NovelToon NovelToon
TURUN RANJANG : ANTARA BENCI DAN OBSESI ADIK IPAR

TURUN RANJANG : ANTARA BENCI DAN OBSESI ADIK IPAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Bad Boy / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Regazz

"Apa-apaan sih loe, pincang! Jangan sok kecantikan deh. Lebih baik pakai baju loe sana! Loe pikir gue bakalan tertarik apa sama loe!" ujar Zayn berkata kasar pada istrinya saat malam pertama mereka.

Varisha Salsabilla Jannah.

Gadis pincang yang baru saja kehilangan suami sekaligus calon anaknya.
Ia bahkan terpaksa harus menikah dengan adik iparnya sendiri, yaitu Zayn Alkautsar.
Adik ipar yang membenci dirinya.

Apakah pernikahan terpaksa ini akan berakhir mulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Regazz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 Apa dia cemburu?

Bab 17— Apa dia cemburu?

Varisha duduk di deretan kelas ekonomi didalam pesawat tersebut. Ia bolak-balik menyeka airmatanya.

'Entah sampai kapan aku bisa bertahan ya Allah?' tanya Varisha dalam hati.

Keadaan didalam kelas ekonomi ini begitu sesak sekali. Ia bukan mempermasalahkan ini kelas utama atau tidaknya. Tapi, Zayn yang tega mengusirnya demi wanita lain?

Hati siapapun akan sedih.

Varisha langsung duduk setelah berjalan begitu lama. Kaki kirinya begitu lelah sekali. Kebetulan ia mendapatkan kursi di tepi jendela. Setidaknya ia bisa menikmati pemandangan indah diluar sana, meksi hatinya sedang sakit.

'berarti tadi malam itu hanya tipuan saja? Ternyata kenyataan itu lebih pahit.'batin Varisha dengan airmata yang kembali turun.

Buru-buru ia kembali menyeka airmatanya.

"Varisha!" seru suara seorang pria.

Ia langsung menoleh.

Wajah Varisha yang semula sedih, kini berubah ceria.

"Brian!" serunya senang.

"Tadi, aku seperti melihat seseorang dari jauh. Dan ternyata itu kamu ya." ucap Brian yang langsung duduk disamping Varisha.

"Ini kursimu?" tanya Varisha.

Brian langsung menunjukkan bukti tiket miliknya, "iya."

Mereka sama-sama tersenyum.

"Kamu pergi sendiri?" tanya Brian membuka pembicaraan.

Varisha nampak gugup ingin menjawab apa.

"Iya. Aku ingin menonton F1. Dan kamu sendiri?"

"Aku juga. Tapi, kemana suamimu?" selidik Brian.

Varisha makin risih dengan pertanyaan Brian. Meski, ia dekat dengan Brian. Namun, ia tak bisa mengatakan segalanya dengan jujur.

"Dia sudah berangkat duluan. Makanya, aku nyusulin." bohongnya dengan tersenyum kikuk.

"Oh iya, aku baru ingat. Si Zayn itu kan lagi naik daun ya di F1.”

"Hehehe ...begitulah,"

Didalam kabin pesawat, mereka berdua asyik mengobrol. Apalgi mengobrol tentang pertemanan mereka yang dimulai ketika masih duduk di bangku SMP dulu.

Dengan hadirnya Brian didalam pesawat ini, membuat Varisha melupakan kesedihannya beberapa saat yang lalu.

Brian adalah pria lembut dan hangat. Berbeda jauh dengan Zayn yang kasar dan tempramental.

Disisi lain, Zayn sedang duduk santai dikelas utama dengan Adinda yang bersandar di bahunya penuh manja.

"Sayang, nanti belikan aku kalung ini ya..."tunjuk Adinda kedalam layar ponselnya. Disana terpampang sebuah gambar kalung dengan berlian besar yang indah.

Zayn tersenyum, "tentu saja, sayang. Apapun akan aku berikan padamu."

Pandangan Zayn sesaat menuju keluar jendela, menatap kumpulan awan yang begitu putih sekali.

Tiba-tiba ia merasa terdesak.

"Aku ingin ke toilet."

"Apa mau aku temani?" Adinda mengedipkan sebelah matanya menatap Zayn genit.

Zayn tau maksud dari ucapan Adinda tersebut.

Adinda bahkan mengalungkan lehernya di leher kekar milik Zayn. Zayn tentu saja merasa risih, meski hal sudah menjadi hal biasa di kalangan orang sekitar.

Tapi, ia tetap risih.

"Jangan begini, Adinda."

Adinda memajukan bibirnya tanda merajuk. Melihat wajah kesal Adinda, akhirnya Zayn menyerah.

"Baiklah, kita lakukan di kamar mandi saja. Oke?"

Mata Adinda langsung berbinar-binar.

"Tapi hanya ciuman saja, tak lebih."

Adinda mengangguk paham. Begitu imut dan menggemaskan Dimata Zayn.

Mereka berdua berjalan ke belakang pesawat. Zayn melihat tirai pembatas antara kelas Utama dan ekonomi. Rasa penasaran muncul di dalam benaknya.

Satu kata yang muncul, Varisha.

"Zayn, aku duluan ya. Tiba-tiba aku kebelet pipis." ujar Adinda yang tiba-tiba terdesak dan langsung masuk kedalam toilet.

Mata Zayn masih fokus menatap tirai tersebut, hingga tanpa sadar langkah kakinya berjalan maju dan menyibakkan tirai tersebut.

Pemandangan jelek langsung terlihat di matanya. Rahangnya mulai mengeras. Melihat Varisha yang duduk dengan seorang pria yang dikenali oleh Zayn.

Brian.

Pria itu lagi.

Pria yang pernah mengantar jemput Varisha. Dan bahkan, teman satu mengajar di sekolah.

Secara spontan, Zayn langsung mengepalkan tangannya. Ditambah kini, Brian sedang menatap dalam Varisha yang sedang tertidur pulas.

"Sial! Jalang itu kembali menggoda pria lain. Dasar tukang selingkuh!" umpat Zayn pelan dan langsung berbalik pergi.

Bersamaan dengan Adinda yang keluar dari dalam toilet. Zayn dengan cepat mendorong tubuh Adinda masuk kedalam toilet. Ia langsung menyambar bibir Adinda dengan cepat. Wanita itu bahkan terkejut dengan perbuatan Zayn yang secara mendadak. Tapi, ia suka.

Ia pun membalas ciuman Zayn dengan tak kalah panas. Mereka saling melumat bibir satu sama lain. Zayn terlihat begitu berbeda sekali. Dipikirannya saat ini, ia begitu marah sekali melihat Varisha bersama dengan pria lain.

'Jalang sialan! Beraninya kau selingkuh dariku setelah kau mengucapkan kata cinta.'batin Zayn.

Hingga pintu toilet terbuka lebar karna tidak dikunci, yang secara kebetulan menampilkan sosok Varisha. Ia begitu shock melihat Zayn dan Adinda yang asyik bercumbu didalam sana. Ditambah, sorot mata Zayn yang mengarah padanya.

Hatinya hancur, air matanya kembali menetes secara langsung. Tanpa kata Varisha langsung menutup pintu tersebut dengan paksa.

Zayn tersenyum menyeringai setelah Varisha menutup pintu. Bersamaan juga ia menatap wajah Adinda dan ia langsung mengakhiri ciuman mereka.

"Kok berhenti sih?!" protes Adinda.

"Nanti kita lanjutkan lagi, ya. Kan, katanya disana kamu juga ada sesi pemotretan. Aku gak mau kamu kelelahan." ucap Zayn lembut sembari mengelus rambut hitam kemerahan milik Adinda.

"Oke. Tapi, aku ingin tidur sekamar denganmu." Pinta Adinda.

"Baiklah." jawab Zayn kembali mengecup bibir Adinda singkat.

•••

Varisha dan Brian turun secara bersamaan. Mata Varisha sibuk mencari sesuatu ke segala arah.

Ia sedang mencari Zayn.

'Kemana perginya, mas Zayn?' batinnya.

Meski, hatinya baru saja dihancurkan lagi oleh Zayn. Namun, ia membutuhkan pria itu sekarang. Ini adalah negara asing, ia takut sendirian.

Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam.

"Kamu mencari suamimu ya?" Brian juga ikut mengedarkan pandangannya ke segala arah.

"Iya."

'Apa dia meninggalkanku?' batin Varisha dengan wajah cemas.

Bayang-bayang Zayn berciuman dengan Adinda masih ia ingat, hatinya semakin perih. Rasanya ia ingin berlari pergi. Tapi, ia masih ingat dengan Tuan Faruq dan Nyonya Lestari. Ia tak ingin mengecawakan mereka berdua.

Mata Brian sontak melihat ada serangga di atas jilbab Varisha. "Ada belalang di jilbabmu."

"Apa?! Tolong jauhkan, Brian! Hii aku geli!" Varisha langsung histeris. Dan hal itu membuat Brian jadi terkikik geli.

"Jangan ketawa, Brian! Aku beneran geli tau…" omel Varisha.

"Baik, baik." ujar Brian masih dengan senyuman lebar di bibirnya. Ia pun mengambil belalang kecil tersebut. Jika dari belakang mereka seperti sedang melakukan ciuman.

Hal itu dilihat oleh Zayn.

'Masih berani ternyata dia...' Zayn berjalan dengan langkah cepat. Dengan dua koper besar di tangannya.

"Lihat nih, hanya belalang kecil saja kamu sudah histeris begini." ejek Brian menunjukkan belalang kecil tersebut di hadapan Varisha.

"Jauhkan!" Varisha langsung menepisnya. Brian semakin tertawa lebar melihat wajah kesal Varisha yang lucu.

"Varisha!" panggil Zayn dengan nada membentak. Bahkan, ia menatap Brian dengan tajam. Zayn langsung menarik tangan Varisha dengan kasar. Membuat Varisha hampir tersungkur jatuh.

"Tidak perlu sampai segitunya, bung. Kau apa tidak lihat kondisi kaki Varisha." Brian tak terima perlakuan Zayn yang kasar.

"Bukan urusanmu. Dia itu istriku, bukan istrimu!" kesal Zayn langsung menarik tangan Varisha kembali.

Varisha hanya mengikuti langkah kaki Zayn yang begitu cepat, meski ia merasakan kesusahan sekali dengan tongkatnya.

"Pelan-pelan, mas . Kakiku sakit!" ujar Varisha.

"Makanya jangan pincang!"

Ia berjalan begitu cepat sekali, hingga tiba didalam mobil. Mobil yang sudah disediakan oleh asisten pribadi Zayn yang terparkir disana.

Varisha langsung masuk. Dan secara bersamaan Zayn langsung menekan pedal gas dengan begitu kuat. Mobil melaju dengan begitu kencang sekali. Varisha merasa ketakutan sekali dengan memengang sabuk pengaman dengan kuat.

Ada apa dengan Zayn? Batin Varisha melirik Zayn yang nampak sangat marah sekali.

Apa karna ia bersama dengan Brian tadi?

Toh, Zayn berciuman dengan Adinda saja ia tak ambil pusing.

Tidak ada gunanya, ia marah dan cemburu melihat Zayn bersama dengan Adinda.

Zayn semakin mengemudi dengan kencang membelah jalanan di kota Monaco. Varisha semakin takut.

"Hati-hati, mas Zayn!" lirih Varisha yang ketakutan.

Dan tiba-tiba dijalan sepi, Zayn mendadak mengerem mobil tersebut secara mendadak. Tubuh Varisha langsung maju ke depan dan keningnya membentur kaca mobil.

"Akh!" ringisnya saat melihat keningnya yang sedikit mengeluarkan darah. Rasa pusing mendadak muncul. Ia menatap daerah sekeliling yang begitu sepi sekali.

"Kau beraninya selingkuh dariku!" teriak Zayn yang membuat Varisha jadi kaget sekaligus takut. Ia bahkan tak peduli dengan dahi Varisha yang memar akibat ulahnya.

"Aku gak selingkuh, mas.  Brian itu temanku, kebetulan bertemu dengan pesawat yang sama."

"Kebetulan macam apa itu, hah?! Apa saja yang udah loe  lakuin sama dia,, hah?!" teriak Zayn lagi, ia mulai membayangkan yang tidak-tidak tentang Varisha.

"Aku tid—"

Belum sempat Varisha membalas tuduhan Zayn. Pria itu tiba-tiba langsung berpindah tempat duduk dan duduk di pangkuan Varisha. Zayn bahkan menurunkan tuas jok kursi milik Varisha.

"Kamu mau apa mas?" Varisha jadi takut melihat Zayn seperti ini. Pria itu begitu menyeramkan sekali. Ia seperti diselimuti bayangan hitam yang pekat.

To be continue….

1
Emi Sudiarni
lanjut
.. smangat untuk kak author .. sdah ngh sbar nungu bab berikutnya
Regazz: terimakasih🙏☺️
total 1 replies
partini
jajat bngt BUCIN nanti kamu
Emi Sudiarni
senang de lihat zayn cemburu
Tamirah
Jadi wanita jangan bodoh bodoh amat, walau kamu cacat sedikit saja punya harga diri lu disiksa diperkosa ngapain gk pergi dr rumah itu....!
Emi Sudiarni
lanjut kak seru bngat
Emi Sudiarni
kok cuma satu bab kak,,
Emi Sudiarni
yg sabar varisha. entar zayn bucin ama kamu..
6690
awas aja kalau Zayn udah bucin
Emi Sudiarni
mantap kak, lanjut..
Emi Sudiarni
Brian cemburu🤣🤣
Emi Sudiarni
buat mantan ny ngejar varisha. biar zayn ngah pnya ksempatan dgn adinda🤣adinda
Emi Sudiarni
buat zayn cemburu di sana... semisal varisha ketemu mantan🤭🤭
Emi Sudiarni
keterlaluan bangat zayn
Emi Sudiarni
lanjut kak 💪💪
Emi Sudiarni
ngemesin bngat zayn..
Emi Sudiarni
hadirkan kak pria yg pnya perasaan ama varisha, biar zayn terbakar cemburu 🤣🤣🤣
Emi Sudiarni
tega nya adam
Emi Sudiarni
bgus novelnya kak. smga tambah suksez
Regazz: makasih☺️
total 1 replies
Emi Sudiarni
kasihan bngat varisha, klw zayn Sring hina. kmu. ya cuekin aj. ngah perlu kasih 2 perhatian.. nanti dia akn sdar jga.. 😄😄Lanjut kak
Emi Sudiarni
lanjut kak author..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!