NovelToon NovelToon
Mantan Tuan Muda

Mantan Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Fantasi / Diam-Diam Cinta
Popularitas:348
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Ini bukan sekadar cerita tentang cinta beda kasta. Ini adalah perjalanan tentang sebuah nama besar...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tatapan sang bos

Mita menaruh kaleng sodanya yang sudah kosong ke tepi bak mandi, lalu meraih ponsel pintarnya yang tergeletak di atas handuk kering. Jemarinya yang lentik bergerak lincah di atas layar, membuka sebuah aplikasi belanja online premium.

"Ukuran pakaian kamu berapa, Bay?" tanya Mita tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya."

Baju L, celana dua puluh sembilan," jawab Bayu cepat.

Mita bergumam kecil sambil melihat-lihat pilihan pakaian pria bermerek pada aplikasi belanja online tersebut, lalu memasukkan beberapa setel kemeja, kaus, dan celana ke dalam keranjang belanjanya.

"Ok, besok baru datang," kata Mita santai setelah menyelesaikan pembayaran kilat.

Bayu sedikit terkejut mendengar hal itu. Dia menatap kopi kaleng di tangannya, tidak menyangka bahwa di balik sikapnya yang dominan dan suka memerintah, rupanya bos barunya ini sangat baik dan perhatian pada penampilan pelayannya.

Mita mengunci layar ponselnya, lalu menyandarkan kembali kepalanya ke tepi bak mandi. Uap hangat masih mengepul tipis di antara mereka. Matanya beralih menatap Bayu yang tampak kaku duduk di bangku kecil.

"Bay... setelah seharian tadi kerja di restoran, apa kamu enggak gerah?" tanya Mita dengan nada menyelidik.

"Yah, lumayan," jawab Bayu jujur. Seragam pelayannya tadi memang sudah terasa lengket oleh keringat sejak sore.

"Kenapa enggak mandi?" cecar Mita lagi.

"Kan Bos bilang suruh temani di sini," kata Bayu membela diri. Sebagai pelayan pribadi yang baru bekerja beberapa jam, dia tentu tidak berani keluyuran atau meninggalkan posisinya tanpa izin.

"Apa di sini enggak bisa mandi?" tanya Mita yang mulai kembali menggoda Bayu dengan senyuman misteriusnya.

Bayu menelan ludah, menatap area kamar mandi mewah yang super luas itu. "Bi... bisa sih, Bos."

"Mandi aja, tuh ada shower di sebelah sana," kata Mita sambil menunjuk area shower box berdinding kaca transparan yang terletak hanya beberapa meter dari bak mandinya.

Bayu pun berdiri dari bangku kayunya dan melangkah ke arah pintu luar, berniat untuk mengambil baju ganti di dalam tas ranselnya yang ada di kamar sebelah.

"Bay..."

Langkah kaki Bayu pun terhenti tepat di depan pintu setelah mendengar panggilan Mita yang tiba-tiba. Dia pun berbalik, menatap bosnya dengan pandangan bertanya-tanya.

"Kamu lepasin pakaianmu di sini aja, dan kamu masukin ke dalam kantong plastik itu," kata Mita sambil menunjuk sebuah keranjang pakaian kotor di dekat wastafel.Bayu tertegun, matanya membelalak kecil. "Tapi, Bos..."

"Apa kamu lupa?" tanya Mita, memotong kalimat Bayu dengan cepat. Tatapan matanya berkilat penuh kemenangan, mengingatkan pria itu pada aturan mutlak yang mereka sepakati di tepi kolam renang tadi: tidak ada penolakan.

Bayu mengembuskan napas pasrah. Dia ingat perjanjian itu dengan sangat baik. Tanpa memiliki pilihan lain, dia kembali melangkah mendekati area shower. Di bawah tatapan langsung dari Mita, Bayu mulai melepaskan pakaian kasualnya satu per satu. Kaus kusamnya ditanggalkan, disusul oleh celana panjangnya, hingga kini tersisa celana pendek kain saja yang melekat di tubuhnya.

Bayu pun langsung berdiri di bawah pancuran shower dan memutar tuas airnya. Kucuran air dingin segar seketika mengguyur kepala dan sekujur tubuhnya, membasuh seluruh kepenatan yang dia rasakan sejak pagi.

Sementara itu, Mita pun dengan santai melihat pelayan barunya mandi dari dalam bak berendamnya. Senyum tipis yang tadinya terukur di bibir Mita perlahan memudar, digantikan oleh tatapan yang sedikit terpaku.

"Enggak mengecewakan..." kata Mita lirih dalam hati.

Melihat tubuh atletis Bayu dengan dada bidang, perut yang rata membentuk siluet kotak-kotak, serta otot lengan yang kokoh hasil dari tempaan kerja keras mengangkat barang dan memeras keringat selama setahun terakhir membuat mata Mita sedikit melotot. Mantan pelayan restoran kecil yang dia rekrut ini ternyata menyimpan pesona fisik yang luar biasa di balik pakaian kusamnya selama ini. Kamar mandi mewah itu malam ini benar-benar dipenuhi oleh ketegangan tersembunyi di antara sang bos dan pelayan pribadinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!