bercerita tentang dua gadis yang hamil di luar nikah dan menyembunyikan putra putri kembar mereka dari keberadaan sang ayah.
1. HAZIA AZURA' ASIXA QEY RAYSA.
2. HAZIA AZURA' ASIHA QEY RAYSA.
3. HAZIA AZURA' ASILA QEY RAYSA.
4. HAZIA AZURA' ASIRA QEY RAYSA.
5. HAZIA AZURA' ASIVA QEY RAYSA.
6. HAZIA AZURA' ASIKA QEY RAYSA.
7. HAZIA AZURA' ASIZA QEY RAYSA.
PUTRI KEMBAR DARI QUE’EN DAN ALVARO YANG LAHIR PADA 14 JUNI 2*** MEMILIKI KEUNIKAN MASING MASING SEPERTI SIXA YANG JENIUS KOMPUTER , SIHA JENIUS ILMU KEDOKTERAN TERMUDA TERUTAMA YANG IYA SUKAI ADALAH OPERASI BERAT, SILA JENIUS OBAT OBATAN DAN RACUN, SIRA JENIUS BERBAGAI BAHASA DAN JENIUS MATEMATIKA, SIVA JENIUS ILMU BELA DIRI TERMUDA, SIKA JENIUS BISNIS LUAR DAN DALAM NEGERI, DAN SIZA ANAK YANG JENIUS DALAM MERAKIT RAKIT BAHAN BERBAHAYA.
JUGA
1. DELIAN AL QINAN MEDICARE'S
2. DELIAN AL QIVAN MEDICARE'S
3. DELIAN AL QIHAN MEDICARE'S
4. DELIAN AL QIRAN MEDICARE'S
5. DELIAN AL QIZAN MEDICARE'S
PUTRA KEMBAR DARI QAIRA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RISMA AYINI SAFITRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5. MEMBANTU ANAK ANAK JALANAN.
"Hati hati ya ay, jangan ngebut ngebut nanti makanan nya tumpah, ini pesanan besar kita loh dalam satu bulan ini". Ucap patner kerja ayini yaitu anisa.
"Iya tenang aja, aku tau kok". Ucap ayini dengan enteng sembari mempererat kunci tas pesanan nya.
"Yaudah, hati hati". Ucap nisa lagi.
"Siap bos". Ucap ayini dan langsung pergi mengantar makanan dengan motor listrik nya.
Sebelum pergi mengantar makanan seperti biasa ayini pergi ke supermarket besar untuk membeli beberapa jenis makanan dan minuman lalu di bungkus dalam satu tas besar yang iya letakan di depan.
Setelah sampai di lampu merah seperti biasa ada anak anak yang mengamen dan ayini yang melihat mereka langsung memanggil mereka semua dan memberikan bungkusan transparan besar itu membuat semua yang mengendarai alat transportasi mewah mengalihkan pandangan karena malu oleh seorang anak pengantar makanan yang memberikan lebih dari pada mereka yang hanya memberikan uang receh ribuan.
"Makasih ya kak". Ucap salah satu anak yang rambutnya agak berantakan.
"Iya sekarang sana, kalian pulang gih istirahat besok kakak kasih lagi kalau ketemu". Ucap ayini dengan senyum lebar.
"Iya kak, makasih sekali lagi". Ucap anak yang terlihat paling muda.
"Eeee...ee..eh, tunggu". Ucap ayini yang sedikit memajukan motor listrik nya.
"Iya kak kenapa?". Tanya gadis kecil yang rambutnya terlihat agak kemerahan.
"Kira kira umur kalian berapa?". Tanya ayini.
"Emmm, Rika sama tia 7 tahun, fitri, jeynep, sama adit 6 tahun, dan aku 5 tahun". Ucap gadis yang paling muda bernama Eliana.
"Kalian mau masuk sekolah ngak?". Tanya ayini.
"Mau sih, taki kita ngak punya uang sebanyak itu buat masuk sekolah". Ucap Rika.
"Yaudah gini aja gimana kalau kalian pergi ke alamat apartemen ini terus bilang gini 'om sama tante yang manis kak ayini bilang kalau dia mau nyekolahin kita semua, jadi kita di suruh ke alamat Om sama tante' gitu, gimana?". Ucap ayini.
"Emang bisa kak?". Tanya eliana.
"bisa dong apa sih yang ngak kakak bisa, tapi syarat nya kalian harus rajin belajar di sekolah masalah keperluan lain nya nanti kakak beliin deh yang penting kalian ngak ngamen lagi". Ucap ayini dengan senang hati.
"Yaudah kalau gitu, deal ya kak". Ucap mereka berenam secara bersamaan.
"Iya, yaudah gih istirahat dulu, terus pergi ke apartemen ". Ucap ayini.
"Siap kak". Jawab mereka bersamaan.
"Yaudah, pergi dulu ya, kakak takut telat ngantar makanan nya". Ucap ayini dan mereka semua langsung mengangguk.
Ayini segera pergi degan motor listrik nya dan langsung menuju tempat pengiriman, sesampainya nya di depan kantor ayini langsung di hentikan oleh satpam yang berjaga.
Dan ayini yang sudah biasa di hentikan seperti itu langsung menunjukan bukti pesanan perusahaan itu.
"Baik lah kalau gitu silahkan masuk" Ucap satpam yang berambut gondrong.
"Iya, tapi bantu bawain masuk ya pak Sial nya banyak bangat pesanan nya, berat lagi". Ucap ayini dan satpam itu langsung menghela napas.
"Baik lah". Ucap satpam itu dengan wajah terpaksa karena dia paling tak suka jika harus keluar masuk kantor yang besar dan bertingkat itu.
Ayini langsung masuk dengan santai sembari membawa satu box makanan di tangan nya dan seperti sudah hafal saja ayini langsung masuk dengan langkah santai membuat beberapa karyawan merasa sedikit sinis tapi ayini tak mengjiraukan dan sesampainya di lantai paling atas, ayini langsung menghampiri orang yang memesan yaitu sekretaris Ardi.
"Pesanan atas nama Tuan Arditama". Ucap ayini dengan nada lantang dan sekretaris Ardi langsung mengangkat tangan.
"Di sini". Ucap nya yang duduk di meja sampaing pintu keluar ruang CEO grup Wijaya Kusuma Cort.