NovelToon NovelToon
Jiwa Modern Sang Agen Rahasia : Pembalasan Permaisuri Lin

Jiwa Modern Sang Agen Rahasia : Pembalasan Permaisuri Lin

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Agen Wanita / Time Travel
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Amber Mist

Lin Meilin adalah agen intelijen modern papan atas yang ditakuti karena keahliannya dalam taktik pertempuran dan racun mematikan. Namun, sebuah misi rahasia untuk merebut kembali Giok Dinasti Long yang hilang di luar negeri justru berakhir tragis. Meilin dikhianati oleh rekan seperjuangannya sendiri hingga sekarat.Saat tetesan darah Meilin menyentuh permukaan giok kuno tersebut, keajaiban mistis terjadi. Jiwanya terlempar melintasi waktu dan terbangun di dalam tubuh Permaisuri Lin—seorang wanita berkedudukan tinggi namun memiliki kepribadian yang sangat lemah dan penakut. Di dunia kuno ini, Permaisuri Lin baru saja diracun oleh selir kesayangan kaisar dan dibuang hingga terabaikan di Istana Dingin yang sunyi.Kini, tidak ada lagi permaisuri lemah yang bisa ditindas! Dengan jiwa agen rahasia yang haus akan keadilan, Meilin bangkit untuk mengacak-acak seisi istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amber Mist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17: Badai di Ruang Sidang Agung

"Uang emas itu digunakan untuk mendanai Toko Obat Seribu Penawar, Yang Mulia. Toko obat itu menyembuhkan rakyat jelatamu dengan harga murah," balas Meilin dengan nada suara yang sengaja dibuat berbisik halus. "Secara tidak langsung, aku sedang membantumu menjaga stabilitas sosial ibukota. Bukankah seharusnya kau berterima kasih padaku?"

Long Feng merasakan kehangatan jemari Meilin di dadanya. Sentuhan halus wanita itu seolah mengalirkan sengatan listrik yang membuat darah di seluruh tubuhnya berpacu lebih cepat. Gairah kepemilikan yang pekat meledak di dalam dada sang Kaisar. Wanita di bawah kurungannya ini terlalu cerdas, terlalu berbahaya, dan terlalu menggoda untuk dilepaskan.

"Membantu kekaisaran?" Long Feng tersenyum tipis, tatapan matanya berubah menjadi sangat intens dan posesif. "Di kekaisaran ini, setiap pedagang yang membuka bisnis harus membayar pajak kepada negara. Karena kau menggunakan emas milik istana, pajak yang harus kau bayar... jauh lebih tinggi."

"Pajak apa yang diinginkan oleh seorang Kaisar yang sudah memiliki segalanya?" tantang Meilin, matanya berkilat penuh permainan taktis.

Long Feng menundukkan kepalanya, mengikis habis jarak yang tersisa di antara mereka. Tangan kanannya bergerak menyergap bagian belakang kepala Meilin, menjari rambut hitam panjangnya yang halus, sementara tangan kirinya melingkar erat di pinggang ramping wanita itu, menarik tubuh mereka berdua hingga menempel tanpa celah di atas ranjang.

"Aku menginginkan perhatian tulus darimu, Meilin. Jangan menatapku sebagai seorang Kaisar atau bidak catur dalam rencana balas dendammu... tatap aku sebagai priamu," bisik Long Feng dengan suara serak penuh gairah yang tertahan.

Sebelum Meilin sempat memproses kata-kata sarat emosi tersebut, Long Feng telah mendaratkan bibirnya di atas bibir manis Meilin.

Kecupan itu awalnya terasa tegas dan penuh dengan dominasi mutlak seorang penguasa, seolah ingin menaklukkan seluruh pertahanan mental sang agen rahasia. Namun, dalam hitungan detik berikutnya, kecupan itu berubah menjadi sangat dalam, hangat, dan dipenuhi oleh kerinduan serta ketulusan yang murni dari seorang pria yang telah jatuh cinta seutuhnya.

Meilin tertegun, matanya membelalak kaget. Saraf taktisnya yang biasanya bereaksi dalam hitungan milidetik untuk mematahkan tulang musuh, mendadak lumpuh total. Hangatnya bibir Long Feng dan debaran jantung pria itu yang berdegup kencang di bawah telapak tangannya mengirimkan gelombang sensasi asing yang belum pernah ia rasakan sepanjang hidupnya di dunia modern. Untuk pertama kalinya, benteng pertahanan es di hati sang agen top The Ghost retak oleh kehangatan seorang pria kuno.

Setelah beberapa saat yang terasa seperti keabadian, Long Feng perlahan melepaskan pagutan bibirnya. Ia tidak menjauh, melainkan menyandarkan dahinya pada dahi Meilin, napasnya memburu pendek dan berat. Ia menatap mata Meilin yang tampak sedikit linglung dengan senyuman penuh kemenangan yang sangat tampan.

"Pajak untuk malam ini sudah lunas, Permaisuriku," bisik Long Feng dengan nada geli yang hangat. "Mulai besok, seluruh jaringan militer ibukota akan menutup mata terhadap pergerakan toko obatmu. Tapi ingat satu hal... setiap kali kau kembali dengan tubuh berbau darah dari luar istana, aku sendiri yang akan menagih pajak ini langsung di ranjangmu."

Meilin akhirnya berhasil menguasai kembali kesadarannya. Ia mendorong dada Long Feng dengan sisa tenaganya, wajah cantiknya sedikit merona merah akibat jengkel sekaligus malu. "Yang Mulia, kau benar-benar tidak tahu malu!"

Long Feng tertawa lepas, suara baritonnya yang jantan menggema memenuhi kamar tidur yang sunyi. Ia berguling ke samping, berbaring di atas ranjang phoenix di sebelah Meilin, lalu menarik tubuh ramping wanita itu masuk ke dalam dekapan lengan kekarnya, memaksa Meilin untuk tidur dengan berbantalkan lengan bajunya sepanjang sisa malam.

Di dalam pelukan hangat sang Kaisar, Meilin menatap langit-langit kelambu ranjang dengan pandangan penuh perhitungan yang rumit. Sial, batinnya kesal. Situasi romantis ini awalnya kuciptakan sebagai jebakan... tapi kenapa sekarang rasanya aku sendiri yang mulai terjerat di dalamnya?

Fajar baru saja menyingsing ketika kehangatan di ranjang Istana Fengxiang berganti menjadi ketegangan yang dingin. Sesuai janjinya, Kaisar Long Feng telah meninggalkan kamar sebelum para pelayan terbangun, menyisakan aroma kayu cendana yang samar di atas bantal sutra Lin Meilin.

Namun, ketenangan Meilin tidak berlangsung lama. Xiao Cui masuk dengan wajah pucat pasi, membawa sepucuk surat rahasia dari Paman Chen yang diselundupkan lewat pos merpati Toko Obat Seribu Penawar.

"Permaisuri, keadaan di luar sangat gawat," bisik Xiao Cui dengan bibir gemetar. "Faksi menteri luar, dipimpin oleh Menteri Keuangan Zhao—sekutu tersembunyi keluarga Hua—baru saja mengajukan petisi bersama di Sidang Agung pagi ini. Mereka menuntut eksekusi mati bagi seluruh keluarga Jenderal Lin tua atas tuduhan sabotase persediaan logistik militer sepuluh tahun lalu di perbatasan barat."

Meilin bangkit dari ranjangnya, sepasang mata elangnya seketika memancarkan kilatan pembunuh yang teramat pekat. Menyerang keluarga asliku untuk menjatuhkanku? Siasat politik kuno yang sangat klise, batin Meilin dingin.

Sebagai mantan agen intelijen top, Meilin tahu betul bahwa Jenderal Lin adalah tiang penyangga utamanya di luar istana. Jika Jenderal Lin jatuh, posisinya sebagai Permaisuri akan kembali goyah. Ia tidak akan membiarkan tikus-tikus korup itu menyentuh seujung rambut pun dari keluarga yang kini harus ia lindungi.

"Xiao Cui, siapkan Jubah Kebesaran Phoenix Emas Merah," perintah Meilin, suaranya sedingin es di puncak musim dingin. "Hari ini, aku sendiri yang akan menghadiri Sidang Agung untuk membersihkan kotoran di meja para menteri."

Xiao Cui terbelalak. "T-Tapi Permaisuri, hukum kekaisaran melarang wanita harem menginjakkan kaki di Ruang Sidang Utama!"

"Hukum dibuat oleh manusia, Xiao Cui. Dan hari ini, aku yang akan mendikte ulang hukum tersebut," balas Meilin penuh otoritas mutlak.

---

Di dalam Ruang Sidang Utama Kencana, suasana terasa sangat panas dan menekan. Ratusan menteri berpakaian kebesaran berbaris di sisi kiri dan kanan, sementara di atas takhta tertinggi, Kaisar Long Feng duduk dengan jubah naga emas hitamnya. Wajah tampan Long Feng tampak datar bagai prasasti batu, namun cengkeraman tangannya pada pegangan takhta menunjukkan kemarahan yang tertahan.

Menteri Zhao berdiri di tengah ruangan, memegang gulungan petisi dengan ekspresi wajah yang tampak penuh keadilan palsu.

"Yang Mulia! Bukti-bukti keterlibatan Jenderal Lin dalam hilangnya ribuan ton gandum militer sepuluh tahun lalu sudah sangat jelas! Sesuai hukum Dinasti Long, tindakan sabotase militer setara dengan pengkhianatan negara dan harus dihukum pancung sembilan generasi!" teriak Menteri Zhao dengan lantang, memprovokasi para menteri faksi Hua lainnya untuk ikut bersujud mendukungnya.

"Mohon Yang Mulia jatuhkan hukuman mati pada keluarga Lin!" ratusan menteri korup bersujud serentak, menciptakan tekanan politik yang luar biasa besar di dalam ruang sidang.

Long Feng menyipitkan mata, bersiap untuk mengerahkan pasukan bayangan serigala hitamnya untuk membantai para menteri pembangkang ini di tempat. Namun, sebelum ia sempat membuka mulut, suara gemuruh tiba-tiba terdengar dari arah gerbang utama ruang sidang.

Brak!

Pintu gerbang perunggu seberat beberapa ton itu didorong terbuka dengan paksa dari luar. Dua pengawal berbaju besi yang berjaga di pintu terlempar ke samping setelah titik saraf lengan mereka dipukul dengan kecepatan kilat oleh seorang wanita.

1
sasa adzka
cerita makin keren ey 😍😍
semangat up nya kak, Terima kasih sdh up beberapa bab kak😍😍.. utk jam berapa nya kau up terserah aja ya.. aku selalu menantikan kelanjutan cerita mu ini.. semoga sampai tamat 😍😍😍
Amber Mist: 😍 baik lah terima kasih
total 1 replies
Lina Hibanika
jangan kasih ampun pelayan calutak seperti itu mah
sasa adzka
wahhh sebentar lagi bucin neh si kaisar long sama meilin🤭🤭🤭
Amber Mist: Siap2, ya Yang Mulia. Lebih suka upload jam brp kak?
total 1 replies
Lina Hibanika
hadiah perkenalan,, segelas kopi buat author ☕
Amber Mist: 😍 terima kasih Yang Mulia
total 1 replies
sasa adzka
I like it permaisuri meilin😍😍😍 aku suka karakter nya... pertahan kan kak.. pokok nya harus kuat mah MC cewek nya😍😍😍😍
semangat ya
Amber Mist: wahhh, makasi Yang Mulia, dukung aku terusnya "follow" dan jangan lupa "bintang5nya"
total 1 replies
sasa adzka
hallo baru mampir kak othor...
semoga sampai tamat ya😍😍
semangat up nya💪💪
Amber Mist
Yang Mulia Datu Zahra, bagian mana ya yg fisiknya brubah? coba dibaca ulang, karena Meilin ahli racun kak, itu bukan fisik yg brubah tapi jiwanya uda ganti kak
Datu Zahra
Dibab sebelumnya disebutin udah lewat seminggu, tambah dua hari seudha kaisar pergi sampe fisik berubah, ya kali nyebut racun semalam. ngaco
Amber Mist: Yang Mulia, sepertinya harus baca ulang ya
total 1 replies
Amber Mist
Halo Yang Mulia Ratu pembaca setia Permaisuri Lin, Salam Kenal.

Yuk, voting, kalian lebih suka aku upload di jam brp?

Yang setia ikutin, pencet " ikuti" + kasih 💫 bintangmu ya.

Hamba butuh dukungan kalian
Alia Chans
suka.... like + bunga😉
semangat thor nulisnya nya🤭




kalo berkenan mampir thor😉
Amber Mist: 😍👍 siap kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!