NovelToon NovelToon
Aliansi Dua Pewaris

Aliansi Dua Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Orang Disabilitas / Fantasi Wanita
Popularitas:765
Nilai: 5
Nama Author: Peri Bumi

Bagi Roselia, musuh dia hanya satu: Gabriel, putra Adipati saingan keluarganya.

Dua keluarga Adipati itu sudah bermusuhan turun-temurun, jadi tontonan seluruh istana.

Sampai sebuah fitnah keji dari Pangeran Ke-4 menjatuhkan keluarga Roselia. Ia dibuang ke perkebunan terpencil yang kumuh.

Roselia pikir hidupnya sudah berakhir.
Sampai takdir mempertemukan mereka lagi.
Ia menemukan Gabriel — sang musuh bebuyutan yang sombong itu — hanyut pingsan di sungai dekat perkebunannya.

Saat terbangun, Gabriel menatapnya kosong.

"Siapa... aku?"

Dia hilang ingatan!

Dendam Roselia membara. Inilah kesempatannya!

Ia menjadikan pewaris Duke yang angkuh itu sebagai pesuruh kebunnya. Disuruh mencuci, memanen, tidur di gudang!

Balas dendam kecilnya terasa manis... sampai Roselia sadar, Pangeran Ke-4 yang menghancurkan keluarganya, ternyata juga dalang di balik kecelakaan Gabriel.

Mereka dijebak. Diadu domba sejak awal.
Kini, saat ingatan Gabriel perlahan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Peri Bumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak di tepi jurang

Malam merayap makin cepat di atas pegunungan utara. Angin malam yang dingin berhembus kencang, menggoyangkan dahan-dahan pohon pinus dan menyamarkan suara gemeresik dari tepi tebing.

Gabriel menyeret mayat prajurit berzirah hitam terakhir menuju bibir jurang. Satu per satu bangkai kuda dan tubuh prajurit Serigala Hitam dilemparkan ke dalam kegelapan jurang yang curam, tenggelam di dalam deru air terjun yang bergelora di dasar sungai.

Roselie berdiri di balik pepohonan, matanya menyapu sekeliling dengan cermat. Jemari tangannya yang mengenakan sarung kulit memegang pisau kecil di pinggangnya—refleks alami seorang putri keluarga Hazel yang dididik memahami taktik pertempuran laut dan pertahanan diri. Jika ada satu prajurit saja yang tersisa atau terbangun, Roselie tidak akan ragu untuk menghabisinya sendiri.

Namun, Gabriel membereskan semuanya dengan sangat bersih. Pria itu menyapu darah di atas tanah basah menggunakan dedaunan busuk dan batu-batuan, menghapus jejak pembantaian singkat yang baru saja terjadi.

"Sudah selesai, Nona," panggil Gabriel serak. Pria tegap itu berdiri mengusap pelipisnya yang mendadak berdenyut menyengat.

Roselie menghampiri Gabriel, matanya menatap tajam ke arah wajah pria itu yang pucat. "Kepalamu sakit lagi?"

"Sedikit, Nona..." aku Gabriel, menahan napasnya yang berat.

Potongan memori yang menyeruak sewaktu pertarungan tadi hanya memberikan bayangan kelam—jeritan, api yang membakar kediamannya, dan wajah-wajah prajurit yang menangkap keluarganya. Namun, nama-nama, kenangan tentang Akademi, dan gambaran utuh tentang hubungan sebenarnya dengan Roselie masih seperti tertutup kabut tebal yang menyakitkan saat dipaksa untuk digali.

"Sudah kukatakan, jangan dipaksa," sela Roselie cepat, menyimpan gulungan dokumen rahasia itu rapat-rapat di balik mantel hijau zamrudnya. "Tubuhmu belum sepenuhnya pulih dari luka hanyut di sungai. Ayo kembali sebelum orang-orang perkebunan atau adikmu curiga."

Gabriel mengangguk pelan. Dia membantu Roselie naik ke atas kuda hitamnya dengan gerakan yang sangat hati-hati dan formal, lalu menunggangi kudanya sendiri.

---

Perjalanan kembali menuju mansion Hazel berlangsung dalam keheningan yang tebal. Hujan rintik-rintik mulai turun, membasahi jalan setapak berbatu di antara pepohonan pinus.

Roselie sesekali melirik Gabriel dari sudut matanya. Ada kebingungan yang menumpuk di benak sang putri. Pria di sampingnya ini bertarung dengan sangat buas dan terlatih—sebuah fakta yang membuktikan betapa berbahayanya identitas asli Gabriel von Valerius.

'Dia mematuhi semua perintahku dan berulang kali melindungiku...’ batin Roselie seraya meremas tali kekang kudanya. ‘Tapi jika ingatannya pulih sepenuhnya nanti... apakah dia akan sadar bahwa aku telah memanipulasinya? Apakah dia akan berbalik mengarahkan pedangnya padaku?’

Rasa waswas itu membuat Roselie sadar bahwa dia sedang bermain dengan api. Namun, selama dokumen pemalsuan stempel Pangeran Cedric ada di tangannya, dia memegang kartu truf terbesar untuk menyelamatkan ayahnya di ibukota.

Sementara itu, Gabriel menatap lurus ke depan. Di balik kepalanya yang berdenyut pening, dada Gabriel terasa tertekan oleh gumpalan kesedihan yang tak bisa dia jelaskan. Bayangan penangkapan keluarganya yang melintas samar tadi meninggalkan rasa hampa yang membakar.

‘Kenapa rasanya ada sesuatu yang hancur di dalam diriku?’ pikir Gabriel bingung. 'Apakah rasa bersalah ini berasal dari masa laluku yang dikatakan Nona Roselie... atau ada hal lain yang belum terungkap?’

Gabriel melirik ke arah Roselie. Sosok wanita anggun yang menunggang kuda di sampingnya tampak begitu tenang dan berwibawa. Rasa asing itu masih ada, namun insting perlindungan di dalam dadanya tidak bisa dimungkiri.

---

Mereka tiba di halaman belakang mansion saat jarum jam menunjukkan pukul delapan malam. Lampu-lampu minyak di teras rumah membiaskan cahaya kekuningan yang hangat.

Paman Bret yang sudah menunggu di dekat kandang kuda langsung menyambut mereka dengan wajah khawatir. "Lady Roselie! Tuan Leo! Syukurlah Anda berdua sudah kembali. Nona Lily terus menanyakan Anda berdua sejak tadi."

"Kami hanya memeriksa pembatas jalan di bukit utara, Paman Bret," kilih Roselie tenang seraya turun dari kudanya. "Tolong urus kuda-kuda ini. Dan pastikan baju Gabriel yang terkena lumpur segera dibersihkan."

"Baik, Lady Roselie."

Roselie melangkah masuk ke dalam mansion, diikuti oleh Gabriel. Di koridor lantai satu yang sepi, Roselie menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Gabriel.

"Pergilah ke kamarmu dan beristirahatlah," perintah Roselie dengan suara yang dihaluskan, kembali memasang topeng perhatiannya. "Malam ini kau sudah bekerja terlalu keras."

Gabriel menundukkan kepalanya sedikit. "Baik, Nona Roselie. Selamat malam."

Saat Gabriel berjalan menuju kediaman pekerja di area samping, Roselie bergegas naik ke lantai dua menuju kamar pribadinya. Dia mengunci pintu rapat-rapat, memutar kunci kuningan dua kali, lalu bernapas lega.

Roselie berjalan menuju lemari buku mahoni di sudut ruang kerjanya. Dengan memutar salah satu ukiran kayu tersembunyi di balik bingkai foto keluarga, sebuah kompartemen rahasia kecil terbuka di balik panel dinding.

Dengan tangan bergetar pelan, Roselie memasukkan gulungan dokumen pemalsuan stempel Pangeran Cedric ke dalam kompartemen tersebut, lalu menutupnya kembali hingga rapat.

‘Dokumen ini sudah aman,’ bisik Roselie dalam hati, menyandarkan punggungnya pada lemari kayu. ‘Kini tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengirimkannya ke jaringan rahasia Ayah di ibukota...’

Roselie berjalan ke arah jendela, menatap hujan deras yang mulai mengguyur halaman mansion. Di balik kegelapan malam, dia tahu bahwa badai politik yang sesungguhnya baru saja dimulai.

---

1
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
semoga mereka bisa sampai di ibukota tepat waktu dan semangat 😭😭😭.
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡: selamat aiihhh 🤣🤣🤣
total 1 replies
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
wkwkwkwkw.. apa Gabriel minta Kiss buat hadiahnya..🤭🤭🤭
panik Khan Rosalie..
kebayang malunya gimana 🥲. Rosalie udh donk jangan sandiwara trus. Gabriel udh inget itu 😭😭😭
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
Ayooo uppp🤭🤭
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
jadi penasaran siapa yang bakalan jatuh cinta duluan.. dua2 bersandiwara dengan baik... nggak mungkin kan setelah semuanya beres bakalan musuhan lagi... seenggaknya selama hidup bersama pasti ada rasa yang tertinggal..
eeehhhh🤭🤭🤭
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
nyaris aja Gabriel di tangkap Vane. semoga tabung itu bisa selamat sampai di armada keluarga Hazel 🥲🥲.
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
yaaahh... kok ketahuan sihhh🥲...
trus gimana donk.. satu2nya jalan keluar Gabriel terjun ke sungai.. tapi..... 😮‍💨😮‍💨
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
kondisinya semakin sulit.. ruang gerak semakin sempit.. sekalinya Gabriel atau Rosalie salah langkah... ga ada lagi harapan 🥲🥲
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
untungnya matanya pada bolor...🤣🤣🤣 Gabriel bisa selamat.. tapi masih ada ancaman... ckckckc
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
aduuhh.. semoga dalam waktu singkat Gabriel bisa berpikir cepat bagaimana caranya bersembunyi dari prajurit pangeran Cedric
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
yaahh...🤣🤣🤣 yaaahh... dia mulai ingat... hayoloohh Rosalie ketahuan dehhh dia berbohong 🤭
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
kirain Gabriel udh inget semuanya.. ternyata cuma sebagian..m harus mulai hati2 Rosalie.. dalam memperlakukan Gabriel.. salah2 nanti pas Gabriel inget semua, bisa balas dendam dia🤭🤭
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
yaaahh.
. Gabriel udh inget lagi...🤭🤭🤭 gmNa nasib Rosalie yang mentah2 membohongi Gabriel..🤣🤣🤣 aduuhh pasti abis ini Gabriel pura2 deh sama Rosalie.. mau ngapain coba dia🤣, nggak mungkin kalo nggak balas dendam
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
pasti Gabriel mau mengalihkan para prajurit itu supaya menjauh..
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
nggak sabar nunggu moment Gabriel sembuh dari amnesianya.. alibi apa yang akan dikatakan oleh Rosalie 🤣🤣
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/ Rosalie.. cari perkara sendiri dia... aduuhh gmana kalo gabriel inget nanti.. pasti mgakak🤣
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
dan kamu tidak sadar, setelah sembuh nanti .. makin menyusahkan tau🤣🤣🤣
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
makin banyak kebohongan ini🤣🤣. astaga.. nanti kalo amnesianya sembuh.. makin bingung jelasinnya
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/ jadi kena batunya dehhhh. hayoohh gimana cara jelasinnya
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
tapi kalo dia ingat lagi... bisa gawat loohh Rosalie.. ngga takut dia balas dendam nanti 🤣🤣
𝐇⃟⃝ᵧꕥ ˢ⍣⃟ₛ 🐛 Dew⁰⁷☂️🤎🧡
kaykny pangeran Cedric mau merebut tahta kah?? mulai menyingkirkan penghalangnya termasuk Gabriel ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!