Chloe Weiss, pewaris tunggal di keluarga Weiss tapi nasibnya tidak seindah yang dibayangkan, Chloe dengan kondisinya yang sehat harus menelan pil pahit, saat ibu kandungnya meninggal dunia.
Ayah dan ibu tirinya bersekongkol memasukkannya ke rumah sakit jiwa, dan menguasai seluruh harta kekayaan yang di tinggalkan oleh ibunya.
Tapi setelah lima tahun kemudian, Chloe kembali dengan jiwa yang berbeda untuk merenggut apa yang menjadi miliknya.
Bukan hanya itu saja, Chloe juga mengambil calon suami saudara tirinya, dan apa yang di lakukannya itu membuat Ayah dan ibu tirinya sangat murka.?
Siapakah sosok jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss, gadis yang di kenal sangat lamah dan bodoh?
Apakah jiwa yang berada di tubuh Chloe Weiss itu juga mempunyai dendam dengan seseorang di kehidupan sebelumnya sehingga Alam dan semesta memberikannya kehidupan kedua.?
Yang penasaran, ikuti terus ceritanya sampai akhir 🤗🤗🥰.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gala Dinner
Satu minggu kemudian.
Malam ini adalah malam Gala Dinner Amal Tahunan keluarga besar Reinhard.
Hotel Grand Reinhard. Lampu kristal. Karpet merah. Wartawan dan para elit Geneva berjejer.
Sebuah mobil Rolls hitam dengan lambang keluarga Reinhard berhenti di depan pintu.
Pintu terbuka. Chloe turun.
Gaun hitam panjang. Belahan tinggi. Kalung berlian warisan keluarga Reinhard melingkar di lehernya. Dan cincin pemberian tuan Nicholas terpasang indah di jari manisnya. Rambut disanggul. Aura Queen Daisy penuh.
KLIK KLIK KLIK. Kamera wartawan langsung menyorot.
Bisik-bisik pecah.
"Itu Nyonya Chloe Weiss, kan?"
"Istri Tuan Erivo Reinhard. Sangat cantik."
"Katanya dia sudah berhasil mengambil alih perusahaan milik almarhum ibunya dan duduk di kursi direktur utama Weiss Group."
Chloe berjalan anggun. Tidak menoleh ke kanan dan kiri.
Di dalam ballroom, semua tamu sudah hadir.
Victor dan istrinya duduk di kursi VIP sambil tertawa. Di sampingnya ada putranya, Daniel.
Begitu pula dengan Livia. Ia duduk di kursi sebelah Victor bersama keluarganya.
DUG
Di panggung, Nyonya Eleanor sedang menyambut tamu. Saat melihat Chloe masuk, senyumnya langsung mengembang.
"Nak, kemarilah," panggil Eleanor.
Chloe membalas senyuman ibu mertuanya itu. Ia menghampiri. "Selamat malam, Ma," ucap Chloe sambil sedikit membungkuk.
Eleanor menggenggam tangan Chloe. "Cantik sekali. Kalung itu cocok di lehermu."
Chloe tersenyum tipis. "Terima kasih, Ma."
Di sisi lain ballroom, Levin berdiri sendirian. Di tangannya ada segelas wiski. Ia menatap Chloe dengan tatapan tajam.
"Akhirnya kau datang juga, adik tiri," gumam Levin.
DUG
Levin meneguk wiskinya habis. Lalu menggenggam gelas itu erat hingga buku-buku jarinya terlihat jelas.
"Kau pikir aku akan diam membiarkanmu mengambil alih perusahaan Weiss Group? Sebentar lagi kau akan jatuh. Dan suami konglomeratmulah yang menjadi kambing hitamnya," Levin kembali bergumam.
"Sebentar lagi aku akan melihat pertunjukan pertumpahan darah antara suami dan istri."
Levin meletakkan gelas yang sudah kosong di atas meja, lalu ia duduk di kursi kosong yang ada di pojok ruangan.
Sementara itu, Victor dan Livia tersenyum tipis melihat kedatangan Chloe.
Bagi mereka, sebentar lagi Weiss Group akan jatuh bangkrut. Dan yang dituduh adalah Erivo Reinhard, yang sengaja menjatuhkan istrinya sendiri karena tidak ingin kalah saing.
Tapi Daniel, putra Victor, menatap Chloe dengan nakal.
Chloe melangkah ke arah meja makanan.
Ia mengambil satu piring kecil cake stroberi dan segelas champagne. Sikapnya tenang. Elegan. Seolah tidak ada orang yang menunggu ia terjatuh.
Lalu Chloe duduk di meja dengan tulisan "Erivo Reinhard". Ia memakan cakenya dengan tenang. Tanpa peduli tatapan sinis Livia dan Victor kepadanya.
Daniel berjalan mendekat. "Selamat malam, Kakak Ipar," sapanya manis. "Apa boleh aku duduk di sebelah Kakak Ipar?"
DUG
Chloe meletakkan garpu. Menatap Daniel. "Silakan."
Daniel duduk. Menyandarkan punggungnya. "Wah, pintar juga Kak Erivo memilih istri secantik dan semulus ini."
Chloe meraih garpunya dan menusuk cake itu dengan kasar. Seperti ketika ia sedang menusuk daging manusia.
Chloe sudah tahu seperti apa Daniel ini. Nicholas sudah menceritakannya satu minggu yang lalu.
Ia mengangkat potongan cake ke mulutnya. Mengunyahnya pelan. Lalu menatap Daniel. Sepupu Erivo yang mempunyai sifat playboy.
"Perkenalkan, namaku Daniel Reinhard, Kakak Ipar," Daniel mengulurkan tangan kanannya ke arah Chloe. Satu alisnya naik menatap wajah cantik wanita itu.
Chloe menatap tangan itu. Tidak disalami. Ia hanya tersenyum tipis.
"Chloe," jawabnya singkat. "Jangan memanggilku Kakak Ipar. Panggil aku Nyonya Muda Reinhard."
DUG
Senyuman Daniel menghilang sedikit. Lalu muncul lagi.
"Oh.... Nyonya Muda," ucap Daniel. Nadanya mengejek. "Kaku juga ya. Padahal yang aku tahu kau ini hanya istri pengganti. Lebih tepatnya menggantikan adik tirimu yang kabur itu."
Chloe menyeruput champagne. "Istri pengganti atau tidak, itu bukan urusanmu. Yang terpenting kalung di leherku ini asli. Dan kursi yang kau duduki sekarang, atas nama suamiku."
DUG
Daniel tertawa kecil. "Tajam juga mulutmu. Pantesan Kak Erivo suka."
Chloe meletakkan gelas. KLING
"Dari informasi yang aku tahu," ucap Chloe pelan. "Kau mempunyai tiga kasus pelecehan yang ditutup menggunakan uang dan kuasa. Dan minggu lalu kau baru keluar dari kantor polisi."
Wajah Daniel langsung berubah. "K-kau..."
"Apa?" Chloe memotong cake. "Kaget aku tahu? Daniel, aku ini istri Erivo Reinhard sekaligus direktur utama Weiss Group. Informasi pria sepertimu sangat gampang aku akses."
DUG
Daniel mengepalkan tangan. "Berani sekali kau?"
Chloe menatapnya. Senyuman Queen Daisy. Dingin. Mematikan.
"Berani," jawab Chloe. "Karena aku bukan wanita yang seperti ada di dalam pikiran kotormu itu."
Ia mencondongkan badan. Suaranya hanya untuk Daniel. "Pergi dari sini. Dan saksikan pertunjukan menarik yang sebentar lagi akan dimulai."
Daniel menelan ludah. "Apa maksudmu?"
Chloe tertawa pelan. "Wajah tegangmu sangatlah lucu."
DUG
Sebelum Daniel bisa menjawab, suara berat terdengar dari belakang.
"Pergi dari sini."
Erivo. Berdiri di belakang kursi Daniel. Jas hitam, wajah dingin.
Daniel langsung berdiri. Ia tersenyum dan menepuk pundak Erivo dengan pelan. "Eehh Kakak Sepupu..."
DUG
Tangan Erivo langsung menepis tangan Daniel dengan kasar. PLAK
"Pergi dari sini," Erivo kembali mengulang ucapannya. Dan kali ini terdengar sangat tegas dan seram.
Daniel kembali menelan ludah. Tapi tak lama pria itu kembali tersenyum. Ia menoleh ke arah Chloe. "Aku pergi dulu, Kakak Ipar. Dan jika Kak Erivo tidak bisa memuaskanmu, kau bisa mencariku."
DUG
Suasana di sekitar meja langsung membeku. Chloe menyadari jika saat ini Erivo sedang marah.
Chloe dengan cepat berdiri. Ia meraih lengan Erivo dengan lembut. Menenangkan pria itu. Dan inilah yang sering ia lakukan dulu di kehidupan sebelumnya saat Erivo sedang marah.
Jari-jarinya menggenggam lengan jas hitam itu. Hangat.
"Erivo," bisik Chloe. Hanya untuk Erivo. "Jangan di sini."
DUG
Erivo menatap Chloe. Rahangnya mengeras. Tapi saat mata mereka bertemu, amarah itu sedikit mereda.
Chloe menatap Daniel. "Pergi sekarang. Sebelum kau menyesali ucapanmu itu."
Daniel menghela napas cukup panjang. Lalu ia kembali tersenyum. "Ok, fine. Aku pergi."
Ia berjalan menjauh. Tapi sebelum sampai ke meja ayahnya, ia berbisik pelan. "Kita lihat dan saksikan kehancuran kalian berdua malam ini."
Victor langsung berdiri. "Daniel! Ada apa?"
Daniel duduk. Berbisik. "Dia tahu semuanya, Pa."
Wajah Victor langsung berubah.
Erivo masih berdiri. Tangannya mengepal. Chloe masih memegang lengannya.
"Duduklah," bisik Chloe. "Sebentar lagi akan ada pertunjukan."
Erivo menghela napas. Lalu ia sedikit menoleh ke Chloe. Alisnya sedikit berkerut mendengar ucapan terakhir wanita itu.
Chloe tersenyum lembut. Ia menarik lengan Erivo untuk duduk. Dari jauh, Nicholas memperhatikan mereka.
Pria paruh baya itu tersenyum tipis. "Dia memang sangat pantas untuk putraku. Selain dia cerdas dan pemberani, dia juga bisa mengendalikan emosi Erivo," gumamnya.
Lampu ballroom meredup. Nyonya Eleanor naik ke panggung.
"Selamat malam, hadirin sekalian," Nyonya Eleanor memegang mikrofon. "Terima kasih sudah hadir di Gala Dinner Amal Tahunan Keluarga Reinhard."
Tepuk tangan meriah terdengar.
Eleanor tersenyum. "Malam ini bukan hanya tentang amal. Tapi juga tentang masa depan keluarga Reinhard."
DUG
Victor melirik ke arah layar besar. Jantungnya berdegup.
Eleanor melanjutkan. "Dan malam ini, saya dengan bangga memperkenalkan menantu saya. Menantu pertama di keluarga besar Reinhard ini."
Semua mata beralih.
"Nyonya Chloe Weiss Reinhard."
DUG
Chloe berdiri. Gaun hitamnya berkilau. Elegan. Tenang.
Erivo ikut berdiri. Ia menggandeng tangan Chloe. Tidak melepas.
Mereka berjalan ke panggung bersama. Langkah Chloe mantap. Punggungnya tegak.
Levin yang duduk di pojok menyeringai. "Pertunjukan dimulai."
Sedangkan Livia, wanita paruh baya itu menatap datar. Tapi ia bergumam. "Itu hanya gertakan."
Sedangkan Victor, senyuman tipis terukir di wajahnya. "Tinggal selangkah lagi, pesta ini akan berubah menjadi lautan darah."
----
Jangan lupa dukungannya ya guys, Like, komen dan Vote 🥰🥰🤗🙏.
dtggu kelanjutan ny kak ,,
😊😊😊🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
dtggu kelanjutan ny yx kak
pensiun dr petinjuu jdi mafia dy skraaang ,,
🤭🤭🤭🤭😆😆
🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣 gembul amat kak ,, kasihan kak jgn di kasih nasi nnti ngantuk mereka ,, 😆😆😆😆
gpp kak ,,
dtggu kelanjutan ny ,,
penasaran sypa sebenarny MR. T ini ,,
Mr Tukiman?
Mr Tukul???
atau
Mr Tuyul???
krn dy kn gx pernah muncul Dan di sebut bayangan ,,
fix ni bukan org ,,
tp tuyul ,,
makany di panggil Mr.T ,,
🤭🤭🤭🤭😂😂😂😂
Kali ni km bakal mati kalajengking tuaa ,,
semangat queen ,, mlm ini km pasti menang ,,
🤭🤭😂😂