NovelToon NovelToon
SISTEM OF HER HEART

SISTEM OF HER HEART

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Sistem / Cintapertama
Popularitas:927
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

Satu sengatan listrik tak membunuh Tera, melainkan menanamkan sistem kecerdasan buatan (AI) di otaknya. Berbekal keajaiban ini, ia menyusup ke Vanguard Corp sebagai asisten eksklusif dan menaklukkan Sakti, CEO tampan yang sedingin es. Namun, mampukah Tera terus menyembunyikan rahasia di kepalanya saat sang miliarder mulai jatuh cinta pada "kecerdasannya"?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9: Munculnya Sang Mantan

​Kehadiran pria berkemeja kusut di depan pintu gerbang utama gedung membuat seluruh pergerakan kakiku terhenti seketika.

​Matahari sudah lama tenggelam. Lampu-lampu jalan di kawasan distrik bisnis mulai menyala, menyoroti siluet pria yang sedang menyandarkan tubuhnya ke salah satu pilar beton Vanguard Corp.

​Pria itu merokok dengan gaya berantakan. Rambutnya sedikit gondrong dan tidak tersisir rapi. Kemeja flanelnya dibiarkan terbuka, memperlihatkan kaus kusam di bagian dalam.

​Ia mengangkat wajahnya saat melihatku keluar dari pintu putar elektronik. Senyum miring yang sangat memuakkan langsung terbentuk di wajahnya. Ia membuang puntung rokoknya ke tanah dan menginjaknya kasar.

​Leo.

​Mantan kekasihku yang paling toksik dan beracun, yang telah merusak sebagian besar kehidupan mentalku selama dua tahun terakhir.

​"Wah, wah... lihat siapa yang sekarang sudah berubah menjadi wanita eksekutif berkelas," sapa Leo dengan nada mengejek. Suaranya sedikit serak, kemungkinan besar akibat efek alkohol murah yang biasa ia konsumsi.

​Aku memutar bola mataku malas. Kelelahan fisik akibat menyusun laporan berjam-jam membuat toleransiku terhadap omong kosong menjadi nol.

​Aku melangkah lurus melewatinya, berpura-pura tidak melihat keberadaannya sama sekali.

​"Hei!" Leo menyentak kasar pergelangan tanganku, memaksaku berhenti.

​Aku segera menepis tangannya dengan kuat. Tatapanku berubah menjadi tajam dan dingin. "Jangan berani-berani menyentuhku. Apa yang kau inginkan, Leo?"

​Leo tertawa kecil, memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana jinsnya. Ia menatapku dari ujung kaki hingga ke ujung kepala dengan pandangan menilai yang menjijikkan.

​"Aku dengar dari teman-teman lama kita... kau sekarang bekerja di sini. Di Vanguard Corp," ujar Leo pelan. "Sebagai asisten pribadi sang CEO muda yang kaya raya itu, benar kan?"

​Ia maju satu langkah. Bau asam tembakau dan keringat menguar dari tubuhnya.

​"Gajimu pasti puluhan juta sekarang. Dan aku dengar, bosmu itu sedang membiayai pengobatan ibumu di rumah sakit mewah." Leo menyeringai licik. "Kau sepertinya melupakan siapa yang selalu menemanimu di masa-masa sulit dulu, Ter."

​Aku mendengus keras.

​Menemaniku? Pria ini tidak pernah melakukan apa pun selain menguras seluruh sisa gajiku sebagai staf administrasi dulu.

​"Katakan apa maumu, lalu pergi dari sini sebelum aku memanggil tim keamanan," balasku tanpa emosi.

​"Aku butuh uang," ucap Leo tanpa ragu. Wajahnya berubah mengeras. "Lima puluh juta. Itu uang kecil untuk orang sepertimu sekarang. Berikan padaku, dan aku berjanji tidak akan mengganggu hidup barumu."

​Ia mencondongkan tubuhnya ke depan, menggunakan postur intimidasi fisik yang selalu ia gunakan untuk menakutiku di masa lalu.

​"Kalau kau tidak mau bayar... aku bisa saja membuat keributan di lobi gedung ini setiap hari. Aku akan berteriak pada semua teman kantormu bahwa kau menjual diri pada CEO demi biaya rumah sakit."

​❖ ── ✦ ── 『✙』 ── ✦ ── ❖

​Dulu, ancaman seperti itu akan membuatku gemetar ketakutan. Aku akan menangis, memohon, dan menyerahkan uang tabunganku agar ia pergi.

​Namun, aku yang sekarang bukanlah Tera yang dulu. Otakku kini terhubung dengan pangkalan data tanpa batas.

​Aku tidak merasa gentar sedikit pun. Justru, sebuah senyum dingin terukir di wajahku.

​[Mengaktifkan Pemindaian Profil. Subjek: Leo.]

​[Mencocokkan Data Memori Inang dengan Catatan Digital Subjek.]

​Rentetan teks hijau menyala langsung membanjiri pandanganku. Seluruh rekam jejak pria di hadapanku ini dibongkar tanpa ampun oleh sistem A.U.R.A.

​"Membuat keributan?" tanyaku dengan volume suara yang sengaja kunaikkan agar terdengar oleh beberapa karyawan dan petugas keamanan yang mulai memperhatikan kami.

​Aku melangkah maju, membalikkan intimidasi yang ia lakukan.

​"Silakan, Leo. Berteriaklah sesukamu. Tapi sebelum kau melakukannya, mari kita bahas tentang sejarah 'kebersamaan' kita di masa-masa sulit."

​Aku menatap lurus ke matanya, membaca data melayang di sebelah wajahnya.

​"Pada bulan Maret tahun lalu, kau mengambil sisa gajiku sebesar dua juta rupiah dengan alasan membayar biaya perbaikan bengkel motormu." Aku menyebutkan nominal itu dengan presisi mutlak. "Padahal, kau menggunakan uang itu untuk menyewa kamar hotel dengan seorang wanita bernama Rika di daerah selatan."

​Leo terbelalak kaget. Rahangnya jatuh.

​"Pada bulan Agustus, kau memaksaku meminjam uang ke pinjaman online sebesar lima juta rupiah atas namaku," lanjutku tanpa ampun, suaraku menggelegar membelah udara malam. "Kau bilang itu untuk modal usaha kafe yang nyatanya tidak pernah ada. Kau menghabiskannya di meja judi online dalam waktu kurang dari empat jam."

​"Tutup mulutmu, Tera!" bentak Leo panik. Matanya melirik ke sekeliling. Beberapa karyawan Vanguard Corp kini berdiri diam menonton keributan kami.

​Aku tidak berhenti. Sistem terus menyuplai fakta-fakta memuakkan tentangnya.

​[Data Memori Tambahan: Penipuan uang kos. Manipulasi emosional. Perselingkuhan ganda.]

​"Dan sekarang kau berani datang kemari, memeras uang dariku dengan ancaman reputasi?" Aku mendengus sinis. "Kau pikir aku peduli dengan reputasiku di depan lintah darat berwujud manusia sepertimu?"

​Aku menunjuk tepat di depan dada Leo, menekan telunjukku kuat-kuat ke kemeja kusutnya.

​"Satu langkah lagi kau berani menginjak area gedung ini, aku akan langsung menyerahkan seluruh bukti mutasi bank, percakapan palsumu, dan riwayat penipuan pinjaman onlinemu ke kepolisian."

​Mataku menatapnya dengan kekejaman es.

​"Kau bukan ancaman bagiku, Leo. Kau hanya sampah masa lalu yang lupa cara membusuk di tempatnya."

​❖ ── ✦ ── 『✙』 ── ✦ ── ❖

​Keheningan yang mencekam meliputi area gerbang utama gedung.

​Leo membeku di tempat. Wajahnya sepucat kertas putih. Mulutnya membuka dan menutup tanpa bisa mengeluarkan suara. Ia tidak menyangka wanita yang selalu tunduk padanya kini mampu menguliti seluruh dosa masa lalunya dengan logika dan ketegasan mental yang luar biasa.

​Pria itu mundur selangkah dengan lutut gemetar. Seluruh nyali dan keberanian palsunya hancur berkeping-keping.

​Tanpa berani menatap wajahku lagi, Leo berbalik dan melangkah terburu-buru menjauh dari gedung. Langkahnya sedikit terseret, terlihat menyedihkan saat ia menghilang ditelan gelapnya jalanan malam.

​Aku menarik napas panjang, menetralkan ritme jantungku. Aku berhasil mengatasinya sendiri tanpa harus menangis sedikit pun.

​[Tingkat Stres Inang Menurun. Resolusi Konflik: Berhasil.]

​Aku merapikan kerah kemejaku dan memutar tubuh untuk berjalan menuju trotoar jalan raya.

​Namun, langkahku kembali terhenti.

​Dari balik area lobi, perlahan meluncur sebuah mobil sedan hitam mewah yang sangat kukenal. Kaca jendela penumpang di bagian belakang perlahan bergerak turun.

​Di balik kaca gelap itu, Sakti duduk dalam diam. Khan memegang setir kemudi di kursi depan.

​Mata elang Sakti yang tajam dari balik kacamata peraknya menatap lurus ke arahku. Tidak ada yang tahu sudah berapa lama mobil itu berada di sana, namun dari tatapan Sakti yang memancarkan kekaguman gelap, aku tahu pria itu menyaksikan seluruh konfrontasi tadi dari awal hingga akhir.

1
Lilik Sunaryo
TERA OH TERA
TERA itu ......

T = Tidak semudah membalikkan telapak
tangan
E = Emang aku harus bekerja keras
R = Retasan perusahaan sudah aman
A = Apakah Ajkaro akan memecatku Sakti?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!