NovelToon NovelToon
Dibuang Saat Hamil

Dibuang Saat Hamil

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / CEO / Single Mom
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Diana Veronika berniat memberi tahu kekasihnya tentang kehamilannya, berharap pria itu akan ikut bahagia.
Namun bukannya bertanggung jawab, Samuel justru meninggalkannya karena tak berani melawan orang tuanya dan memilih wanita dari perjodohan keluarga.
Hamil sendirian, Diana berusaha bangkit demi anaknya, hingga seorang CEO dingin perlahan hadir dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu tidak sendiri lagi

“Izinkan aku menjaga kamu dan Reyhan.”

Deg!

Diana tertegun. Ia menatap Niel dengan raut wajah penuh keterkejutan, seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

“Niel... kamu sadar dengan apa yang kamu katakan?” tanyanya pelan.

Niel mengangguk tanpa ragu.

“Aku sangat sadar.”

Diana menelan ludahnya pelan. Jantungnya berdetak tidak karuan.

“Aku punya anak, Niel,” ucapnya lirih sambil menatap Reyhan yang sedang digendong Kartini. “Dan anak ini... bukan anakmu.”

“Aku tahu.”

Jawaban singkat itu justru membuat Diana semakin bingung.

“Aku juga punya masa lalu yang berantakan,” lanjut Diana. “Aku pernah gagal menjaga hidupku sendiri. Aku hamil tanpa status yang jelas, lalu lari dari kota kelahiranku. Hidupku berantakan, Niel.”

Niel tetap menatapnya tenang.

“Aku tahu semuanya, Diana.”

Deg!

Diana membeku.

“Kamu... tahu?”

Niel mengangguk pelan.

“Aku tahu tentang Samuel. Aku tahu apa yang dia lakukan padamu.”

Diana langsung menunduk. Luka lama itu seakan kembali disentuh.

“Kalau kamu tahu semuanya...” suara Diana bergetar, “kenapa kamu masih mau mendekatiku?”

Niel melangkah mendekat.

Karena jarak mereka kini begitu dekat, napas Diana terasa tercekat.

“Karena aku jatuh cinta pada perempuan kuat yang tetap bertahan meski dunianya dihancurkan,” ucap Niel dengan tatapan lurus. “Dan aku jatuh cinta pada ibu hebat yang melahirkan anak sekuat Reyhan.”

Air mata Diana perlahan menggenang.

“Niel...”

“Aku tidak peduli masa lalumu,” lanjut Niel. “Aku juga tidak peduli Reyhan lahir dari siapa.”

Tatapan Niel beralih pada Reyhan.

“Yang aku tahu, mulai sekarang aku ingin menjadi seseorang yang bisa kalian andalkan.”

Air mata Diana akhirnya jatuh.

“Tapi aku takut berharap lagi...” lirihnya jujur.

Niel mengangkat tangannya, lalu menghapus air mata Diana dengan lembut.

“Kalau begitu, biarkan aku yang berjuang sampai rasa takutmu perlahan hilang.”

Deg!

Diana kembali menatap pria di depannya dengan mata berkaca-kaca.

Di kejauhan, Kartini yang sedari tadi mendengar semuanya langsung menutup mulutnya sambil berbisik heboh pada Reyhan.

“Ya ampun, Nak... Bundamu lagi ditembak pria ganteng.”

Kartini tertawa kecil sendiri, sementara Reyhan hanya menguap polos di gendongannya.

Niel menggenggam tangan Diana dengan lembut.

“Diana, aku tahu ini membuatmu terkejut. Tapi aku tidak bisa lagi memendam perasaan ini lebih lama.”

Diana terdiam. Lidahnya terasa kembali kelu.

Ia menatap tangan Niel yang menggenggam tangannya dengan begitu hati-hati, seolah takut menyakitinya.

“Aku...” Diana menarik napas pelan. “Aku tidak tahu harus menjawab apa sekarang.”

Niel tersenyum tipis.

“Aku tidak memintamu menjawab sekarang.”

Diana menatapnya bingung.

Niel melanjutkan dengan tenang.

“Aku hanya ingin kamu tahu perasaanku. Itu saja.”

Air mata Diana kembali jatuh tanpa bisa ia tahan.

“Kenapa kamu sebaik ini padaku?” suaranya bergetar. “Setelah semua hal buruk yang terjadi dalam hidupku... kenapa justru kamu datang?”

Niel terdiam sejenak.

Tatapannya melembut saat menatap Diana.

“Mungkin Tuhan lelah melihatmu menangis, jadi Dia mengirimku untuk membuatmu tersenyum.”

Deg!

Jantung Diana kembali berdebar tidak karuan.

Tangis Diana justru semakin pecah.

Tanpa sadar, Diana melangkah maju dan memeluk Niel.

Niel sempat membeku beberapa detik, lalu perlahan membalas pelukan itu dengan hati-hati.

Tangannya mengusap lembut punggung Diana.

“Terima kasih...” lirih Diana di dadanya.

Niel menutup matanya sejenak, menahan kebahagiaan yang terasa memenuhi dadanya.

“Kalau itu belum jadi jawabanmu, aku tetap akan menunggu.”

Diana mengangkat wajahnya perlahan dari dada Niel.

Wajahnya basah oleh air mata, tetapi bibirnya tersenyum kecil.

“Aku belum bisa menjanjikan apa pun sekarang.”

Niel mengangguk pelan.

“Aku tahu.”

“Tapi...” Diana menatap Reyhan yang sedang tertawa kecil di gendongan Kartini.

“Aku ingin mencoba membuka hati lagi... pelan-pelan.”

Deg!

Untuk pertama kalinya, wajah datar Niel benar-benar retak oleh senyum bahagia yang begitu jelas.

“Pelan-pelan juga nggak masalah,” ucapnya. “Asal tujuannya tetap ke aku.”

Diana langsung tertawa kecil di sela tangisnya.

“Kenapa kamu bisa romantis sekali padahal wajahmu selalu datar?”

Niel menaikkan satu alisnya.

“Itu bakat.”

Diana kembali tertawa kecil.

Di sisi lain, Kartini yang melihat semuanya langsung berbinar heboh.

“Ya ampun Reyhan... fix, kamu dapat Ayah baru yang ganteng banget.”

Kartini mencubit gemas pipi Reyhan.

Reyhan justru tertawa kecil seolah ikut menyetujui ucapan itu.

Kartini mendekati mereka berdua.

“Niel...”

Niel menoleh.

“Iya, Bu?”

Kartini tersenyum tipis, lalu menatap Diana sekilas sebelum kembali menatap Niel.

“Maaf, Ibu nggak sengaja mendengar ucapan kalian berdua.”

Diana langsung tersenyum malu dan menundukkan wajahnya.

Sementara Niel tetap terlihat biasa saja, meski tatapannya tetap serius.

Kartini mengalihkan Reyhan ke gendongan sebelah, lalu menarik napas pelan.

“Niel, Ibu cuma ingin bilang satu hal.”

Niel mengangguk sopan.

“Silakan, Bu.”

Kartini menatapnya lekat-lekat.

“Diana itu anak baik,” ucapnya pelan. “Tapi hidupnya tidak mudah. Dia sudah melewati banyak hal yang seharusnya tidak dialami perempuan sebaik dia.”

Diana terdiam. Matanya mulai berkaca-kaca lagi.

Kartini melanjutkan dengan suara yang lebih lembut.

“Dia pernah hancur. Pernah merasa sendirian. Tetapi dia berusaha kuat demi anaknya.”

Tatapan Kartini beralih pada Reyhan.

“Dan anak ini adalah alasan terbesar Diana tetap bertahan sampai hari ini.”

Niel mendengarkan dengan serius tanpa memotong.

Kartini kembali menatap Niel.

“Kalau suatu hari kamu benar-benar bersama Diana... Ibu cuma berharap kamu tidak ikut menjadi alasan air matanya jatuh lagi.”

Deg!

Diana langsung menatap Kartini.

“Ibu...”

Kartini menggeleng pelan.

“Biarkan Ibu bicara, Nak.”

Ia kembali menatap Niel dengan penuh arti.

“Diana punya masa lalu yang tidak bagus. Lukanya masih ada, walaupun dia berusaha terlihat kuat. Jadi kalau kamu memang serius... tolong bahagiakan dia.”

Suasana mendadak hening.

Niel menatap Kartini dengan sorot mata tegas.

“Saya tidak bisa menghapus masa lalu Diana, Bu,” ucapnya jujur. “Tapi saya akan berusaha melakukan apa pun agar masa depannya jauh lebih bahagia.”

Deg!

Air mata Diana kembali jatuh.

Kartini tersenyum lega.

“Jawaban itu sudah cukup buat Ibu.”

Ia lalu menyerahkan Reyhan ke pelukan Niel.

“Coba gendong calon anakmu—eh maksud Ibu, anak Diana dulu.”

“Bu...” Diana langsung salah tingkah.

Kartini justru tertawa lepas.

Niel menerima Reyhan dengan tenang, lalu menatap bayi kecil itu.

Reyhan malah tertawa kecil.

Kartini langsung menepuk tangan heboh.

“Lihat tuh! Reyhan saja setuju.”

Diana menutup wajahnya karena malu, sementara Niel menatap Diana dengan senyum tipis yang sulit disembunyikan.

1
Adriana Bora
sangat2 bagus
Prafti Handayani
Lanjut thor..Gass tross....
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
Thor di tunggu lanjutannya...
Nona Jmn: Besok ya kak😋😍
total 1 replies
Prafti Handayani
FIX istrimu Pelacur Samm...
Selamat menikmati kesengsaraanmu...
SELAMANYA!!!
Prafti Handayani
Calon suami dan Daddy buat Diana dan Debay.Mudah"an pria ini lebih berkuasa dri kel Samuel dan Citra.Biar Diana bs bls dendam.Dan calin Daddy bs melindungi Diana dan Debay slmnya.Niar debay nti gag bs diambil alih sm samuel dan keluarganya saat nti tau sam dan citra gag bs punya anak.
Mpusss...
Lia Rahmawati
katanya si Diana pergi jauh,tapi ko toko rotinya Deket sama toko rotinya yang punya si jahat?
Nona Jmn
Hai, kak. Akhirnya mampir di novel baruku😋😍
tia
jahat banget iren ,,makany toko u sepi
tia
semoga karma menghampir u Samuel sekuritas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!