NovelToon NovelToon
The Yakuza’S Cold Princess

The Yakuza’S Cold Princess

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Crazy Rich/Konglomerat / Mafia
Popularitas:297
Nilai: 5
Nama Author: KimiHaruka

Empat kehidupan, satu takdir terlarang. Di balik aura Antartika sang putri tersembunyi, ada pengawal Yakuza yang rela menantang maut demi melindunginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KimiHaruka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Canggung....

​Siang itu, area parkir bawah tanah sebuah penthouse mewah di kawasan Roppongi mendadak terasa sedikit menegangkan.

​Di balik salah satu pilar beton tebal, sosok Yamato bergerak dalam "mode ninja" tanpa suara. Pria berusia 29 tahun itu menyelinap sangat rapi, menghindari kibasan kamera CCTV yang terpasang di langit-langit garasi.

​Tujuannya cuma satu: melihat kondisi Porsche 911 GT3 RS warna abu-abu milik Lisa.

​Begitu melangkah mendekati bodi mobil sport mahal itu, mata tajam Yamato langsung menangkap goresan panjang di bagian fender samping kiri. Bekas gesekan beton itu terlihat cukup kentara pada cat abu-abu mulusnya.

​"Ck, beneran lecet..." gumam Yamato pelan.

​Yamato menyandarkan tubuhnya di dinding pilar, menyunggingkan senyum lempengnya yang khas. Bayangan wajah Lisa yang kemarin ngamuk-ngamuk dan mental breakdown gara-gara kepikiran dirinya langsung melintas di kepala Yamato. Pria bertato itu terkekeh pelan sendirian, membayangkan betapa lucunya komuk sang putri konglomerat kalau lagi emosi.

​Yamato merogoh saku celananya, mengeluarkan ponsel pribadinya. Saat tombol daya ditekan, layar ponselnya menyala terang—memperingatkan sebuah wallpaper foto candid seorang gadis berambut poni yang sedang tertawa lepas.

​Foto candid Lisa yang diambil Yamato secara rahasia dari kejauhan beberapa waktu lalu.

​Mas-mas "pembersih" Yakuza berdarah dingin ini ternyata diam-diam simping parah!

​Sambil tetap tersenyum lempeng menatap foto di layarnya, jemari Yamato mulai menekan nomor telepon bengkel kustom langganan Yakuza bawah tanah untuk memesan tim mekanik reparasi.

​Namun, belum sempat tombol panggil ditekan...

​TING!

​Pintu lift khusus VVIP di sudut garasi terkuak lebar.

​Langkah kaki bersepatu sneakers terdengar melangkah keluar. Yamato refleks mematikan layar ponselnya, bermaksud menarik langkah mundur untuk menghilang ke balik bayangan pilar. Tapi nasib berkata lain.

​"HEI! SIAPA LU?!" jerit sebuah suara cewek yang sangat familiar, melengking kencang memenuhi garasi yang sunyi.

​Yamato menghentikan langkahnya. Pria itu menghembuskan napas pelan, lalu perlahan memutar tubuhnya menghadap ke sumber suara.

​Di depan pintu lift, berdiri Lisa.

​Penampilan Lisa siang ini mengusung gaya oversized streetwear yang sangat santai tapi tetap berharga fantastis.

​Lisa mengenakan kaus Baby Face Short Sleeve T-shirt warna hitam pekat berukuran longgar dari brand acmé de la vie—sebuah kaus bergambar wajah bayi ekspresif yang menutupi bagian atas paha rampingnya. Di kepalanya, bertengger manis Monogram Bucket Hat warna cokelat khas dari Louis Vuitton.

REFERENSI OUTFIT by LISA BLACKPINK

​Awalnya, Lisa cuma melihat bayangan pria tinggi tegap yang berdiri mencurigakan di dekat mobil matinya. Tapi begitu pria itu berbalik dan menatapnya lurus-lurus...

​DEG!

​Pandangan mata mereka bertabrakan tepat di udara.

​Lisa seketika mematung di tempat. Suaranya hilang tersangkut di tenggorokan, dan wajahnya mendadak mati kutu!

​Rambut sedikit basah, postur tinggi tegap, tato naga yang mengintip tipis di kerah kaus, serta tatapan mata lempeng yang terbingkai senyum tipis—pria itu beneran Yamato!

​Yamato yang biasanya lihai menghilang bagaikan bayangan kini cuma bisa berdiri canggung. Dia mengusap leher belakangnya yang tidak gatal, menyunggingkan senyum lempengnya yang paling polos. Sepertinya hari ini dia beneran gak bisa mengelak lagi.

​"Nona Lisa... konnichiwa," sapa Yamato pelan dengan suaranya yang berat dan datar.

​Lisa meneguk ludahnya susah payah. Jantungnya mulai berdetak tak beraturan, degugdegug kencang bagaikan drum band. "Lu... lu ngapain berdiri di dekat mobil gue?!"

​"Saya... cuma mau memeriksa lecetnya," sahut Yamato lempeng tanpa kebohongan. "Gara-gara saya, mobilmu jadi tergores."

​"S-Siapa yang bilang gara-gara lu?!" elak Lisa cepat-cepat dengan muka memerah padam, menyilangkan tangannya di dada. "Gue cuma... kagak fokus aja kemarin!"

​Yamato menatap wajah merah Lisa dari balik bucket hat LV-nya. Pria berusia 29 tahun itu terkekeh halus, lalu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.

​"Sudah makan siang, Nona?" tanya Yamato santai, mengalihkan topik dengan sangat mulus.

​Lisa menaikkan sebelah alisnya, heran dengan pertanyaan mendadak itu. "Belum. Kenapa?"

​"Di dekat jalan utama ada kedai ramen tradisional yang rasanya lumayan," ujar Yamato lempeng. "Sebagai permohonan maaf karena membuat fokusmu berantakan kemarin, biarkan saya mentraktir makan siang."

​Mata Lisa melotot kaget. "Dia ngajak gue makan siang?!" batin Lisa histeris. Otaknya sempat konslet selama lima detik, sebelum gengsi tingginya mencoba bertahan. Tapi perutnya yang memang sudah lapar mendadak memberikan kode.

​"Y-Ya udah...!" cetus Lisa gengsi, merapikan bucket hat-nya.

​Sepuluh menit kemudian, mereka berdua sudah duduk di depan meja kayu konter sebuah kedai ramen tradisional yang tenang dan hangat.

​Di atas meja kayu terhidang dua mangkuk besar Ramen Spesial bertipikal kuah kental gurih yang masih membumbungkan uap panas:

​Mangkuk ramen berisikan mi tebal yang tenggelam di dalam kuah kaldu kecokelatan yang kaya rasa, dilengkapi beberapa lembar daging chashu tebal, potongan daging cincang gurih, dua belahan ajitsuke tamago (telur rebus setengah matang berminyak), sayur bayam segar, serta lembaran nori renyah yang berdiri anggun di tepi mangkuk.

​Sendok kayu besar tersandar cantik di tepi mangkuk porselen biru tersebut.

REFERENSI MAKANAN cr. Pinterest

​Suasana di meja makan terasa agak canggung tapi manis.

​Lisa mengambil sendok kayunya, menyeruput kuah ramen yang kental dan gurih. Matanya membelalak pelan. "Mmm... enak juga kuahnya."

​Yamato yang duduk di sebelahnya tersenyum tipis, menyuap mi ramennya dengan sumpit. "Kedai ini langganan saya kalau selesai bertugas malam. Kuahnya bagus buat mengembalikan energi."

​Lisa melirik Yamato dari sudut mata. Muka lempeng pria Yakuza di sebelahnya ini kalau dilihat-lihat dari dekat ternyata... ganteng banget. Garis rahangnya tegas, dan aura tenangnya bikin perasaan hangat yang aneh melingkupi dada Lisa.

​"Ngomong-ngomong..." gumam Lisa pelan, mengaduk telur setengah matang di mangkuknya. "Soal yang di Roppongi minggu lalu... makasih ya. Kalau gak ada lu, mungkin gue udah kenapa-napa."

​Yamato menghentikan sumpitnya sejenak. Dia menoleh pada Lisa, menatap mata cantik gadis itu dengan pendaran lembut.

​"Itu tugas saya, Nona Lisa," bisik Yamato pelan dengan suara beratnya. "Melindungimu adalah hal paling penting bagi saya."

​DEG.

​Pipi Lisa seketika terbakar merah padam sampai ke telinga! Lisa cepat-cepat menundukkan kepalanya, menyeruput kuah ramennya heboh buat menutupi rasa saltingnya yang sudah di puncak batas!

​Sementara itu di tempat lain... suasana di lantai lima puluh Uchiha Group Marunouchi berada di titik paling panas!

​Di koridor utama departemen eksekutif, aura tegang menyelimuti seluruh staf kantor.

​Izumi Hanara sedang dalam mode ngamuk tingkat dewa!

​Penampilan Izumi siang ini tetap memancarkan gaya high-class corporate elegance yang luar biasa anggun.

​Izumi mengenakan Wool Tweed Jacket warna abu-abu gelap berkancing emas dari merek Sipzz, yang dipadukan dengan celana kain Sailor Garment Jeans warna krem lembut dari LEMAIRE. Di tangannya, tersangkut tas kulit mewah Small my ABCdior Bag warna putih bersih dari DIOR yang dihiasi gantungan 30 Montaigne Bag Charm. Penampilannya makin mahal dengan kalung Juste un Clou Necklace dan jam Tank Louis Watch dari Cartier di pergelangan tangannya.

REFERENSI OUTFIT by JISOO BLACKPINK

​Tapi raut wajah anggun itu kini dihiasi tatapan mata tajam yang sanggup membuat staf pria bergetar ketakutan.

​"HANEDA!" bentak Izumi sambil melemparkan sebendel draf draf laporan keuangan ke atas meja kerja. "Ini revisi ketiga dan angka alokasi dana akuisisi siber masih salah lima ratus juta yen?! Kamu berniat bikin Tuan Itachi membakar gedung ini saat rapat direksi dua puluh menit lagi?!"

​Haneda—sekretaris Yakuza Itachi yang biasanya garang di lapangan—kini cuma bisa berdiri membungkuk dengan keringat dingin mengucur di dahinya. "M-Maaf, Izumi-san! Tim analisis siber tadi malam agak telat mengirimkan pembukuan akhir—"

​"Gak ada alasan!" potong Izumi tegas, membetulkan posisi jaket tweed-nya. "Perbaiki dalam sepuluh menit! Kalau sampai draf ini berantakan di depan Tuan Itachi, aku pastikan gaji bonus kalian semester ini kupotong habis!"

​"Siap, Izumi-san!" jerit para staf kompak, langsung mengetik di papan ketik laptop mereka bagaikan dikejar setan.

​Di balik dinding kaca tebal ruang kerja CEO, Itachi Uchiha berdiri santai sambil memegang cangkir espresso-nya. Pria es itu menyaksikan aksi ngamuk sekretaris cantiknya dari balik kaca. Raut wajah Itachi yang biasanya dingin seperti Antartika kini menyunggingkan senyum tipis yang sangat terhibur.

​Ternyata, saat Izumi sedang galak dan berwibawa memimpin kantor seperti ini, pesona anggunnya justru makin terpancar kuat di mata Sang Arktik.

...****************...

​Sore harinya menjelang senja... keheningan dan kedamaian kembali menyelimuti kediaman utama klan Uchiha.

​Sinar matahari jingga kemerahan memancar hangat di pelataran depan rumah kayu tradisional tersebut.

​Di dekat pintu gerbang kayu utama, Hatake Kakashi dan Yamato sedang berdiri bersandar santai.

​Kakashi tampil dalam balutan pakaian kasual kemeja hitam yang lengannya digulung, sementara Yamato mengenakan kaus oblong santai. Kedua pria tinggi tegap itu sedang menikmati waktu istirahat mereka sambil mengisap rokok (ngudud), menatap lurus ke arah jalanan depan rumah yang bener-bener sepi—bahkan kagak ada satu pun orang atau kendaraan yang lewat!

​"Hari ini sepi sekali, Kakashi-san," celetuk Yamato lempeng, menghembuskan asap rokoknya tipis ke udara.

​"Memang," sahut Kakashi tenang tanpa masker, membiarkan angin sore menerpa wajah tampannya. "Tapi justru ketenangan seperti ini yang mahal."

​SZZZT.

​Pintu geser depan rumah terkuak.

​Sosok Yoona melangkah keluar menuju pelataran depan.

​Penampilan Yoona sore ini mengusung gaya cute-chic yang amat sangat manis.

​Yoona mengenakan kemeja kancing High School Shirt warna biru terang dari NIEEH yang dua kancing atasnya dibiarkan terbuka santai. Bawahannya dipadukan dengan celana pendek denim Calvin Klein Denim Shorts warna biru muda berserat ripped yang memamerkan paha mulusnya. Di leher bahagianya, melingkar kalung mutiara The BP Necklace berliontin pita yang sangat manis.

REFERENSI OUTFIT by JENNIE BLACKPINK

​Tapi yang bikin ngakak adalah barang bawaannya: tangan kanan Yoona sedang nenteng tumbler jumbo Stanley kapasitas satu liter warna pastel yang berisikan matcha latte es penuh hingga ke leher tumbler!

​"Kakashi... Yamato..." panggil Yoona santai, melangkah mendekati dua pengawalnya sambil menyedot matcha es-nya lewat sedotan.

​Kakashi mematikan rokoknya seketika, menoleh dengan tatapan mata yang penuh kehangatan. "Kenapa keluar, Nuna? Udara sore mulai dingin."

​Yoona tidak menjawab. Matanya melirik ke sudut pelataran, tempat tersandar sebuah sepeda gunung (mountain bike) bahan karbon mahal milik Shisui.

​Yoona melangkah mendekati sepeda sport itu. Dengan gaya ice queen-nya yang sangat random, Yoona naik dan duduk di atas sadel sepeda gunung milik Shisui, menaruh tumbler Stanley satu liternya di sembarangan tempat.

​Kakashi dan Yamato menaikkan alis mereka serentak, menatap tingkah ajaib putri klan Uchiha itu.

​"Nuna... mau bersepeda?" tanya Kakashi heran.

​Yoona memegang setang sepeda, menaruh kedua kakinya di atas pedal, lalu menghela napas panjang dengan raut wajah paling malas se-dunia.

​"Gue pengin naik sepeda... tapi mager ngayuh sih...." gumam Yoona polos, lalu menoleh pada Kakashi dan Yamato.

​"..."

​Yamato kicep di tempat. Pria bertato itu menatap Kakashi dengan pandangan lempeng.

​Kakashi seketika terkekeh rendah—sebuah tawa serak yang amat sangat hangat dan seksi. Pria matang itu melangkah mendekati Yoona, menyapu lembut rambut hitam gadisnya, lalu menggelengkan kepala melihat kerandoman sang putri.

...----------------...

FYI : Cerita ini mengandung sedikit unsur kekerasan, adegan dewasa dan Age Gap (Cinta beda usia), bagi yang tidak suka boleh skip aja.

Cerita ini hanya fiksi belaka, tidak ada hubungan dengan tokoh atau organisasi manapun. Mohon bijak dalam membaca dan berikan komentar, saran, atau kritik yang sopan dan membangun. Arigatou Gozaimasu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!