NovelToon NovelToon
MENCINTAI ANAK MAJIKAN IBU KU

MENCINTAI ANAK MAJIKAN IBU KU

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Terlarang
Popularitas:916
Nilai: 5
Nama Author: Lembayung Senjaku

Intan adalah gadis yang lugu dan baik hati, dia selalu membantu ibunya yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di sebuah rumah mewah. Intan bersama ibunya hanya orang biasa yang tidak memiliki keluarga dan beruntung mereka bertemu dengan bu Ratna yang membawa mereka kerumah nya dan bekerja di sana.

Ratna yang berusia 18 tahun itu nampak cekatan membantu ibunya. Sikap sopan dan paruhnya membantu Ratna dan suami Agung begitu menyukai Intan, 5 tahun sudah berlalu kini intan sudah beranjak menjadi gadis dewasa.
Di mana kisah yang tidak pernah dia bayangkan akan terjadi, kisah pencinta dan tanpa restu akan terlibat dalam kehidupan nya.

Saat pertemuan nya dengan anak tunggal keluarga Wicana yang sudah menampung nya dan ibunya selamat bertahun-tahun lama nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lembayung Senjaku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Sepasang Suami-istri

Setelah sarapan yang kesiangan karena mereka pergi berkeliling kampung, Silla dan Mahendra memutuskan untuk pulang karena Silla akan bertemu dengan pasien nya dan Mahendra ada meeting di kantor nya.

Rumah itu kembali sepi.

" Huft, ok waktunya beres beres abis itu mungkin aku akan berkenalan dengan beberapa tetangga. " Gumam Intan sembari membersihkan sisa makanan dan piring kotor sisa mereka makan.

***

" Aku berhenti di rumah sakit aja kak, pasien Silla dah dateng nanti Silla mandi di rumah sakit aja kayak masih ada pakaian dinas Silla di sana. " Gumam nya tergesa-gesa.

" Astaga Silla santai saja tidak perlu buru buru, lagian siapa pasien kamu tuh kayak nya penting banget. " Celetuk Mahendra dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Silla.

" Anak dengan kebutuhan khsusus dan sekarang mendapatkan trauma yang mendalam setelah tindak asusila dari manusia gak otak. " Mahendra diam menatap Silla yang keluar dari mobil dengan sedikit berlari.

" Ada ada saja manusia jaman sekarang, sebaiknya aku segera pulang dan bersiap berangkat meeting. " Mahendra melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit.

Ting

Pesan masuk dari aplikasi hijaunya.

" Lilly?. "

( Kamu di mana aku kangen, ayo bertemu makan siang sayang.)

" Astaga aku lupa memberitahu nya jika aku ke Bogor karena ada meeting mendadak. " Mahendra langsung menghubungi gadis itu yang nampak gembira di ujung sebrang sana.

Sedangkan di rumah nya Intan baru saja selesai dengan pekerjaan nya tiba tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumah nya.

" Iya sebentar.. "

Seorang pemuda sesusai Intan berdiri di depan pintu membelakangi nya menunggu gadis itu memabukkan pintu nya.

" Iyaa siapa yah?. "Pemuda dengan pakaian sederhana itu berbalik dan menatap Intan dengan tersenyum.

" Maaf mbk Intan saya anak bu Sari, ini di suruh ibu nganter makanan untuk mbk Intan dan suami. " Intan tertawa pelan saat pemuda itu berbicara tentang suaminya.

" Makasih yah bilang sama bu Sari, oh iya kak Mahendra bukan suami ku dia cuman teman dekat jadi kalian jangan salah paham. " Jelas Intan agar tidak menimbulkan ke salah paham penduduk desa.

" Oalah, kami kita mbk Intan sudah bersuami. " Pemuda itu cukup tampan dengan kulit kuning langsat dengan tubuh tinggi berisi. Rambut nya hitam legam dan terlihat sangat sehat membuat Intan terdiam memandang pemuda itu.

" Nama saya Sekhuu mbk Intan, salam kenal semoga nanti kita bisa jadi teman baik juga." Gumam pemuda bernama Sekhu itu. Intan menerima jabatan tangan hangat nya dan tersenyum lebar.

" Terima kasih Sekhu, panggil aku Intan saja tidak perlu embel embel mbk seperti kita seusia?. " Sekhu mengangguk kemudian tersenyum dan pergi meninggalkan Intan.

" Aku rasa anak anak dan pemuda disini cukup baik dan ramah, semakin membuat ku betah berada di sini. " Ucap Intan segera masuk dan membuka makanan yang di bawa Sekhu.

Ada lauk ayam goreng beberapa sambal nanas dan sayur asem kesukaannya.

" Alhamdulillah jadi nanti aku gak usah masak lagi, nanti aku maen saja ke rumah bu Sari sembari berterima kasih. "

Bu Sari adalah pemilik warung sayur deket mushola di seberang jembatan rumah Intan wanita tua yang terlihat masih segar dan cantik itu adalah seorang janda dengan 3 orang anak termasuk Sekhu anak pertama nya tadi.

Intan bertemu dengan buk Sari 3 kali karena ke ramahan gadis itu membuat banyak orang menyukai saat bertemu dengan gadis itu. Intan memutuskan untuk ke taman belakang membersihkan beberapa bunga yang sudah layu dan akan menanam nya kembali.

Tanah yang hitam dengan udara segar dan sejuk tentu saja membuat tanaman akan tumbuh subur di sana, Intan menatap beberapa mawar yang nampak tidak terawat itu kemudian dengan telaten segera menganti media tanam nya dan menanam nya kembali.

" Bunga ini cantik kalau hidup, semoga kamu hidup yah nanti kalau hidup aku janji akan rawat kamu sebaik mungkin. " Ucap Intan dengan lembut.

Setelah di rasa kebun mini nya sudah siap Intan segera bergegas membersihkan diri dan pergi ke rumah buk Sari. Dengan membawa beberapa buah yang dia siapkan untuk berkunjung ke rumah buk Sari.

Berjalan menyusuri jalanan yang masih tanah dengan beberapa petani yang masih sibuk bekerja di ladang mereka, Intan juga menegur mereka dengan ramah.

Tak lama nampak warung buk Sari yang sudah sepi dan tutup, hanya rumah utama nya saja yang masih terbuka. Dengan sopan Intan memanggil tuan rumah dengan pelan dan muncul lah buk Sari dengan pakaian sederhana nya.

" Loh loh mbk Intan sini masuk.. " Dengan lembut wanita tua itu menarik tangannya membawa nya masuk dengan kondisi rumah yang sedikit berantakan oleh mainan anak anak.

" Duduk sini, maaf ya berantakan soalnya ada cucu ibu yang abis mainan sekarang lagi di mandikan oleh ibu nya. "

" Gak papa buk, biasa namanya juga anak anak pasti berantakin rumah. Ini Intan bawa buah sedikit untuk ibu sebagai ucapan Terima kasih Intan karena ibu tadi udah ngirim makanan ke rumah Intan. " Intan meletakkan buah segar itu di atas meja ruang tamu buk Sari

" Loh kok malah tukar menukar toh ndok, itu kan ibu bikin buat kamu sama suami kamu. Kalian pasti capek abis pindahan dan bersih bersih rumah kan.. " Intan tersenyum canggung saat mereka mengira jika Mahendra adalah suaminya.

" Kenapa cuman sendiri, kemana suami mu apa dia kerja di kota juga?. "

" Kak Mahendra kerja buk tadi ada meeting katanya, maaf ya buk sebenarnya Intan belum menikah dan laki laki di rumah Intan kemarin itu cuman teman deket Intan. Dulu Intan dan alm ibu Intan kerja di keluarga nya dan mereka sangat baik sampai sampai seperti saudara sendiri, makanya Intan sedekat itu sama kak Mahendra. " Jelas Intan dengan lembut.

" Ya ampun nduk maaf ya ibu kira kamu sudah menikah, jadi kamu tinggal sama siapa terus di sana?. "

" Intan sendiri buk. " Seorang anak laki-laki dengan badan gemuknya berlari ke hadapan mereka dengan tawa yang menggelitik.

" Bunda jelek bunda jelek.. " Ejek nya pada wanita dengan pakaian santai dengan membawa handuk nya itu.

" Astaghfirullah, Azzam malu ada tamu.. " Intan tertawa melihat tingkah dua manusia itu yang sedang beradu argumen secara halus.

" Azzam hayuk salim dulu sama tante Intan abis itu pakai baju malu ada perempuan cantik kok malah gak pakai baju seperti itu, cepat... " Anak laki-laki bernama Azzam itu langsung menghentikan langkah nya kemudian berjalan ke arah Intan dan bersalaman dengan nya.

" Cantik sangat cantik dan wangi, tidak seperti bunda ku yang jelek dan tidak suka wangi.. " Ucap nya dengan polos dan langsung mendapatkan jeweran dari ibu nya.

" Anak anak memang suka seperti itu, itu tadi adik kedua Sekhu pasti ndok Intan sudah berkenalan kan dengan anak laki laki ibu tadi?. " Intan mengangguk.

Wanita itu nampak masih mudah dan cantik tapi dia sudah memiliki malaikat kecil berbadan tambun yang lucu dan mengemaskan.

" Ayah nya Azzam di kota juga kerja paling pulang saat libur saja, ada lagi anak ibu yang laki-laki tapi dia Korea kerja sana. "

" Lalu Sekhu kerja di mana buk?. "

" Kamu tahu rumah putih yang ada di sana yang ada beberapa petak pohon teh, nah Sekhu ada di sana. " Jelas buk Sari.

" Itu rumah mas Sekhu dan beberapa petak kebun teh itu juga punya dia. Kenalkan anak saya Malati bunda nya Azzam... " Gumam nya bersalaman dengan Intan. Suaranya benar-benar lembut dan halus.

" Intan mbk.. "

" Panggil Melati saja tidak perlu pakain mbk, lagian seperti kamu lebih tua dari ku. Hanya mungkin aku terlihat tua karena sudah memiliki seorang anak saja. " Ucap nya dengan ramah dan sesekali terkekeh pelan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!