NovelToon NovelToon
Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Diabaikan Keluarga Disayang Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Penyesalan Keluarga / Mafia
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sheza diculik ketika usianya 7 tahun, dan bibinya meninggal diduga karena telah menyelamatkannya saat itu. Karena dianggap berhutang nyawa, dia benar-benar harus merelakan tempat dan posisinya digantikan sang sepupu Karen. Kedua orang tuanya mengabaikannya, memprioritaskan Karen.
Bahkan tunangannya Alex, juga melakukan hal yang sama. Hingga malam itu, satu minggu sebelum bertunangan, Sheza melihat Alex dan Karen berciuman di villa mereka, villa yang katanya dibeli Alex untuk Sheza.
Sejak saat itu, Sheza sudah tak berharap lagi pada keluarga dan tunangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17. Rencana Karen

Dokter Davin menghela nafas sangat panjang. Dia adalah dokter dengan jam kerja paling singkat tapi bayaran paling tinggi di rumah sakit ekslusif di kota ini. Tapi, malam ini dia harus datang untuk mencabut satu serpihan kaca kecil di kaki Sheza, dan mengobati luka yang sebenarnya cukup aman kalau sudah di bersihkan dan segera di beri plester penyembuh luka.

"Nona, jangan terkena air dulu ya!"

"Tidak memberinya obat?" tanya Jendra.

Dan sekali lagi Devan menghela nafas.

"Tuan Jendra Alvaro Kenz, nona Sheza hanya terluka luar sedikit saja. Tidak perlu antibiotik atau semacamnya. Justru kalau memberinya antibiotik dan harus dihabiskan, itu kurang kerjaan untuknya!"

Jendra mendengus pelan.

"Baiklah, aku permisi dulu ya tuan Jendra!" kata dokter Devan yang segera keluar dari kamar Sheza.

Di depan kamar, Devan bicara dengan Vins yang mengantarkannya keluar.

"Hei, bosmu itu bisa bucin juga ya?" tanya Devan.

Vins tidak menjawab. Hanya diam dan mempersilakan Devan untuk segera meninggalkan tempat itu.

Di dalam kamar, Jendra masih terus memperhatikan Sheza. Jendra duduk di samping Sheza dan merangkulnya.

"Siapa yang datang?" tanya Jendra lagi.

"Ibuku, dia minta aku datang besok malam. Acara pertunangan dengan keluarga Alex! selama beberapa hari, dia bahkan tidak mencari ku. Apa dia pernah berpikir sedikit saja tentang, apa aku sudah makan atau belum? atau tentang apakah aku punya tempat untuk tinggal..."

Sheza menjeda ucapannya. Mengatakan semua itu hanya membuatnya merasa dirinya sungguh kasihan.

"Jika ingin menangis, menangis lah!" kata Jendra mengusap lembut lengan Sheza.

Sheza menggelengkan kepalanya perlahan.

"Anehnya, aku juga tidak ingin menangis. Aku hanya tidak habis pikir. Apa seorang ibu benar-benar akan seperti itu? dia hanya memperdulikan apa yang Karen katakan, dan kalau bukan karena keluarganya Alex akan menarik investasi, aku rasa dia juga tidak akan datang mencari ku. Memikirkan itu membuatku merasa kesal!"

Jendra menatap Sheza, sepertinya dia paham apa yang sedang dirasakan oleh Sheza sekarang.

"Mau melampiaskan kekesalan?" tanya Jendra yang membuat Sheza menarik dirinya dari pelukan Jendra.

Sheza mendongak menatap pria yang baru saja menawarkan sesuatu yang menurut Sheza sangat menarik itu.

"Bagaimana caranya?" tanya Sheza penasaran.

"Ikut aku!" kata Jendra yang langsung bangkit, dan mengajak Sheza pergi bersamanya.

Sementara itu, di tempat berbeda. Di sebuah klub malam, Karen dan teman-temannya sedang berkumpul. Mereka berada di sebuah ruangan ekslusif yang dengan berbagai minuman mahal di atas meja yang ada di depan mereka.

"Minumlah sedikit Karen!" kata salah seorang temannya yang sudah hampir mabuuk.

"Tidak, kalian saja. Aku tidak bisa pulang dalam keadaan mabukkk!" katanya tegas.

"Ah, benar sekali. Karen kita ini adalah wanita yang sangat baik, polos dan patuh. Benar-benar wanita yang menjadi idaman semua pria di kota ini!" kata Rebecca.

"Tapi sangat kasihan, pada akhirnya yang diinginkan Alex untuk menikah dengannya hanya Sheza!" ujar Septi.

Sebenarnya mendengar hal itu, Karen merasa kesal sekali. Tapi Septi adalah anak dari salah satu pemilik perusahaan yang cukup besar. Karen memang kerap menjalin persahabatan dengan orang-orang yang dia perkirakan bisa dia manfaatkan. Termasuk tiga wanita yang sedang bersamanya itu.

Dia tidak sayang mengeluarkan uang untuk membujuk mereka supaya mau jadi temannya. Toh, uang itu juga dia dapatkan dengan mudah.

"Mungkin sudah nasibku!" kata Karen merendah.

Padahal dia tadi merasa sangat kesal dalam hatinya. Tapi wajahnya sungguh bisa tampak seperti seseorang yang sangat kasihan, sangat mengundang simpati.

"Kenapa bicara begitu? lagian baru bertunangan kan? apapun bisa terjadi!" kata Vivian.

"Kalian bertiga anak kandung dari keluarga kalian. Apapun yang kalian inginkan kalian dapatkan dengan mudah. Sementara aku, aku harus selalu bersikap baik, patuh dan menuruti semua ucapan paman dan bibi. Bahkan aku harus selalu mengalah pada Sheza. Meskipun ibuku meninggal karena menyelamatkannya. Tapi tetap saja, bagi keluarga itu, aku hanyalah orang luar!" kata Karen

Wanita itu sungguh pintar berkata-kata. Dia tidak hanya berusaha keras mempelajari tarian untuk gerakan tubuhnya, dia juga seperti mempelajari tarian untuk lidahnya juga. Sehingga lidahnya itu bisa menari dengan begitu lincah. Apapun yang dia katakan, seolah itu realita yang tidak terbantahkan.

Rebecca yang kasihan segera merangkul Karen.

"Vivian benar Karen. Itu hanya bertunangan. Yang akan menikah besok saja, banyak yang bisa berubah pikiran. Apalagi yang hanya akan bertunangan. Tenang saja, kami akan membantumu. Bukankah katamu Sheza itu menjadi simpanan pria kaya. Besok kita ikuti dia, kata foto apa yang dia lakukan dengan pria kaya itu. Kita buat kejutan di pesta pertunangan Alex dengan Sheza. Bagaimana?" tanya Rebecca yang juga memang bukan seorang wanita yang punya sifat baik.

"Benar! lakukan seperti itu!" kata Vivian mendukung apa yang direncakan oleh Rebecca itu.

Karen hanya tersenyum simpul. Dia benar-benar puas mendengar saran dari Rebecca. Sebenarnya dia juga punya rencana yang sama. Tapi, kalau hanya dia yang melakukan itu, bukankah dia akan disalahkan Tapi, kalau yang melakukannya orang lain, tentu tidak akan ada yang menyalahkannya kan.

Dia memang butuh kambing hitam. Dan Rebecca juga yang lain, malah mengajukan diri mereka menjadi kambing hitam. Tentu saja hal itu membuatnya sangat senang.

"Tapi, bagaimana caranya? aku tidak tahu dimana Sheza tinggal..."

"Serahkan padaku. Anak buah ayahku sangat pintar mencari alamat seseorang. Aku pasti akan membantumu!" kata Rebecca lagi.

Karen tersenyum senang. Dia sungguh tidak perlu melakukan semua itu dengan tangannya sendiri.

Setelah beberapa lama bersenang-senang, Karen pun memutuskan untuk pulang. Sebagai wanita yang punya image baik, dia tentu tidak boleh masih berada di luar rumah lebih dari jam 10 malam.

Mobilnya melaju meninggalkan klub dan menuju ke kediaman Hadiwinata. Jalanan cukup ramai, ya masih sekitar pukul 8 lebih 30 menit malam.

Namun ketika melewati jalanan menuju perumahan, laju mobilnya harus terhenti. Ketika dia melihat ada dua mobil yang menghadang jalan. Dari jenis mobilnya, sepertinya bukan perampok.

Paul yang berdiri di dekat mobil Karen, mengetuk pintu mobil itu.

Duk Duk Duk

"Keluar!" kata Paul dengan suara tegas dan khas.

Karen pun segera meraih ponselnya dan keluar dari mobil.

"Kalian siapa, mau apa.... agkhh!"

Paul tidak bicara, dia mendorong kuat Karen sampai jauh di pinggir aspal.

"Siram!"

Karen bangkit dan menatap heran ke arah Paul.

"Mau apa kalian?" pekiknya.

Beberapa orang datang dengan membawa jerigen bensin di tangan mereka. Mata Karen terbelalak lebar, orang-orang itu menyiram mobil Karen dengan bensin.

"Apa yang kalian lakukan!" pekiknya marah.

***

Bersambung...

1
vj'z tri
barang apa k Noer /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Noer: ho'oh barang
total 1 replies
Ariany Sudjana
Nella, kamu bodohnya kebangetan, masih percaya sama akting pelacur murahan kesayangan kamu itu? bodoh kamu
Noer: terlalu memang itu ibu²
total 1 replies
Ariany Sudjana
dasar kakek tua bodoh, minuman itu sudah dicampur racun sama cucu kesayangan kamu, supaya kamu cepat mati 🤣🤣😂😂
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
hahahaha kalian orang tua yang bodoh Pras dan Nella, kalian sudah menyakiti hati putri kandung kalian sendiri, dan lebih memilih percaya dengan omongan pelacur murahan Karen 🤣🤣😂😂
Noer: menyedihkan ya orang tua begono
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
semoga bahagia selalu Sheza 🤲
Noer: ❤️❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
terima kasih kembali 🤣
Noer: wkwk 🤣🤣🤣
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ulang tahun hadiahnya rumah, apa gak pengen ulang tahun tiap jam itu biar banyak rumahnya 🤭
Noer: eaaaa mau juga
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
hitam dan merah, belum pernah lihat kayaknya 🤭
Noer: kek gitulah kak, list list merah gitu
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
enak aja minta maaf 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
rasakan 🤭
Noer: kapok ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Istighfar Karen 🤔
Noer: nah itu dia kak, dia gak bisa
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
iya nyonya, sama kamu disia-siakan sama Jendra diratukan🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
sudahlah Nella jangan dikejar, jangan bikin masalah sama Vins , dia kan orang nya Jendra 🤭
Noer: nanti di dor
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
tapi gimana, dia kan ibunya 😔
Noer: dilema ya
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ya benarlah kalau salah gak mungkin dia bicara didepan banyak orang 🤭
Noer: ho'oh
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ya kan dia dah jadi suamimu 🤭
Noer: uhukkk
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
oh tidak bisa Sheza milik Jendra 🤭
Noer: yoaaaai
total 1 replies
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
Cemen kau alex🤣
sana ikut pergi 🤣
Noer: ho'oh sono sono
total 1 replies
Ria Adek
Wow.. Keren Mas Jendra.. 👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻😎
Bukan kah itu kenyataan yg menyakitkan Pras..? Nella..? 😏
Sekarang, masih kah kau berkelit dengan fakta yg ada..? Masih mau denial..?
Jika itu terjadi, benar lah yg dikatakan Jendra, bahwa kalian sangat bodoh sebagai orang tua.. 😏
Kira² siapa yg menabrak itu bibi yaa..?
Kenapa kelihatan nya ada unsur kesengajaan dalam kecelakaan yg di alami si bibi..? 🤔
Noer: parah sih kalau masih gak merasa salah ya
total 1 replies
Ria Adek
Apa kalian terkejut Pras..? Adiyaksa..?
Terkejut dong pasti nya..
Bener² kejutan.. Mantap..👍🏻🤣
Apakah setelah ini Pras & Ninda sebagai orang tua tetep kekeh dengan pendirian nya terhadap Alex sebagai calon menantu..?🤣🤣
Atas justru berubah drastis & mengemis perhatian karena ada maunya..? 🤣
Noer: ho'oh ntar dia mengiri lagi
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!