pria yang paling tidak ingin Ia temui .

Bagaimana kelanjutan lika liku hubungan Devi dan Arnold ? Bisakah Devi keluar dari bayang bayang penghianatan Arnold di masa lalu ? Apakah kisah mereka akan berakhir bahagia bersama ?

" Sebab sepanjang kita berjalan, menghindar, berpura-pura tidak mengetahui atau apapun itu, kita akan tetap akan bertemu apa yang ditakdirkan untuk bertemu . "

"Karena pada waktunya, tanpa kau rencanakan pun, jodoh tak akan pernah tertukar."

( Inilah karya pertamaku , Karena Kamu Jodohku )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Flashback Chapt 15

Devi POV

Setelah pertengkaranku dengan Arnold yang terjadi di kantornya, kini setiap hari Arnold datang menemuiku untuk meminta maaf dan meminta agar aku memberinya kesempatan untuk memperbaiki segalanya .

Setiap pagi, seperti biasa Arnold akan datang menjemputku di rumah untuk mengantar ke Rumah sakit, namun aku akan pergi meninggalkannya dan berangkat sendiri dengan mengemudikan mobilku.

Arnold juga tak henti-hentinya datang ke Rumah sakit membawakanku makan siang atau makan malam saat Ia tahu aku akan jaga malam.

Saat pulang bekerja, Ia juga tetap akan menjemputku dan mengikuti mobilku pulang kerumah.

Awalnya aku tak menghiraukan keberadaannya. Tapi Mama dan Papa ku yang kasihan melihat Arnold memintaku untuk menyelesaikan masalah kami dengan baik-baik.

Akhirnya setelah seminggu mendiami Arnold, aku setuju untuk berbicara dengannya.

Aku tidak ingin bertindak kekanak-kanakan lebih lama lagi dengan terus menghindari masalah.

Malam itu Aku dan Arnold janjian bertemu di kedai kopi depan rumah sakit.

Ia mengakui bahwa Ia telah berbohong padaku. Malam itu Ia menemani salah satu temannya saat Ia berkuliah di University National Of Singapore (NUS), dan temannya itu adalah seorang pria bukan wanita seperti yang kutuduhkan.

Ia tidak mengajak Thomas, karena thomas tidak mengenal temannya itu.

Dan alasan Arnold berbohong karena saat itu temannya mengajak untuk bertemu di salah satu Club malam.

Arnold hanya tidak ingin aku hawatir dan curiga berlebih kepadanya jadi dia memilih untuk tidak memberitahu tujuannya.

Perihal menginap di rumah Thomas itu benar, dan mengenai kissmark yang aku bicarakan Ia tetap bersikukuh bahwa itu karena ulahku .

Arnold juga sempat membuat panggilan video dengan seorang Pria yang Ia akui adalah teman yang Ia temui .

Kulihat Arnold sangat berusaha meyakinkanku, aku juga mulai percaya padanya. Walaupun aku masih menaruh sedikit curiga soal kissmark itu.

Tetapi pada akhirnya aku memilih untuk memaafkan Arnold.

Harus kuakui kalau aku sangat tersiksa saat hubungan kami sedang dalam masalah.

Hatiku sakit saat mengetahui Ia membohongiku.

Juga dengan kerinduanku padanya menambah rasa sakit di hatiku.

Aku tahu aku bodoh karena dengan mudah percaya padanya, tapi bukankah lebih baik memberikan kesempatan .

Kini aku berharap semua akan kembali seperti semula.

Aku berharap kedepannya Arnold akan selalu jujur padaku apapun keadaannya sesuai janjinya malam itu.

Setelah Aku memaafkan Arnold malam itu , ku pikir hubungan kami akan kembali seperti sebelumnya.

Namun pada kenyataannya kini Aku dan Arnold malah terasa semakin jauh .

Dengan beralasan sedang banyak pekerjaan, Kami berdua jarang bertemu.

Walau terkadang Arnold masih menyempatkan diri untuk mengantarku bekerja.

Terkadang saat jam istirahat makan siang atau saat makan malam, aku menghubungi ponsel Arnold tapi jarang diangkat dengan alasan Ia sedang meeting bersama kliennya.

Aku merasakan perubahan sikap Arnold.

Pesan singkat berisi perhatian dari Arnold yang dulu sering Ia kirimkan pada ponselku , kini sudah jarang kuterima.

Aku pernah sekali membahas hal itu saat kami bertemu, namun Arnold hanya meminta pengertianku dengan alasan saat ini Ia sangat sibuk .

Arnold meminta maaf dan berjanji akan berusaha kembali memberi perhatiannya padaku.

Dan Arnold memang membuktikan ucapannya. Walau itu hanya berlangsung selama tiga hari setelah Ia berjanji.

Arnold kembali sibuk, bahkan pernah hampir tiga hari Arnold menghilang.

Pagi itu aku menyempatkan diri di tengah kesibukan jadwal operasiku yang padat untuk pergi menemuinya di kantor.

Alasan Arnold tetap sama, Ia sedang banyak pekerjaan.

Aku merasa tidak puas dengan jawaban darinya, sehingga aku terus mencecarnya dengan banyak pertanyaan.

Arnold yang kini masih duduk di meja kerjanya langsung menutup kasar map dokumen yang sedang dibacanya.

Hal itu membuatku terkejut, pasalnya baru kali ini Arnold membentakku lagi setelah pertengkaran kami dua bulan yang lalu.

" Jadi kamu datang kesini dan mengganggu aku bekerja hanya karena kamu curiga ? " Arnold membentakku.

Kini Ia berdiri dari kursinya dan berjalan kearahku yang duduk di sofa.

Kupikir dia akan duduk di sampingku, namun kini Ia hanya berdiri bersidekap dada di hadapanku.

" kenapa kamu kekanak-kanakan sekali hah ? " Ia membentakku lagi .

Air mataku sudah tertumpuk di ujung mata dan siap untuk ditumpahkan .

Entah mengapa saat ini rasanya aku tidak bisa mengeluarkan suaraku untuk menjawabnya .

" Asal kamu tahu, aku sibuk begini karena apa? Itu karena mommy dan daddy memintaku menyelesaikan pekerjaanku lebih cepat. Agar bisa fokus mempercepat pertunangan dengan mu " Arnold berkata dengan nada dingin sambil menunjuk kearahku .

" Pertunangan ? Aku tak pernah minta pertunangan kita dipercepat " jawabku terbata-bata .

" Jadi kamu mau bilang kalau ini semua salahku ? Begitu hah ? " kini Arnold malah sedikit berteriak kepadaku.

" Kamu pikir aku juga mau pertunangan kita dipercepat ? Kamu pikir mauku untuk jadi sesibuk ini " , lanjutnya masih dengan membentak .

Aku sudah tak bisa lagi menahan air mataku .

Air mataku mengalir begitu saja, apalagi saat aku tahu Arnold tak menginginkan pertunangan ini.

Tak seperti beberapa bulan yang lalu, saat Ia dengan yakin menyetujuinya di depan mommy dan daddy .

Aku berdiri menggenggam cluth yang kubawa untuk membantu menahan sakitnya hatiku ,

" Baiklah, maafkan kalau pertunangan kita yang direncanakan oleh keluargamu membuat kamu merasa sibuk dan tertekan ", aku menekankan kata 'oleh keluargamu' agar dia menyadari ini semua bukan salahku .

" Sekarang silahkan kamu sibuk dengan urusanmu, kita akan lihat sampai kapan hubungan kita dapat bertahan dengan keadaan seperti ini ", lanjutku .

Kemudian aku keluar dari ruang kerja Arnold tanpa berpamitan padanya .

Seminggu setelah pertengkaran kami yang kedua kalinya, Aku dan Arnold tidak saling berkomunikasi.

Beberapa kali Mommy Sofi menghubungiku mengajak bertemu ingin membahas perihal rencana pertunangan kami, namun aku tidak pernah menerima ajakannya.

Aku selalu meminta maaf dan beralasan bahwa aku sedang sibuk dengan project penelitianku.

Aku tidak sepenuhnya berbohong, karena aku memang sedang sibuk mengikuti seleksi akhir kompetisi beasiswa pendidikan di London yang sudah ku ikuti sejak 6 bulan lalu.

Dan hari ini aku mendapatkan kabar dari pihak pimpinan rumah sakit bahwa aku termasuk salah satu dokter dari Indonesia yang berhasil mendapatkan beasiswa tersebut.

Aku tidak langsung menerima tawaran beasiswa tersebut. Aku minta waktu kepada pimpinan rumah sakit untuk memikirkan hal ini kembali.

Karena aku tahu, jika aku menerimanya maka aku akan berada di London paling cepat selama empat tahun.

Sesungguhnya aku masih berharap dengan rencana pertunanganku dan Arnold.

Pihak Universitas juga masih memberi batas waktu sampai satu bulan untuk pendaftaran ulang.

" Baiklah, aku akan memberi Arnold waktu sampai satu bulan, jika memang tak ada jalan untuk memperbaiki hubungan kami. Maka jalan hidupku mungkin bukan disini ", ucapku dalam hati .

.

.

.

.

.

to be continue

1
Nadia
aku setop baca, terlalu mudah sidevi, bego, cuman buat cadangan, atau mungkin otornya jg begitu 🤭
Rubi Azmi
ya ampun nyesekkk
Hearty💕💕
Mau
Hearty 💕
Kalau sultan mah bebas yaaa.

Semoga Willi dapat rumah ya
Hearty 💕
Melayang rasanya
Hearty 💕
❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🙄💕🌸❤🌸💕🙄❤🙄💕🌸
Hearty💕💕
Arnold kena deh dikerjain Bumik
Hearty 💕
Suka dengan quote²nya thor
Hearty 💕
Duh udah kacau nih dunianya Arnold dan Devi.... emang harus disegerakan
Hearty 💕
Jangan² udah hamil nih
Hearty 💕
Berharap ada kesempatan untuk Thomas
Hearty 💕
Cintia lapor ke Dasha????
Hearty💕💕
Puas ya Dev ngerjain Arnold
Hearty💕💕
😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣
Hearty💕💕
Hampir.... udah ngapa²in kok
Hearty💕💕
Duh padahal sebenar benarnya apa yang kaliam lakukan selama ini harus dilakukan setelah sah menikah 😭😭😭😭😭😭
Hearty💕💕
Masih kesel kr Arnold
Hearty💕💕
Terharu selamat berjuang Devi Arnold
Hearty💕💕
Kalau jujur apa yg dilakukan atas dasar kemanusiaan pasti Devi ngerti. Tapi nggak harus kamu yg jenguk kasih org lain ajaa u peehatikan kondisinya
Hearty💕💕
Ya nggak gitu juga sih... kalau suami or istri berbuat zina dgn yg bkn pasangannya dipastikan bubar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!