NovelToon NovelToon
Terbuang,Kembali Bersama Kemewahan

Terbuang,Kembali Bersama Kemewahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Duda
Popularitas:559
Nilai: 5
Nama Author: lisxone

Ayu Gendhis Prameswari, terjebak dalam lingkaran pernikahan yang toksik. Memiliki suami yang pelit, suka menggoda wanita. Mertua yang selalu menyalahkan dirinya, karena di matanya Ayu bukanlah menantu idaman. Dan penderitaan Ayu pun semakin menjadi-jadi ketika Mas Bayu, suami Ayu, tertangkap basah selingkuh, namun parahnya, Ayu malah diusir dari rumah. Dia benci dan dendam pada Mas Bayu dan keluarganya dan bersumpah akan membalas semua perbuatannya dengan kesuksesannya.. Dan Tuhan mendengar doa wanita teraniaya. Dipertemukanlah Ayu dengan duda tampan, kaya raya bernama Alvin Sebastian Stelle.. Dia akhirnya mampu memikat hati duda kaya itu. Setelah menikah Ayu seakan bertransformasi menjadi wanita berkelas. Namun ternyata di pernikahannya dengan Alvin pun banyak terjadi konflik keluarga yang ternyata tidak kalah toksik. Namun kali ini Alvin selalu membela Ayu di antara gempuran masalah yang selalu menghadang mereka. Akankah Ayu akan bisa melewati ujian hidupnya kali ini? Ataukah juga akan berakhir seperti pernikahannya dulu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lisxone, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Yg Tak Diinginkan

Stevani Andrea Carolin..

Hufttt.... Betapa lelahnya aku.

Hampir 3 jam aku berbelanja semua keperluanku, dari pakaian luar, pakaian dalam, make up, tas, sepatu, high heels dan semuanya, bahkan pakaian tidur seksi pun semuanya aku beli, namun akhirnya Alvin yang semua memilihkan. Karena aku ingin berpakaian seperti selera dia, dan jujur selera dia sangat bagus dan semua aku suka.

Sekarang barang belanjaanku jika diangkut dengan mobil box mungkin baru cukup.

Aku bahkan tadi sempat menolak karena terlalu banyak, namun Alvin menolak dan berdalih sudah lama uangnya tidak dihabiskan untuk seorang wanita..

Sungguh Mas Bayu dan Alvin seperti langit dan bumi.

Dulu Mas Bayu hanya sekadar make up seharga 25 ribu saja mengomeli aku habis-habisan, itupun tidak dia belikan. Selama 5 tahun pernikahan dia juga sama sekali belum pernah membelikanku pakaian, namun Alvin malah ingin aku menghabiskan uangnya, tanpa menolak bahkan membiarkanku mengambil barang sesuka hatiku dengan harga yang fantastis. Ya beruntungnya aku bertemu dia, namun kenapa orang sebaik Alvin bisa ditinggalkan oleh Stevani.. Apa alasannya??

"Langsung antar semua barang belanjaan ke rumahku.." Kata Alvin sambil menggesekkan kartu kreditnya..

"Baik Tuan.. akan segera kami kirim ke sana.."

Setelah menyelesaikan pembayaran, kamipun berjalan menuju restoran mewah yang terdapat di sebelah toko tersebut..

"Kita makan dulu, aku lapar.."

"Baiklah.." Jawabku..

Setelah di dalam, Alvin memesan makanannya, aku sendiri nurut saja karena aku juga tidak begitu familiar dengan makanan Prancis..

Makanan pun tidak begitu lama sudah datang,

"Apakah kamu pernah belajar tata cara makan?"

"Tidak.. Aku tidak pernah belajar secara spesifik tentang hal itu, namun aku sering menontonnya di televisi, akan aku coba, tolong beri tahu jika aku salah.." Kataku.

Aku pun segera mengambil alat makan dan mempraktikkannya di hadapan Alvin.

Ada beberapa yang salah namun segera diberi tahu oleh Alvin..

"Kamu harus mempelajari hal ini, karena aku tidak ingin keluargaku curiga tentang dirimu, kamu harus sempurna seperti yang aku pikirkan.."

"Apa aku juga harus sesempurna Stevani?"

Seketika Alvin yang sedang makan langsung menghentikan makannya..

Dia menatapku dengan tatapan yang menakutkan..

"Maaf jika aku sudah menyinggung perasaanmu, namun tadi para pegawai toko bilang kalau Stevani seorang gadis yang sangat cantik, bahkan nyaris sempurna. Itu membuat nyaliku ciut.."

"Jangan pernah membahas dia di hadapanku, aku muak mendengar namanya, dan juga satu hal lagi: akan aku buat kamu lebih cantik, lebih seksi, lebih sempurna daripadanya, akan aku buat dia terpana melihatmu. Maka dari itu tantaskan dirimu untuk bersaing dengannya.."

"Lantas jika dia masih lebih unggul dariku bagaimana? Jujur aku takut.."

"Kamu memang pantas untuk takut. Dia lulusan S2 Harvard, dia juga model, dia juga anak orang kaya, dia juga pandai mengambil hati, namun dia juga ternyata serakah.."

"Lantas aku harus bagaimana??"

"Jadilah Ayu yang aku kenal, Ayu yang rendah hati, anggap saja Stevani adalah orang yang akan menghinamu, agar kamu bersemangat untuk berkompetisi dengannya.."

"Huff.. Aku yang cuma lulusan SMP harus bersaing dengan wanita lulusan Harvard.." Gerutuku lirih..

"Tenang, aku akan selalu di sampingmu.. Waktumu masih 1 minggu lagi sebelum pertunangan Stevani dengan adik tiriku.."

"Turunlah.." Kata Alvin ketika kami sampai di depan rumah..

"Baiklah.. Aku boleh langsung ke kamar, aku lelah.."

"Baiklah.. Aku juga akan segera masuk.."

Aku segera turun dari mobil dan ternyata barang belanjaanku tadi sudah tertata rapi di seluruh ruang tamu..

Hufft.. Sungguh banyak sekali yang aku beli kali ini, ingin sekali aku membereskan semuanya, namun aku sangat lelah..

"Besok saja yang membereskan, tidurlah.." Kata Alvin yang tiba-tiba sudah berada di belakangku..

CUP..

"Selamat malam, my queen.." Kata dia setelah mengecup pipiku dan dia berjalan menuju kamarnya..

"Ah... Apa bisa aku cuma berpura-pura menjadi istrinya jika dia saja memperlakukanku seperti calon istrinya yang sesungguhnya, atau mungkin dia hanya sedang mempermainkan perasaanku saja, namun tidak mungkin, karena dia terlihat sangat tulus padaku..." Terlalu banyak pertanyaan yang menggelayuti pikiranku saat ini..

Aku lalu berjalan ke arah kamar dan segera masuk ke dalam.

Namun betapa terkejutnya aku ketika melihat seisi kamarku sudah berubah semua. Kamar yang dulu cuma kamar biasa, sekarang berubah menjadi kamar yang sangat bagus dan sangat indah, dengan cat, bahkan interior yang sangat indah membuatku terpana melihatnya..

Aku sampai ternganga sendiri di dalam kamar saking bahagianya..

"Kamu suka?" Tiba-tiba suara Alvin mengejutkanku.

Namun aku segera membalikkan badanku dan berlari ke arahnya..

Aku lalu memeluknya..

"Terima kasih.. Aku sangat suka.."

Mendengar itu dia memelukku sambil membelai puncak kepalaku dengan lembut..

"Ini adalah rasa penyesalanku karena tadi pagi aku sudah menyakitimu.."

"Terima kasih untuk semuanya.. Aku senang..

I love you.."

Seketika mendengar itu, Alvin tiba-tiba menghentikan sentuhan di puncak kepalaku..

Aku cukup terkejut,

"Apa dia marah karena aku bilang kalau aku mencintainya..?" Tanyaku dalam hati..

"Segera tidurlah.." Kata Alvin sambil melepaskan pelukanya..

Dia lalu memandangku dan

CUP.. dia mengecup keningku dan segera pergi meninggalkan sejuta tanya,

"Kenapa kamu tadi harus bilang kalau kamu mencintainya, Ayu..!!" Kesalku pada diriku sendiri..

Entah, memang Alvin sangat misterius bagiku, dengan segala sikap manisnya, namun dia seperti menjaga jarak yang membatasi kami.. Yang aku sendiri tidak tahu itu apa..

Pukul 04.00 aku terbangun dari tidurku dan langsung ke dapur mempersiapkan sarapan untuk Alvin..

Namun saat aku sedang mempersiapkan semuanya, aku melihat Alvin mengambil air minum di sebelahku, aku tahu dia melihatku namun dia tidak menyapaku, dia hanya melirik dan berlalu tanpa kembali lagi.

Aku tahu dia berolahraga, namun kenapa dia kembali dingin padaku setelah semua yang terjadi kemarin..

Setelah selesai dengan dapur, aku segera membereskan semua barang belanjaanku tadi malam...

Aku membawa satu persatu dan menata rapi di dalam almari kamar.

Dan tanpa aku sadari sudah pukul 06.30..

"Ayu..." Panggil Alvin.

Aku segera berlari ke meja makan..

"Ya.."

"Dimana suplemenku?"

"Iya maaf, aku lupa bilang kalau suplemen Tuan habis.."

"Em.. Habis?? Besok jangan sampai kehabisan, sebelum habis kamu harus bilang padaku.."

"Baik Tuan.."

Aku segera pergi.

Jujur aku berharap dia bilang makanlah denganku di sini, namun ternyata harapan tinggal harapan, bahkan sampai sarapan selesai hingga dia berangkat ke kantor, dia tidak menemuiku lagi.. Apakah dia bisa berubah secepat itu.. Itu sangat membuatku tidak nyaman, namun entahlah mungkin aku yang terlalu berharap lebih darinya..

Pukul 10 aku sedang bersantai di pinggir kolam renang ketika aku mendengar mobil berhenti di depan rumah..

"Siapa yang datang, apa mungkin Alvin kembali??"

Akupun segera berlari ke depan, namun betapa terkejutnya aku melihat seorang wanita cantik turun dari mobil sport berwarna kuning dan sedang menelepon seseorang.. Kenapa dia bisa masuk ke sini, karena yang bisa punya akses masuk cuma aku dan Alvin..

Apa mungkin dia Stevani..??

Dr rt.. Dr rt.. Dr rt.. Ponselku bergetar dan aku segera mengangkatnya....

"Segera masuk ke kamar, kunci pintu, apapun yang terjadi jangan ke luar.. Ada Stevani di sana. Cepat..!" Kata Alvin dengan panik dari sambungan telepon..

"Baik.."

Akupun segera berlari dan masuk ke kamar tanpa menoleh lagi ke belakang...

"Brengsek, kenapa dia harus ke rumah.." Panikku ketika tahu Stevani sudah berada di dalam rumahku..

"Bram.." Panggilku sambil aku berjalan cepat ke luar kantor..

"Ada apa?"

"Tangani semua kerjaku dulu, Stevani ke rumah, dia sudah di dalam.."

"Apa!! Bagaimana bisa? Lalu Ayu?"

"Sudah aku suruh dia masuk ke kamar, aku pergi dulu.." Kataku sambil berlari ke luar..

Dengan cepat aku berlari ke tempat parkir...

Drtt.. Dr rt.. Dr rt..

"Hallo..."

"Honey.. Bibi Angel kemana? Aku cari-cari kenapa tidak ada.." Tanya Stevani dengan nada manjanya.. Seketika jantungku berdebar, jujur aku masih mencintainya walau dia juga yang paling menyakitiku..

"Honey!! Masih berani kamu memanggilku honey setelah apa yang kau lakukan padaku..!" Bentakku..

"Honey.. sampai kapanpun kamu adalah cintaku, cinta pertamaku..."

"Bullshit..."

Tit.. Aku mematikan sambungan teleponku..

Aku sungguh geram dengan sikap Stevani, dia masih mencintaiku, namun meninggalkanku demi adik tiriku.. Sungguh keterlaluan wanita ini..

Aku segera mengendarai mobilku dengan kecepatan tinggi, aku takut Stevani melihat Ayu.

Belum saatnya Stevani melihat Ayu, aku ingin melihat ekspresinya ketika di pesta pertunangannya aku membawa Ayu yang tidak kalah cantik, akan aku buat pesta itu berubah menjadi kemarahan untuk Stevani..

**

Setelah sampai aku segera turun dari mobilku dan berlari masuk, namun ketika aku mencarinya di ruang tamu ada yang memeluk tubuhku dari belakang..

"Kamu mencariku honey??" Suara desahan Stevani, sentuhan Stevani membuatku sedikit bergetar, karena aku rindu suaranya dan sentuhannya..

Beberapa saat aku terdiam menikmati sentuhannya, namun aku kembali tersadar ketika tiba-tiba wajah Ayu melintas di pikiranku..

"Lepaskan.."

Aku lalu membalikkan badanku dan menjauh darinya..

"Jangan berani lagi kamu menyentuhku, aku jijik.."

"Ayolah honey, aku tahu apa yang kamu rasakan, kamu masih sangat mencintaiku, aku tahu karena aku juga masih bisa merasakan hal itu.." Katanya mendekat namun tiba-tiba dia mendorong tubuhku hingga aku terduduk di sofa..

Perlahan dia mendekatiku lalu duduk di pangkuanku, dia melingkarkan kedua tangannya di leherku, hingga wajahku dan dia begitu dekat..

"Aku rindu padamu honey.."

CUP.. dia mengecup bibirku..

Seketika jantungku berdetak tak karuan, bibirnya menggodaku, tak tahan aku..

Dia lalu kembali mendekatkan bibirnya, aku ingin sekali menolak, namun hatiku menerimanya, akhirnya kami berciuman, dia terlalu agresif seperti biasanya hingga akupun ikut terbuai sampai aku melupakan sakit hatiku padanya..

Saat kami menikmati momen itu ponselku berdering dan terus saja berdering..

"Sial.. Siapa yang mengganggu kesenanganku..?!" Geram Stevani..

Aku kembali tersadar dan aku mengangkat teleponnya..

"ALVIN.." Teriak Bram yang membuatku kaget..

"SADARLAH..!! Aku tahu Stevani sedang menggodamu.."

DEG...

Aku langsung beranjak dari dudukku, dan berdiri menjauh darinya..

"Siapa yang menelponmu? Pasti Bram si brengsek itu..!" Teriak Stevani..

"Pergi kamu dari sini.." Tegasku..

"Tidak.. Aku masih rindu padamu, aku ingin menghabiskan waktu bersamamu.."

"Pergilah kamu ke pelukan adikku, dasar kau wanita picik, aku jijik denganmu.." Kataku sambil mengelap bibirku..

"Honey kemarilah, aku rindu padamu.."

"Pergi..!"

"Dasar Bram brengsek... Baiklah, tapi aku yakin kamu masih mencintaiku, kamu tahu aku pergi darimu karena apa? Itu salahmu, bukan salahku, aku mencintaimu tapi aku juga menginginkan kepuasan, aku menginginkan keturunan.."

"Tapi jangan dengan adikku, silakan dengan yang lain tapi jangan adikku, kamu sama saja menginjak-injak harga diriku!!"

"Aku cuma ingin masuk ke dalam keluarga Sebastian, aku juga sudah bersabar selama ini, namun aku mulai putus asa denganmu.." Kata Stevani lirih..

"Maka pergilah, jangan kembali..!"

"Honey, kumohon.. Kamu tahu siapa yang aku cintai.. Aku hanya mencintaimu.."

"Pergilah, aku sudah tidak mencintaimu.. Aku sudah mencintai yang lain.."

"Hahahaha.. (Stevani tertawa mengejek).. Kamu tidak akan pernah bisa mencintai orang lain selain aku honey.." Katanya sambil duduk di sofa..

"Pergilah..! Atau aku usir kamu dari sini.."

Dret.. Dret.. Dret.. Ponselku bergetar..

"Halo.."

"Buka gerbangnya.. Akan aku usir dia dari sini, aku tahu kamu tidak akan bisa mengusirnya.." Kata Bram lewat sambungan telepon..

Akupun segera membuka gerbang lewat remote kontrol..

Dan beberapa saat kemudian Bram datang..

"Hei nenek sihir.. Pergi dari sini!" Bentak Bram pada Stevani sambil berjalan ke arahnya..

"Kenapa kamu ke sini brengsek..!"

"Pergi.." Kata Bram sambil menyeret Stevani keluar dari rumahku..

"Bram.. Jangan kurang ajar kamu.."

"Kamu yang kurang ajar, Alvin bukan milikmu lagi, dia sudah milik orang lain sekarang. Dia sudah tidak mencintaimu lagi.."

"Honey.. Tolong.. Bram menyakitiku.." Teriak Stevani sambil menahan tarikan tangan Bram, namun Bram terus saja menariknya...

"Honey.. Tolong aku.." Rengek Stevani..

Ingin sekali aku menolongnya namun aku juga harus berani menolak dia mulai sekarang, agar aku bisa benar-benar lepas darinya..

Jujur aku tidak tega melihat dia diperlakukan seperti itu oleh Bram..

Dan ketika aku berbalik badan, ternyata Ayu sedang melihatku, dia menatapku dengan tatapan sayu, kami saling menatap dengan tatapan yang entah apa aku sendiri pun tidak tahu...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!