NovelToon NovelToon
Mrs. Only His

Mrs. Only His

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Cinta Terlarang / Saling selingkuh
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah gemerlap penthouse mewah Chicago, Suzanne Klatten terjebak dalam neraka pernikahan tanpa cinta.

Enam bulan menyandang status istri sah Willem Daendels, dia hanya menerima penolakan, dihina, dan dikhianati demi wanita simpanan.

Namun, sebuah pelarian di koridor privat mengubah segalanya.

Dalam rapuhnya batin yang hancur, Suzanne menyerahkan kesuciannya kepada Aiden Luther Stone—bocah SMA berusia 18 tahun yang kehilangan kendali akibat pengaruh obat perangsang.

Saat fajar menyingsing, kepolosan runtuh dan takdir baru terajut.

Aiden yang didera rasa bersalah bersumpah akan bertanggung jawab dan menikahinya, tanpa tahu wanita misterius itu seorang istri Tetangga Apartemennya.

Di balik balutan hoodie kebesaran dan cincin pernikahan yang disembunyikan, Suzanne melangkah kembali ke neraka rumah tangganya dengan rahasia paling berdosa.

Sebuah romansa terlarang yang penuh manipulasi, dan ego yang siap membakar batas moralitas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#23

Ceklek.

Pintu geser otomatis ruang VVIP Suite Nomor Satu itu kembali terbuka dengan sentakan cepat.

Sesosok pemuda bertubuh tegap dan jangkung melangkah masuk dengan napas yang sedikit memburu.

Aiden Hayes Stone baru saja tiba di rumah sakit dengan niat tulus untuk menjenguk ayah dari wanita yang memenuhi seluruh ruang pikirannya sejak semalam.

Namun, langkah kakinya seketika terpaku di atas lantai marmer begitu sepasang netra elangnya menangkap pemandangan di dalam ruangan.

Aiden benar-benar terkejut.

Aliran darahnya serasa berhenti berdetak melihat keberadaan kedua orang tuanya sendiri.

Martin Luther Stone dan Nora Amelie Stone—sedang berdiri mengintimidasi di depan ranjang rawat Tuan Klatten.

Dan yang paling membuat dadanya terasa dihantam godam berat adalah saat ia melihat Suzanne berdiri gemetar, memegangi pipi kirinya yang tampak memerah sempurna akibat bekas tamparan segar.

Satu detik. Dua detik.

Otak taktis Aiden langsung menyatukan kepingan demi kepingan teka-teki yang terjadi.

Daddy telah meretas datanya, dan Mommynya telah menemukan kebenaran yang ia sembunyikan tadi.

Tanpa memedulikan harga diri atau statusnya sebagai putra mahkota dinasti Stone, Aiden melangkah lebar memangkas jarak.

Dengan gerakan yang teramat drastis dan penuh keputusasaan, pria muda delapan belas tahun itu menjatuhkan kedua lututnya ke atas lantai marmer yang dingin, tepat di hadapan sang Mommy.

Brak.

Aiden berlutut.

Tubuhnya yang kokoh kini merendah, menengadah menatap wajah Nora dengan binar mata yang dipenuhi oleh kabut emosi yang teramat pekat.

"Demi Tuhan... Mommy, aku mencintainya," ucap Aiden, suaranya bergetar hebat, serak oleh pusaran rasa takut yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.

Tangan kekarnya mencengkeram ujung jubah rajut yang dikenakan Nora.

"Jangan benci dia, Mom. Jangan salahkan dia atas apa pun yang terjadi. Dialah wanita yang kucintai. Aku yang menginginkannya sejak awal, aku yang mengejarnya!"

Martin Luther yang berdiri di samping istrinya hanya mampu mengetatkan rahang, menatap putra tunggalnya yang kini kehilangan seluruh keangkuhannya demi seorang wanita yang masih berstatus istri orang.

Aiden menarik napas dalam, mendongak menatap bergantian ke arah Mommy dan Daddy nya dengan ketetapan hati yang tidak bisa diganggu gugat.

"Aku yang akan membuatnya bercerai dari suaminya, Mom... Dad. Dia akan segera bercerai dari Willem Daendels! Pernikahan itu murni sampah yang mengikatnya! Beri aku waktu, dan aku akan membawanya ke hadapan kalian sebagai wanita yang bebas," tegas Aiden dengan urat-urat leher yang menonjol tegang, meluapkan seluruh rencana taktis yang telah ia susun sejak semalam.

Melihat pemuda paling angkuh di sekolah itu kini berlutut pasrah di atas lantai rumah sakit, baik Nora maupun Suzanne seketika merasakan dada mereka sesak oleh emosi yang membubung tinggi.

"Bangun, Aiden!" ucap Nora Amelie dan Suzanne hampir bersamaan.

Suara mereka berdua bergetar, memecah kesunyian ruangan dengan frekuensi kepanikan yang sama.

Suzanne melangkah maju satu langkah, menatap Aiden dengan pandangan mata yang dipenuhi oleh keharuan sekaligus rasa sakit yang luar biasa.

Bagaimana bisa seorang pewaris tunggal Luther-Stone merendahkan dirinya hingga berlutut seperti ini untuk wanita malang seperti dirinya?

Aiden tidak memedulikan perintah ibunya. Ia segera bangkit berdiri, namun alih-alih menjauh, ia justru melangkah maju dan mendekap wajah Suzanne dengan kedua telapak tangannya yang lebar.

Ibu jarinya yang hangat mengusap perlahan permukaan kulit pipi kiri Suzanne yang memerah hebat bercampur sisa air mata.

"Sayang... Maafkan aku. Maafkan Mommy-ku," bisik Aiden teramat halus, suaranya mendadak melunak penuh kasih sayang yang posesif.

Matanya berkilat pedih saat mengecup perlahan pipi bekas merah yang seperti habis ditampar itu.

Sentuhan bibir Aiden di atas luka memar itu begitu lembut, seolah mencoba menyedot seluruh rasa sakit yang dialami Suzanne.

Aiden tahu persis, tidak ada orang lain di ruangan ini yang memiliki keberanian dan otoritas untuk melayangkan tamparan sekeras itu selain ibunya sendiri.

"Maafkan aku karena terlambat melindungimu pagi ini..."

Melihat perlakuan teramat mesra dan penuh pembelaan buta dari putranya terhadap Suzanne, tangis Nora Amelie seketika pecah di tempatnya berdiri.

Hati seorang ibu mana yang tidak hancur melihat anak laki-laki yang ia besarkan dengan segala kesempurnaan kini justru menentang nilai-nilai moralitas demi wanita yang sah menjadi milik pria lain?

"Lihat itu, Martin! Lihat anakmu... Anak kandung kita!" teriak Nora parau, air matanya luruh deras membasahi pipinya yang pucat. Ia berbalik, memukul dada suaminya dengan kepalan tangan yang lemah, meluapkan rasa frustrasi yang mendalam.

"Dia membela wanita itu! Dia berlutut dan mencium wanita yang bahkan secara terang-terangan berusaha merebut seluruh fokus hidupnya dariku! Lakukan sesuatu, Martin! Jangan hanya diam menatap putra tunggalmu merusak masa depannya sendiri!"

Martin Luther menghela napas berat, merangkul pundak istrinya yang terguncang hebat oleh tangis kekecewaan.

Pandangan mata taktis sang mantan peretas itu kini menatap lurus ke arah Suzanne, memberikan tekanan psikologis yang teramat berat melalui sorot matanya yang dingin.

Suzanne yang menyadari bahwa kehadirannya telah menghancurkan keharmonisan keluarga yang begitu dihormatinya, menarik napas panjang.

Ia perlahan melepaskan kedua tangan Aiden dari wajahnya, memundurkan langkahnya hingga memutus kontak fisik di antara mereka.

Suzanne mendongak, menatap Nora dan Martin dengan sisa harga diri yang berhasil ia kumpulkan di tengah badai air mata.

"Nyonya Stone... Tuan Stone... Maafkan atas segala kelancangan ini," ucap Suzanne dengan suara yang terdengar datar namun bergetar di ujung kalimatnya.

Ia meremas jemarinya sendiri di balik blus kremnya. "Pernikahan saya memang sebuah kesalahan, namun saya sadar posisi saya saat ini. Mulai detik ini... Saya berjanji akan menjauhi putra Anda. Saya tidak akan pernah membiarkan Aiden melangkah masuk kembali ke dalam kekacauan hidup saya."

Deg.

Kalimat penolakan yang keluar dengan begitu mutlak dari bibir Suzanne seketika menyentak kesadaran Aiden.

Seluruh urat di wajah tampannya menegang sempurna, matanya menyalang merah menatap Suzanne dengan riak kemarahan dan kepemilikan yang teramat berbahaya.

"Sayang... Tidak!! Apa yang kau katakan?!" teriak Aiden lantang, suaranya menggelegar hebat menembus dinding-dinding ruang isolasi, membuat perawat yang berjaga di luar koridor sempat terperanjat.

Aiden maju satu langkah besar, kembali mencengkeram pergelangan tangan Suzanne dengan kekuatan penuh yang tidak bisa dibantah.

"Kau milikku, Suzanne! Aku tidak peduli pada janji sampah apa pun yang kau ucapkan pada orang tuaku! Kau tidak akan pernah bisa menjauh dariku!"

Bum!

Suasana di dalam ruangan itu mendadak terasa begitu menyesakkan, seolah ada bom waktu tak kasat mata yang baru saja diledakkan di antara ego mereka masing-masing.

Pertarungan antara otoritas keluarga besar Stone, kepasrahan Suzanne yang lelah diancam takdir, serta obsesi dominan seorang Aiden Hayes Stone telah mencapai titik puncaknya di pagi yang berdarah ini.

Namun di balik air mata yang mengalir, Suzanne tetap bergeming dengan keputusannya untuk mundur, sementara Aiden justru semakin mengencangkan cengkeramannya, menolak melepaskan apa yang telah ia klaim sebagai belahan jiwanya.

1
nayla tsaqif
"duaarrr!!! Nya knp pke tanda baca sih thor,, berasa di kagetin sama bang eiden
😌
Ainun Mahya
lanjutkan karyamu kakak author💪💪💪
Rosdianah: Ma'aciww kak reader 🫶🥰
total 1 replies
Shankara Senja
Kadang suka kasihan sama anak yg menikah karena perjodohan atau hutang budi..dan lebih kasihan lg bertahan dng menyakiti hatinya demi ortu yg kek gini ini ..
Rosdianah: huhuhu iya banget kak🥲
total 1 replies
Mia Camelia
yah nora jadi jahat gitu ya, kasian anne terpojok terus🤣🤣🤣
Rosdianah: wkwkwk😅🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ulat bulu licik udah mulai keluar nih, aduh semoga aiden gk kena jebakan lgi😔🤔
Rosdianah: huhuhu🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayo ngaku aja sih aiden klo cewe itu anne 🤣🤣🤣
Rosdianah: Dicoret dari KK kaaa🤣 bini orang soalnya 🤣🤣🤣
total 1 replies
Debu Nakal
thor... tlng kasih tahu suzzy, suruh nongol tuh anak. ni ku dh nungguin ampe berjamur tp dianya ka gak nongol2 😅🤣
Rosdianah: huhuhu seminggu ini author sibuk Di dunia nyata🙏🏻
total 1 replies
nayla tsaqif
Gk bpk gk anak,, sikapnya dewsa sebelum waktunya,,, 😌😌😌 good boy!
Rosdianah: kesayangan author dan kak reader 🥰🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayo thor bikin wiliiam cemburu🤔
Rosdianah: siap kak🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ih gemes deh aiden so sweet banget🥰😄
Rosdianah: hihi biar jadi kesayangan kak reader 😅
total 1 replies
Mia Camelia
waduh siapa lagi nih🤔
Rosdianah: Paparazi kak🤭😅
total 1 replies
Mia Camelia
ngebayangiin nih kalo mereka beneran udh jadian, pasti romantic banget🤔😂
Rosdianah: author juga suka ngebayangin kak🤭🤣
total 1 replies
Mia Camelia
😄😄😄
Rosdianah: ma'aciww sekali Komentar nya adalah semangat author 🤭😅🥰
total 1 replies
Mia Camelia
omg 🥰🥰🥰 aiden gentlemen bangat sih😄😄😄
sukaaak thor sama tokoh pria yg begini👍
Rosdianah: brondongnya kak Reader 🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayo aiden lindungiin anne, 🥰😄
Rosdianah: Author Jabanin 🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayoooo berontak anne, kejar tuh berondong👍🤣
Mia Camelia
wah aiden udh mulai panas nih sisi obsesif nya, pingin liat klo brondong ngejar2🥰🥰🥰
Rosdianah: hahah author Jabanin kak🥰🤭
total 1 replies
Mia Camelia
wiliam kaya nya udh mulai kepoo sm suzanne🤔🤔
nayla tsaqif
Ceritanya brondong terus, thorr,?? , ada cerita sugar duda gk...?? 🤭
Rosdianah: Nanti Author buatkan kak reader 🤭🥰
total 1 replies
nayla tsaqif
Vexana istri bang landon,, 😌
Rosdianah: sorry typo ya Kak Reader 🙏🏻 syukur diingatin 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!