NovelToon NovelToon
Tahta Senja Untuk Aira

Tahta Senja Untuk Aira

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:921
Nilai: 5
Nama Author: Senja_Puan

Terlahir kembali usai tewas disiksa, Aira bertekad membalas dendam pada Azka dan keluarganya. Ia bangkit merebut tahta, menggagalkan pengkhianatan, dan membuka hati untuk paman Azka, Rizky.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_Puan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: TAMPAARAN DI KARPET MERAH

Keheningan mencengkeram foyer hotel bintang lima itu pecah tatkala Azka melangkah keluar dari ballroom. Pria itu berniat mencari Rani yang tak kunjung kembali, tetapi pemandangan di depannya justru membuat darahnya mendidih seketika. Hendra terkapar menahan rahangnya yang lebam, sementara Paman Rizky berdiri tegap dan posesif menutupi tubuh Aira.

Rasa cemburu, amarah, dan gengsi pria yang tercabik-cabik membakar dada Azka. Bagaimana bisa istrinya secara hukum dilindungi begitu terang-terangan oleh paman kandungnya sendiri di depan puluhan mata pebisnis kelas atas?

Namun sebelum Azka sempat mengikis jarak, Aira melangkah maju melintasi Paman Rizky. Wajah cantiknya tidak menyisakan sedikit pun rasa takut, hanya ada tatapan tajam bagaikan belati yang terarah lurus pada Rani.

PLAKKK!

Suara tamparan keras memantul hebat di sepanjang koridor berlantai marmer itu. Kepala Rani terlempar ke samping, meninggalkan bekas telapak tangan memerah di pipinya yang mulus. Jeritan kaget memecah kerumunan.

"Tamparan itu untuk mulut sampahmu yang berani memfitnahku di depan orang banyak!" desis Aira dingin, suaranya sangat jelas terdengar oleh semua orang. "Berani-beraninya kamu mengaku-aku sebagai Nyonya Gunawan dan bikin malu nama besar keluarga!"

"Aira! Cukup!" teriak Azka murka. Ia melompat maju, menarik Rani ke belakang punggungnya dan mengangkat tangannya tinggi-tinggi, siap mendaratkan tamparan balasan ke wajah Aira. "Berani-beraninya kamu menyentuh Rani?!"

Namun sebelum telapak tangan Azka mengenai air muka Aira, pergelangan tangannya dicengkeram erat oleh sebuah cengkeraman besi yang teramat kuat. Paman Rizky berdiri memotong jalan, matanya menyala penuh ancaman membunuh.

"Berani kamu menyentuhnya," bisik Paman Rizky dengan intonasi rendah yang sangat berbahaya, "kamu berurusan langsung denganku."

Azka mengepalkan tinjuninya yang lain. Di bawah pengaruh harga diri yang terinjak-injak dan dorongan emosi, Azka mendadak tertawa sumbang, berusaha menunjukkan keberanian di depan kerumunan.

"Haha! Ini sama sekali tidak ada urusannya dengan Paman!" cetus Azka lantang, menepis kasar tangan Rizky meski pergelangan tangannya memerah. "Minggir, Paman! Ini masalah rumah tanggaku!"

Paman Rizky tidak bergeser seinci pun. Ia menyunggingkan senyum sinis yang amat mendinginkan suasana. "Rumah tanggamu? Tapi saat Aira dipermalukan dan didorong di depan umum tadi, kamu ke mana, hah?! Semua orang di sini mengira Aira adalah pelakor dan wanita tak tahu diri ini adalah istri sahmu!"

Kata-kata Paman Rizky bak tamparan keras yang menelanjangi kepicikan Azka. Para tamu VIP mulai saling berbisik heran, menyadari ada keretakan rumit di balik drama ini.

Rani yang tak terima posisinya disudutkan dan merasa kian terpojok, mendadak kehilangan akal sehatnya. Dengan pipi yang masih berdenyut panas, ia keluar dari balik punggung Azka dan berteriak histeris di hadapan semua orang.

"Memang jelas kenyataannya Aira itu pelakornya!" jerit Rani penuh prasangka dan emosi yang meluap-luap. "Aku dan Mas Azka saling mencintai! Kami sudah lama bersama! Tapi Aira tetap nekat melanjutkan pernikahan bodoh ini demi harta! Aku benci Aira! Dia wanita jahat yang merusak segalanya!"

Pengakuan blak-blakan Rani membuat seisi ruangan tertahan napas. Aira yang mendengar pernyataan tanpa malu itu melipat tangannya, lalu terkekeh pelan. Rasa jijik dan gila di dadanya memuncak.

"Pelakor?" tanya Aira dengan intonasi tajam.

Tanpa peringatan, Aira melangkah menerjang! Jemari lentiknya langsung menancap dan menjambak erat rambut terurai Rani secara kasar, menariknya hingga kepala Rani terdongak ke atas!

"KYAAAHHH! MAS AZKA, TOLONG!" jerit Rani histeris saat cengkeraman jemari Aira meremas kulit kepalanya tanpa ampun.

PLAKKK!

Satu tamparan balasan kembali mendarat di pipi Rani yang satunya. "Aku? Pelakor di antara kamu dan Azka?!" bentak Aira sambil mempererat jambakannya. "Kamu yang datang mengemis-ngemis di rumahku, menangis meraung-raung di kamar Azka, dan sekarang berani menyebutku pelakor di depan publik?!"

"Lepaskan Rani, Aira!" Azka mengamuk, mencoba memisahkan jambakan Aira dari rambut Rani. Namun Paman Rizky tidak tinggal diam. Pria itu menyambar kerah jas Azka, mendorong tubuh Azka dengan kasar hingga membentur pilar marmer!

BUMM!

"Jangan pernah campuri urusan para wanita jika kamu sendiri tidak bisa menjadi laki-laki bertangung jawab!" geram Paman Rizky, siap mendaratkan pukulan susulan ke wajah Azka.

"Paman! Dia istriku!" Azka berteriak sambil membalas dengan dorongan keras, berusaha menerjang Paman Rizky.

Seketika itu juga, area foyer lelang mewah berubah menjadi arena pertengkaran sengit antara empat orang tersebut. Jeritan histeris Rani yang rambutnya terus dijambak Aira, amukan Azka yang berusaha lepas dari cengkeraman mematikan Paman Rizky, serta balasan tamparan Aira menciptakan kekacauan dahsyat yang disaksikan oleh puluhan kilatan kamera dan tatapan syok seluruh pengusaha papan atas.

1
Yasa
suka banget sama fl yang Badas gini.
Senja_Puan: makasih kak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!