Sejak kecil, Kiara hidup sebagai anak yang dibenci dan disiksa oleh keluarga yang membesarkannya. Ia tak pernah tahu bahwa semua penderitaan itu berawal dari sebuah pembunuhan yang terjadi dua puluh lima tahun lalu.
Demi merebut harta dan kekuasaan, pamannya membunuh ayah kandung Kiara, mengurung ibu kandungnya selama puluhan tahun, lalu membesarkannya dengan identitas palsu.
Saat kebenaran mulai terungkap, Kiara harus merebut kembali haknya dan membalas semua dosa yang telah merenggut keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pineapple banana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
1 bulan telah berlalu Vera dan Kiara kini sudah menguasai ilmu bela diri nya yaitu karate , Kiara juga sudah memahami bisnis yg ia pelajari bersama dengan Bara. Namun hubungan kedua nya berjalan dengan lancar, mama dan papa bara sudah tau hubungan kedua nya dan Bara mengatakan jika akan menikahi Kiara saat semua masalah yg menimpa Kiara sudah usai.
Bu Amira selaku nenek nya sangat setuju dan merestui jika Bara dan Kiara menikah , karena memang kedua nya sangat cocok sekali.
sedangkan Bu Linda ia sudah siuman setelah 3 hari ia tertidur , Bu Linda saat itu masih sangat trauma ia suka berteriak histeris namun semua itu bisa terlewati karena Kiara yg ada selalu di samping ibu nya bersama engan sang nenek mertua Linda.
Dokter juga mengatakan jika Linda masih mengalami trauma namun jika ia selalu di ajak mengobrol trauma itu akan berangsur pulih.
Selama 1 bulan Bu Linda melewati semua itu , hingga trauma yg ia alami sedikit demi sedikit menghilang.
Kiara yg berada di sana segera memeluk ibu nya dengan penuh kasih sayang.
"oh anakku, kenapa nak." ucap ibu nya.
"gpp ma, Kiara sekarang suka berpelukan semenjak kiara bertemu dengan mama." ujar nya.
"mama juga senang sekarang bisa bertemu dan melihat anak mama yg hilang ini." kata mama Linda sambil menitikkan air mata nya.
Kiara lalu memposisikan duduk nya menghadap mama nya , " mama jangan nangis , sekarang Kiara sudah ada di sini bersama dengan mama." Kiara lalu menghapus air mata mama nya yg sudah membasahi pipi.
"iya mama gak akan menangis , tapi mama gak janji ya nak." tawa kedua nya , di balik pintu Bara melihat Kiara yg bahagia dan tertawa bersama dengan mama nya . Ia bahagia melihat itu, Bara juga berjanji akan terus membantu Tante Linda juga Kiara untuk menghukum keluarga Anton.
Bara yg tak sadar jika papa nya dan mama nya sudah berada di belakang Bara , lalu om Seno pun mengangetkan anak lelaki nya itu.
"dor..." bara tersentak kaget saat papa nya pura-pura menodongkan pistol menggunakan lengan nya.
"apa sih pah bikin kaget aja." kesal Bara.
"iya lagian kamu ngapain di luar , mama sama papa dari tadi nungguin kamu masuk loh." sahut mama nya.
Bara yg masih cemberut itu lalu menggeser kan tubuh nya agar kedua orangtuanya masuk ke dalam kamar rawat, tapi Bara juga ikut masuk karena ingin melihat pujaan hati nya di sana.
"hei Linda gimana keadaan mu sekarang." tanya Tante Yuni.
"ya seperti yg kamu lihat Yun." jawab nya sambil menunjukkan senyum tipis nya.
"aku senang dengar nya , dan aku juga senang kamu bisa berkumpul kembali dengan Kiara walaupun tanpa Yuda." ucap Tante Yuni namun dengan nada lirih saat dia menyebut nama Yuda suami Linda.
Linda menarik Nafa nya berusaha tersenyum, "ya aku senang tapi aku juga berduka Yuni , aku selalu ingin bertemu dengan mas Yuda tapi dia justru sudah tiada lagi di dunia ini." ujar nya sedih.
"mama jangan sedih ya , sekarang ada Kiara yg akan menjaga mama." ungkap nya sambil memeluk mama nya.
"Yuni , Seno aku juga berterimakasih pada kalian , karena kalian sudah menjaga Kiara saat aku masih di sekap."
"jangan berterimakasih pada kami Yuni, kami juga bisa bertemu dengan Kiara karena Bara yg dulu menerima Kiara untuk bekerja di perusahaan ku, sampai kami curiga dengan Kiara yg wajah nya mirip dengan mu dan Yuda. dan kamu tau , saat Bara mengatakan Kiara berhenti dari kerjaan nya di perusahaan kami , itu karena Anton yg melarang. Dari situ aku mencari tau siapa Kiara dan mencari mu juga." jelas nya.
"Hem.. Terimakasih ya." Linda menatap Seno bergantian menatap Bara, ia bersyukur memiliki sahabat dan juga calon menantu nya yg menolong diri nya keluar dari sekapan Anton di rumah tua gubuk itu.
"Tante jangan khawatir oke , jangan memikirkan apapun. Sekarang yg Tante pikirkan adalah kesehatan mental Tante." ucap Bara.
"Tante titip Kiara ya Bara , jaga dia saat dia di jakarta nanti." pinta Linda , Bara lalu menganggukkan kepala nya.
"baiklah sekarang kalian berdua berangkat ke Jakarta , keburu ke malaman di jalan."
"ya sudah ma , Kiara harus pergi ke Jakarta. Kiara harus merebut semua itu dari mereka , mama doakan Kiara ya."
"iya mama akan mendoakan mu nak , kamu harus ambil hak itu dan tunggu mama sembuh. Mama akan menyusul kalian dan mama akan menampakan wajah mama di hadapan Risma juga Anton , dan mama akan membuka semua rahasia nya di depan publik." jelas Linda mantap.
"aku senang jika dia semangat mas " bisik Yuni.
"ia ma kaya dulu saat dia muda." balas nya.
Lalu Kiara pamit bersama dengan Bara untuk pergi ke Jakarta , mereka sudah di tunggu oleh Ucup , Andre dan juga Vera.
Kiara dan Bara lalu masuk ke dalam mobil hitam sport milik Bara, lalu Ucup menghidupkan mobil itu dan melajukan nya keluar dari halaman vila milik Seno.
Mobil itu melaju membelah aspal jalanan Surabaya menuju ke Jakarta untuk menjalankan misi nya.
"mama.. Papa.. Aku akan membalaskan perbuatan mereka terhadap mama dan papa, dan aku akan merebut semua harta yg mereka ambil." desis nya dalam hati sambil menunjukkan senyum tipis nya.
Bersambung