NovelToon NovelToon
System Pohon Ajaib Warisan Kakek

System Pohon Ajaib Warisan Kakek

Status: tamat
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:99.5k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Lelah dengan kehidupan keras sebagai budak korporat di kota besar dan duka setelah kehilangan kedua orang tuanya, Lin Ye memutuskan untuk pulang ke Desa Qingshui, tempat kakeknya dulu tinggal.

Di sana, ia menemukan ladang dan rumah kakeknya yang sudah terbengkalai, kecuali sebatang pohon raksasa misterius di belakang rumah yang anehnya tetap subur dan hijau.

Saat tangan Lin Ye yang terluka menyentuh pohon tersebut, Sistem Warisan Alam yang terkunci sejak kematian kakeknya mendadak aktif, mengenali garis keturunannya sebagai pewaris sah.

Kini, dengan bantuan sistem yang memudahkan pekerjaan bertani dan kehadiran roh-roh alam fantasi, Lin Ye memulai kehidupan barunya yang santai namun penuh keajaiban untuk membangun kembali kejayaan ladang kakeknya, melawan intrik tetangga yang rakus, dan perlahan menjadi kaya raya di tengah kedamaian pedesaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17

Blup. Blup. Blup.

Suara air mendidih terdengar dari dalam panci tanah liat tua di atas kompor minyak. Asap putih mengepul memenuhi ruang dapur kecil yang remang-remang. Aroma kaldu yang luar biasa harum menyebar ke setiap sudut ruangan, membuat perut keroncongan.

Lin Ye berdiri di depan kompor, mengaduk perlahan sup ikan energi bersisik biru yang dia pancing sore tadi. Dia hanya menambahkan sedikit garam, potongan jahe liar, dan daun bawang yang dia beli di pasar, namun wangi yang dihasilkan jauh melebihi masakan koki bintang lima mana pun.

"Aromanya luar biasa. Aku belum pernah mencium bau masakan seenak ini, bahkan saat aku ditraktir makan oleh klien kaya di kota," kata Lin Ye berbicara pada dirinya sendiri.

Dia mengambil mangkuk kayu, menuangkan sup beserta potongan daging ikan yang sudah berwarna putih pucat dan empuk itu. Kuah supnya terlihat bening dengan sedikit kilauan kebiruan yang sangat tipis.

Lin Ye duduk di meja makan, meniup kuahnya perlahan, lalu menyeruputnya.

Sluuurp.

Mata Lin Ye membesar. Rasa manis dan gurih daging ikan yang melebur dengan kaldu hangat itu langsung meledak di dalam mulutnya. Tidak ada sedikit pun bau amis. Saat kuah itu mengalir turun ke tenggorokannya, sebuah sensasi hangat yang sangat nyaman menyebar dari perutnya ke seluruh aliran darahnya.

"Luar biasa enak. Pantas saja sistem menyebut ini sebagai ikan berenergi," puji Lin Ye. Dia langsung memakan habis daging ikan itu beserta seluruh kuahnya tanpa sisa.

Sring.

Sebuah suara notifikasi jernih menggema di dalam kepalanya sesaat setelah dia meletakkan mangkuk kosongnya di atas meja.

"Konsumsi Ikan Energi Kualitas Rendah terdeteksi."

"Mengaktifkan proses pemulihan sel fisik dan peningkatan kejernihan mental selama dua belas jam ke depan."

Tiba-tiba, Lin Ye merasakan gatal yang sangat kuat dari arah lengan kirinya yang terbalut perban. Gatal itu bukan gatal karena kotor, melainkan sensasi kulit yang sedang menyatu dan tumbuh dengan kecepatan tinggi. Di saat yang bersamaan, rasa penat di kepalanya menghilang tak berbekas. Pikirannya menjadi setajam silet, dia bahkan bisa mengingat detail kecil percakapannya dengan Tang Wanjin kata demi kata tanpa kesulitan.

Lin Ye perlahan membuka simpul perban putih yang diikatkan oleh Perawat Bai Ruoxue siang tadi.

"Ini... benar-benar sihir murni," bisik Lin Ye dengan nada takjub.

Luka goresan panjang akibat karat besi bajak itu telah menutup sepenuhnya. Kulit yang terkoyak sudah menyatu, hanya menyisakan garis merah muda tipis seperti luka yang sudah sembuh berminggu-minggu. Saat dia mengepalkan dan merentangkan telapak tangannya, tidak ada lagi rasa nyeri atau kaku.

"Sungguh keajaiban. Perawat Bai pasti akan mengira aku menukar lenganku dengan orang lain jika dia melihat ini besok," batin Lin Ye sambil membuang perban kotor itu ke tempat sampah.

Dengan kondisi tubuh yang kembali prima seratus persen, Lin Ye merasa sangat bersemangat. Dia masih punya banyak Koin Alam dan uang tunai. Ini adalah waktunya berbelanja.

"Sistem, buka Toko Level 1."

Layar hijau transparan kembali melayang di depannya. Saldo saat ini menunjukkan angka seratus lima belas Koin Alam.

"Sistem, tampilkan barang yang bisa membantu sistem irigasi atau pengairan otomatis. Aku butuh pasokan air yang konstan untuk benih tomat matahari terbit agar efek pasif dari tanah tidak terbuang sia-sia karena kurang air," perintah Lin Ye.

Layar itu berkedip dan menampilkan sebuah barang di urutan teratas.

Bambu Pengembun Otomatis. Harga 50 Koin Alam.

Deskripsi: Artefak irigasi tingkat dasar. Jika ditanamkan di tengah lahan pertanian, bambu ini akan menyerap kelembaban udara di malam hari dan menarik air dari dalam tanah, lalu melepaskannya sebagai kabut embun yang menyirami area seluas 5x5 meter secara terus-menerus. Tidak memerlukan sumber air eksternal.

"Ini sangat sempurna. Aku beli satu," kata Lin Ye. "Lalu, berikan aku dua bungkus Benih Lobak Putih Giok dan satu kantong Pupuk Tulang Bumi Kelas Bawah."

"Konfirmasi Pembelian: 1 Bambu Pengembun Otomatis (50 Koin), 2 Benih Lobak Putih Giok (20 Koin), 1 Pupuk Tulang Bumi (20 Koin). Total transaksi 90 Koin Alam. Sisa saldo 25 Koin Alam. Proses pembelian?"

"Ya, proses sekarang."

Ting.

Pusaran cahaya muncul di atas meja, dan barang-barang yang dia pesan berjatuhan dengan bunyi gemerincing pelan. Lin Ye mengambil sebatang bambu hijau berukuran sejengkal yang permukaannya dipenuhi ukiran awan. Benda ini terasa dingin di genggaman. Lin Ye menyimpannya bersama benih dan pupuk ke dalam laci meja untuk digunakan esok hari.

Malam itu, Lin Ye tidur dengan sangat nyenyak tanpa gangguan apa pun.

Kukuruyuk.

Keesokan paginya, Lin Ye bangun pagi-pagi sekali. Pikirannya masih sangat jernih efek dari ikan energi semalam. Setelah mencuci muka seadanya, dia mengambil beberapa lembar uang kertas seratus yuan dari saku jaketnya dan berjalan keluar rumah menuju kediaman Kepala Desa Wang di tengah desa.

Tok. Tok. Tok.

"Selamat pagi, Kepala Desa Wang. Apakah Anda sudah bangun?" sapa Lin Ye sambil mengetuk pintu kayu rumah bata tersebut.

Pintu terbuka. Kepala Desa Wang muncul dengan pakaian santai, sedang memegang secangkir teh panas. Raut wajahnya terlihat sedikit terkejut melihat Lin Ye datang sepagi ini tanpa perban di lengannya.

"Lin Ye? Pagi sekali kamu datang. Ada apa? Dan... tunggu dulu, di mana perban lenganmu? Bukankah Perawat Bai menyuruhmu istirahat tiga hari?" tanya Kepala Desa Wang beruntun.

"Luka saya tidak separah yang terlihat kemarin, Kepala Desa. Tubuh saya sembuh dengan sangat cepat berkat salep Perawat Bai. Saya datang ke sini karena ingin meminta bantuan Anda," jawab Lin Ye sambil tersenyum sopan.

"Bantuan apa? Katakan saja. Jika aku bisa bantu, pasti aku bantu."

"Saya butuh tukang bangunan untuk memperbaiki atap rumah saya yang bocor dan menguras sumur di halaman belakang hari ini juga. Apakah ada warga desa yang biasa menerima pekerjaan seperti ini dan bisa saya sewa jasanya?" tanya Lin Ye.

Kepala Desa Wang mengerutkan dahinya. "Memperbaiki atap dan membersihkan sumur itu butuh tenaga banyak dan material kayu baru. Biayanya lumayan besar, Nak. Setidaknya kamu butuh ratusan yuan. Kamu yakin uang pesangonmu cukup untuk kehidupan sehari-hari jika dihabiskan sekarang? Jangan bertindak gegabah."

1
dhani satria
etdahhhh
Hary
KAMPRET... CUMA NGANDALKAN 2 EKOR AYAM.... TAMBAH 10 EKOR DONG
Hary
DONGOK.... DONGOK.... SEHARUSNYA PATAHKAN KEDUA KAKI & TANGAN KE 11 PREMAN NAGA...!!! 😜
Hary
BUNUH PREMAN NAGA, TIDAK USAH PIKIR MORAL MELAWAN SETAN IBLIS 😜
Hary
DUNGU...!!!
dhani satria
kasih oli atau minyak goreng biar nda bunyi
🔱⚜㊗️Raden J. Budi. H㊗️⚜🔱
memang benar thor ini adalah hukum dari "Sebab dan Akibat"
Bila kita menanam sebuah hal kebaikan(hukum Sebab)
maka kebaikan itu akan datang dengan sendirinya dalam bentuk apapun dengan ketulusan yang solid(hukum akibat)

nice thor pencerahannya👍👍👍👍👍👍👍👍🥰🥰😘😘😘
Syifa An
seru banget kayak dari awal tuh ga ada yang di skip² gitu, biasanya kan aku kalau dah bisa nebak suka skip biar cepet nah kalau yang ini ga jadinya full ku baca sampai akhir dan masih penasaran lanjutannya. thanks author udah buat karya ini, ditunggu next volume novel ini nya/Sob/
Yui: Terimakasih kak atas penilaiannya/Smile/ untuk volume 2nya kemungkinn pertengahan bulan depan, untuk awal bulannya otornmau up spinoffnya dulu yang waktunya 100 tahun setelah pohon ajaib jadi silahkan follow akun otor aja kak, biar dapet info untuk volume 2nya, terimakasih banyak sebelumnya
total 1 replies
Syifa An
seru banget kak aku maraton seharian, terima kasih banyak udah buat cerita fantasi menarik ini, aku nunggu next vol nya 😍🙏
WONG NDESO
katanya tanahnya kering kerontang, tapi.kok bajunya basah oleh keringat dan cipratan lumpur, berarti gak kering dong sawah kalau banyak lumpur.
Dhewa Shaied
seruuu 😍😍😍
Jack Strom
Keren 👍👍👍
Lanjuuut!!! 😁
SENJA
nah melongo lah kalian🤣
Jack Strom
Mantap, lanjuuut!!! 😁
carat28
hai kak, apa boleh bantu follback? Saya mau kirim inbox terkait penawaran kepenulisan. Terima kasih
SENJA
wew makhluk apaan serem amat 😳
SENJA
waaah mantabs ini 😳
Raihan
kakak boleh mampir juga di novel ku kelas arang 😄
Raihan
halo ayok baca juga novel ku "kelas arang" nanti komen agar aku juga bisa saling baca novel kalian 😄😄
Raihan
halo bang ayo kalau ada waktu baca novel ku "kelas arang " 😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!