Lin Yuan hanyalah seorang satpam biasa yang ingin menikmati hidup tenang setelah meninggalkan gelarnya sebagai Raja Tentara Bayaran paling mematikan.
Namun, hari-harinya berubah menjadi kacau ketika ia terjebak kesepakatan menjadi pacar palsu seorang CEO wanita sedingin es bernama Shen Yuxuan demi menggagalkan pertunangannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
Pagi hari di Grup Shen dimulai dengan keributan besar di lantai dasar.
Kepala Keamanan Wang berjalan mondar mandir dengan wajah memerah karena marah.
Di tangannya terdapat laporan tentang kekacauan di area parkir bawah tanah blok C semalam.
Bercak darah dan beberapa tongkat besi yang tertinggal menjadi bukti adanya perkelahian brutal.
Wang langsung menyeret Lin Yuan yang baru saja datang untuk menghadap CEO di lantai atas.
Ini adalah kesempatan emas bagi Wang untuk memecat satpam pemalas yang tidak disukainya itu.
Brak.
Wang membuka pintu ruang kerja Shen Yuxuan dengan sedikit kasar karena terlalu bersemangat.
Shen Yuxuan yang sedang membaca dokumen langsung menatap tajam ke arah pintu.
"Nona Shen, saya membawa kabar buruk tentang satpam rendahan ini."
Wang menunjuk wajah Lin Yuan yang berdiri santai di sebelahnya dengan tangan di saku celana.
"Dia telah membuat kerusuhan dan mengotori area parkir blok C dengan darah semalaman."
Shen Yuxuan meletakkan penanya dan menatap Lin Yuan dengan tatapan penuh selidik.
Lin Yuan hanya membalas tatapan itu dengan senyum malas dan sebuah kedipan sebelah mata.
Shen Yuxuan merasakan wajahnya sedikit memanas melihat kedipan kurang ajar itu.
Namun dia segera menutupi kegugupannya dengan raut wajah sedingin es.
"Jelaskan apa yang terjadi, Kepala Keamanan Wang."
Shen Yuxuan bertanya dengan nada datar tanpa menunjukkan emosi apa pun.
"Orang ini pasti membawa preman dari luar untuk berkelahi di area perusahaan kita."
Wang menuduh dengan suara keras dan penuh keyakinan.
"Kita harus memecatnya sekarang juga dan menyerahkannya ke kantor polisi, Nona Shen."
Lin Yuan menguap lebar seolah rentetan tuduhan itu hanyalah lagu pengantar tidur baginya.
"Bos Wang, sebelum kau menuduh sembarangan, sebaiknya kau putar dulu rekaman CCTV di parkiran itu."
Lin Yuan menunjuk layar televisi besar yang ada di dinding ruangan Shen Yuxuan.
"Aku sudah meminta orang IT untuk mengirimkan salinannya ke komputer bos kita yang cantik ini."
Shen Yuxuan mengerutkan kening dan segera membuka kotak masuk email di komputernya.
Memang ada sebuah lampiran video dari departemen keamanan yang baru saja masuk.
Klik.
Suara kursor mouse berbunyi saat Shen Yuxuan memutar video tersebut di layar besar.
Rekaman itu tidak memiliki suara dan kualitas gambarnya sedikit buram karena minim cahaya.
Namun apa yang terlihat di layar sudah cukup untuk membuat napas Wang tercekat.
Belasan preman berbadan kekar turun dari tiga mobil van dan berniat menghancurkan sedan merah milik Shen Yuxuan.
Lalu Lin Yuan muncul seorang diri dan mulai membantai para preman itu tanpa ampun.
Gerakan Lin Yuan terlalu cepat untuk ditangkap oleh kamera keamanan biasa.
Tiga menit kemudian, semua preman itu sudah terkapar tak berdaya di lantai beton.
Rekaman berakhir saat mobil van itu melarikan diri dengan panik.
Keheningan yang canggung menyelimuti ruang kerja CEO yang mewah tersebut.
Keringat dingin sebesar biji jagung mulai menetes dari dahi Kepala Keamanan Wang.
Dia baru saja menyadari bahwa pria yang sering dia hina ini adalah monster yang sangat mengerikan.
"Wang, kau bilang dia yang membuat kerusuhan?"
Suara Shen Yuxuan memecah keheningan dengan nada yang sangat mengintimidasi.
"Jelas jelas dia sedang melindungi mobil pribadiku dari serangan orang tak dikenal."
Wang menelan ludah dengan susah payah dan kakinya mulai gemetar ketakutan.
"Ma-maafkan saya, Nona Shen, saya tidak melihat rekaman ini sebelumnya."
Wang menundukkan kepalanya dalam dalam karena tidak berani menatap Lin Yuan lagi.
"Keluar dari ruanganku sekarang, dan pastikan area parkir itu bersih tanpa sisa sedikit pun."
Shen Yuxuan mengusir kepala keamanannya itu dengan lambaian tangan yang meremehkan.
"Ba-baik, Nona Shen."
Wang berbalik dan berlari keluar dari ruangan itu secepat yang dia bisa.
Kini hanya tersisa Lin Yuan dan Shen Yuxuan di dalam ruangan yang luas tersebut.
Lin Yuan berjalan santai menuju sofa kulit dan merebahkan tubuhnya di sana.
"Bagaimana penampilanku di video itu, Bos?"
Lin Yuan bertanya sambil menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.
"Cukup keren untuk ukuran seorang pacar sewaan, bukan?"
Shen Yuxuan berjalan menghampiri sofa dengan tangan terlipat di depan dada besarnya.
Wajah cantiknya terlihat kesal, namun ada rona merah samar yang menghiasi pipinya.
"Jangan terlalu bangga pada dirimu sendiri, dasar berandalan."
Shen Yuxuan memalingkan wajahnya ke arah jendela, menolak menatap mata Lin Yuan.
"Aku tidak memintamu berkelahi, bagaimana jadinya kalau kau mati dipukuli preman preman itu."
Nada suara Shen Yuxuan terdengar ketus dan dingin seperti biasanya.
Namun Lin Yuan bisa menangkap nada kekhawatiran yang tersembunyi di balik kata kata tajam itu.
'Wanita es ini ternyata punya sisi tsundere yang lumayan menggemaskan.'
Lin Yuan tersenyum geli dalam hati menyadari sifat asli bosnya ini.
"Kau khawatir padaku, sayang?"
Lin Yuan menggoda dengan suara rendah yang sengaja dibuat serak.
Shen Yuxuan langsung menoleh dan memelototi Lin Yuan dengan garang.
"Siapa yang khawatir padamu, jangan banyak bermimpi."
Shen Yuxuan mendengus pelan dan kembali menyilangkan tangannya lebih erat.
"Aku hanya tidak ingin repot mencari pacar palsu lain kalau kau sampai mati konyol."
Lin Yuan tertawa terbahak bahak mendengar alasan yang sangat dipaksakan itu.
"Baiklah-baiklah, aku janji tidak akan mati sebelum kontrak kita selesai."