Cerita ini Menceritakan tentang Perjalanan Hidup dan cinta gadis muda.
Dahulu dia adalah Seorang Gadis yang Ceria, Manja dan Dia juga Terlahir dari Keluarga Pengusaha.
Semenjak Ayahnya pergi Kehidupannya mulai tersiksa, Hari-harinya penuh Siksaan dan Cacian.
Awal mula kehidupan baru terjadi, Dia Di pertemukan dengan Seorang Pengusaha, di pertemukan di tempat dan waktu yang salah.
Pertemuan mereka begitu pahit, Namun akan kah berbuah manis pada akhirnya?
Ikuti Cerita ini ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GIRL MEY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RASA KHAWATIR ARJUNA
Hari ini Arjuna pulang lebih awal.
Ketika jam makan siang di mulai, dia segera kembali ke rumah, hari ini dia menghandalkan urusan Perusahaan kepada Syam.
Ketika Arjuna melangkah keluar dari ruangan tida-tiba Aufa datang dari belakang, Dia berniat ingin mengajak Arjuna makan siang bersama.
"Maaf tuan, Mau kemana buru-buru?" tanya Aufa.
"Iya. ada Apa?" tanya Arjuna balik.
"Tuan mau tidak hari ini temanin saya makan siang," ucap Aufa kepada Arjuna.
"Sekali ini saja." pinta Aufa dengan fose manja.
"Maaf Aufa, Saya tidak ada waktu." tolak Arjuna, kemudian pergi meninggal kan Aufa sendirian,
Aufa di buat kesal olah tingkah laku dan ucapan Arjuna.
Cuiehh... Dasar sambong, mau makan siang bareng saja sok-sokan bilang kagak ada waktu, sok penting amat tu, tapi lama-lama aku makin suka kok.
Karyawan yang melihat Aufa yang terus menerus mendekati Arjuna malah ketawa meledek Aufa.
Ya bagaimana tidak, Mereka tau kalau Arjuna bukan tipe laki-laki idung belang,
Dia juga tidak suka sama wanita yang suka pamer tubuh, tepat nya wanita yang berpakaian terbuka.
Aufa yang melihat para karyawan itu dia semakin kesal, Ingin sekali dia menjambak rambut karyawan-karyawan wanita itu.
"Apa kalian lihat-lihat!" ucap Aufa dengan mata melotot.
"Emang sih gue lebih cantik dan menawan dari kalian, kalian iri bukan?" ucap Aufa dengan sombong.
"Kami iri dengan anda, jangan mimpi." ledek Karyawan wanita satu.
"Tubuh kayak wanita murahan saja bangga." ucap karyawan wanita dua.
"Kalau Tuan Arjuna mau, di bar banyak, cantik lebih menggoda lagi, Tidak seperti anda." ucap Karyawan lainnya.
Aufa ingin menghampiri mereka, Dia ingin sekali menghancurkan wajah karyawan itu, Sebelum Aufa melangkah menuju mereka tiba-tiba Syam datang.
"Apa-apaan kalian ini?" Tanya Syam kesal.
"Kalau mau cari keributan sana,"
"Di Luar Kantor jangan di sini." bentak Syam kepada semua karyawan yang ada di sana.
Melihat Syam marah Aufa memanfaatkan ke adaan tapi Syam bukan lah laki-laki bodoh yang mau di hasut.
"Mereka yang mulai duluan Syam." rengek Aufa memasang wajah sedih.
"Mereka menghujat ku, dia tidak suka dengan keberadaanku." ucap Aufa.
"Apa-apan lo, Lo udah sama kek wanita ular berbisa, lempar batu sembunyi tangan." Bela Karyawan wanita karena dia merasa kalau Aufa menfitnah mereka.
Syam yang melihat perdebatan itu menjedi geram.
"UDAH STOPP !!!" Teriak Syam, seketika semua orang terdiam.
"Bukan mereka saja, Lo juga sama." ucap Syam kepada Aufa. Aufa kaget dengan ucapan Syam, dia mengira kalau Syam bakalan membela dirinya.
"Sekarang kalian bubar, saya tidak mau kejadian sama terulang kembali." Perintah Syam dengan tegas.
Semua Karyawan yang ada di situ melanjutkan Aktifitas mereka masing-masing dan Aufa juga pergi meninggal kan Syam.
Ini wanita makin hari makin ngelunjak saja, Apa dia pikir aku dan Arjuna menyukai dia, Jangan kan menyukai terkadang kami merasa jijik.
Syam pun kembali melangkah kan kaki, dia ingin pergi ke kantin kantor untuk makan siang, namun kali ini mood nya hilang, jadi dia kembali memutuskan makan di luar kantor.
RUMAH
Arjuna sudah sampai di rumah, dia lansung masuk ke dalam, Seperti bisa dia disambut dengan ramah oleh para pelayan.
Dia cepat-cepat naik ke lantai atas, menggunakan lift khusus di rumah itu, karena dia sudah tidak sabar melihat Alika.
Entah apa yang membuat pikiran Arjuna menjadi kacau, sebentar saja jauh dari Alika dia sudah mulai merasa khawatir yang berlebihan.
Sampai di depan kamar Alika, dia lansung masuk kedalam tampa mengetuk pintu terlebih dahulu, karena pintu kamar Alika terbuka lebar.
Dia melirik-lirik Alika di setiap sudut ruangan namun ia juga tidak menemukan Alika, mata Arjuna tertuju ke balkon kamar.
Kemana Alika?
Di mana dia sekarang, kenapa aku begitu sangat menghawatirkan dia.
deg2an jg bc y selamat dr kucing garong mlh masuk kandang buaya, mudah2an si buaya mau bertanggungjawab kpdmu