NovelToon NovelToon
Ibu Tiri Jeratan Daddy

Ibu Tiri Jeratan Daddy

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / Ibu Tiri
Popularitas:266.5k
Nilai: 5
Nama Author: kenz....567

"Bukan aku pelakunya!"

Demi biaya berobat ibunya, Aeris Calythea mengantar ratusan kue ke sebuah rumah mewah. Namun, bukannya uang, ia justru menemukan istri pria kaya tergeletak berlumuran darah. Niat tulus Aeris menolong justru menjebaknya. Sidik jarinya tertinggal, menjadikannya tersangka utama.

Dunia Aeris runtuh saat ibunya meninggal akibat terlambat ditangani. Hilang arah, Aeris bersimpuh pasrah.

"Bunuh aku sekarang! Tujuanku tetap hidup sudah tiada!"

Namun Kaizel Vardan, suami korban yang dibakar dendam, menolak. "Mati terlalu mudah untukmu. Kau harus menggantikan posisi istriku dan menjadi ibu untuk anak kembarku! Tebus dosamu, Aeris!"

Bagaimana nasib Aeris? Di tuduh dan terpaksa menjadi istri serta ibu tiri dari 2 anak kembar? Terlebih dia baru tahu, jika 2 anak kembar Vardan bahkan disiksa di rumah ayahnya sendiri.

"Jangan pukul, kami nda nakal hiks ...,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kenz....567, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kemarahan Kaizel

Avenza dan Orlena melangkah masuk ke dalam kamar utama yang megah dengan senyum lebar menghiasi wajah mereka. Tangan mereka dipenuhi oleh puluhan kantong belanja dari merek-merek papan atas dunia. Suara derap sepatu hak tinggi mereka bergema riang di atas lantai marmer, seolah mansion mewah itu adalah milik mereka sepenuhnya.

Lala yang sedang duduk memainkan boneka mewahnya di atas ranjang empuk lekas melompat turun. Matanya berbinar riang menyambut kedatangan sang ibu dan neneknya.

"Mama! Nenek! Akhirnya pulang juga!" seru Lala antusias, langsung menghampiri Avenza dan memeluk pinggang ibunya.

Avenza meletakkan belanjaannya ke atas sofa kain beludru, lalu mengelus lembut kepala putrinya dengan senyum penuh kemenangan. "Anak Mama yang cantik sudah makan siang? Bagaimana di rumah tadi? Si kembar nakal itu tidak mengganggumu, kan?"

Lala menyeringai lebar, memamerkan raut wajah puas yang begitu mirip dengan ibunya. "Tadi aku meminum susu di dapur, terus si Ezmira datang mau mengambil makanan! Aku bilang dia tidak sopan karena tidak menghormati Mama, terus dia berteriak-teriak marah, Ma!"

Avenza mengernyitkan alisnya, berpura-pura terkejut. "Lalu? Apa Om Kaizel melihatnya?"

"Iya! Om Kaizel datang dan langsung membentak Ezmira!" cerita Lala riang dengan mata berbinar-binar. "Om Kaizel bilang Ezmira anak nakal dan tidak tahu sopan santun! Om Kaizel bahkan mengelus kepalaku dan minta maaf padaku di depan si gembul itu!"

Avenza meledakkan tawa kecilnya yang penuh nada ejekan. Ia bertukar pandang dengan Orlena yang juga sedang menyunggingkan senyum puas di sudut bibirnya.

"Bagus sekali, Sayang!" puji Avenza seraya mengecup pipi Lala gemas. "Anak pintar! Begitu caranya menghadapi anak-anak liar yang dididik oleh wanita ular itu. Biar Om Kaizel makin benci pada si kembar dan pelindung murahan mereka!"

"Tentu saja," timpal Orlena anggun sembari merapikan mantel bulunya. "Lama-kelamaan Kaizel akan makin muak pada Aeris dan mengusirnya. Mansion ini akan sepenuhnya menjadi milik kita kembali."

Brak!

Dua daun pintu kayu mahoni berukir tebal itu mendadak terhempas kencang hingga membentur dinding dengan dentuman menggelegar!

Avenza, Orlena, dan Lala tersentak kaget bukan main. Kantong belanjaan di tangan Orlena terlepas begitu saja membasahi lantai. Suasana kamar yang semula penuh tawa kepuasan seketika membeku menjadi keheningan yang amat mencekam.

Di balik ambang pintu, Kaizel berdiri tegap. Rahangnya mengeras tajam, urat-urat di leher dan pelipisnya menegang menahan erupsi amarah, sementara sepasang matanya yang memerah pekat dipenuhi oleh kilat kejam yang paling mematikan.

"K-Kaizel?" cicit Avenza terbata-bata, wajah cantiknya seketika pucat pias melihat aura membunuh dari tubuh adiknya. "Kamu ... kenapa tiba-tiba mendobrak pintu kamar seperti ini? Kamu bikin kami kaget—"

"Apa yang sebenarnya kalian lakukan pada putri-putriku selama aku tidak ada di rumah ini?!" potong Kaizel dengan suara rendah, dalam, namun sanggup menggetarkan seisi ruangan.

Orlena mencoba menguasai rasa terkejutnya. Wanita tua itu melangkah maju satu tapak dengan raut wajah berlagak teraniaya dan tenang. "Kaizel, ada apa denganmu? Kenapa kamu berbicara membentak seperti itu pada keluargamu sendiri? Kami tidak melakukan apa-apa pada Zara dan Ezmira! Kami selalu menyayangi mereka seperti—"

"Jangan berani-berani menyebut kata 'sayang' dari mulut busukmu itu, Ma!" bentak Kaizel menggelegar. Suaranya bergema menghantam dinding, membuat Lala di belakang Avenza langsung bersembunyi ketakutan.

Avenza menelan ludahnya yang terasa sepahit empedu, mencoba memasang wajah membela diri. "Kaizel! Kamu pasti sudah dihasut lagi oleh wanita ular itu, kan?! Aeris sengaja membuat cerita bohong untuk memecah belah kita! Kami ini keluargamu, Kaizel! Mana mungkin kami menyakiti keponakanku sendiri?!"

"Cerita bohong?" Kaizel menyunggingkan senyuman paling dingin dan mengerikan yang pernah mereka lihat. Pria itu mengangkat tablet digital di tangan kirinya, lalu melempar benda canggih itu hingga mendarat keras di atas kasur di hadapan Avenza dan Orlena.

"Lihat dengan mata kepalamu sendiri ... bukti 'kasih sayang' yang kalian berikan pada putri-putri kandungku!" desis Kaizel tajam.

Dengan jemari gemetaran, Avenza meraih tablet tersebut. Layarnya secara otomatis memutar kompilasi rekaman CCTV tersembunyi dari berbagai sudut mansion selama beberapa bulan terakhir.

Di layar itu, terlihat jelas momen saat Avenza menjambak dan menarik kasar lengan Zara hingga balita itu tersungkur di lantai marmer. Di video selanjutnya, Orlena dengan santai menyuruh pelayan menyajikan nasi sisa kemarin yang sudah basi di piring plastik kusam untuk makanan si kembar, sementara Lala memakan hidangan steak mewah. Bahkan terlihat pula adegan saat Avenza mengusir barang-barang si kembar dari kamar utama dan menyerahkannya pada Lala.

Wajah Avenza dan Orlena seketika memutih bagaikan kertas. Seluruh keringat dingin bercucuran deras membasahi dahi mereka. Lidah mereka kelu, tak ada satu pun patah kata pembelaan yang sanggup keluar dari tenggorokan mereka.

"B-bukti ini ... i-ini tidak seperti yang kamu bayangkan, Kaizelv... Kami hanya—" Avenza tergagap hebat, lututnya terasa lemas tak bertulang.

BRUK!

Tanpa berpikir panjang lagi, Orlena menjatuhkan dirinya, bersimpuh di atas lantai marmer di depan kaki Kaizel. Air mata panik dan ketakutan mengalir deras mengacaukan riasan mewahnya.

"Kaizel! Ampuni Mama, Kaizel!" tangis Orlena pecah, mencoba meraih ujung celana Kaizel dengan jemarinya yang gemetaran. "Mama khilaf, Nak! Mama mengaku salah! Avenza hanya emosi sesaat karena anak-anak itu sulit diatur! Tolong jangan mengusir kami, Kaizel! Tolong maafkan keluargamu ini!"

Avenza yang melihat sang ibu bersimpuh ikut merosot jatuh ke lantai, menangis histeris sembari menangkupkan kedua tangannya memohon ampun. "Aku janji tidak akan mengulanginya lagi, Kaizel! Aku khilaf ... hiksb... Aku mohon, ampuni Kakakmu ini!"

Kaizel berdiri mematung. Pria itu menatap dua wanita yang bersimpuh di kakinya bukan dengan rasa iba, melainkan dengan tatapan murka dan kekecewaan yang sangat pekat.

"Kalian bersimpuh memohon ampun sekarang?" bisik Kaizel, suaranya sarat akan cemoohan yang begitu dingin.

"Kalian tahu ... siapa yang menanggung seluruh biaya hidup kalian di rumah ini? Siapa yang membelikan pakaian-pakaian mahal yang kalian pakai, tas-tas branded yang kalian pamerkan, hingga perhiasan emas yang melekat di tubuh kalian?!"

Kaizel melangkah maju, memaksa Orlena dan Avenza mendongak menatap sepasang matanya yang memerah bagaikan iblis.

"AKU!" bentak Kaizel histeris. "Aku yang menanggung semua kemewahan hidup kalian tanpa kurang satu sen pun! Aku memberi kalian tempat tinggal paling megah, memberi kalian fasilitas tanpa batas! Tapi apa balasan kalian padaku?!"

Dada Kaizel naik-turun memburu, napasnya terdengar begitu berat dan menyakitkan.

"Kalian bahkan tidak bisa bersikap baik sedikit saja pada putri-putri kandungku! Kalian menyiksa dua balita tanpa dosa! Kalian memberi mereka makanan basi, merebut kamar mereka, dan menanamkan trauma mendalam hingga mereka gemetaran ketakutan hanya karena mendengar kata hukum!"

Avenza dan Orlena hanya bisa menangis tersedu-sedu, tak berani menatap wajah murka sang penguasa Vardan.

Atmosfer di dalam kamar itu mendadak menjadi sangat sunyi dan kaku. Kaizel mendadak menghentikan amukannya. Pria itu membisu, menatap dua wanita di bawahnya dengan pandangan menilai yang amat dalam. Sebuah pemikiran yang sangat gelap dan mengerikan mendadak terlintas di dalam benaknya, sebuah benang merah yang selama ini tertutup oleh ketutupannya.

Jika keluarga kandungnya sendiri sanggup berbuat sekejam dan sebusuk ini di belakang punggungnya pada anak-anaknya ... apa lagi yang sanggup mereka lakukan demi harta dan kekuasaan di rumah ini?

Kaizel merendahkan tubuhnya sedikit, menatap lurus ke dalam iris mata Orlena dan Avenza dengan nada bisikan yang begitu tenang, namun sanggup membekukan seluruh aliran darah mereka seketika.

"Kalian sanggup menyiksa anak-anakku secara perlahan ...," lirih Kaizel dengan suara bergetar yang amat menakutkan.

Pria itu menggantungkan kalimatnya sejenak, sebelum akhirnya melontarkan pertanyaan yang menghantam kesadaran mereka bagaikan sambaran petir.

"Apa ... kematian Nayvera sebenarnya kalian pelakunya?"

1
Mira Hastati
bagus
susi mulhayatii
upp ka
martabak rujak rasa kari
otaknya di pake kezell, jangan mikir pake otot. ini ciri" laki logikanya ga jalan, udah kek cewe biasa cewe yg denial😫
martabak rujak rasa kari
jangan2 mengandung anak mantan, jadi sebelum di sleding Ama kaizen, dia sleding aja dirinya sendiri🤔😒
martabak rujak rasa kari
busyet dah, ngurus anak juga ga. pas udah meninggoy, Mak nya berasa punya harta🤣
Irma Juniarti
ayok aeris kamu juga harus menyelidikinya juga.
Irma Juniarti
berarti nayvera hamil sama laki2 lain lah,.
Irma Juniarti
tuh jawab kaizel.
Irma Juniarti
kan otak cerdasnya kaizel tersumbat jadi lama lodingnya.
Irma Juniarti
semua catatanya sudah di rekayasa.
enungdedy
apa iya bpakmya gk pernah cek cctv?
enungdedy
koq bisa bpaknya gk tau klo anaknya disiksa drumahnya sndiri....kamar tidur juga tdk layak
anehh bgt ini bpak satu....seberapa lama nggak pulangnya sih emang skpe gk tau kondisi anak2 nya sndiri
jumirah slavina
selingkuhan'y orang penting brarti
jumirah slavina
kemungkinan selingkuhan menyuruh gugurkan
tapi Neva gak mau., maka'y d'bvnvh
jumirah slavina: dan sang selingkuhan orang penting jadi mudah menghilangkan jejak dan barang bukti
total 2 replies
Lianty Itha Olivia
sungguh kepalaku ikut pening mikirkan teka teki kluarga ini, nurut penilaian ku pembunuhnya kemungkinan keluarga dekat sendiri ...biasalah org kaya rebutin harta yg bukan haknya, KLO org kismin sih paling mslhnya perselingkuhan yg g bermutu 😆😆😆
Siti Arbaati
selalu ditunggu kelanjutannya
enungdedy
yg jdi pertanyaan koq bisa istri keizel ada drumah kuno yg sepi...apakah itu memang rumah hunian mereka?pdhl mereka org kaya ,anak2 nya drumah mewah...
Ita rahmawati
ayo ravelys gercep lah biar cepet terungkap,, penasaran bgt nih 🤣
Ita rahmawati
anaknya mu bukan hayo kaizel tebak 🤣
Ita rahmawati
aku curiga SM si Clarisa nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!