NovelToon NovelToon
Reruntuhan Para Dewa

Reruntuhan Para Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan
Popularitas:10.7k
Nilai: 5
Nama Author: APRILAH

Pada jaman kuno, pertempuran besar terjadi antara Dewa dan Iblis, yang menyebabkan dunia hancur.

Satu juta tahun setelah pertempuran itu terjadi. Dewa dan Iblis menghilang, seolah-olah menjadi dongeng untuk anak kecil yang diceritakan oleh orang tuanya.

Manusia-manusia semakin kuat, tumbuhan memiliki kesadarannya sendiri, bahkan suku binatang buas mulai bangkit berkuasa.

Mengisahkan tentang kisah seorang Tuan Muda keluarga Zhou yang terlahir dari orang tua nya yang merupakan dua keberadaan terkuat di Wilayah Timur. Namun, dia terlahir dengan kondisi Akar Spiritual yang cacat, membuatnya di anggap sebagai Aib keluarga, bahkan tunangannya pun memilih untuk membatalkan pernikahan mereka.

Di tengah-tengah rasa putus asa, dia bertemu dengan secercah kesadaran Dewa, yang memberinya kesempatan untuk bangkit, tetapi menanggung misi untuk menyalakan sembilan Api Jiwa sang dewa yang ikut terkubur di Reruntuhan Dewa.

Namun, di mana Reruntuhan Para Dewa dan Iblis itu berada?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon APRILAH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RPD: Chapter 17

Saat itu, di waktu yang sama. Shen Mu, Chen Dong, dan Xiao Ling'er, datang ke ruangan kamar tempat Chen Xuan berada.

Hanya mereka murid-murid Ketua Sekte dan orang tertentu yang memiliki ijin untuk memasuki Paviliun Langit kediaman pribadi Ketua Sekte Fang San. Bahkan, para tetua pun tidak memiliki keberanian untuk datang ke tempat itu jika tidak di undang oleh ketua sekte.

Suara langkah kaki terdengar dari luar ruangan, semakin mendekat hingga ketiga pemuda-pemudi itu benar-benar berdiri di ambang pintu kamar. Namun, Chen Xuan tidak mengenali siapa wanita bergaun merah itu? Selama Chen Xuan menjadi murid Sekte Embun Pagi, ia memang belum pernah bertemu dengan Xiao Ling'er.

"Adik Seperguruan Chen!" seru Chen Dong, tersenyum sembari melambaikan tangannya.

Chen Xuan yang tengah duduk di atas ranjang batu giok pun membalasnya dengan senyuman. Tetapi, senyuman itu sedikit pahit ketika ia tersenyum sembari menahan rasa sakit yang masih ia rasakan di sekujur tubuhnya.

"Hm! Teman-temanmu sudah datang. Lukamu sudah pulih 70% kau hanya perlu beristirahat beberapa hari lagi untuk pulih seutuhnya, aku juga telah menyiapkan beberapa pil obat untukmu." kata Tabib Mu. Lalu, ia pun mengeluarkan botol kecil berwarna putih dengan tutup kayu, lalu memberikannya kepada Chen Xuan.

"Ada tiga pil pemulihan energi. Pil pemulihan tubuh luar dan dalam, dan Pil Embun Pagi untuk menyetabilkan energi qi ketika tubuhmu benar-benar sudah pulih. Jangan makan pil itu secara bersamaan jika tubuhmu tidak ingin meledak. Pil buatan ku, semuanya adalah pil tingkat 4. Walaupun aku hanya seorang Kultivator tingkat ketiga Lima Elemen, tapi dalam pemurnian pil, aku sudah bisa membuat pil tingkat ke empat." kata Tabib Mu, lagi. Menjelaskan kepada Chen Xuan.

Chen Xuan pun menerima botol putih itu, lalu menganggukkan kepalanya, mengisyaratkan bahwa ia telah mengerti tentang tata cara mengkonsumsi pil-pil obat itu.

Lalu, Chen Xuan pun berbicara, "Terimakasih, Senior! Budi baik ini... aku pasti akan mengingatnya." kata Chen Xuan dengan nada yang rendah.

Tabib Mu menghela nafas panjangnya. Lalu, ia terdiam selama beberapa detik sembari memandang Chen Xuan dengan pandangan yang kagum sekaligus kasihan.

"Hm! Kalau begitu, aku pamit." kata Tabib Mu, lalu memutar badannya, kemudian berjalan untuk meninggalkan ruangan.

Ketika Tabib Mu berjalan di ruangan kamar itu, ia melewati Chen Dong, Shen Mu, dan Xiao Ling'er. Ketiga pemuda-pemudi itu pun langsung menunjukan rasa hormatnya kepada Tabib Mu.

Tidak lama dari itu, setelah Tabib Mu meninggalkan ruangan. Chen Dong pun menghampiri Chen Xuan.

Chen Dong mencondongkan tubuhnya ke depan, sehingga wajahnya benar-benar berada tepat di depan wajah Chen Xuan yang hanya berjarak satu jengkal tangan.

Lalu, Chen Dong pun berbicara, "Adik Seperguruan Chen! Kau... masih hidup?" tanya Chen Dong dengan nada yang datar.

Merasa tidak nyaman atas posisi wajah mereka yang terlalu dekat, Chen Xuan pun sedikit mundur. Namun, belum sempat ia menyahuti ucapan Chen Dong yang sedikit menusuk, tiba-tiba, gadis bergaun merah itu memukul kepala Chen Dong dengan kepalan tangannya, dan itu cukup keras.

Plak! Suara pukulan yang begitu kering menghantam kepala Chen Dong.

"Dasar bodoh! Junior Chen baru saja sadarkan diri! Apa kau tidak memiliki pertanyaan lain selain pertanyaan aneh mu itu?" gadis bergaun merah itu berbicara dengan nada yang meninggi, kedua tangannya dengan cepat bertolak pinggang, ekpresi wajahnya sangat begitu kesal dengan kedua bola matanya yang membola bulat, memelototi Chen Dong.

Lalu, tangan kecilnya yang ramping dengan cepat menarik pakaian di punggung Chen Dong. Lalu, menariknya sehingga Chen Dong pun terjatuh.

Bukkk!! Tubuh Chen Dong pun terjatuh ke lantai.

"Akhh... apa yang kau lakukan, Ling'er?" ucap Chen Dong dengan nada yang meninggi karena kesal.

"Ha haa..." Shen Mu tertawa puas, "Junior Chen! Jangan dengarkan perkataan kakak kedua mu itu. Dia memang sedikit gila!" kata Shen Mu.

"Benar, Junior Chen! Kedepannya, sebaiknya kau jangan dekat-dekat dengan bedebah itu!" kata Xiao Ling'er dengan nada yang ketus.

Chen Xuan pun tertawa kecil sembari memegangi tengkuknya. Lalu, dia pun berbicara, "Tapi... siapa anda ini, Senior?" tanya Chen Xuan dengan nada yang ragu.

"Oh, ya, benar. Kamu belum pernah bertemu dengan dia. Perkenalkan, dia Xiao Ling'er— murid ketiga Ketua Sekte Fang San, dia juga merupakan kakak seperguruan mu, Junior Chen." kata Shen Mu, memperkenalkan gadis bergaun merah yang berdiri di sampingnya.

Namun, belum sempat Chen Xuan atau siapapun untuk berbicara lagi, tiba-tiba suara Ketua Sekte Fang San terdengar di dalam ruangan.

"Shen Mu, Chen Dong, Chen Xuan, Xiao Ling'er... segera ke Arena Bela Diri Sekte sekarang juga!" perintah Ketua Sekte Fang San.

Kata-kata itu di ucapkan dengan nada yang begitu serius. Membuat Shen Mu dan yang lainnya merasa begitu terkejut. Terlebih lagi, Chen Xuan masih dalam masa pemulihan, jika panggilan itu adalah panggilan pertarungan, lalu bagaimana Chen Xuan akan menghadapi lawannya dengan kondisi seperti itu?

1
Putera Saaban
kenapa.bila cerita seseorang begitu detail itu tak perlu.saya selalu skip
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
pasti keinget sama Chen Dong yang mengintip 🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
sok dingin banget nih si Luo Bing Li'er😑
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
/Facepalm/ lucu banget larinya🤣🤣
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
lanjut👍
APRILAH
Untuk mendukung karya ini, jangan lupa like, comment, share, & follow ya guys.
buat kalian yang mau sawer author bisa via Gopay: 081774888228
Dana juga bisa: 081774888229
dana sama gopay cuma beda belakang nya aja
Bisa juga lewat BCA: 3520695370
semuanya a.n APRILAH
Terimakasih sudah setia membaca karyaku 🙏🙏
APRILAH
Chapter 33, sabar ya
teguh andriyanto
sekte spesialis tukang intip wanita istana es
APRILAH: mwehehe
total 1 replies
teguh andriyanto
cih
APRILAH: /Grin//Grin//Grin/
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
lanjut
APRILAH: asyiappp
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
sudah waktunya bagi Chen Xuan menunjukan kemampuannya kepada keluarga Zhou /Determined//Determined//Determined/
🍒⃞⃟🦅 Ling Yuxiu
ternyata Kekaisaran Bintang Biru masih memiliki kultivator yang lebih kuat dari Zhou Tianxuan 💪
Wang Chen
seru Thor, lanjut /Determined//Determined//Determined/
APRILAH: Asyiappp 😁
total 1 replies
Wang Chen
njirrr, pencuri celana dalam gak tuh 🤣🤣🤣
APRILAH: mwehehe
total 1 replies
Wang Chen
dua sahabat kembali bertemu
Wang Chen
Mantap
Wang Chen
/Kiss//Rose//Rose/
Wang Chen
/Determined//Determined//Determined/
Wang Chen
👍/Determined//Determined//Determined/
Wang Chen
/Shy//Shy//Shy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!