NovelToon NovelToon
RODA DUA Dan RAHASIA BIRU

RODA DUA Dan RAHASIA BIRU

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Zildiawan

Gavin Dewantara adalah pewaris tunggal Dewantara Group, salah satu keluarga old money terpandang di negeri ini. Bosan dengan kepalsuan kelas atas dan kekangan keluarganya, Gavin memilih kuliah di universitas negeri di luar kota, tinggal di kosan sederhana, dan menyembunyikan identitas aslinya. Di kampus, ia dikenal sebagai mahasiswa teknik yang slengean, ugal-ugalan, hobi naik motor tua, dan sering terlibat perkelahian jalanan menggunakan teknik bela diri praktis yang ia pelajari dari jalanan. Meski terlihat berandalan, Gavin memiliki prinsip hidup yang kokoh dan kesetiaan tanpa batas kepada teman-temannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zildiawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 Perburuan di Gang Sempit

Setelah memastikan Rian mendapat perawatan intensif di klinik terdekat ditemani oleh Kirana yang datang dengan air mata berlinang, Gavin melangkah keluar ke pelataran parkir. Malam telah melarut menjadi sunyi yang mencekam. Di bawah temaram lampu jalanan yang berkedip lesu, Gavin berdiri di samping Astrea Grand-nya. Ia tidak meraba ponselnya untuk menghubungi tim pengacara Dewantara Group, juga tidak berniat menggerakkan pasukan keamanan korporat ayahnya.

Malam ini, dia adalah Gavin si berandalan jalanan, dan utang darah ini hanya bisa dilunasi dengan mata uang yang sama.

Dengan mata membara Gavin merobek selembar kain perban hitam dari dalam bagasi motornya. Dengan gerakan lambat yang penuh presisi, ia melilitkan kain itu erat-erat pada kedua pergelangan tangan hingga menutup buku-buku jarinya. Setiap lilitan adalah manifesto amarah yang ditekan rapat di balik dada,gemuruh amarah yang akan siap meledak.

Ia menyalakan mesin motor tuanya, menderu membelah kegelapan gang-gang sempit kota universitas. Target pertamanya adalah mencari informasi keberadaan Tyson. Gavin tahu betul anatomi jalanan kota ini; preman seperti Tyson tidak akan bersembunyi di hotel mewah, melainkan di tempat-tempat terbengkalai yang luput dari radar hukum sipil.Seorang tyson tidak akan muncul di tempat terbuka melainkan ditempat tempat yang tidak akan orang menyadarinya.

Motor Astrea-nya berhenti di depan sebuah kedai biliar remang-remang di kawasan pinggiran terminal. Tempat itu dipenuhi kepulan asap rokok dan aroma minuman keras murah. Gavin melangkah masuk tanpa melepas helm cetoknya, memancarkan aura dingin yang membuat beberapa orang yang sedang memegang stik biliar mendadak menoleh dan menghentikan obrolan mereka.

Gavin berjalan lurus ke arah seorang pria paruh baya berkulit legam yang dikenal sebagai "Bogel", informan lokal sekaligus penadah barang loak terminal yang pernah dibantu Gavin saat dipalak geng motor lain beberapa bulan lalu.

Gavin mencengkeram kerah baju Bogel, menariknya mendekat hingga wajah mereka hanya berjarak beberapa sentimen. "Gue gak punya banyak waktu, Gel. Di mana Tyson dan anak-anak Srigala Jalanan malam ini?" tanya Gavin, suaranya terdengar sangat rendah dan tajam seperti mata pisau yang siap menyayat.

Bogel menelan ludah, nyalinya menciut melihat kilatan es di balik mata Gavin. "G-Gav... santai, Gav. Tyson lagi ngerayain kemenangan judi bolanya di gudang kontainer terbengkalai dekat pelabuhan lama. Mereka ada belasan orang di sana, lengkap bawa sajam. Jangan ke sana sendirian, lu bisa mati!"

Gavin melepaskan cengkeramannya dengan kasar, membuat Bogel terhuyung ke belakang menabrak meja biliar. Tanpa mengucapkan satu patah kata pun terima kasih, Gavin berbalik dan melangkah keluar dari kedai remang-remang itu.

Ia kembali menaiki motor bebeknya, memutar gasnya sedalam mungkin hingga mesin tua itu menjerit membelah angin malam menuju kawasan pelabuhan lama. Di bawah langit malam yang pekat tanpa bintang, siluet tubuh tegap seorang pewaris triliuner itu bergerak tak terlihat, bersiap menuntut balas atas nama kesetiaan kawannya yang telah diinjak-injak.

Dibalik ketenangan Gavin,api amarah diam diam semakin membesar,Geng Srigala sudah menginjak nginjak prinsip Gavin. Geng Srigala yang biasanya memburu bagaikan kawanan hewan buas akan bertemu predator yang lebih buas.Apakah srigala akan menjadi kucing rumah yang penakut?apakah Gavin akan menunjukan sisi buasnya atau menggunakan kekuasaan keluarganya?nantikan di Bab selanjutnya.

1
Mey-mey89
lanjut
Azmi Zildiawan: Terima kasih sudah membaca
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!