Muzan Kibutsi, seorang remaja dari Bumi, meninggal akibat kecelakaan dan bereinkarnasi ke dunia One Piece beberapa bulan sebelum perjalanan Luffy dimulai. Sebagai orang biasa tanpa kekuatan apa pun, ia memperoleh Puppet System, sebuah sistem yang memungkinkannya melakukan gacha menggunakan Belly untuk mendapatkan boneka karakter dari berbagai dunia anime.
Setiap boneka memiliki penampilan, kemampuan, dan gaya bertarung seperti karakter aslinya, tetapi sepenuhnya dikendalikan oleh Muzan dan setia tanpa syarat.
Dengan mengumpulkan Belly, membangun koleksi boneka, dan bergerak dari balik bayang-bayang, Muzan perlahan mengukir namanya di lautan. Sementara sejarah One Piece terus berjalan, seorang dalang misterius mulai memainkan perannya di balik panggung, siap mengubah keseimbangan dunia dengan pasukan boneka dari berbagai dimensi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RabilMuhammadTahir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17: Runtuhnya Kerajaan Hiu dan Deklarasi Erebus
Di dalam kompleks Arlong Park yang megah namun kini berubah menjadi lautan keputusasaan, api hitam legam Amaterasu terus menjilat tubuh Arlong si Manusia Ikan Hiu. Jeritan kesakitan Arlong yang tadinya menggelegar kini melemah menjadi rintihan tertahan. Sisik-sisik hiunya yang keras leleh, berubah menjadi abu yang beterbangan ditiup angin laut.
Kuroobi dan Chew, dua perwira manusia ikan yang terkenal kejam dan tak kenal takut di seluruh East Blue, kini berlutut di atas tanah dengan kaki gemetar hebat. Mereka tidak berani bergerak satu inci pun. Di hadapan kekuatan magis yang tidak memerlukan kontak fisik untuk membunuh—kekuatan yang dapat memanggil api abadi dan menjatuhkan musuh hanya dengan tatapan mata—harga diri ras manusia ikan hancur berkeping-keping.
Di gerbang utama yang hancur lebur, Uchiha Itachi berdiri dengan tenang. Matanya yang dihiasi pola Mangekyou Sharingan berkedip pelan. Tidak ada setetes keringat pun di wajahnya, dan jubah hitam berornamen awan merah miliknya tetap bersih tanpa noda debu.
Di luar kompleks, tersembunyi di balik bayang-bayang tebing karang pantai, Muzan Kibutsi mengawasi semuanya dengan pandangan datar yang memancarkan kepuasan absolut.
"Arlong," gumam Muzan pelan pada dirinya sendiri, merasakan kekuatan fisik barunya yang mengalir tenang di dalam pembuluh darahnya. "Kau menghabiskan delapan tahun untuk menyiksa penduduk Desa Cocoyasi, meyakini bahwa rasmu adalah yang paling superior di lautan ini. Tapi di hadapan kekuatan sejati, kau tidak lebih dari sekadar serangga yang terbakar di atas meja eksperimen."
Tiba-tiba, telinga Muzan yang kini memiliki sensitivitas indera setara petarung elit menangkap suara deburan ombak yang tidak biasa, disusul oleh suara derit kayu perahu kecil yang mendekati pantai Conomi.
Muzan menolehkan kepalanya ke arah teluk tersembunyi di sebelah barat.
Melalui penglihatan malamnya yang tajam, ia melihat sebuah perahu kecil berlayar mendekat. Di atas perahu itu, berdiri seorang pemuda berambut hijau dengan perban yang melilit rapat di sekujur dadanya—Roronoa Zoro. Di belakangnya, berdiri Monkey D. Luffy yang mengenakan topi jeraminya, ditemani oleh Sanji sang koki dan Usopp yang memegang palu.
Kelompok Topi Jerami, batin Muzan menyipitkan mata. Mereka menyusul Nami ke pulau ini. Alur cerita canon tetap berjalan, meski dengan kecepatan yang sedikit bergeser karena intervensiku di Desa Syrup.
Muzan tidak berniat menemui mereka sekarang. Peran faksi Erebus di tempat ini bukanlah sebagai sekutu atau musuh terbuka bagi Luffy, melainkan sebagai bayangan yang mendahului setiap langkah mereka, merampas panggung dan sumber daya sebelum sang tokoh utama sempat menyadarinya.
"Itachi," printah Muzan melalui telepati internal. "Selesaikan sisanya. Ambil semua peta navigasi dan harta karun di ruang utama, lalu musnahkan tempat ini. Jangan biarkan ada saksi mata dari kalangan manusia ikan yang tersisa untuk menyebar berita."
"Baik, Tuan," jawab Itachi dalam benaknya.
Di dalam Arlong Park, Itachi melangkah melewati tubuh Arlong yang kini hampir sepenuhnya menjadi abu hitam. Ia berjalan menembus pintu utama gedung administrasi, mengabaikan Kuroobi dan Chew yang menangis ketakutan di halaman.
Itachi melangkah ke ruang peta—tempat di mana Nami selama ini dipaksa menggambar peta untuk Arlong selama bertahun-tahun. Dengan satu lambaian tangan, ia mengumpulkan seluruh peta navigasi dunia dan tumpukan peti berisi harta rampokan, menyimpannya ke dalam gulungan penyegelan khusus.
Kemudian, Itachi membalikkan badan dan berjalan keluar menuju halaman tengah.
Ia mengangkat tangan kanannya. Di sekeliling kompleks Arlong Park, kobaran api hitam Amaterasu yang tadinya hanya membakar Arlong mulai merambat dengan cepat, menyambar dinding batu, pilar-pilar oriental, dan bangunan megah tersebut. Api hitam itu melahap seluruh struktur bangunan tanpa ampun, mengubah istana kebanggaan manusia ikan itu menjadi lautan api yang menyala terang di kegelapan malam.
Kuroobi dan Chew berlari terbirit-birit menyelamatkan diri keluar dari gerbang yang hancur, melarikan diri ke dalam hutan tanpa berani menoleh ke belakang lagi.
Itachi berjalan keluar dari gerbang yang terbakar itu, menghampiri posisi Muzan di balik tebing karang.
Di saat yang sama, perahu kelompok Topi Jerami baru saja mendarat di pantai terdekat. Luffy dan yang lainnya melompat turun dari perahu, terkejut luar biasa ketika melihat kepulan asap hitam membubung tinggi ke langit malam dari arah Arlong Park, diiringi suara bangunan yang runtuh.
"A-Apa yang terjadi di sana?!" teriak Usopp panik. "Apakah gunung berapi meletus?!"
Nami, yang baru saja tiba di pulaunya sendiri, berlari mendaki bukit dengan napas tersengal-sengal, matanya membelalak melihat istana Arlong Park—tempat di mana ia menderita selama delapan tahun—kini sedang dilalap oleh api hitam yang mengerikan dan meruntuhkan seluruh bangunannya hingga rata dengan tanah.
Di atas tebing karang, terselubung oleh gulita malam, Muzan Kibutsi berbalik meninggalkan pantai bersama Uchiha Itachi yang kembali melarut dalam partikel cahaya Puppet Storage.
Saldo Belly di panel sistem Muzan berkedip lembut, bertambah dengan perolehan harta karun dari ruang penyimpanan Arlong Park, menaikkan total kekayaannya ke angka 45.369.850 Belly.
"Arlong Park telah runtuh," gumam Muzan dingin, berjalan menuju perahu layarnya sendiri. "East Blue telah kita taklukkan. Saatnya melangkah melampaui batas lautan ini, menuju Grand Line."