Terkadang kita tidak mengerti arah tujuan kehidupan, kadang kita sudah merasa bahagia namun Maut memisahkan kita dengan orang yang kita cintai, sulit rasanya untuk menjauhkan semua kenangan tentangnya meskipun seorang pengganti sudah memberikan yang terbaik kepada kita.
Ini Novel aku yang kedua mengisahkan tentang Seorang Laki laki yang bernama Betrand yang dengan susah payah mendapatkan hati wanita yang dia cintai bernama Richa Devanya, seorang wanita yang memiliki penyakit Leukemia. Setelah melahirkan seorang putri yang cantik, Richa meninggal dunia dan ibu Betrand memaksa Betrand untuk mencari ibu pengganti buat anaknya.
Namun Betrand masih belum siap, dan muncullah adik Mendiang Richa yang mirip dengan kakaknya yang sudah meninggal. Bagaimana selanjutnya? Apakah Betrand akan jatuh cinta kepada Debby adik Richa? Atau kepada istri pengganti Richa yang bernama Celine yang
dia nikahi secara terpaksa?
Mohon Bantu Author dengan memberikan Like, Vote, koment, dan Favoritkan yah agar semua pemberitahuan Novelku muncul diberanda kalian dan jangan lupa Follow aku 🥰🥰😍
Makasih 😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MartinA Felicia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Putri tinggal di Panti Asuhan
“Sebaiknya kita pulang dari sini mah..” Ucap Betrand kepada ibunya.
“Tapi diluar masih hujan deras banget, Mama takut nanti kita jadi gak bisa fokus dan mama takut kecelakaan.” Ucap Ariana.
“Kita gak mungkin menunggu disini.” Ucap Betrand.
“Gak masalah nak, lagi pula kamu kan gak ada kesibukan lain.” Ucap Ariana sengaja karena dia ingin menjodohkan Celine dengan Betrand.
Celine melihat tingkah laku Betrand yang gelisah, “Mungkin dia gak nyaman duduk di tikar.” Gumam Celine dalam hati.
Putri berdiri dan mendekat kepada Celine, dia ingin disuapi Celine, “Tante suapin dong!” Pintanya.
Ariana semakin yakin kalau wanita yang ada dihadapannya tidak salah lagi untuk menjadi ibu sambung Putri. “Dia baik, dia juga kelihatannya sopan dan tulus menyayangi Putri, aku akan membuat Betrand jatuh cinta kepadamu Celine.” Gumam Ariana dalam hati.
Betrand merasa sangat bosan dan jenuh berada di dalam Panti, dia berdiri meninggalkan dapur dan memandang ke luar. Dia berdiri diteras Panti, “Hujan begini aku jadi teringat sama Richa” Gumannya.
Celine melihat ke arah Betrand, dia menyuapi Gadis kecil itu, “Cukup tante, Putri maman sendiri aja.” Ucap Putri lagi.
Celine meletakkan piring dan membiarkan Putri makan sendiri, sedangkan beberapa saat kemudian dia berdiri, berjalan ke arah Betrand.
“Kamu gak kedinginan berdiri di teras?” Tanya Celine memakaikan selendang ke punggung Betrand tanpa diminta.
Betrand merasa kesal, dia tidak suka diperhatikan seperti itu, dia menjatuhkan selendang itu ke lantai, selendangnya basah karena percikan air hujan.
Celine mengambil selendangnya, “Kenapa kau membuangnya?” Tanya Celine.
“Aku tidak meminta kau memberikan aku selendang.” Ucap Betrand.
“Aku hanya peduli padamu, diluar dingin..” Ucap Celine.
“Tapi aku gak butuh perhatian dan kepedulianmu..... aku bukan anak anak yang perlu diperhatikan lagi.” Ucap Betrand.
“Kenapa kau begitu kesal kepadaku?” Tanya Celine.
“Kau sok tahu....” Jawab Betrand.
“Aku bisa melihat dari matamu kalau kau benci sama aku dan ibuku.” Ucap Celine lagi.
Betrand tertawa dan berjalan dua langkah mencoba menjauh dari Celine. Celine mengikuti langkah Betrand.
“Kenapa kau menjauh?” Tanya Celine.
“Maumu apa? Uang?” Tanya Betrand balik.
“Kenapa kau bisa berkata seperti itu?” Ucap Celine.
“Perempuan sepertimu sudah banyak melakukan hal yang sama, menggodaku, merayuku, dan sok sok peduli.... mereka tahu aku ini duda.” Ucap Betrand.
“Apa kau pikir aku salah satu gadis gadis yang suka menggoda?” Ucap Gadis itu lagi.
“Iya... aku tahu tujuannmu apa? Dari awal kau sudah mengetahui tentang keluarga kami kan? Kau ingin masuk kedalam kelurgaku, kau akan berpura pura jadi pengasuh Putri agar kau bisa mengambil kesempatan dekat dengan ibuku dan aku.... apa kau juga bermaksud ingin menjadi istriku?” Tanya Betrand sombong.
“Aku gak nyangka orang sepertimu berpikiran serendah itu, kau lihat sendiri keadaanku kan? Aku memang miskin, aku mencari uang halal meskipun aku miskin, aku gak akan melakukan pikiran selicik itu.” Ucap Celine.
“Jujur yah, aku gak tertarik sama kamu, kalau kau punya niat mau mendekati aku..... sebaiknya urungkan saja niatmu itu.” Ucap Betrand.
Celine sangat tersinggung dengan kata kata Betrand, “Kok tega sekali dia mengatakan seperti itu? Aku harus menolak pekerjaan yang ditawarkan ibunya.” Gumam Celine.
Celine meninggalkan Betrand yang sedang berdiri di luar, dia menghampiri Ibu Betrand yang masih duduk mengamati anak anak yang masih makan.
“Bu... Aku sudah punya jawaban atas tawaran ibu kepadaku, menjadi guru Putri.” Ucap Celine.
“Apa itu nak?” Tanya Ariana.
“Maaf bu... Celine gak bisa menerima tawaran itu.” Ucap Celine.
Ariana kaget ketika mendengar jawaban gadis itu, “Kenapa nak?” Tanyanya.
“Sebaiknya aku cari pekerjaan ditempat lain saja.” Ucap Celine lagi.
Astuty langsung datang ikut berbicara, “Celine.. tapi sekarang cari kerja susah, kau mau kerja dimana lagi?” Tanya Astuty.
“Bu... bukankah ibu juga merasa berat kalau Celine pergi? Udalah bu, rejeki sudah diatur Tuhan.” Ucap Celine.
“Ibu gak habis pikir cara berpikirmu.” Ucap Astuty.
Betrand mendengar ucapan gadis itu, walaupun dengan samar samar karena suara hujan melebihi suara apapun, tapi sedikit hal bisa dia dengar dengan baik.
“Dia menolak tawaran dari mama? Songong banget tuh orang.” Ucap Betrand dalam hati.
***
Debby mendownlod aplikasi pertemanan online, dia mulai mendaftarkan akun barunya.
“Kayaknya aku harus mencari pasangan lewat dunia online.” Ucap Debby dalam hati.
Dia mulai mencari dan menyukai beberapa foto cowok cowok cakep.
“Cakep nih....” Gumamnya.
Dia mulai mencari orang orang sampai jumlahnya tak terhitung, dia mulai menperkenalkan dirinya kepada kaum adam.
“Semoga aja aku langsung cepat mendapatkan pasangan lalu nikah deh, aku malas sekolah.” Gumamnya.
Beberapa orang menyukai foto Debby namun ada juga yang tidak begit tertarik, Debby dengan sangat mudah memberikan nomor teleponnya kepada kenalan kenalan barunya.
“Akhirnya aku dapet juga calon gebetan.” Gumamnya ketika seseorang yang bernama Ricko meminta nomor teleponnya.
“Moga aja dia tertarik sama gue..” Ucap Debby.
Sementara ayah dan ibunya sedang bertengkar karena Dewi tidak mengizinkan ayahnya menjemput Putri dan sesekali menginap dirumah mereka.
“Pokoknya papa gak boleh bawa dia.” Ucap Dewi.
“Tapi kenapa mah? Putri itu cucu kita juga.” Ucap Ari.
“Dia itu kan sudah dekat sama keluarga ayahnya, ngapain sih harus ikut campur terus? Lagi pula Betrand juga gak pernah kan lihat kita disini?” Ucap Dewi.
Semenjak kematian Richa, Betrand memang tidak pernah lagi datang ke rumah orangtua Richa, Betrand sakit hati karena ayahnya Richa bersikeras agar Richa operasi saat kelahiran anak mereka.
“Iya sih mah... Kenapa ya Betrand sekarang menghindar dari kita?” Tanya Ari bingung dengan sikap menantunya.
“Itu karena Betrand memang uda lupa sama Keluarga istrinya, sudahlah pah gak usah dipikirin lagi.” Ucap Dewi.
Dewi selalu menghasut pikiran suaminya agar tidak terus terusan mencari Putri dan menanyakan kabarnya, demikian hal nya dengan keluarga Betrand memang tidak begitu akrab dengan mereka sejak kematian Richa.
“Seandainya aja kamu masih hidup nak, mungkin kita akan bersantai dan bercanda, pasti Putri bahagia bisa mengenal kami kakek neneknya juga... semoga aja kamu tenang disana ya nak.” Ucap ayah Richa.
“Dimana Debby?” Tanya Ari tiba tiba.
Dewi juga bingung kemana anak kesayangannya pergi, sejak tadi dia belum keluar kamar.
“Mungkin tidur siang pah.” Ucapnya.
“Tidur siang sudah magrib seperti ini?” Tanya Ari.
“Papa selalu marah, apapun yang dilakukan debby selalu salah, sebenarnya ada apa sih dengan papa?” Tanya Dewi.
“Papa baru ingat, kemarin dia memasang fotonya sangat sexy di profilnya, papa lupa menegurnya, tolong tegur dia... bilang ke dia kalau gak baik memasang foto yang vulgar seperti itu.” Ucap Ari.
“Pah... Debby itu anak remaja yang masih labil, itu mah biasa aja pah.” Bela Dewi kepada Debby.
“Terserah deh Mah... Papa kesal omongan papa gak didengerin.” Ari pergi meninggalkan ruang tamu dan masuk kemarnya.
Sedangkan Betrand memaksa ibunya untuk tetap pulang karena hari juga semakin malam. Akhirnya Ariana pulang, namun Putri gak mau pulang dengan mereka. Putri menangis sangat kuat.
“Bu... kalau boleh biar aja Putri tinggal disini dengan kami.” Pinta anak anak Panti lainnya.
Celine hanya diam, dia tidak ingin Betrand semakin membencinya.
“Nak Celine, Bu Tuty... apa boleh Putri nginap disini?” Tanya Ariana.
“Tentu saja boleh, Bu.” Jawab Astuty.
Betrand tidak keberatan karena memang dia tidak pernah perduli dengan anak itu, akhirnya Ariana dan Betrand pergi dari Panti Asuhan.
“Bagus deh Putri minta tinggal, jadi ada alasan agar Betrand bertemu lagi dengan gadis itu.” Gumam Ariana bahagia.
Bersambung yah, mohon Like koment dan Votenya dan jangan lupa Singgah juga ya Di Novelku Sad Marrige
up bab seaon 2 dong
demen nich gwe😀
para lelaki memang terlahir posesif n egois kah