NovelToon NovelToon
Cinta Kedua Di Atas Luka

Cinta Kedua Di Atas Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Serina Nirmala harus kehilangan suaminya, secara tragis tepat di hari ulang tahun putra mereka. Saat hendak membeli kue, Riki tewas tertabrak mobil Jovan Narendra, seorang pembalap muda yang saat itu kehilangan kendali akibat pengaruh obat yang diam-diam diberikan oleh seseorang yang ingin mencelakainya.

Dihantui rasa bersalah, Jovan berniat menebus kesalahannya dengan menikahi Serina, seorang wanita yang lima tahun lebih tua darinya. Awalnya Serina menolak, tetapi demi masa depan putranya dan karena Jovan bersedia bertanggung jawab atas kehidupan mereka, ia akhirnya menerima pernikahan tersebut.

Namun, pernikahan yang dimulai dari rasa bersalah perlahan berubah menjadi cinta bagi Jovan. Sementara Serina masih bergulat dengan luka kehilangan suaminya, sebuah pertanyaan terus menghantuinya.

Mampukah ia mencintai pria yang menjadi penyebab kematian suaminya, atau pernikahan ini justru menyimpan tujuan lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17

Suara mesin mobil balap meraung semakin keras. Di layar televisi, mobil yang dikendarai Jovan melaju begitu cepat memasuki tikungan terakhir.

Farel sampai berdiri di depan televisi.

"Ayo, Om Jovan! Ayo!"

Kedua tangannya mengepal erat.

Serina yang melihat tingkah putranya hanya bisa tersenyum kecil.

"Farel, duduk dulu. Nanti jatuh."

"Tapi Om Jovan hampir sampai!"

Darren ikut memperhatikan layar.

Jovan berhasil melewati tikungan terakhir dan kini berada di lintasan lurus menuju garis finis.

"Dia tinggal beberapa meter lagi," gumam Darren.

Farel melompat-lompat.

"Om Jovan! Ayo! Ayo!"

Mobil Jovan melesat melewati garis finis. Suara komentator terdengar dari televisi.

"Dan Jovan Narendra berhasil menyelesaikan perlombaan dengan hasil yang sangat baik!"

Farel langsung bersorak.

"Yeaaay!"

Ia berlari mengelilingi ruang tengah sambil membawa mainan mobil balap miliknya.

"Om Jovan hebat!"

Serina tertawa kecil. "Senang sekali."

"Farel bangga sama Om Jovan!"

Darren menggeleng sambil tersenyum.

"Sepertinya mulai sekarang Farel punya idola baru."

Farel berhenti berlari dan menatap Darren.

"Om Darren juga suka balapan?" Darren mengangkat bahunya.

"Om lebih suka mengejar penjahat."

Farel tertawa. "Kalau Farel jadi pembalap, Om Darren yang nangkap penjahat?"

"Betul....! Kalau begitu kita kerja sama!"

Serina ikut tertawa. "Dasar anak kecil."

Namun kebahagiaan itu hanya berlangsung sesaat. Telepon genggamnya Darren tiba-tiba berdering.

Ia melihat layar. Salah satu anak buahnya menelepon.

"Ya?"

"Selamat siang, Pak. Kami menemukan sesuatu."

Ekspresi Darren berubah serius. "Apa?"

"Kami sudah berhasil menelusuri unggahan pertama yang menggunakan foto Jovan bersama anak kecil itu."

Darren berdiri dari sofa. "Siapa yang mengunggahnya?"

"Untuk sementara, akun pertama memang akun gosip. Tapi setelah kami telusuri metadata foto dan beberapa rekaman kamera di sekitar mall, ada seseorang yang mengikuti Jovan sejak sebelum dia datang ke sana."

Darren menyipitkan matanya.

"Kami belum bisa memastikan identitasnya, Pak. Tapi orang itu terlihat beberapa kali mengambil foto Jovan secara diam-diam."

Darren menghela napas. "Teruskan penyelidikannya."

"Siap."

Panggilan pun berakhir. Serina yang melihat perubahan wajah Darren langsung bertanya.

"Ada apa?"

Darren menatapnya. "Foto-foto itu sepertinya bukan sekadar muncul karena kebetulan."

Serina terdiam. "Maksudmu?"

"Ada seseorang yang sengaja mengikuti Jovan."

Serina mengerutkan keningnya. "Untuk apa?"

"Itu yang sedang kami cari tahu." Darren duduk kembali.

"Yang jelas, orang tersebut mengambil foto Jovan dan Farel tanpa izin, kemudian foto itu disebarkan bersama narasi yang tidak benar."

Serina mengepalkan tangannya. "Jadi seseorang sengaja membuat gosip itu?"

"Kemungkinan itu sedang kami telusuri."

Farel yang sejak tadi bermain tiba-tiba mendekat.

"Om Darren..."

"Iya?"

"Kenapa orang-orang bilang Farel anaknya Om Jovan?"

Darren terdiam. Serina juga terdiam.

Pertanyaan sederhana itu terasa begitu berat. Darren akhirnya berjongkok di hadapan Farel.

"Karena ada orang yang salah mengira." Darren terdiam sejenak.

"Tapi Farel bukan anak Om Jovan."

Darren mengangguk. "Betul."

"Ayah Farel itu Ayah Riki."

"Iya."

Farel tersenyum.

"Om Jovan cuma teman Farel." Darren mengusap rambutnya.

"Benar. Dan Om Jovan sangat menyayangi Farel sebagai seorang anak yang ingin dia lindungi."

Farel mengangguk puas.

"Berarti tidak boleh ada yang bilang Farel anak Om Jovan lagi."

"Betul."

Farel kembali mengambil mainannya. Namun Serina masih memikirkan ucapan Darren.

"Kalau memang ada orang yang sengaja melakukan ini, siapa?"

Darren menatap Serina.

"Kami belum tahu."

"Tapi aku merasa ada sesuatu yang aneh."

"Aneh bagaimana?"

"Jovan bahkan sedang berada di Australia. Dia tidak tahu apa-apa tentang gosip ini sampai Leo memberitahunya."

Darren mengangguk.

"Itu justru membuatku semakin ingin tahu siapa yang berada di balik penyebaran foto tersebut."

*

*

Sementara itu di Australia, Jovan baru saja keluar dari ruang ganti. Keringat masih membasahi wajahnya.

Leo menghampirinya sambil membawa botol air.

"Jo."

Jovan meneguk air... "Kenapa?"

"Selamat."

"Untuk?"

"Hasil balapan lo."

Jovan tersenyum tipis.

"Ah, iya."

Namun ekspresinya tidak sepenuhnya bahagia. Pikirannya masih tertuju kepada Serina dan Farel.

"Leo."

"Hmm?"

"Serina sudah menghubungi lo?"

"Belum."

"Dia masih marah?"

Leo menghela napas. "Kalau gue jadi dia, gue juga mungkin marah."

Jovan menunduk. "Aku cuma ingin membantu mereka."

"Gue tahu."

"Tapi kenapa setiap kali aku berusaha melakukan sesuatu untuk Farel, masalahnya malah semakin besar?"

Leo menepuk bahunya Jovan. "Karena lo terkenal."

Jovan menatapnya.

"Dan?"

"Dan lo punya wajah yang terlalu gampang masuk berita."

Jovan mendengus. "Ini bukan waktunya bercanda, Leo."

"Gue serius."

Leo kemudian menunjukkan telepon genggamnya.

"Makanya setelah ini lo harus hati-hati. Foto lo sama Farel sudah tersebar luas."

Jovan membaca beberapa berita. Rahangnya kembali mengeras.

"Kasihan Serina." Ia menatap foto wanita itu yang sedang dikerumuni wartawan. "Dia tidak pantas mendapatkan semua ini."

Leo terdiam. Jovan kemudian mengambil ponselnya sendiri dan mencoba menghubungi Serina. Kali ini panggilannya tersambung.

"Halo?" Suara Serina terdengar dari seberang.

Jovan langsung terdiam beberapa detik.

"Serina..."

"Ada apa?"

"Maaf."

Serina menghela napas. "Untuk apa?"

"Karena masalah ini!" jawab Jovan menyesal

"Ini bukan salahmu." balasnya

Jovan sedikit terkejut. "Aku tahu kamu pasti marah."

"Aku memang marah."

Jovan menunduk.

"Tapi bukan kepadamu."

"Serina..."

"Aku marah kepada orang-orang yang membuat cerita seenaknya."

Jovan menghembuskan napasnya lega. "Bagaimana keadaan Farel?"

"Dia baik."

"Dia melihat balapan?"

"Iya."

Jovan tersenyum.

"Dia bilang apa?"

Serina melirik Farel yang sedang memainkan mobil-mobilannya.

"Dia bilang ingin menjadi pembalap sepertimu."

Jovan terdiam.

"Serius?"

"Iya."

Terdengar suara tawa kecil Jovan.

"Anak itu..."

Kemudian suara Farel terdengar dari kejauhan.

"Om Jovan!"

Jovan langsung tersenyum.

"Iya, Farel!"

"Om menang?"

Jovan tertawa. "Om berhasil menyelesaikan perlombaan."

"Hebat!"

"Kalau Farel mau jadi pembalap, harus rajin belajar."

"Farel janji!"

Jovan menatap kosong ke depan. Untuk sesaat, semua tekanan yang ia rasakan terasa menghilang.

"Om bangga sama Farel."

"Farel juga bangga sama Om!"

Panggilan itu membuat Jovan tersenyum lebar. Setelah beberapa saat, Serina kembali mengambil telepon.

"Jovan."

"Iya?"

"Terima kasih."

"Untuk apa?"

"Karena sudah membuat Farel bahagia."

Jovan terdiam. "Itu tidak seberapa."

"Bagimu mungkin tidak seberapa. Tapi bagi Farel..."

Serina tidak melanjutkan kalimatnya.

Jovan mengerti. "Serina, aku tidak pernah berniat menggantikan Riki."

"Aku tahu."

"Aku hanya..." Jovan menarik napas. "Aku tidak tega melihat Farel kehilangan begitu banyak hal setelah kehilangan ayahnya."

Serina terdiam cukup lama. "Aku mengerti." Untuk pertama kalinya, percakapan mereka tidak diwarnai kemarahan.nAda keheningan yang justru terasa hangat.

Namun sebelum Jovan sempat mengatakan sesuatu lagi, Leo memberi isyarat bahwa ia harus segera menghadiri konferensi pers.

"Aku harus pergi."

"Baik."

"Jaga Farel."

Serina tersenyum tipis.

"Seharusnya aku yang bilang begitu kepadamu."

Jovan tertawa kecil. "Benar juga."

Panggilan pun berakhir. Jovan menatap layar ponselnya beberapa saat. Ada perasaan hangat yang sulit ia jelaskan. Bukan karena Serina mulai memaafkannya. Melainkan karena untuk pertama kalinya, wanita itu berbicara kepadanya tanpa kebencian.

Malam harinya di Indonesia, Darren mendapatkan laporan baru.

Ia membuka sebuah foto yang dikirim anak buahnya.

Terlihat sosok pria yang mengenakan jaket hitam dan topi sedang mengikuti Jovan dari kejauhan di sebuah pusat perbelanjaan.

Darren memperbesar foto tersebut. Kemudian ia melihat foto berikutnya. Pria yang sama berada tidak jauh dari Serina dan Farel.

Darren mengernyitkan keningnya. "Orang yang sama..."

Ia membuka laporan lain. Ada catatan mengenai beberapa akun media sosial yang pertama kali menyebarkan foto tersebut. Semuanya memiliki pola yang hampir sama. Darren menyandarkan tubuhnya ke kursi.

"Siapa sebenarnya kamu?" Ia tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum memiliki bukti.

Namun satu hal sudah jelas. Ada seseorang yang sengaja menguntit Jovan. Dan orang itu bukan sekadar ingin mendapatkan foto seorang pembalap terkenal.

Karena narasi yang dibuat telah menyeret Serina dan Farel.

Darren segera mengambil ponselnya.

"Periksa semua foto dan rekaman sebelum kecelakaan Jovan sampai sekarang. Cari tahu apakah orang yang sama pernah muncul di lokasi lain."

"Siap, Pak."

Darren mematikan teleponnya. Tatapannya berubah tajam. Ia teringat kembali kasus lama yang menimpa Jovan. Seseorang pernah berusaha menghancurkan karier adiknya.

Dan sekarang, seseorang kembali bermain-main dengan kehidupan Jovan. Darren belum tahu apakah kedua kejadian itu saling berhubungan. Tetapi ia tidak akan membiarkannya begitu saja.

Sementara di kamar kecil kontrakan, Farel sudah tertidur pulas sambil memeluk mobil-mobilan pemberian Jovan.

Serina berdiri di dekat jendela. Ia memandang langit malam. Entah mengapa, untuk pertama kalinya sejak kematian Riki, hatinya tidak lagi sepenuhnya dipenuhi amarah. Ia teringat suara Jovan saat berbicara dengan Farel. Terlihat jelas pria itu menyayangi putranya. Namun Serina buru-buru menggeleng.

"Jangan berpikir macam-macam, Serina." ia menutup tirai. "Jovan tetaplah Jovan."

Tetapi tanpa disadarinya, sebuah benih kecil mulai tumbuh di dalam hatinya.Bukan cinta. Belum.

Hanya sebuah rasa percaya yang perlahan mulai terbentuk. Dan di luar sana, seseorang sedang mengawasi kehidupan mereka dari balik bayang-bayang.

Bersambung...

1
Teh Yen
aku ragu kalau Marcella bisa berubah sih 🤔
Teh Yen
ternyata dalangnya ibunya Darren sendiri yah
Nar Sih
semagat serina ,alm suami mu sdh memberi izin padamu ,jemput bahagia mu dan farel bersama jovan
Teh Yen
siapa lagi orang yg ingin menghancurkan hidup Jovan yah
Teh Yen
wah farel sudha mengagumi om Jovan yah ,,kl ibunya gmn tuh??? 😁
fatmawati (pipit)
jovan udah ada bibit jatuh cinta nih, tinggal perjuangan jovan untuk membuka hati serina untuk menerima dirinya (jovan)
benar kata leo bahwa kamu sudah mulai mencintai serina dan farel sebagai orang tercinta🤭🤭🤭🤭
fatmawati (pipit): /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Serina, bukalah hatimu untuk Jovan, demi Farel 🥰🥰
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Syukurlah ngga sampai nikah paksa saat itu juga. Yawda Jovan, kamu harus cepat pulang ya... besok apel lagi 😅
Nar Sih
untung nya pejelasan mu berhasil diterima warga dan pk rt ya jovan,dan ngk jdi di nikahin dadakan
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: selamet mereka berdua🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
nah kan pasti bntr lgi di nikahin dadakan
fatmawati (pipit)
jovan harus tegas dong sama orang orang yg suka julid jangan sampai farel mendengar omongan yg tidak baik.....
mungkin setelah kamu menikah dengan serina adakah nanti kamu akan menggantikan mendiang riki🤔🤔🤔🤔🤔
fatmawati (pipit)
itu ada tetangga julidnya seharusnya pak RT tegas kepada warga jangan hanya dengar dari desas desus gosip murahan dong kayak serina itu apa. bapak Rt gk pernah tahu apa yg dialami serina, farel dan jovan setelah riki meninggalkan jadi coba pikir bagaimana serina ingin memberikan terbaik buat farel
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
kebiasaan bgt asal labrak,bisa mikir dlu ngk sih sebelum bertindak,pantesan ngk maju2 pemikirannya pada kuno
fatmawati (pipit)
jovan ingin mengungkapkan perasaan kepada serina namun dia masih bergelut dengan luka yang ditinggal riki.
untuk darren hatimu sakit wanita yang menjadi cinta pertama akan menikah dengan saudara kandung sendiri namun dirimu kuat untuk tidak mengahancurkan adik kamu.
nanti apa kebenaran tentang masa lalu
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Abang adik jadi saingan nih untuk dapatkan Serina
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Hadir disini Thor 👍🥰
Awal cerita sudah sedih .... 😭
aroem
bagus
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terima kasih, kak
total 1 replies
Nar Sih
kasihan dareen ya ,cinta pertama nya kandas sblm terungkap ,telat sih ngomong nya
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak, telat mulu dia 🤣🤣🤣
total 1 replies
fatmawati (pipit)
posisi darren tidak mudah dia masih mencintai wanita cinta pertamanya sedangkan jovan ingin menikahi karena fitnahan dari mommy tirinya dan juga hatinya mulai ada benih benih cinta namun blm disadari 🤣🤣🤣🤣
Nar Sih
kmu kurang gercep sih pak polisi daren jdi keduluan kan oleh adik mui
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!