azalea menangis di sisi tubuh naima yang terbujur, kematian kakaknya menyisakan duka yang teramat dalam. matanya menatap nanar bayi merah di pangkuan kiano abang iparnya yang juga menangis tanpa suara.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tujuh belas
"azalea?"
Azalea tersentak kaget, sontak menoleh. Seorang pria bermata biru, dengan rambut kecoklatan memanggil namanya.
Azalea memicingkan mata, pria yang memanggilnya itu terlihat sangat mengenalnya, namun azalea merasa tidak mengenal pria itu.
Tunggu!, sepertinya azalea pernah melihat wajah tampan setengah bule itu, tapi dimana yah.
"wah udah gadis aja anak gadisnya kiano" seru pria bule itu, menjentik hidung rania yang ada di gendongannya.
"apa kabar anak cantik?"
Azalea sedikit menarik tubuhnya menjauh, gerakan pria itu yang tiba-tiba menunduk di depan rania malah membuat azalea kebingungan.
"maaf!, anda siapa yah?"
"Ahhh, kamu lupa yah" mata biru itu menatap azalea kocak, senyumnya yang luar biasa tampan cukup membuat seorang azalea terpesona.
'wah tampan banget nih cowok'
"saya yohan, ingat nggak?"
"yohan?" mata azalea memicing, dengan sebelah alisnya naik. Azalea seperti berusaha mengingat sesuatu.
"yups" sahut pria itu tersenyum, tiba-tiba mengulurkan tangan. "apa kabar kamu?"
Azalea yang masih terlihat mengingat-ingat, tetap menyambut uluran tangan pria itu.
"kiano masih pernah pulang mabuk?"
"ahhhhh" mata azalea membola indah, dengan raut wajahnya yang berubah lebih ramah.
"maaf mas, mas apa kabarnya?"
Yohan tersenyum ramah, "sehat azalea"
"panggil aza, aja mas"
Yohan mengangguk ramah, mata pria itu turun melihat ke tangan azalea yang repot membawa belanjaan.
"belanja?" tanya pria itu kembali menatap azalea dengan alisnya sebelah naik. Azalea mengangguk tipis dengan tawa kecilnya.
"cari susu untuk rara, mas" ujarnya mengangkat tangan menunjukkan bawaannya.
Yohan celingukan, "kamu sendirian?mana kian?"
Azalea tak menjawab, ia tersenyum tipis. Gadis itu perlahan bergerak hendak melangkah.
"aku ijin pulang duluan mas, ak—"
"tunggu za!" tahan yohan cepat, tangannya nangkring di lengan azalea. "aku anterin yah"
Azalea hendak menggeleng, segan rasanya menerima tawaran pria ini, mereka juga bukanlah teman. Namun belanjaannya sudah berada di tangan pria itu, azalea terkesima.
"aku anterin kamu pulang, lagian rara sepertinya tertidur"
Azalea mengalihkan pandangannya, menatap bayi cantik itu yang tertidur di dadanya.
Terdengar helaan nafas azalea sedikit berat, namun tak urung kakinya melangkah mengikuti pria tampan tadi.
Azalea mengernyitkan alisnya, yohan, pria tampan separuh bule itu membukakan pintu mobil untuk azalea, senyum pria itu terlihat hangat, manis namun entah mengapa sedikit menggoda menurut azalea.
Azalea mengangguk tipis, masuk setelah mengucapkan terima kasih. Dengan helaan nafasnya yang kembali terdengar berat, mata indahnya mengikuti langkah pria itu yang memutar menuju ke arah sebrang.
"pakai safety beltnya za" perintah pria itu, sembari menyalakan mobil.
"aku nggak mau terjadi sesuatu padamu"
Azalea menyambar safety belt, memasangnya tanpa menjawab ucapan yohan yang terdengar perhatian itu.
"sudah 8 bulan yah sejak malam aku anterin kian pulang, nggak nyangka kamu makin cantik aja"
Azalea tersentak kaget, matanya menatap pria itu yang terlihat santai saja. Alisnya tertaut, heran. Kenapa sih pria ini sepertinya sedikit aneh dan plenger.
Inikan pertemuan ke dua mereka, bisa-bisanya semua ucapannya terasa penuh rayuan.
"kamu pakai jilbab, ternyata cantik banget" ucap yohan sembari menoleh ke arah azalea, senyum manis dan kedipan mata tak lupa pria itu berikan pada azalea yang semakin kebingungan.
"mas yohan pasti playboy"
Yohan menoleh, namun tak terlihat terkejut sama sekali, malah tawanya terdengar renyah.
"kenapa kamu ngomong begitu?"
Azalea menggeleng, namun ikut tertawa kecil.
"habisnya mas yohan bisa gombalin istri temannya sendiri"
Yohan, wajahnya tiba-tiba berubah. Senyumnya menghilang, berganti dengan raut serius.
"karena aku tahu kalau kamu cuman istri bohongan"
Azalea terkesiap, menatap yihan dengan menelan salivanya gugup.
"aku tahu kian belum pernah menyentuhmu sebagai seorang istri kan?"
Azalea melengos jengah, saat yohan bertanya dengan tatapan tajamnya.
"aku tahu kamu dan kiano hanya menikah demi bayi cantik itu kan?" mata yohan melirik rania yang tertidur di pelukan azalea.
Lagi-lagi azalea menelan salivanya, ternyata semua orang di sekitar kiano mengetahui ikatan pernikahan bagaimana yang pria itu miliki.
Mendadak perasaan azalea pilu, bagaimana bisa dia berharap kiano mencintai dirinya. Sedangkan hubungannya dengan pria itu yang hanya di atas kertas, semua orang mengetahuinya.
"kian itu bodoh!"
Azalea tersentak kaget, menoleh. Menatap pria tampan setengah bule itu yang masih fokus menatap jalanan.
"bagaimana bisa wanita secantik kamu hanya jadi pengasuh. Coba kalau itu aku, aku akan memperlakukanmu bagaikan istri dan ratu"
Azalea tak bisa menjawab, tidak. Sebenarnya azalea tidak tahu harus menjawab apa, hanya saja hatinya merasa sedih.
Ternyata setahun bersama kiano, di rumah yang sama, tidak bisa sedikitpun mengetuk hati pria itu.
Kejadian beberapa bulan yang lalu, ciuman yang kiano berikan di kamar pria itu saat itu. Hanya dianggap sebuah kesalahan dan kekhilafan.
Pria itu hanya mencintai naima, ciuman itu ciuman tanpa rasa.
"za.."
Azalea tidak mendengar, matanya menatap nanar jalanan padat merayap di hadapannya.
"azaleaaa"
Azalea tersentak menoleh, kaget dan wajahnya memerah malu, pria tampan itu tersenyum lucu melihat azalea yang terkejut malu.
"ya mas?"
Yohan membuang pandangannya, mata azalea yang menatapnya berkedip indah. Menghasilkan debaran aneh itu lagi, debaran yang hanya ia rasakan jika berdekatan dengan istri kiano ini.
"ada apa mas?"
Yohan menggeleng pelan, "aku lupa mau ngomong apa" sahutnya dengan suara parau, sepertinya yohan masih terpesona, apalagi saat azalea tersenyum manis sambil menggeleng-gelengkan kepalanya karena lucu, seperti saat ini, yohan kehilangan kata-kata yang ingin ia tanyakan.
"mas yohan lucu" ujar azalea, gadis itu kembali tertawa kecil. "seandainya mas yohan juga bisa jadi temanku, pasti asyik"
Yohan menoleh, ucapan azalea barusan sedikit menganggunya, selain karena nadanya, entah mengapa yohan sedikit terpengaruh.
"setahun aku di rumah saja, berdua dengan rania, punya teman pasti asyik"
"kita bisa berteman za" sahut yohan cepat, entah mengapa hatinya mendadak pilu mendengar ucapan azalea.
Gadis secantik azalea hanya dijadikan pengasuh dan di kurung di rumah hanya dengan ikatan istri bohongan. Yohan yakin azalea ikhlas seperti ini, hanya karena naima.
Yohan menatap lekat bola mata cantik yang menatapnya terperanjat, bibir gadis itu setengah terbuka.
"beneran mas?mas mau berteman denganku?"
Yohan mengangguk mantap, tiba-tiba rasa mulas menyerang perutnya, berasa ribuan kupu-kupu berputar-putar di perutnya.
Tatapan mata gadis ini yang berpendar indah, senyum manis di pipi yang menghasilkan dekik cantik, sungguh membuatnya terpesona.
Astaga yohan terperangah seperti orang bodoh, pria itu sampai tidak menyadari kalau saat ini dia terpesona, denyutan kencang di dadanya, rasa mulas itu terus berlanjut kalau azalea tak menyadarkannya.
"mas yohan, rumahku sudah terlewat"
Yohan tersentak, mengatupkan mulutnya dan menatap jalanan kembali.
Bersambung...
.