Draven Aleric adalah seorang pria misterius yang memiliki kekuatan Shadow Absolute,kekuatan bayangan mutlak yang tidak berasal dari Buah Iblis, melainkan lahir dari dalam tubuhnya sendiri.
Di dunia yang berada di bawah kendali Pemerintah Dunia, Draven menolak menerima tatanan yang telah mengatur kehidupan manusia selama berabad-abad.
Bersama 2 sahabatnya Zorana dan Axel mereka memulai perjalanan dilautan untuk menjadi pusat kekuatan dan kekuasaan baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 16 - Kebangkitan sang Dewa
Di dalam sebuah kuil di sebuah pulau misterius di Paradise.
Zorana masih tidak bisa berkata apapun setelah Draven memberikan nya satu mata kanan dewa kegelapan , Draven lalu memberikan mata kanan dewa kegelapan ditangan Zorana
"tempelkan itu di mata kananmu" jelas Draven,
Zorana melihat sebuah mata ditangannya lalu melihat ke arah Draven yang sudah memiliki mata dewa kegelapan di bagian kiri, lalu Zorana menempelkan mata dewa kegelapan di sebelah kanan matanya..mata itu perlahan masuk ke dalam hingga masuk seluruhnya.
Zorana berteriak merasakan kesakitan yang begitu kuat, Zorana berlutut menutup matanya dan terus berteriak hingga rantai-rantai emas nya keluar dari tubuhnya memutarinya dan sekarang rantai itu bukan hanya rantai emas ,tapi sebuah aura gelap melapisi rantai emas itu juga.. Zorana sendiri sudah mulai tenang.
"aku merasakan kekuatan yang berbeda dari Zorana" kata Luna sambil melihat rantai-rantai Zorana
Ren yang tertarik dengan perubahan Zorana pun mendekat
"ini akan menjadi suatu hal yang gila, rantai batu laut ditambah kekuatan kegelapan" jelas Ren.
Zorana lalu bangkit berdiri menghadap kepada seluruh kru, rantainya terlihat di selubungi aura hitam pekat..dan mata kanannya kini terlihat memiliki bentuk berbeda dari mata kirinya yang normal.
Tak lama mata kanan Zorana kembali normal dan seluruh pancaran tekanan kegelapan menghilang bersamaan dengan mata dewa kematian itu,
"kau sudah bisa mengendalikan nya, Zorana" puji Axel sambil menatap mata kanan Zorana yang kembali normal
Zorana mengangguk
"saat aku mengaktifkan mata itu, kekuatan rantaiku terasa meluap-luap" jelasnya
Wujud hitam itu lalu berbicara
"mata itu bisa memberikan peningkatan kekuatan yang sangat besar bagi pemilik nya, dewa kegelapan menggunakan keduanya dalam setiap pertarungan nya" kata wujud hitam tersebut, lalu wujud itu berbalik dan membuka kotak terakhir kotak ke 7.
Saat wujud itu membuka kotak, dia mengambil dari dalam sebuah telur berwarna putih seukuran kepala manusia,
"telur?" tanya Hiden
"apakah ini salah satu makanannya?" tanya Ren menambahkan.
Wujud hitam itu lalu memegang telur tersebut,
"di dalam telur ini adalah binatang peliharaan sang dewa kegelapan, seekor naga hitam yang besarnya mampu menutupi seluruh pulau kecil ketika dalam keadaan bertarung..namun dalam keadaan normal naga ini hanya sebesar burung hantu, dan biasanya naga ini menempel di pundak dewa kegelapan saat keadaan normal" jelas wujud hitam itu,
"telur ini akan menetas ketika kekuatan kegelapan memasukinya" tambah wujud itu yang lalu memberikan telur itu kepada Draven, saat Draven memegang telur itu ,telur yang putih itu perlahan menjadi gelap kemudian retak sedikit demi sedikit dan tak lama telur itu pecah lalu seekor naga seukuran burung hantu terbang keluar dari telur itu.
"lihat itu, seekor naga yang imut!" teriak Luna melihat naga itu terbang di depan Draven
Wujud itu kembali memberikan penjelasan nya
"itu bernama Abyss Dragon yang bisa mengeluarkan api hitam dan kekuatan berkembang sesuai dengan perkembangan anda sebagai tuan pemilik nya" jelas wujud itu kepada Draven
"ini adalah harta terakhir yang di percayakan dewa kegelapan kepada penerusnya, seekor hewan peliharaan yang akan mendampingi anda dan para kru anda..dengan anda memberikan kekuatan kegelapan padanya, tekadmu akan ada di dalam tekad naga itu juga" jelas wujud hitam tersebut.
"seekor naga.." ujar si kurus yang terlihat kagum melihat naga itu yang terbang lalu menempel di pundak Draven.
Wujud hitam itu lalu terbang sesaat
"saya sudah memberikan seluruh harta tersembunyi milik dewa kegelapan,tugas saya di dunia ini pun berakhir.. selebihnya saya juga sang dewa kegelapan mempercayakan seluruh dunia ini kepada anda dan para kru anda" jelas wujud itu.
Para kru bajak laut Aether pun melihat ke arah wujud hitam itu yang perlahan memudar,
"dunia ini kacau..sebuah kekuatan yang tidak seharusnya berada di puncak..dewa kegelapan berharap seluruh yang dia wariskan kepada kalian bisa mengubah dunia ini.." tutup wujud hitam itu yang perlahan memudar menghilang dari hadapan para kru Aether.
Axel melihat pedang barunya pedang kegelapan yang dipegangnya di tangan kanan dan pedang Muramasa miliknya ditangan kiri, Zorana mengaktifkan mata kanan dewa kematiannya, Elara memancarkan aura kuning di tubuhnya efek dari buah keseimbangan, Luna melihat kompas kuno di tangan kanan nya yang bergerak dan peta di tangan kirinya..Draven berdiri menatap tempat dimana wujud hitam itu hilang, kini penampilan nya berbeda..ditangannya sebuah buku catatan dari dewa kegelapan yang menuliskan kebenaran dari dunia ,lalu mata kiri Draven sekarang terlihat mata dewa kegelapan dan di pundak nya ada seekor naga yang sedang duduk santai.
Draven lalu berbalik menghadap seluruh kru
"ini adalah permulaan bagi kita.. kekuatan baru yang pastinya akan membuat perjalanan kita akan semakin luas, kebenaran yang kita tahu dan tujuan untuk meluruskan dunia ini ke arah yang seharusnya" jelas Draven dengan ambisi baru
Zorana mengangguk
"tentu..kita tahu seluruh kebenaran dan kita harus memberitahu dunia tentang kebenaran itu" tambah Zorana
"juga dunia perlu tahu dunia ini begitu sangat luas.." sambung Luna.
Lalu para kru bajak laut Aether keluar dari kuil itu menuju ke kapal besar mereka, Draven berhenti di depan kapal mereka
"mulai hari ini kapal ini memiliki nama, Black Pearl" jelas Draven
Hiden tertawa
"ohh..nama yang bagus,Black Pearl aku menyukainya" ujar Hiden sambil tertawa setuju
"nama yang cocok untuk kekuatanmu.." tambah Ren
Luna melayang ke atas kapal
"baiklah Black Pearl.. mulai hari ini lautan yang akan kau lewati akan semakin ganas, jangan mengecewakan kami" teriak Luna
Melihat itu Zorana tertawa kecil
"semoga Black Pearl mendengar ucapan mu , Luna" kata Zorana
Axel naik ke kapal tanpa berbicara, tangannya masih memegang pedang kegelapan barunya
Sementara Elara naik bersama dengan 3 kru pembantu si kecil,si kurus dan si besar yang membawa tumbuhan dan buah-buahan dari pulau tersebut.
Draven menjadi orang terakhir yang menaiki Black Pearl.
"Grand Line menunggu kita, saat nya kita memberitahu dunia .." ujar Draven.
"jalankan kapal Hiden, aku tidak sabar!!" teriak Luna bersemangat
Hiden lalu menjalankan kapalnya
"menuju Grand Line!!" teriak Hiden yang di ikuti sorakan para kru bajak laut Aether di kapal Black Pearl.
Sementara di Mariejois sebuah siluet memperlihatkan seorang berjubah hitam berada di suatu ruangan seorang diri,
"apa cuma perasaan ku saja, atau memang kekuatan kegelapan itu muncul lagi di dunia ini.." ucap siluet gelap seorang berjubah hitam tersebut.
Sementara di sebuah pulau di New World, hal sama dirasakan oleh seseorang yang sedang berada diatas pohon besar.. sosok itu hanya terlihat memiliki tongkat yang memiliki kepala naga diatasnya yang di genggam ditangan nya dan dia berambut panjang putih
"seperti nya sang dewa sudah kembali bangkit dalam tubuh seseorang" gumam sosok yang membawa tongkat berkepala naga itu
semangat!