NovelToon NovelToon
JATUH CINTA SAMA ORANG YANG PALING NYEBELIN DI SEKOLAH

JATUH CINTA SAMA ORANG YANG PALING NYEBELIN DI SEKOLAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: silasepentin

Bagi Raina, sekolah adalah tempat untuk belajar dan mengukir prestasi, bukan untuk berurusan dengan makhluk ajaib bernama Devan Adhitama. Devan adalah definisi hidup dari kata "NYEBELIN". Dia berisik, pamer, sering melanggar aturan, dan entah kenapa, selalu punya cara untuk mengacaukan hari Raina yang tertata rapi.

Raina bersumpah akan menjaga jarak radius satu kilometer dari Devan. Namun, takdir berkata lain ketika mereka dipaksa bekerja sama dalam proyek besar sekolah yang mempertaruhkan reputasi mereka berdua. Di antara prank konyol Devan, hukuman bersama di perpustakaan, dan rahasia-rahasia keluarga yang perlahan terkuak, Raina mulai melihat sisi lain dari si raja nyebelin.

Apakah Raina bisa mempertahankan hatinya, atau justru dia akan melakukan hal paling konyol sedunia: Jatuh cinta sama cowok yang paling ingin dia tenggelamkan ke laut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon silasepentin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: CEMBURU? GAK MUNGKIN!

Sorak-sorai teman-teman sekelas meledak, menepuk-nepuk punggung Devan penuh kegembiraan. Namun, mata Devan hanya mencari satu orang.

Di ujung koridor, Raina berdiri sambil menyunggingkan senyum hangat yang paling tulus dari balik kacamata tebalnya.

Devan berjalan cepat menghampiri Raina,

mengabaikan sorakan teman-temannya. Ia berhenti tepat di depan Raina dengan binar mata yang penuh rasa syukurnya.

" delapan puluh lima, Na! Gua dapet delapan puluh lima!" seru Devan, suaranya sarat akan kebanggaan murni.

Aku lihat kok," jawab Raina pelan, mencoba menutupi rasa haru yang melingkupi dadanya. "Kerja keras kamu gak mengkhianati hasil, Devan."

"Ini semua gara-gara kamu," bisik Devan tulus, menatap mata Raina lekat-lekat. "Kalau bukan karena kamu yang gak menyerah sama gua, gua gak bakal pernah ada di titik ini."

Devan lalu merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan sebuah kotak hadiah kecil berhias pita merah. Ia menyerahkannya ke tangan Raina.

"Apa ini?" tanya Raina bingung.

"Buka aja," jawab Devan pelan.

Raina membuka kotak itu perlahan. Di dalamnya terbaring sebuah kacamata baru berbingkai tipis dan elegan—persis seperti model kacamatanya yang patah akibat hantaman bola basket Devan beberapa minggu lalu. Bedanya, di gagang sebelah dalam terukir inisial kecil: R & D.

"Kacamata kamu yang patah kemarin... gua ganti," ujar Devan sambil menggaruk lehernya yang memerah, tampak salah tingkah. "Gua pesen khusus sesuai resep minus kamu."

Raina menyentuh bingkai kacamata halus itu, matanya berkaca-kaca secara refleks. "Devan... ini bagus banget. Tapi kamu gak perlu—"

"Gua perlu," potong Devan lembut. Ia melangkah mendekat, meraih kacamata tebal cadangan yang sedang dipakai Raina, lalu melepasnya pelan-pelan.

Dengan jemarinya yang terampil dan hati-hati, Devan memasangkan kacamata baru tersebut ke wajah Raina. Pandangan Raina seketika menjadi sangat jernih. Dan hal pertama yang ia lihat secara jelas adalah wajah Devan yang tersenyum hangat tepat di depannya.

"Nah, sekarang Ratu Disiplin gua udah balik lagi," goda Devan pelan, suaranya sangat lembut. "Makasih ya, Raina. Buat semuanya."

Raina merapikan gagang kacamata barunya, merasakan hangat yang mengalir sampai ke ujung jarinya. "Sama-sama, Devan."

"Nanti malam selesai latihan kejurnas, ikut gua yuk?" tanya Devan mendadak.

"Ke mana?"

Devan tersenyum misterius, mengedipkan sebelah matanya dengan gaya jahil yang paling Raina rindukan. "Ada satu tempat. Janji ya, kamu harus mau?"

Raina menghela napas pasrah, namun bibirnya tak bisa menahan senyuman. "Iya, janji."

(Bersambung ke Bab 21)

BAB 21: JANJI DI BAWAH BINTANG

Langit malam Kota Semarang terlihat begitu jernih saat motor matic Devan membelah jalanan menanjak menuju kawasan Bukit Candi Simpang Lima dari arah jalan atas. Angin malam yang berhembus lumayan dingin membuat Raina refleks merapatkan jaketnya, kedua tangannya memegang erat pinggang Devan agar tidak kehilangan keseimbangan.

"Kita mau ke mana sih, Dev? Ini kan udah hampir jam delapan malam," teriak Raina pelan di balik helmnya, berusaha mengalahkan suara angin.

"Sebentar lagi sampai, Bu Wakil! Santai aja, gua kagak bakal nyulik kamu kok!" sahut Devan tertawa kecil dari depan.

Motor Devan akhirnya berhenti di sebuah bukit kecil yang menghadap langsung ke arah pemandangan gemerlap lampu kota (city light). Tempat itu sepi dan tenang, hanya ada beberapa lampu taman temaram dan bangku kayu panjang yang menghadap ke jurang landai.

Raina turun dari motor, melepas helmnya, dan melangkah perlahan menuju tepi pembatas bukit. Matanya berbinar menatap hamparan lampu kota yang berpendar seperti lautan bintang di bawah sana. Kacamata barunya membuat setiap detail kilau lampu terlihat sangat jernih dan indah.

"Bagus kan tempatnya?" Devan berjalan menyusul, membawa dua kaleng cokelat hangat yang baru dibelinya dari penjual keliling di dekat parkiran. Ia menyerahkan satu kaleng ke tangan Raina.

1
sila
novel goot
sila
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!