NovelToon NovelToon
Cinta Terlarang Sang Ibu Tiri

Cinta Terlarang Sang Ibu Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:802
Nilai: 5
Nama Author: Tusya Ryma

Setelah kehilangan ayah dan melihat ibunya terbaring koma, Karissa justru dikhianati oleh Louis, kekasihnya sendiri, yang berselingkuh dengan sahabatnya.

Dalam amarah dan rasa kecewa, Karissa mengambil keputusan nekat—menikahi ayah Louis.

Kini Karissa bukan lagi kekasih Louis, melainkan ibu tirinya.

Namun tinggal serumah dengan pria yang pernah dicintainya ternyata jauh lebih sulit dari yang ia bayangkan. Louis membencinya, tetapi di saat yang sama, ia juga tidak rela kehilangan Karissa.

Karissa ingin membalas dendam. Tapi tanpa sadar, ia justru terjebak dalam permainan cinta yang ia mulai sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tusya Ryma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 Lupakan Saja

"Kariss!" Narendra mulai mencubit dagu lancip wanita itu. "Kenapa sekarang kau berubah menjadi wanita yang pandai berbohong?"

Karissa merasakan dagunya sakit karena dicubit. Ia meringis.

"Berbohong apa?" Ia tidak mengerti.

"Hah, masih saja berpura-pura bodoh!" Louis mendekati wajahnya.

 Ia berbicara dengan hembusan napas yang menyentuh wajah wanita di depannya.

"Tiga bulan yang lalu ... satu hari sebelum kita putus ... kenapa tidak bilang kalau orang tuamu mengalami kecelakaan?"

Louis sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi dari Davi dan Mona. Itulah alasan, mengapa saat ini Davi dan Mona bersedia membantu Louis untuk bertemu dengan Karissa.

"Apa begitu sulit bagimu untuk berkata terus terang kepadaku tentang keadaanmu saat itu?" tanyanya lagi, masih dengan nada menyalahkan.

"Louis!" Karissa mendongak, menatap pria itu dengan sorot mata penuh kebencian. "Di saat ayahku meninggal, dan ibuku koma di rumah sakit, apa aku menghindarimu?"

"Tidak!" Karissa menjawabnya sendiri. "Aku sama sekali tidak menghindarimu!"

"Tapi kau ...." Ia menunjuk dada pria itu. "Kau yang tidak bisa kuhubungi! Kau tidak ada di saat aku terpuruk dan sedih!"

Karissa memalingkan muka. Menyeka sudut matanya yang sudah basah.

 "Hari itu ... kau malah pergi ke hotel bersama Marine! Kau tidak peduli kalau aku sangat membutuhkanmu!"

Ia masih ingat dengan jelas, bagaimana sakitnya saat tahu kalau mereka pergi ke hotel di saat dirinya butuh dukungan dan semangat dari Louis. Pria itu malah bersenang-senang bersama sahabatnya sendiri. Itulah yang tidak bisa dimaafkan.

Karissa menepis tangan yang masih menyentuh dagunya hingga tangan itu terlepas. Ia mundur dua langkah untuk menghindar.

"Jadi ... di sini, siapa yang salah, hah? Aku atau kau?"

"Tahu dari mana kalau saat itu aku pergi ke hotel bersama Marine?"

Sampai detik ini, Louis tidak punya jawaban atas pertanyaannya itu.

'Siapa yang memberitahu Kariss kalau aku dan Marine pergi ke hotel? Bahkan, ada foto kami di ponselnya?'

Karena faktanya, saat itu, Louis pergi ke Ratu Hotel hanya untuk mengecek sesuatu atas perintah ayahnya. Bukan untuk membuka kamar bersama Marine. Saat itu Marine yang memaksa untuk ikut menemaninya, Louis tidak bisa menolak.

"Apa Marine yang memberitahumu?" tanya Louis dengan penuh rasa curiga. "Apa benar dia?"

"Jawab aku Kariss!"

Karissa terdiam. Ia enggan untuk menjawab pertanyaan itu. Karena, semuanya sudah tidak penting lagi sekarang.

"Lupakan saja!" ucap Karissa tidak perduli.

"Siapapun yang memberitahuku, benar atau tidaknya kau dan Marine tidur bersama di kamar hotel, sekarang semua itu sudah tidak ada gunanya lagi! Toh sekarang kita sudah putus, aku pun sudah menikah dengan ayahmu. Jadi, semua itu tidak penting lagi!"

"Karissa!" sergah Louis dengan tangan yang terkepal erat.

Amarahnya kembali muncul saat mendengar ucapan wanita itu tentang dia yang sudah menikah dengan ayahnya.

"Kau sungguh keterlaluan!"

"Kau menikah dengan ayahku karena uang, kan?" tuduhnya dengan kejam. "Ayahku kaya, makanya kau mau menikah dengannya!"

"Kalau hanya itu, aku juga mampu!" Louis mendorong wanita itu sampa terjatuh di atas sofa. Ia menunduk, menekan Karissa dengan naik ke atasnya.

"Kau bisa datang kepadaku, memohon untuk kunikahi," ejek Louis dengan jari tangan yang mulai nakal menyentuh lehernya, lalu turun ke bawah.

"Hanya butuh uang yang sangat banyak untuk biaya perawatan ibumu di rumah sakit, kan? Aku mampu membiayai perawatan ibumu berapapun angkanya!"

Plak!

Tiba-tiba satu tamparan melayang di wajah tampan itu. Karissa sungguh berani menamparnya dengan sekuat tenaga.

"Apa kau pikir ... aku wanita seperti itu? Rela menjual tubuhku sendiri hanya demi membiayai ibuku di rumah sakit?"

 Karissa menggertakkan gigi. Tidak terima dengan semua tuduhan yang dilontarkan Louis kepadanya.

"Aku menikahi ayahmu, karena aku menyukainya! Dia pria gagah dan tampan!Walau usianya sudah menginjak empat puluh delapan tahun, tapi dia masih mempesona. Bahkan ... dia lebih tampan darimu!" ucapnya sangat tegas.

"Dan lagi ... dia lebih kuat di atas ranjang daripada kau!"

"A-apa?"

'Apa dia sudah gila?'

 Louis sudah sangat emosi, bukan hanya karena sebuah tamparan yang mendarat di wajahnya, tapi juga karena hinaan dari wanita itu.

Semua pria paling benci dibanding-bandingkan masalah keperkasaan. Begitu pun dengan Louis.

Wajahnya terlihat sangat buruk.

"Sekarang ... menyingkirlah dari tubuhku!" perintah Karissa dengan kedua tangan mendorong dada di depannya.

"Menyingkir?" ulang Louis dengan sorot mata berapi-api. "Aku tidak akan menyingkir sebelum kau memuji kehebatanku di atas ranjang, melebihi ayahku!"

"Apa yang akan kau lakukan?" Karissa menyilangkan kedua tangan di dada. Menyadari adanya bahaya dari sorot mata pria di depannya.

Detik berikutnya, Louis merobek semua pakaian Karissa. Dari mulai pakaian luar hingga pakaian dalam, lalu melemparnya ke lantai. Ia menghiraukan teriakan dan perlawanan dari wanita di bawahnya. Louis sungguh ingin membuktikan ... betapa hebat dirinya di atas ranjang melebihi ayahnya.

"Apa kau suka ini, Sayang?" bisik Louis dengan pinggul yang terus bergoyang.

"Kau brengsek!" maki Karissa.

Louis semakin mempercepat tempo permainannya. "Bagaimana dengan ini? Lebih kuat mana ... ayahku atau aku?"

Karissa hampir tidak bisa menjawab, ia mulai terbuai dengan permainan gila Louis.

Tidak ingin membuat pria itu merasa menang, sekuat tenaga ia bersuara, "Ma-masih ... he-hebat ... ayah—"

Sebelum Karissa menyelesaikan ucapannya, Louis mengeluarkan semua kemampuannya. Ia mengeluarkan jurus-jurus yang mampu membuat wanita tak berkutik.

***

Pagi hari, di sebuah kamar apartemen yang sederhana, Mona terbangun dari tidurnya. Ia berkeringat dingin, menyadari dirinya semalam mabuk hingga melupakan Karissa yang masih di ruangan itu bersama Louis.

"Aishhh, bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan sekarang?"

Mona menjambak rambutnya sendiri. Merasa bodoh telah melupakan sahabatnya.

Ia segera mengambil ponsel lalu mencari nomor Davi dan segera menghubunginya.

Tidak lama, sambungan telepon terhubung. Ia segera berkata tanpa basa-basi, "Davi, sekarang kau di mana? Cepat jemput Kariss di klub Nightfly. Semalam, kita lupa membuka kunci ruangannya. Mungkin mereka masih terkurung di sana!"

"Astaga!" Davi yang juga baru bangun, sama terkejutnya dengan Mona. "Tunggu! Aku coba tanyakan dulu pada Louis. Siapa tau dia sudah meminta seseorang orang membuka pintu ruangannya!"

"Oh ... baiklah! Nanti kalau sudah ada kabar, jangan lupa untuk memberitahuku!"

"Oke!" Davi segera menutup sambungan teleponnya.

***

Di rumah besar keluarga Puringga, Louis keluar dari dalam mobilnya dengan penampilan yang semerawut. Kemeja putihnya dibiarkan keluar dengan ujung pakaian yang sudah kusut, bahkan rambutnya pun tidak serapi biasanya.

Sebelum pintu mobil ditutup, pria itu menatap wanita yang duduk di kursi belakang. Lalu berkata, "Tunggu sebentar! Aku lihat dulu ke dalam rumah, Ayah sudah berangkat atau belum!"

Karissa yang saat ini mengenakan jas milik Louis, hanya mengangguk sambil terus memegang erat jas bagian depan. Kaki putihnya, nyaris tidak tertutupi. Ia tidak berani turun dari dalam mobil dengan penampilannya yang seperti ini. Kalau ada orang rumah yang melihat, itu sungguh memalukan.

Louis segera menutup pintu mobil, berjalan ke dalam rumah dengan langkah cepat.

1
Bu Kus
lanjut LG thro makasih
Bu Kus
penuh teka teki siapa dalang di balik itu semua jadi penasanaran
Bu Kus
seru banget kayanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!