Selama lima tahun, Bayu telah mengorbankan segalanya untuk merawat Vira dan membesarkan anak dari mantannya, namun ia justru diusir dan dicap sebagai sampah begitu Rama,pria kaya yang dulu mencampakkan Vira,kembali dengan jabatan mentereng sebagai manajer perusahaan besar.
Dihina habis-habisan di depan pintu keluar kantor catatan sipil usai meneken surat perceraian, hidup Bayu berputar 180 derajat saat sebuah Sistem Pengubah Jalur Hidup bangkit di kepalanya dan memberinya kartu-kartu kekayaan mutlak.
Dari seorang pria melarat berhati tulus, Bayu kini melangkah ke dunia para elite kota besar, siap membalas setiap tetes air mata dengan kekuasaan yang membuat orang-orang yang dulu merendahkannya berlutut memohon ampun.
Bantu Cherlly dengan LIKE,KOMENTAR & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Kami selalu balas komentar yang kaka pertanyakan🥰🥰💋
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 3
Fandi jatuh berlutut di lantai marmer yang dingin.
Wajah sales itu sepucat kertas HVS tanpa ada sisa warna darah sedikit pun.
"T-Tuan Bayu... saya mohon ampun," suara Fandi terbata-bata nyaris tak terdengar.
Fandi mencoba meraih ujung celana Bayu, namun langsung ditepis oleh Hendra dengan kasar.
"Diam kamu, bajingan!" bentak Hendra dengan suara menggelegar.
Hendra menatap tajam ke arah dua orang petugas keamanan berseragam hitam yang berdiri gemetar di dekat pintu masuk.
"Kalian berdua! Seret orang sialan ini keluar dari showroom sekarang juga!" teriak Hendra penuh amarah.
"Baik, Pak!" jawab kedua satpam serempak.
Dugh!
Dua petugas keamanan itu langsung mencengkeram kedua lengan Fandi tanpa ampun.
Fandi menjerit histeris sambil meronta-ronta di lantai.
"Lepaskan aku! Tolong, Tuan Bayu! Ampuni saya!" teriak Fandi histeris saat tubuhnya diseret menjauh melewati deretan mobil sport mewah.
Suara sepatu Fandi bergesekan nyaring di lantai keramik mengkilap.
Semua pengunjung showroom terpaku menyaksikan pemandangan dramatis tersebut.
Tidak ada seorang pun yang berani membuka suara di tengah ketegangan yang mencekam.
Bayu berdiri dengan tenang melipat tangan di dadanya.
Pandangan matanya beralih perlahan ke arah Vira dan Rama yang berdiri mematung beberapa meter di sebelah kanan.
Keringat dingin mengalir deras di pelipis Rama.
Jas mahal bermerek yang tadi ia banggakan-banggakan mendadak terasa begitu panas dan menyesakkan dada.
Vira menggigit bibirnya hingga nyaris berdarah.
Tubuh wanita itu bergetar hebat menahan rasa malu yang teramat sangat.
Bagaimana mungkin mantan suami yang baru saja ia ceraikan lima menit lalu dan ia sebut sebagai sampah masyarakat kini berdiri sebagai pemilik mutlak tempat mewah ini?
"Vira..." bisik Rama dengan suara bergetar kecil. "Apa-apaan ini sebenarnya?"
Vira menggelengkan kepalanya lemah, tidak mampu merangkai kata-kata untuk menjawab pertanyaan Rama.
Bayu melangkah pelan mendekati pasangan pengkhianat itu.
Langkah sepatu Bayu berderap tegas di atas lantai marmer.
Setiap langkah yang Bayu ambil membuat Vira dan Rama menelan ludah mereka mentah-mentah.
Glek!
Suara ludah Rama tertelan dengan jelas di tengah kesunyian ruangan.
Bayu berhenti tepat di depan Vira dan Rama.
Sudut bibir Bayu terangkat membentuk senyuman tipis yang sarat akan sindiran.
"Kenapa ekspresi kalian terlihat seperti baru saja melihat hantu?" tanya Bayu dengan nada suara yang santai.
Vira membuka mulutnya perlahan, namun tidak ada suara yang keluar dari tenggorokannya.
"Bukannya kalian tadi bilang kalau aku ini cuma sampah di pinggir jalan?" lanjut Bayu menatap tajam tepat di mata Vira.
Vira merasa tertohok ribuan jarum tak kasat mata.
Air mata penyesalan dan rasa malu berputar di pelupuk mata Vira, namun ia tahan mati-matian di depan umum.
"Bayu... kamu..." suara Vira tercekat. "Bagaimana bisa..."
"Hidup ini penuh kejutan, Vira," potong Bayu cepat. "Dan sayangnya, babak hidup kita berdua sudah resmi tamat di kantor catatan sipil tadi."
Rama yang merasa harga dirinya diinjak-injak mencoba menegakkan tubuhnya kembali.
Meskipun lututnya masih lemas, Rama berusaha memasang wajah sok berkuasa.
"Jangan sombong dulu kau, Bayu!" seru Rama dengan suara gemetar.
"Paling-paling showroom ini cuma hasil kamu pinjam uang dari rentenir atau penipuan licik!"
Hendra yang mendengar ucapan lancang Rama langsung mendengus murka.
"Jaga mulutmu, bajingan!" hardik Hendra maju selangkah mengancam.
"Semua aset di sini terdaftar resmi di notaris negara atas nama Tuan Bayu secara mutlak!"
Rama terperanjat mundur selangkah mendengar bentakan Kepala Cabang tersebut.
Bayu melambaikan tangan kecilnya memberi isyarat agar Hendra tenang.
Bayu tidak berniat meladeni ocehan pria bodoh yang sudah merebut masa lalunya.
"Hendra," panggil Bayu mengalihkan perhatian.
"Iya, Tuan Bayu! Ada yang bisa saya bantu?" jawab Hendra sigap membungkuk hormat.
"Aku mau mobil itu," jari telunjuk Bayu menunjuk ke arah mobil sport merah menyala di tengah ruangan yang tadi dilihat oleh Rama dan Vira.
Mobil itu adalah edisi terbatas keluaran terbaru dengan harga pasaran mencapai dua belas miliar rupiah.
Hendra mengangguk antusias tanpa berpikir panjang.
"Pilihan yang sangat luar biasa, Tuan!" puji Hendra cepat. "Itu adalah edisi kolektor yang hanya ada satu unit di kota ini."
"Siapkan surat-suratnya sekarang," perintah Bayu tenang. "Aku akan membayarnya lunas detik ini juga."
Vira dan Rama langsung membelalakkan mata lebar-lebar mendengar hal tersebut.
Dua belas miliar rupiah dibayar lunas seketika?
Bahkan Rama yang menjabat sebagai manajer operasional perusahaan besar harus mencicil bertahun-tahun jika ingin membeli mobil sekelas itu, itu pun kalau gajinya mencukupi.
Bayu merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponsel berlayar retak miliknya.
Ia membuka aplikasi perbankan khusus yang terhubung langsung dengan sistem.
[Sistem Pengubah Jalur Hidup: Memproses transaksi pembayaran otomatis menggunakan Dana Darurat Konglomerat.]
[Masukkan PIN keamanan transaksi.]
Bayu mengetikkan angka sandi di layar ponselnya.
Bzzzt... bzzzt...
Ponsel Bayu bergetar singkat.
Notifikasi hijau muncul di layar menandakan pembayaran berhasil dilakukan sepenuhnya.
"Pembayaran sebesar dua belas miliar rupiah telah berhasil dikonfirmasi oleh pusat," ucap Bayu pelan namun cukup jelas terdengar di ruangan itu.
Beberapa detik kemudian, ponsel Hendra berdering nyaring.
Hendra mengangkat panggilan darurat dari bagian keuangan pusat showroom.
Wajah Hendra yang tadinya tegang seketika berubah berseri-seri penuh senyum lebar.
"Baik, baik! Dana sudah masuk sepenuhnya ke rekening perusahaan!" seru Hendra menutup telepon dengan penuh semangat.
Hendra langsung menoleh ke arah Bayu dengan tatapan penuh kekaguman setinggi langit.
"Transaksi selesai secara sempurna, Tuan Bayu!" lapor Hendra membungkuk hormat sekali lagi.
"Mobil itu resmi menjadi milik Anda sekarang!"
Vira menatap pemandangan itu dengan lutut yang lemas.
Dunia di sekitarnya terasa berputar kencang.
Ia baru saja membuang seorang pria yang kini mampu membeli mobil seharga belasan miliar rupiah hanya dalam kedipan mata.
Sebaliknya, Rama di sampingnya tampak basah kuyup oleh keringat dingin, menyadari bahwa ia baru saja mencari masalah dengan orang yang jauh lebih berkuasa darinya.
Bayu berjalan melewati Vira dan Rama tanpa melirik sedikit pun ke arah mereka.
Bayu melangkah mendekati mobil sport merah miliknya yang kini sudah dipasangi pita merah besar oleh para pegawai showroom.
Ini baru awal dari segalanya.
Sistem di kepalanya kembali berkedip memberikan sinyal misi selanjutnya.
[Misi Pertama selesai dengan sempurna.]
[Mendapatkan bonus tambahan poin pengaruh sosial di kota besar.]
[Mempersiapkan Kartu Perjalanan Hidup Level 2...]
Bayu membuka pintu mobil sport itu dan duduk di kursi pengemudi yang empuk.
Mesin mobil meraung halus begitu tombol starter ditekan.
Vira hanya bisa berdiri terpaku di tempatnya, menyaksikan mobil mewah itu melaju perlahan keluar dari showroom meninggalkan jejak debu tipis.
Penyesalan yang teramat besar kini mulai merayapi hati Vira, namun semua itu sudah terlambat selamanya.
Bantu Cherlly dengan LIKE & SUBSCRIBE /IKUTI ya kak❤️❤️, gratis kok tapi sangat berarti biar bisa update tiap hari.
Satu Like👍 dari kalian = 100 semangat.🥰🥰🥰