NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:75.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Saka mengalami kecelakaan tragis. Mobilnya menabrak pembatas jembatan lalu terjun bebas ke sungai dan meledak.

Ajaibnya Saka masih hidup. Namun saat membuka mata, dia terbangun di tubuh orang lain. Saka hidup dalam tubuh Aryan, pria yang mengalami kecelakaan di hari yang sama dengannya.

Setelah selamat dari kecelakaan tragis, hidup Saka berubah seratus delapan puluh derajat. Bukan saja harus menjalani kehidupan orang lain, matanya juga bisa melihat kilatan masa depan.

Saka bisa melihat kejadian buruk di masa depan. Kejadian yang memaksanya ikut campur dalam takdir seseorang. Dan membuka tabir rahasia tentang kematiannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecurigaan

“Kenapa kamu cerewet sekali? Lebih baik kamu pergi sekarang,” usir Saka sambil mendorong Fredy pergi.

Fredy kembali menoleh ke arah Saka yang dikenalnya sebagai Aryan. Sikap pria itu mengingatkannya kepada Saka.

Gaya bicara dan sikap Aryan benar-benar mirip dengan Saka.

Fredy segera masuk ke mobilnya. Bani ikut masuk ke mobil Fredy. Pria itu duduk di belakang bersama asisten Wisnu tersebut. Tak lama kemudian, mobil itu bergerak disusul dua buah van yang sedari tadi mengawal.

Setelah mobil yang ditumpangi Fredy dan rombongannya bergerak, dua kendaraan yang ditumpangi Firlan dan anak buahnya ikut bergerak.

Sesuai permintaan Saka, Firlan meminta empat anak buahnya mengikuti Fredy. Firlan juga mengikuti dari belakang bersama Saka.

Iringan kendaraan mulai bergerak meninggalkan safe house. Jalanan menuju Jayakarsa terbilang aman karena hari sudah malam.

Saat iringan kendaraan memasuki jalan tol penghubung Kerthabumi dan Jayakarsa, dua buah mobil menyalip dan menghentikan mereka.

Dari dalam mobil keluar sepuluh orang bertubuh kekar. Beberapa dari mereka membawa alat pukul lalu mendekati mobil yang ditumpangi Fredy.

Penumpang dua buah van yang sedari mengawal ikut keluar. Tanpa dapat dicegah, perkelahian terjadi.

Bani yang berada di dalam mobil tampak ketakutan. Dia semakin bertambah tegang saat satu buah mobil kembali mendekat.

Dari dalamnya keluar lagi lima orang bertubuh kekar. Mereka langsun menuju mobil yang ditumpangi Fredy.

Mau tidak mau, Fredy memilih keluar. Pria itu terpaksa ikut bertarung.

Salah seorang pria bertubuh kekar menarik Bani keluar dari mobil. Bani berusaha memberontak sebisa mungkin.

Di saat genting, Firlan beserta anak buahnya muncul. Mereka langsung membantu anak buah Fredy yang mulai terdesak. Saka segera turun dari mobil lalu berlari mendekati Bani.

Pria yang berhasil mendapatkan Bani mencengkeram kerah kemejanya. Dia kemudian berbisik pelan ke telinga Bani. “Akui semua kesalahanmu kalau kamu mau selamat. Jika tidak, Pak Baskara akan menemukan keluargamu bagaimanapun caranya.”

Belum sempat Bani menjawab, Saka datang dan membantunya. Sebuah tendangan dilayangkan pria itu hingga terjungkal. Saka kembali memberikan tendangan. Tubuh pria itu terpental dan menabrak mobil di belakangnya.

Sadar kalau situasi tidak menguntungkan mereka, secepatnya orang suruhan Baskara itu pergi.

“Kalian tidak apa-apa?” tanya Firlan.

“Ya, terima kasih atas bantuan kalian,” ujar Fredy.

Tanpa membuang waktu, Fredy memerintahkan semua anak buahnya kembali bergerak. Firlan beserta anggota timnya kembali mengikuti dari belakang agar hal serupa tidak kembali terulang.

Begitu perjalanan berlanjut, Bani lebih banyak diam. Dia teringat ucapan pria tadi kepadanya. Hatinya mulai tak tenang.

Jika dia mengakui penggelapan pajak itu sebagai perbuatannya, maka dia akan mendekam di penjara. Namun jika dia menolak, anak dan istrinya berada dalam bahaya.

Tak terasa perjalanan mereka berakhir ketika mobil yang ditumpangi Bani berbelok memasuki pekarangan rumah Wisnu.

Firlan menghentikan mobil di depan rumah Wisnu. Dari dalam mobil, Saka terus memandangi bangunan yang dulu menjadi tempat tinggalnya tanpa berkedip.

Ada kerinduan yang dirasakan Saka. Inginnya dia masuk dan menemui semua orang yang disayanginya. Namun sebisa mungkin Saka menahan diri.

Apa yang terjadi pada Saka tidak luput dari perhatian Firlan.

“Kita kembali sekarang, atau kamu mau masuk?” tanya Firlan.

Pertanyaan Firlan menyadarkan Saka. “Langsung pulang aja. Udah malam juga.”

Firlan kembali menjalankan kendaraannya. Mata Saka terus tertuju pada rumah mewah tersebut.

Sementara itu, kedatangan Fredy mengejutkan Novia. Apalagi asisten suaminya itu datang bersama Bani, pria yang sudah menimbulkan kekacauan dan menyebabkan anak sulungnya harus menjalani pemeriksaan di kantor kejaksaan.

Novia segera memanggil suaminya yang sedang beristirahat di kamar. Sama seperti istrinya, Wisnu juga terkejut. Tidak disangka Fredy bisa menemukan Bani.

“Di mana kamu menemukannya, Fredy?” tanya Wisnu.

“Dia bersembunyi di Kerthabumi.”

Wisnu langsung melihat Bani. Pria itu tidak berani menatap Wisnu. Dia sadar sudah mengkhianati kepercayaan pria itu kepadanya.

Bani termasuk karyawan yang diangkat Wisnu secara langsung. Bani sempat mendapat beasiswa dari Adiguna Grup untuk menyelesaikan kuliah S2.

“Kenapa kamu melakukan itu, Bani?” tanya Wisnu.

“Maafkan saya, Pak. Saya terpaksa,” jawab Bani dengan kepala tertunduk.

“Apa semua yang kamu dapatkan dari perusahaan masih kurang? Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi semua karyawan, termasuk dirimu. Tapi apa balasanmu?!”

Emosi Wisnu mulai naik hingga pria itu terbatuk. Novia mengusap punggung suaminya, berusaha menenangkan pria itu.

“Besok saya dan Pak Herbert akan ke kantor kejaksaan. Saya sudah mengamankan bukti yang bisa membebaskan Pak Indra.”

“Serahkan juga Bani ke kantor polisi sekarang juga!” tegas Wisnu.

Fredy hanya mengangguk. Sementara Bani sudah pasrah kalau dia harus di penjara, yang penting anak dan istrinya selamat.

“Bagaimana kamu bisa menemukannya?” tanya Wisnu penasaran. Sudah beberapa hari ini mereka mencari Bani, tetapi hasilnya selalu nihil.

“Ada yang menghubungi saya. Dia bilang kalau saya mau menyelamatkan Pak Indra, saya harus datang ke lokasi yang dikirimkan.

Dia juga meminta saya membawa tim keamanan untuk berjaga-jaga. Dan ternyata benar. Saat dalam perjalanan, kami dicegat para preman bayaran.”

“Siapa orang-orang itu?”

“Saya tidak tahu, Pak. Mereka keburu pergi saat polisi datang.”

“Polisi?” tanya Wisnu bingung.

“Saat berangkat dari Kerthabumi, kami memang dikawal juga oleh polisi. Sepertinya orang yang memberikan informasi berteman dengan salah seorang polisi.”

“Siapa orang itu?” tanya Wisnu lagi semakin penasaran.

“Namanya Aryan. Dia hanya sopir taksi di PRIMA TAKSI. Tapi … sepertinya dia paham sekali tentang Adiguna Grup. Bahkan dia juga mengetahui soal Pak Herbert.”

“Apa dia yang datang mengantar Ayura ke sini tempo hari?” tanya Novia tiba-tiba.

Wanita itu teringat akan ucapan Saka tadi pagi bahwa pria itu akan membantu Indra agar dibebaskan bagaimanapun caranya. Apakah ini maksud ucapan Saka yang dikenalnya sebagai Aryan?

“Ayura ke sini? Kapan?” tanya Wisnu terkejut.

Dia takut jika Novia mengetahui dirinya berada di balik menghilangnya Ayura.

“Saat empat puluh harinya Saka. Tapi dia tidak bersedia masuk. Ayura datang menggunakan taksi, dan sopir taksinya bernama Aryan. Aku bertemu dengannya di bank tadi pagi.”

“Ada apa kamu ke bank?”

“Aku ingin membantu perusahaan. Aku mencairkan deposito. Tapi ternyata aku tidak bisa mencairkan sekaligus.”

“Harga saham kita merosot karena kasus yang menimpa Indra, bukan karena perusahaan kita kolaps. Percayalah, jika Indra sudah bebas, dia bisa mengembalikan kondisi perusahaan seperti semula.”

“Oh ya, pria bernama Aryan itu juga berpesan, kalau Pak Indra sudah bebas, dia harus mengakhiri kerja sama dengan perusahaan di Singapura dan menjalankan proyek yang sudah disusun Saka.”

“Dari mana dia tahu soal itu?” tanya Wisnu bingung. Proyek yang disusun Saka belum dipublikasikan. Baru dirinya dan Indra yang mengetahuinya.

“Saya juga tidak tahu, Pak. Saya sempat merasa kalau dia….”

Fredy tidak meneruskan kalimatnya. Apa yang dipikirkannya bukan hal yang masuk akal.

“Merasa apa?” desak Wisnu.

“Saya hanya merasa, dia seperti tahu banyak soal Adiguna Grup. Itu saja.”

“Coba kamu selidiki soal orang itu. Siapa keluarganya dan bagaimana kehidupannya. Saya ingin tahu semua tentang dia!”

Novia meninggalkan ruang tamu lebih dulu. Wanita itu segera masuk ke kamarnya. Dia mengambil ponselnya lalu menghubungi Aryan alias Saka.

Saat pertemuan di bank tadi, Saka sempat memberikan nomor ponselnya padanya. Tanpa menunggu lama, Saka menjawab panggilannya.

“Halo,” terdengar suara Saka dari seberang.

“Halo, Aryan. Ini Mama,” jawab Novia.

***

Udah nyaman ya Novia menyebut Mama ke Aryan

1
Siti Chotimah
smoga saka msih hidup y kk othor🙏
Humaira
😂😂😂😂
Humaira
inginnya sih balik, tapi gimana caranya 🤔🤔
Febri Nayu
sedih tapi kocak jugaaa
Febri Nayu
kok aku nangis yaaaa
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Ya tuhan kocak🤣🤣🤣🤣🤣 bener-bener beda sifat ya🤭
Cucun Sukmawati
wah Aryan ga di briefing dlu nih ma saka,,jadi kacau balau dah
Nawang Kasturi
wah kacau kacau 🤣🤣🤣
Endang 💖
saka kmn,?
Cucun Sukmawati
ko part ini ada yg naruh bawang sih😔😔😔
Hary Nengsih
gi mn nasib shaka
juwita
masuk keraga spa saka. klo aryan udh masuk raga dia sendiri. apa jgn" nanti aryan di bikin keluar lg dr raganya trs saka masuk lg ke raga aryan? 🤣🤣🤣🤣
Hasnawati Hasna
mudah mudahan balik lagi untuk balas dendam pada baskara dan antek-anteknya 💪💪
Titi Elsha
balik donk maaak 😭😭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
balik lg lah Bun...ya...ya ...
balikin OOO balikin....raga Saka kayak dulu lg ... Bun harus tanggung jawab bila Saka gk di balikin/Smug/🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
Bu Astri pasti heran baru juga td malam berpelukan dgn Aryan...sekarang udah bilang rindu lagi🤔
ismi
saka bolehlah pindah keraganya orang lain,,kalau raga aslinya saka sudah dikubur,,tpi kan dibab berapa aku lupa aryan punya penyakit tumor ..apa mungkin setelah aryan bener bener meninggal kemudian baru saka masuk lagi keraganya aryan,,
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
karena pemilik raga itu ingin kembali pada tubuhnya Ga..... Saka khawatir gk bakal bisa bertemu kalian/Cry/
semoga datang ke ajaiban.....raga Saka masih utuh dan yg di kubur di sulap jadi barang ato apalah pokoknya bukan tubuh Saka....sehingga kalian bisa bertemu dan berkumpul kembali
dewi rofiqoh
Nyesek banget buat saka harus berpisah tanpa pamit pada orang-orang tersayang dan terdekat. Kira kira bisa balik gk ya saka? 🤔🤔
husniyah fadhilatul hasana
huaaaa😭😭 berharap banget happy endingnya nanti saka dan aryan tetep hiduuppppp😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!