NovelToon NovelToon
Mantan Narapidana Jadi Istri Ceo

Mantan Narapidana Jadi Istri Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Romansa Fantasi
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Vivian Wei keluar dari penjara demi menanggung kesalahan kakak kembarnya. Dulu keras kepala dan bar-bar, kini ia berubah menjadi gadis tangguh yang tidak takut melawan siapa pun.

Pertemuannya dengan Delvin Yang, seorang CEO sekaligus direktur universitasnya, mengubah hidup Vivian. Awalnya Delvin berniat membatalkan pertunangan keponakannya dengan Vivi Wei.

Namun, setelah mengenal Vivian, Delvin justru mengubah keputusannya. Bukan Vivi, melainkan Vivian yang ingin ia jadikan istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecerdasan Vivian

Vivian menatap Tom sejenak sebelum menjawab.

“Lahannya hanya berjarak delapan ratus meter dari laut, tetapi kalian berencana membangun pusat perbelanjaan, hotel, dan gedung perkantoran di atas lahan seluas lima hektare. Sebelum membahas keuntungan, kalian seharusnya memastikan kondisi tanah dan risiko lingkungan di lokasi tersebut.”

Tom mengerutkan kening.

“Memangnya apa masalahnya?”

“Kalau struktur tanahnya tidak cukup kuat, biaya pembangunan fondasi bisa jauh lebih besar dari perkiraan. Belum lagi risiko banjir rob dan air laut. Kalau kalian tidak melakukan pemeriksaan tanah secara menyeluruh, proyek senilai dua ratus juta yuan itu bisa berubah menjadi kerugian besar,” jawab Vivian.

Tom langsung menggeleng dengan wajah tidak setuju.

“Vivian, kau terlalu banyak berpikir. Sebelum menentukan lokasi, kami sudah melakukan berbagai pemeriksaan. Tidak mungkin proyek sebesar ini dijalankan tanpa perhitungan yang matang.”

“Kalau memang sudah diperiksa, apakah kau sudah melihat hasil pemeriksaan tanahnya?” tanya Vivian.

Tom terdiam sesaat, lalu menjawab dengan percaya diri.

“Tim proyek yang mengurus semuanya. Aku tidak perlu mengetahui setiap detail teknisnya. Yang jelas, lokasi itu sangat strategis dan nilai tanahnya terus meningkat.”

Vivian menatap Tom dengan tenang.

“Justru karena nilainya besar, Kakak seharusnya tidak mengabaikan hal sekecil apa pun.”

“Cukup, Vivian. Jangan menganggap dirimu lebih pintar daripada orang-orang yang sudah bertahun-tahun menangani proyek,” balas Tom.

“Luar biasa sekali, Vivian ternyata bisa membaca kondisi lahan yang tidak jauh dari laut,” batin Jo.

“Hanya seorang gadis remaja yang baru beranjak dewasa, tetapi bisa tahu tentang proyek dan lokasi. Bahkan Mike, si rubah tua, dan putranya saja tidak tahu,” batin Delvin.

“Vivian, kakakmu sedang membahas proyek besar. Jangan ikut campur,” ujar June.

“Ma, justru karena ini proyek besar, kita harus lebih berhati-hati. Jangan hanya memikirkan bagaimana menjalankan proyeknya. Kalau sesuatu terjadi, kerugian yang kalian alami bukan hanya kehilangan nilai lahan, tetapi juga seluruh modal yang sudah ditanamkan di sana,” jawab Vivian.

Vivian menatap Tom.

“Kakak sudah lama menangani proyek yang diberikan Papa. Masa hal sesederhana ini saja tidak terpikirkan oleh Kakak?”

Tom langsung terdiam. Wajahnya terlihat tidak senang mendengar ucapan Vivian.

“Lalu, menurutmu apa yang harus kita lakukan?” tanya Delvin, sengaja menguji Vivian.

Vivian terdiam sejenak sebelum menjawab.

“Pertama, lakukan pemeriksaan tanah secara menyeluruh. Kita harus mengetahui apakah tanah di sana cukup kuat untuk menopang bangunan besar seperti hotel dan gedung perkantoran.”

Tom mencibir.

“Bukankah pemeriksaan tanah sudah dilakukan?”

Vivian menoleh kepadanya.

“Kalau sudah, seharusnya Kakak bisa menunjukkan hasilnya.”

Tom langsung terdiam.

Vivian melanjutkan, “Selain itu, kita harus memeriksa ketinggian lahan dan risiko banjir rob. Lokasinya hanya delapan ratus meter dari laut. Kalau sistem drainase dan perlindungan terhadap air laut tidak dirancang dengan baik, proyek ini bisa mengalami kerugian besar.”

Delvin mengangguk pelan.

“Lalu?”

“Jangan langsung mengeluarkan seluruh modal. Tunggu sampai hasil pemeriksaan tanah dan kajian risiko lingkungan selesai. Kalau hasilnya aman, baru pembangunan dilanjutkan.”

Delvin menatap Vivian dengan tatapan semakin tertarik.

“Bagaimana kalau hasil pemeriksaannya menunjukkan bahwa lahan itu tidak layak untuk proyek sebesar ini?”

“Batalkan proyeknya,” jawab Vivian tanpa ragu. “Lebih baik kehilangan kesempatan daripada kehilangan dua ratus juta yuan.”

Tom langsung tertawa kecil.

“Batalkan? Kau terlalu berlebihan, Vivian. Kita sudah mengeluarkan banyak uang untuk membeli lahan itu. Mana mungkin kita membatalkan proyek hanya karena beberapa risiko yang belum tentu terjadi?”

Vivian menatap Tom dengan tenang.

“Justru karena sudah mengeluarkan banyak uang, Kakak tidak boleh terus mengeluarkan uang hanya untuk mempertahankan keputusan yang mungkin salah.”

Wajah Tom berubah.

“Jangan mengajariku menjalankan proyek.”

“Aku tidak mengajarimu. Aku hanya menunjukkan risikonya. Jangan karena kelalaianmu sehingga melibatkan Yang Group ikut menanggung kerugian."

Mike yang sejak tadi diam mulai terlihat gelisah.

“Tom, apakah hasil pemeriksaan tanahnya sudah ada?” tanyanya.

Tom terdiam beberapa saat.

“Sudah... tetapi laporan lengkapnya masih sedang diproses.”

Vivian langsung menatapnya.

“Berarti proyek sebesar dua ratus juta yuan ini akan dimulai sebelum hasil pemeriksaan lengkap keluar?”

Tom tidak mampu menjawab.

Delvin yang duduk di sofa justru tersenyum tipis.

“Menarik.”

Mike menoleh kepadanya.

“Direktur Yang, apakah menurut Anda perkataan Vivian masuk akal?”

Delvin tidak langsung menjawab. Tatapannya beralih kepada Vivian.

“Bukan hanya masuk akal. Kalau proyek ini benar-benar akan menggunakan dana sebesar dua ratus juta yuan, setiap risiko harus diperhitungkan sebelum pembangunan dimulai.”

Tom menundukkan kepalanya.

“Kalau begitu, kita bisa meminta tim melakukan pemeriksaan ulang.”

“Bukan hanya pemeriksaan ulang,” kata Delvin tegas. “Aku ingin laporan lengkap mengenai kondisi tanah, ketinggian lahan, sistem drainase, dan risiko banjir di wilayah tersebut.”

Jo segera mengangguk.

“Baik, Tuan. Saya akan menghubungi tim teknis.”

Delvin menatap Vivian sekilas.

“Vivian, tampaknya kau cukup memahami masalah proyek.”

Vivian tersenyum kecil.

“Aku hanya tidak ingin melihat orang membuang uang sebanyak dua ratus juta yuan.”

Jo menahan senyum.

"Dia benar-benar tidak menyadari kalau dia baru saja membuat Tom kehilangan muka di depan semua orang," batinnya.

“Jelaskan padaku, sebelumnya apakah kau pernah mempelajari hal seperti ini?” tanya Delvin.

“Tidak pernah. Aku bukan belajar di bidang pertanahan,” jawab Vivian.

“Lalu, bagaimana kau bisa tahu?” tanya Delvin.

Vivian berpikir sejenak sebelum menjawab.

“Aku hanya melihatnya dari informasi yang Kakak berikan. Lahan seluas lima hektare, lokasinya hanya delapan ratus meter dari laut, lalu kalian ingin membangun hotel, pusat perbelanjaan, dan gedung perkantoran di sana.”

Ia menunjuk dokumen proyek di atas meja.

“Bangunan sebesar itu pasti membutuhkan fondasi yang kuat. Kalau kondisi tanahnya tidak diketahui dengan pasti, bukankah wajar jika aku mempertanyakannya?”

Vivian kemudian menatap Delvin.

“Aku tidak mempelajarinya secara khusus. Aku hanya terbiasa mencari tahu penyebab sebelum memikirkan keuntungan. Kalau ada sesuatu yang terlihat tidak masuk akal, aku akan mempertanyakannya.”

Delvin menatap Vivian beberapa saat.

"Dia tidak menghafal pengetahuan. Dia mampu menghubungkan informasi yang ada dan menarik kesimpulan sendiri," batinnya

Sudut bibir Delvin terangkat tipis.

"Gadis ini memang sudah cerdas sejak lahir!"

"Aku tidak menyangka Vivian yang selama ini aku remehkan ternyata jauh lebih pintar daripada Tom dan Vivi," batin Mike.

“Setelah kau tamat, Asisten Jo akan mengatur posisi penting untukmu di Yang Group. Untuk saat ini, fokus saja pada pendidikanmu,” ucap Delvin.

“Baik, Direktur Yang. Tenang saja. Tahun depan aku akan menjadi juara lagi. Demi mengharumkan nama Hua Qing dan Yang Group,” jawab Vivian dengan penuh semangat.

Delvin mengangguk.

“Karena prestasimu bagus dan penjelasanmu masuk akal, kau boleh mengajukan satu permintaan.”

“Permintaan? Aku boleh mengajukannya meskipun belum bergabung dengan Yang Group?” tanya Vivian.

“Tentu. Permintaan apa pun,” jawab Delvin tenang.

"Sepertinya Tuan tertarik pada gadis ini. Selama ini dia tidak pernah begitu peduli pada siapa pun," batin Jo.

Vivian berpikir sejenak sebelum berkata,

“Aku ingin sebuah tempat tinggal.”

Semua orang di ruangan itu langsung terkejut.

Delvin menatap Vivian cukup lama.

“Tempat tinggal?” ulangnya.

1
Maria Mariati
lagian ada saja viviii kamu ini, pasti ketemu 😁😁😁😁😁
Kinara Widya
ada saja tingkah Vivian ini
💝F&N💝
mana up nya hari ini
erviana erastus
keluarga ini bukanx sadar malah tambah² habis kau ditangan delvin .... eh ngul vivian skrng jangan kalian lawan kalo mau pjng umur 🤣
Dini Anggraini
Semoga delvin tahu rencana busuk vivi dan pengantinnya di ganti vivi tanpa ada yang tahu dari keluarga wei bila pengantin wanitanya vivi.
aku
wasemmm 🤣🤣🤣🤣🤣
erviana erastus
omg vivian 🤣🤣🤣
Kinara Widya
🤣🤣🤣🤣🤣 aduh Vivian ini...🤦🏻‍♂️🤦🏻‍♂️🤦🏻‍♂️
erviana erastus
tindakan cerdas vivian ....
aku
🌹🌹 mf cm dkit 🙏 pliss dobel up 😁😁🙏🙏
aku
awas aja klo delvin udh ada rasa tp gk tegas sm cwek lain nantinya ya?!!! gue santet biar sm mark aja. 🤣🤣
erviana erastus
bacot kau vivian diam habisi mereka semua arghhhh geram aku sama keluarga ini
erviana erastus
udah lah vivian kami waras kan? ngalah aza sama mereka 🤣
Dini Anggraini
Q curiga tom dan vivi sudah tidur bersama ya Thor apapun yang di ucapkan vivi selalu di bela. Kapankah keluarganya vivi itu bangkrut dan miskin ya kak sehingga saat miskin nanti apakah putri kesayangannya vivi akan tetap bela kakak dan ortunya seperti sekarang ataukah malah pergi dengan orang kaya raya yang penting dapat uang dan keluarganya di abaikannya. 🥰🥰
sunaryati jarum
Teman Vivi , malah akan membongkar kejahatan Vivi wie
sunaryati jarum
Eh malah diresapi 🤣🤣
sunaryati jarum
Nah ,gitu lawan ketidak adilan itu padamu ,Vivian
sunaryati jarum
Vivian tanpa sengaja masuk pemilik universitas tempat belajarnya
sunaryati jarum
Delvin pemilik kampus, menyelidiki kelakuan mahasiswanya
sunaryati jarum
Saudara dengan sifat berbeda
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!