Kania Maharani, harus menerima kenyataan pahit saat sang suami lebih memilih untuk kembali pada sang mantan kekasih setelah satu tahun usia pernikahan mereka.
Dulu mereka di jodoh kan saat Erlan Hadi Wijaya di tinggal kan oleh kekasih nya, demi pria lain.
Setelah sang kekasih berpisah dari laki - laki pilihan nya, dia ingin kembali pada Erlan. Erlan yang masih mencintai Wina, menerima wanita itu kembali tanpa perduli perasaan Kania.
Apakah Kania tetap bertahan dan menerima diri nya di madu, atau memilih mundur karena dia bukan lah istri pilihan suami nya?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 25
Pak Rama dan bu Sarah akan mengadakan acara khusus, yaitu acara penyambutan untuk sang putri. Acara itu di adakan di sebuah balroom hotel berbintang, dia akan mengumum kan kembali nya sang putri.
Kania tidak setuju dengan apa yang di lakukan oleh orang tua nya, tapi Pak Rama dan bu Sarah kukuh akan mengumumkan kembali nya sang putri di depan orang banyak. Bukan tanpa alasan, pak Rama ingin melihat reaksi orang yang sudah menculik putri nya tersebut, karena pak Rama yakin pelaku nya adalah salah satu lawan bisnis nya.
"Mama, Papa bagai mana jika orang itu kembali melakukan hal yang tidak diinginkan kan?" Kania bertanya dengan mada cemas.
"Tenang lah nak, kamu jangan cemas karena kau akan di jaga ketat. Dan kali ini justru kita akan dengan sangat mudah menangkap nya, jika dia kembali beraksi!" Pak Rama berkata pada putri nya.
"Acara ini bertujuan untuk memancing nya kekuar, dengan begitu kita akan tahu siapa pelaku nya!" Bu Sarah ikut berkata dengan menggenggam erat tangan putri nya.
"Baik lah Pa, Ma. Kania akan ikut apa yang di katakan oleh Papa dan Mama! Tapi bolehkah Kania meminta agar Abah dan Umi juga diundang?" Kania bertanya dengan hati - hati.
"Tentu saja sayang, mereka akan di undang dalam acara itu!" Jawab bu Sarah lagi.
"Terima kasih, Ma, Pa!" Kania terharu dengan apa yang di lakukan oleh orang tua nya.
Kini kegiatan sehari - hari nya, Kania mulai belajar bagai mana mengurus perusahaan dan yang lain nya. Setiap hari akan ada guru khusus yang mengajari nya banyak hal, Pak Rama dan bu Sarah membayar mahal untuk masa depan putri nya.
Karena dulu Kania hanya belajar sampai lulus Sekolah Menengah Atas, kini pak Rama ingin anak nya bisa memiliki ijazah sarjana dan siap mengambil alih perusahaan suatu hari nanti. Orang - orang khusus dan berkompeten di datang kan oleh pak Rama ke rumah mereka, mereka di tugas kan untuk mengajari Kania.
Kania pun tidak ingin mengecewakan orang tua kandung nya, dia belajar dengan semangat. Kania menerima semua yang di ajarkan pada nya dengan mudah, karena Kania adalah gadis yang pintar. Dulu saat masih di pondok, dia selalu juara di dalam bidang akademik. Hanya saja Abah Muis dan Umi Latifah tidak punya dana untuk Kania bisa melanjutkan pendidikan formal nya di sebuah perguruan tinggi.
******
Sementara itu saat ini Wina sedang menunggu Erlan di rumah nya, akhir - akhir ini dia tidak bisa bertemu dengan Erlan. Karena kini Erlan sangat sibuk di kantor, dia tudak memiliki waktu untuk bersantai- santai. Pak Beni sengaja menyuruh orang lain yang di tugaskan sebagai atasan nya Erlan, untuk mengawasi pekerjaan nya.
Pak Beni ingin Erlan punya kesibukan, sehingga dia tidak punya waktu untuk bertemu dengan Wina. Menurut pak Beni, kehadiran Wina hanya akan membawa pengaruh buruk untuk putra nya.
"Mbok, jam berapa biasa nya mas Erlan pulang?" Tanya Wina pada mbok Nah.
"Menjelang magrib, nona!" Jawab mbok Jum.
"Ya udah sana, mbok masak yang enak ya. Malam ini aku dan mas Erlan akan makan malam bersama di rumah!" Wina memberikan perintah pada mbok Nah.
"Baik Non!" Jawab Mbok Nah pasrah.
Sudah beberapa hari ini Wina tidak bertemu dengan Erlan, awal nya dia merasa bahwa tidak ada guna nya mendekati Erlan lagi. Mengingat saat ini semua hak Erlan di perusahaan sudah di cabut oleh pak Beni, tapi setelah berfikir kembali dan dengan hasutan kedua orang tua nya. Wina bermaksud mengajak Erlan merebut semua hak nya kembali, bukan tanpa alasan.
Wina ingin menguasai semua harta keluarga Erlan, mengingat seperti nya perusahaan orang tua nya sudah tidak mungkin lagi untuk di selamatkan. Mereka semua tidak mau hidup dalam kemiskinan, itu lah sebab nya Wina dan orang tua ingin membantu Erlan merebut semua nya dari pak Beni. Semua itu mereka lakukan demi kepentingan pribadi mereka.
"Wina, kau ada di sini?" Tanya Erlan dengan berani saat dia memasuki rumah nya.
"Iya mas, aku datang, aku kangen sama kamu!" Wina langsung berdiri dan dia menghambur ke dalam pelukan Erlan.
Wina sengaja ingin membuat Erlan tidak bisa lepas dari diri nya, dia akan melakukan apa saja demi bisa kembali pada laki - laki itu. Hidup dalam kemiskinan adalah momok yang menakutkan bahi Wina dan keluarga nya.
"Mas, aku beberapa kali mendatangi kantor mu, tapi Papa mu tidak pernah membiarkan aku menemui mu!" Wina mulai memercik kan api di antara Erlan dan pak Beni.
"Aku sibuk Win, aku bukan lagi pemimpin di sana!" Erlan lalu menjatuhkan bokong nya di sofa.
"Loh, kenapa bisa begitu mas? Kau kan adalah satu - satu nya pewaris perusahaan itu?" Wina bertanya seolah - olah dia tidak tahu apa yang terjadi.
"Bukan lagi Win, Papa sudah mengambil semua nya dari ku!" Jawab Erlan sambil menggelengkan kepala nya.
"Mas, jangan diam saja dan menerima semua ini. Kau adalah satu - satu nya putra nya, jadi kau lah yang akan mewarisi semua nya kelak. Papa mu sudah keterlaluan, bisa - bisa nya dia melakukan semua ini terhadap putra kandung nya!" Wina mulai menghasut Erlan agar melawan pak Beni.
Erlan terdiam mendengar ucapan Wina, entah kenapa saat ini dia sedang tidak begitu fokus pada Wina. Hati dan fikiran nya kini tertuju pada Kania, dia merasa ada sesuatu yang hilang dari diri nya dan juga rumah ini. Bayangan wajah Kania menari - nari di pelupuk mata nya, wajah teduh dan sikap lembut Kania terbayang di mata nya.
"Mas, ini tidak bisa di biarkan. Kamu harus merebut kembali apa yang menjadi milik mu, jangan mau di tindas sekalipun oleh orang tua mu sendiri!" Kembali Wina menghasut Erlan.
Tapi reaksi Erlan benar - benar di luar dugaan, sehingga membuat Wina murka. Erlan tidak mendengarkan apa yang di katakan oleh Wina, dia masih sibuk memikirkan Kania.
"Mas, kamu dengar gak sih apa yang aku katakan?" Bentak Wina dengan geram.
"Kamu apaan sih Win? Teriak - teriak gak jelas!" Omel Erlan kesal.
"Mas, sejak tadi aku ngomong sama kamu, tapi kamu nya diem aja, kamu dengerin aku gak sih?" Wina bicara dengan nada tinggi.
"Win, kalau kamu datang ke sini cuma buat marah - marah, mendingan kamu pulang aja deh. Aku capek!" Erlan mengusir Wina.
Erlan langsung pergi dari hadapan Wina, sementara Wina tampak sangat kesal sekali. Niat nya ingin memengaruhi Erlan, agar melawan orang tua nya malah gagal. Erlan seperti nya sedang memikirkan sesuatu yang lain, sesuatu yang membuat Wina marah.
mudah2han rujuk lagi sama erlan
tapi erlan hrs berjuang dulu
Jangan lama-lama Up lagiii 😘😍
bikin ancur aja tuh mereka berdua pak Beni 👍😡