NovelToon NovelToon
One Night With My CEO

One Night With My CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Nikahmuda / Nikahkontrak / Contest / Tamat
Popularitas:22.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nana Hutabarat

Satu malam yang dia habiskan bersama seorang pria yang baru dikenalnya setelah dia memergoki tunangannya berselingkuh.

Setelah kejadian itu, dia mempunyai dua anak kembar yang lucu bernama Langit dan Bulan. Bertahun tahun hidupnya tenang dan bahagia bersama anak anaknya hingga datanglah Zen Abraham Malik ayah biologis dari si kembar.

Lovely sangat takut jika rahasia yang dia pendam diketahui oleh CEO atau bosnya sendiri Zen. Zen yang tahu pasti akan mengambil anak dari tangannya. Apa yang tidak bisa dilakukan dengan kekuasaan dan uang ditangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Hutabarat, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17 kembali lagi

Dengan langkah yang terasa berat Lovely memasuki gedung perkantoran Q M group. Akalnya masih memikirkan bagaimana cara agar Sang Boss mau mengeluarkannya dari perusahaan itu. Tidak mudah bagi bossnya yang selalu main cium seenaknya untuk melepaskannya. Bagaimanapun kisah mereka berdua diranjang dulu akan membuat bossnya susah move on. Itu yang ada difikiran Lovely.

Dia hendak menunggu lift terbuka bersama beberapa rekan kerjanya. Tapi sebuah tangan tiba tiba menariknya masuk ke lift khusus para petinggi perusahaan.

"Tuh bener apa yang kufikirkan ni boss maunya cari cari kesempatan saja. Oh my god, jantungku serasa mau copot bila berdekatan dengannya. berasa gerah aja di lift bareng dia. Semoga dia nggak nafsu kayak kemarin kemarin. Okey Lovely pasang sikap cuekmu... "

" Kenapa beberapa hari ini kamu tak masuk kerja? "

" Eh... saya takut diculik lagi sama anda tuan. " Jawab Lovely spontan disertai rasa gugup.

Zen memicingkan matanya. Menarik tubuh Lovely dekat dengan dirinya. "Aku mengantarkanmu pulang"

" Aku bisa pulang bersama Rudy kenapa kau harus repot repot mengganti bajuku dan mengantarkanku pulang?"

Zen merengkuh pinggang Lovely dan sebelum Lovely berbicara dia mengulum bibir Lovely menuntut. Lovely berusaha melepaskan diri tapi rengkuhan tangan Zen dipinggang Lovely semakin kuat. Hingga tubuh mereka berdimpit sangat intim. Pintu lift terbuka seketika wajah Roy terbelalak melihat adegan 18+ yang ada dihadapannya. Zen lalu melepaskan ciuman itu dan berjalan keruang kerjanya tanpa rasa bersalah sama sekali.

Lovely ingin menyapa Roy atasannya. Tapi pria itu langsung masuk ke dalam lift dengan pandangan terkejutnya.

" Betulkan lipstikmu Lovely, " kata Roy ketika mereka berpapasan dipintu Lift.Dengan kaki yang masih terasa lemas dia berjalan keluar dari lift menuju ruangannya. Pintu lift kembali ditutup membawa Roy. Beberapa karyawan dan OB yang sedang bertugas melihat Lovely dengan pandangan yang menghakimi.

Lovely mendudukkan diri di kursi kerjanya. Meletakkan tasnya di laci dan mulai membuka berkas berkas di atas meja. Sebetulnya Lovely enggan masuk tapi Roy yang memaksanya sehingga dia berangkat kesiangan. Ini pukul sepuluh dan dia baru saja datang.

Berita ciuman Zen dan Lovely dalam waktu singkat langsung menyebar di grup Whats up perusahaan. Berbagai komentar negativ mulai berdatangan. Pendangan sinis dari para karyawan yang lewatpun menjadi sesuatu yang tak bisa dicegah oleh Lovely.

" Aku selalu sial bila berada didekatnya. " gerutu Lovely sambil menatap layar komputer. " "Memang siapa dia selalu membuatku menderita, aku dipecat dari perusahaanku dulu juga karena dia dan aku kehilangan milikku yang berharga juga karena di......" gerutuan Lovely ternyata didengar dari tadi oleh Zen yang berdiri tak jauh darinya. Lovely yang tersadar langsung menghentikan ucapannya.

" Apakah tuan membutuhkan sesuatu ?" Tanya Lovely sopan.

" Aku membutuhkan dirimu... "

" Maksud bapak apa...? "

" Aku membutuhkan dirimu untuk membuatkanku segelas kopi. Lalu bawa ke ruanganku."

" Baiklah pak aku akan segera mengantarkannya ke ruangan bapak. " Jawab Lovely dengan gugup. Dia menjadi lega ketika melihat Zen menjauh.

Zen berjalan masuk ke ruangannya lagi . Lovely langsung berjalan ke pantry untuk membuatkan bosnya segelas kopi.

Ketika dia membuat kopi di dalam ada seorang karyawan wanita yang mendekat kearahnya.

" Jadi kamu yang namanya Lovely yang tanpa malu merayu pak Zen untuk berada didekatmu. Kau jangan bermimpi, pak zen kita itu orang yang kaya dan berkuasa tak mungkin akan jatuh cinta dengan upik abu sepertimu. "

" Yang memilih dia bukan aku, jadi tanyakan saja pada bosmu kenapa dia lebih suka padaku yang seoarang anak baru dibanding kau yang katanya mempunyai kelebihan yaitu kelebihan untuk menghina orang. "

" Kau itu hanya seorang pegawai rendahan yang bertingkah seperti jalang kotor. Kali ini aku berbaik hati padamu jangan coba coba mendekatinya kau akan sakit nanti begitu dia meninggalkanmu kau hanya mainan saja baginya, dia sudah mempunyai seorang tunangan di luar negeri dan sebentar lagi akan pulang dan meresmikan hubungan mereka dan menjadikannya bagian dari keluarga Malik. '"

Lovely masih pada ekspresi tak peduli.

" Baguslah kalau begitu, semoga tunangannya cepat kemari sehingga bossmu itu bisa menyalurkan hasratnya pada tunangannya. "

" Kau...akan kulaporkan penghinaan ini pada tuan Zen. "

" Laporkan saja aku tak peduli aku malah bahagia bila jauh darinya."

" Kau bangga sekali seolah tuan Zen yang mengejarmu... kau terlalu tinggi berkhayal hati hatilah jangan sampai sayapmu terluka dan jatuh.

Lovely telah menyelesaikan kopi buatannya dan melangkah pergi dari pantri menuju ke ruangan Zen. Dekat dengan ruangan Zen, Lovely melihat seorang petugas OB sedang membersihkan ruangan.

" Pak... tolong saya mengantarkan ini keruangan Tuan Zen. "

" Wah saya tidak berani nona, tak ada yang berani masuk ke ruangannya jika pak Zen tidak menyuruh mereka. "

Masih dengan langkah yang berat Lovely berjalan mendekati pintu ruangan Zen. Dia mengetuknya

" Siapa.... "

" Saya Lovely, pak"

" Masuk... " Lovely langsung masuk ke ruangan itu mendekati meja Zen dengan perasaan cemas dan takut menjadi satu. Benar kata wanita tadi dia bagain seorang jalang tempat Zen menyalurkan hasratnya. Dia sangat membenci kenyataan itu.

Zen masih melihat berkas berkas di atas mejanya ketika Lovely meletakkan Kopi diatas meja.

" Ini pak kopinya, kalau tidak ada lagi yang anda butuhkan. Sebaiknya saya undur diri dulu. "

" Tetap berdiri ditempatmu dan jangan bergerak _sedikitpun. " Kata Zen tanpa menoleh ke arah Lovely.

1
Hosniyah Niyah
mantap Thor ❤️❤️❤️💞💞💞😘😘😘👍👍👍👌👌👌
Sunny Kwok
Luar biasa
Sakinah Amalia
Luar biasa
Eka Uderayana
sabar ya Thor.... semoga sukses selalu
Eka Uderayana
sepemikiran Thor 😁
Eka Uderayana
secangkir kopi buat author ☕
ceritanya bagus, keren banget 👍
semoga sukses selalu
Mien Dinar
Luar biasa
Nurul Ikrimah
🥰🥰🥰🥰
Deistya Nur
mantap
Sastri Dalila
👍👍
Esther Cinaga
Luar biasa
Hosniyah Niyah
kerren cerita q suka,,🥰🥰🥰
dewi
suka.
dewi
suka
dewi
suka banget ceritany. mkasih
Lenna Wijaya
bagus saya suka dengan cerita nya...tp banyak mewek nya😭😭😭
Elisa Damayanti
keren thor
Sani Sani
bagus ceritanya
Miftahul Jannah
Biasa
JR Rhna
banyak sekali kesilapan penulisan nama watak thor..tolong perbaiki
Nana Hutabarat: iya, jadi malu..., othornya memang suka lupa nulis nama tokoh dan ini novel kedua, masih belum bisa merangkai kata.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!