Perhatian Kian Sakala selalu tercuri pada teman perempuan SMAnya, Wanda Safia yang selalu diperlakukan seperti babu oleh Aditama Hasta.
Wajah lelah dan tertekannya selalu mengusik hati manusiawinya Kian. Tapi sepertinya pertolongannya terhadalp Wanda malah selalu berbuah pahit untuk temannya itu
Semoga suka, ya♡♡♡
Spin off Pesona Cassanova. Tapi bisa dibaca terpisah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Adu fisik lagi
Sekarang memang bukan jam pekerja pulang, jadi Aditama bisa lebih cepat mengendarai mobilnya menyusul Kian cs. Mahesa, Bayu dan yang lainnya juga sudah berada di depan mobilnya.
Wanda menahan perutnya yang bergejol@k karena mobil yang melaju kencang tapi sesekali ngerem mendadak dan zig zag, membuat isi perutnya mau tumpah. Dia juga takut dengan keselamatannya. Mungkin sebentar lagi dia akan bertemu mama dan papa?
"Aku akan hajar laki laki kurang ajar itu! Apa maksudnya lo akan jadi babu dia!" sergah Aditama penuh emosi. Dia semakin dalam menginjak gasnya. Di depannya Mahesa cs sudah hampir mendekati motor Alen cs. Mungkin kalo naek motor, Aditama ngga akan kesusahan menyalib mobil mobil yang berseliweran di depannya dan sudah berada di depan Kian cs.
Wanda yang terus saja mendapat bentakan masih tidak mengeluarkan suara. Dia ngga tau rencana Kian. Tapi dia sedikit berharap bisa ikut Kian kalo memang yang dikatakan Aditama benar.
Di depan sana Azka sudah memberi tanda, mereka akan berkumpul di komplek pertokoan kosong yang ngga jauh di depan mereka. Komplek itu sudah beberapa kali menjadi tempat mereka melakukan adu fisik. Sebentar lagi mereka akan melewati sebuah tikungan sebelum tiba di sana.
Senggolan senggolan motor sudah mulai terjadi. Motor motor mulai oleng tapi teman temannya seolah tidak takut jatuh. Dalam hati Wanda menatap ngeri, karena teman temannya melakukannya di jalan raya yang cukup padat dengan arus kendaraan.
Aditama melihat motor Bayu dan Gio yang mulai berada di tengah jalan akibat terjena senggolan motor lawan mereka. Dia makin dalam menginjak gasnya. Tikungan di depannya kosong, dia akan menabrakkan mobilnya ke motor Gio sampai jatuh.
Tapi sesuatu tak terduga terjadi. Di depan sana muncul truk dalam kecepatan tinggi. Bayu dan Gio menghindar dengan cepat. Mereka masih bisa menyimbangkan motor saat terkena sambaran angin deras dari truk.
Aditama juga membanting stir. Mobilnya melaju tak terkendali. Sementara supir truk yang selamat dari dua kali dari tabrakan, tanpa peduli terus melaju pergi.
Aditama berusaha menyeimbangkan mobilnya sementara teman temannya dan Kian cs yang sudah berhenti di tempat yang dimaksud melihat mobil Aditama dengan panik.
Wanda mencengkeram pegangan atas mobil dengan sekuat yang dia bisa. Tubuhnya terguncang guncang karena dia tidak mengenakan seatbelt. Di depan sana sebuah pohon besar seperti menunggu kedatangan mobil Aditama.
Aditama memutar stirnya dengan cepat sambil menginjak dalam remnya. Terlambat, tabrakan keras akhirnya terjadi.
*
*
*
"Maaf, ya. Aku harus pergi di saat kita masih belum menyelesaikan makan kita," ucap Ezra penuh sesal. Hatinya ngga tenang setelah mendapatkan pesan dari Khalid. Dia sudah mengantar guru BP keponakannya pulang ke rumahnya walau tadi sempat ditolak
Untungnya Elia mengerti.
Flashback on
"Kita pulang saja," ucap Elia ketika melihat Ezra yang malah terlihat tidak berselera menyantap makanannya setelah mendapat telpon tadi. Wajahnya juga terlihat gundah. Tatapannya malah sering tertuju ke ponselnya.
"Tapi kamu baru aja selesai makan," sanggah Ezra merasa ngga nyaman. Dia juga belum memesan makanan penutup untuk mereka.
"Ngga apa apa."
"Mungkin masih ada kata lain kali?" tawar Ezra agak.berharap. Ngga tau kenapa guru ini menimbulkan sengatan listrik ke jantungnya.
Elia mengangguk.
"Selama urusannya tentang keponakan keponakan kamu, kenapa enggak?"
Ezra tersenyum dengan penolakan halus Elia. Benar benar perenpuan yang membuat dia tambah penasaran.
"Oke."
Endflashback
Setelah Ezra melihat Elia masuk ke dalam rumahnya, seoang laki laki berjas mendatanginya dan memberikannya kunci motornya.
Tadi dia memang meminta pengawalnya membawakannya motor dan mengikuti dirinya.
Ezra memberikan kunci mobilnya pada pengawalnya. Barter. Kenudian tanpa membuang waktu lagi, Ezra segera melaju ke arah yang diberikan Khalid padanya. Syukurnya, dari rumah Elia letaknya sudah tidak terlalu jauh lagi.
Sementara Elia ternyata melihat kepergian Ezra dari balik jendela rumahnya.
"Dia mau kemana? Kenapa pake motor?" gumamnya heran.
*
*
*
Baik Mahesa cs maupun Kian cs, mereka sama sama mendekati mobil Aditama yang menabrak pohon. Untungnya hanya bagian depan di sebelah kanan mobil itu yang ringsek.
Kian segera membuka paksa jok belakang supir dan dia makin panik ketika menemukan Wanda yang sudah pingsan di jok mobil. Keningnya terlihat memar dan berdarah.
"Wanda!"
Jantung Kian berdegup keras. Ada perasaan takut menyelimuti hatinya. Apalagi saat melihat darah yang mengalir di keningnya. Dia menyekanya dengan ujung rompinya. Berharap Wanda tidak apa apa.
Tapi baru saja Kian akan membopong Wanda, Aditama yang baru tersadar langsung gusar melihat yang dilakukan Kian.
"Jangan sentuh babu gue!""
Mahesa yang sudah membuka pintu agak terkesiap melihat kemarahan Aditama. Bahkan Aditama sudah bersiap akan memukul Kian.
"Dia terluka, be-go!" sentak Kian sambil membawa Wanda keluar dari dalam mobil.
"Dia tanggung jawab Tama. Bukan lo!" seru Mahesa berusaha mengambil alih tubuh ketika Kian yang sudah membopong Wanda di luar mobil. Tapi Azka menghalangi.
Aditama yang sempat linglung sebentar tadi akibat tabrakan, buru buru keluar.
"Babu itu tanggung jawab gue" sergahnya berusaha mencekal krah baju Kian yang langsung ditepis Azka.
Walau kepalanya masih pusing, Aditama nekat mengirimkan tinjunya menuju wajah Azka yamg berada lebih dekat dengannya.
Azka cepat bertindak. Dia tentu saja tidak mau wajahnya bonyok. Kepalan tinju Aditama berhasil dia tangkap, kemudian dicengkeram dengan kuat membuat Aditama meringis. Belum cukup dengan itu, Azka memuntirnya hingga Aditama menjerit kesakitan.
Mahesa menendang lutut Azka agar melepaskan Aditama.
Cengkerman terlepas karena Azka bergerak mundur, menghindar.
"Serbuuu!!" seru Bayu yang sudah melihat tanda untuk menyerang.
Perkelahian pun terjadi. Walau tidak berimbang dalam jumlah, tapi Azka cs lebih tangguh karena mereka semua sangat menguasai ilmu bela diri.
Sedangkan di kelompok Aditama, hanya sebagian kecil saja yang bisa karate. Banyaknya malah maen keroyokan aja, yang penting bagi mereka jumlahnya banyak.
Aditama terus mencecar Kian yang agak kesulitan melawan karena menggendong Wanda. Cewe itu masih pingsan.
Rapi kakinya masih busa digunakan untuk menangkis atau balas menendang.
Azka.yang berniat membantu dihadang Mahesa. Sedangkan yang lainnya sedang berjibaku melawan teman teman Aditama.
Aditama cukup licik untuk menyerang Wanda dengan pukulan dan tendangan, karena dia tau Kian pasti akan lebih memilih tubuhnya jadi tameng demi melindungi Wanda.
BUUGH
"Ngga nyangka babuku sangat berharga, ya......," tawa Aditama sangat keras ketika berhasil menyarangkan tendangannya ke punggung Kian.