Chesa yang terpaksa menikah kerena keadaan yang memaksa nya untuk menikah dengan seorang tuan muda dimana mamanya bekerja sebagai asisten dari Tuan besar Mahesswara.
hidup Abraham penuh misteri di mata Chesa, begitu pun orang-orang disekitar Abraham yang seakan menyembunyikan siapa Abra! Mampukah Chesa menerima keadaan tuan muda Abraham tersebut?
dan bagaimana kisah cinta dan kehidupan Chesa setelah hidup bersama dengan nya?
Apa misteri di balik tuan muda Abraham?
@novel callback 😁😁🤭
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bintang Ramadhan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Satu hari bersama Pram
Pagi itu Pram yang masih menguasai tubuh Abra, sudah wangi dan keluar dari kamar mandi. Dia mendekati Chesa yang masih setia dengan selimut nya.
Cup...cup....cup...
"Bangun Barbie ku!!" Kata Pram sambil menciumi wajah sang istri.
"Bangun sayang....."
"Eggghhh!" Jawab Chesa
"Sayang.... Ayo bangun! Kalo tidak aku akan menggempur mu lagi!" Ancam Pram.
Seketika Chesa membuka matanya, dia teringat akan kelakuan Pram semalam, dia kemudian langsung terduduk di atas ranjang sambil memegang selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya yang di rasakan masih telanjang. Chesa menatap tajam ke arah Pram.
"Jangan memandang tajam ke arahku sayang!! Aku tidak suka!" Ucap Pram yang terlihat datar.
Chesa merasa asing dengan lelaki di depannya, Pram dengan tanpa malu berganti baju di hadapan nya, Chesa seakan melihat orang lain bukan Abra yang dia kenal selama ini, ya.... Chesa tak pernah tau bahwa yang ada di hadapannya sekarang adalah Pram alter ego dari Abra.
Chesa masih melamun dengan segala pikiran-pikirannya tentang Abra, sikap ramah dan tatapan teduh Abra pagi ini berubah total, tak di pungkiri bahwa kata-kata sayang terus keluar dari mulut Abra, namun bagi Chesa terlihat aneh dan berbeda.
"Abra....!" Baru saja dia memanggil nama Abra, dia sudah mendapatkan tatapan tajam dari Pram, dan segera Pram mendekati Chesa.
"Honey!! Panggil aku dengan kata itu! Aku tidak suka kamu menyebut nama Abra!!" Ucap Pram yang terlihat menatap nya tajam, namun detik berikutnya tersenyum manis, itu sangat aneh dan mengerikan bagi Chesa.
"Kau aneh!!"
"Apa yang aneh sayang! Ayoo segera mandi,kita akan ke pernikahan mama mertua!"
"Atau mau aku mandiin?" Lanjutnya sambil membuka kancing kemeja yang dia pake.
"Ti-tidak usah!! Aku sendiri bisa!!"
Dengan pelan Chesa turun dari ranjang dan berjalan pelan ke arah kamar mandi, pergulatan dengan Pram semalam membuatnya susah sekali berjalan, malam itu adalah malam pertama bagi pengantin baru itu, namun Pram sudah menghadiahi Chesa dengan 3 ronde berturut-turut.
"Aku sudah siapkan air hangat untuk mu Barbie ku sayang!!" Ucap Pram sambil memeluk Chesa saat istrinya itu berjalan pelan ke arah kamar mandi.
"Hentikan Abra!!"
"Honey!! Saat bersama dengan ku jangan panggil Abra!! Aku tidak suka!!"
Chesa semakin heran dengan tingkah laku Abra pagi ini.Namun dia tak mau memperpanjang semuanya, setelah bersiap-siap mereka menuju rumah sang mama, acara pernikahan pun di mulai dengan suasana hikmah dan hanya di hadiri oleh keluarga dan tetangga saja.
"Selamat atas pernikahan nya om Arta!" Ucap Pram.
"Terima kasih tuan muda!"
"Sayang....aku laper!" Ucap Pram sambil memeluk pinggang sang istri.
Mama rani yang melihat perilaku Abra sangat heran, Abra yang biasanya terlihat menjaga wibawanya di depan banyak orang, namun hari ini dia bersikap sedikit slegean dan tak peduli dengan penilaian orang.
"Iya aku ambilin, kamu duduk sini aja!"
Setelah kepergian Chesa, Pram ditarik oleh seseorang ke dalam sebuah kamar.
Plaaak
"Awwwaw... berani loe sama gue!!" Bentak Pram.
"Ngapain sih loe sering keluar?? Dari tadi gue perhatiin loe tuh bikin image Abra yang berwibawa rusak tau!!" Bentak Rian.
"Ciihh suka-suka gue dong!!"
"Selamat pagi tuan...A..bra!" Sapa Andi
"Pram!! Gue pram!" Kata Pram sambil mengangkat ujung bibir kanannya.
"Senang bertemu denganmu Andi! Bukannya kau ingin bertemu denganku?"
"Tentu Tuan!"
"Abra....." Teriakan dari luar menghentikan obrolan mereka.
"Daaa Rian! Istri Barbie ku memanggil hahhahaha!!"
"Dasar Pram sialaaannn!!!!"
***********
Selepas acara pernikahan sang mama, Chesa memutuskan untuk tidur siang di kamarnya sendiri, karena dia cukup lelah jika harus pulang dulu ke rumah Abra.
Dan Pram yang baru saja di tinggal oleh Rian dan Andi bergegas masuk ke dalam kamar Chesa setelah terlebih dahulu bertanya pada sang mertua di mana letak kamar Chesa.
"Tuan muda hari ini aneh banget ya?" Tanya nya pada sang suami.
"Hemmm" Arta yang tau bahwa hari ini Pram yang mendominasi tubuh Abra hanya menjawabnya singkat, bukannya Arta tidak mau memberitahu istri nya tapi menurut Arta itu bukan wewenang dirinya, toh bila Pram tidak membuat heboh semuanya akan baik-baik saja, Pram juga masih dalam kendali Abra.
Pram melihat Chesa yang sudah tertidur di ranjang empuknya, dia akhirnya melepaskan sepatu dan celana panjangnya juga kemejanya, menyisakan celana boxer dan kaos tipis yang di pakainya.
Pram naik ke atas ranjang dengan senyum seringai nya.
"Aku butuh pasokan vitamin sayang!...jadi jangan salahkan aku!" Gumam Pram yang sudah membalik tubuh Chesa hingga terlentang, dengan gemasnya Pram melumaaat bibir mungil isterinya itu, namun Chesa tak terusik.
"kalo kecapekan kau selalu susah terbangun sayang! Baiklah ini terakhir sebelum aku pergi lagi okey..." Ucap Pram untuk dirinya sendiri.
Pram melucuti baju Chesa, sekarang isterinya sudah tak memakai apapun, Pram mulai mengabsen setiap jengkal tubuh istri nya.
Ketika mulut Pram sudah bermain-main dengan sarung Rudal miliknya,di situlah Chesa baru merasakan sesuatu dan mulai mendesah.
Jlebbb
"ah.....Abra!!" Pekik Chesa seketika terbangun karena Pram melesatkan Rudal miliknya ke milik Chesa.
"Abra!!! " Ucap Chesa dan di barengi dengan desahan kecil dari mulutnya.
"Aku menginginkan kamu sayang! Sangat ingin...!" Kata Pram di sela-sela hentakannya pada diri Chesa.
"Abra!!! Pe...lan!"
Kini Pram sudah membalikkan tubuh Chesa agar berada di atas tubuhnya dan mulai membimbing sang istri untuk bermain sendiri.
Pram tersenyum senang melihat ekspresi wajah istrinya yang diselimuti kabut gairahnya.
"Terus sayang...oh Barbie ku..... sedikit lagi!!"
Pram meraih tubuh Chesa agar sedikit mendekati dirinya dan kembali melumaaat bibir Chesa dan di ikuti erangan dari dua orang manusia beda usia tersebut.
Masih dalam posisi yang sama, Pram enggan melepas miliknya dari sana, saat Chesa hendak turun dari tubuh Pram, Pram menahannya dan...
"Sayang.....'Dia' belum tertidur!! Satu kali lagi!"
"Abra!!! Yang nikah siapa yang malam pertama siapa!!" Ucap Chesa ketus
"Kau pikir aku peduli!!!" Ucap Pram datar dan kembali ******* bibir istrinya dan membalikkan posisi mereka.
Chesa semakin binggung dengan tingkat laku Abra, dia bahkan berpikir dia seperti bukan Abra yang dia kenal selama ini.
manjanya dia dan sorot mat tajam nya membuat Chesa merasa tak mengenal siapa lelaki yang sedang memadu kasih saat ini dengannya.
Pertempuran panas mereka berakhir dan Pram sudah terlelap di balik selimut tebalnya.
Hampir 3 jam akhirnya Pram terbangun namun kali ini dia bangun sebagai Abra.Abra yang ramah dan murah senyum kepada siapa saja, kecuali orang-orang yang membuat masalah dengannya.
"Kau sudah bangun?" Ucap Chesa yang membawa camilan dan dua gelas jus segar.
Abra melihat kondisi dirinya di balik selimut dan dia mendesak pelan.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Abra dengan lembut.sontak membuat Chesa binggung.
"Sini.." perintah Abra, dan Chesa menurut i suaminya.
Abra menarik tangan Chesa dan terduduk di samping Abra.
"Maaf sudah menyusahkan mu Sa!" Ucap Abra sambil memeluk Chesa.
'Sa? Kenapa beda lagi panggilan nya' batin Chesa yang berada di pelukannya Abra, dia sangat kebingungan.
Bersambung
genderang drumm..bertalu..
jantung berpacu..
sensasi manisnya..yg memabukan..
kayayakkkkkssss...permen lolipop..
😉😆🤣😂😆😅😄😄
nek dicaplok wong.. mampus lu..
🤣😂😁😀
ya thor..ya..
🤣😂😆😅😄😃
tp kau nasehatin sahabatmu..
kau tak bs move on jg..
dasar..😐🤨😐🤨