NovelToon NovelToon
Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Peluk Aku Di Kehidupan Ini

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

‎Saat membuka mata kembali, Aruna mendapati dirinya hidup kembali, terbangun di masa lalu, tepat sebelum segala kehancuran dalam hidupnya dimulai.

‎Dengan ingatan yang masih utuh akan luka dan kematiannya, dia berjanji akan membuat Rafael dan semua orang yang menyakitinya merasakan penderitaan yang sama, bahkan berkali lipat lebih berat.

Di tengah rencananya yang penuh dendam itu, Aruna mencari kembali Zeffrano - pria dingin, misterius, dan berkuasa yang di kehidupan sebelumnya pernah dia tolak lamarannya.

‎"Kali ini bukan lagi aku yang ada di bawah kakimu. Kali ini, akulah yang akan berdiri di puncak tertinggi bersama orang paling berkuasa di kota ini." ~ Aruna Kirana Dirgantara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22

‎Aruna mengangguk pelan, tersenyum malu saat menyadari puluhan pasang mata masih tertuju pada mereka berdua. Dia berpamitan pada teman-temannya yang sudah menatap dengan tatapan penuh tanya dan kekaguman, lalu berjalan beriringan dengan Zeffrano menuju mobil mewah yang terparkir gagah disana.

Pintu tertutup dan mesin menderu halus, kendaraan itu perlahan melaju meninggalkan kawasan kampus, meninggalkan kerumunan yang masih berbisik-bisik mempertanyakan hubungan keduanya.

‎‎"Kita mau kemana, Zeff?" tanya Aruna, memecah keheningan di dalam mobil yang hanya diisi oleh suara musik lembut dan kesejukan penyejuk udara. Dia menoleh ke arah pria di sampingnya itu, matanya meneliti wajah Zeffrano yang tampak tenang namun bibirnya tersungging senyum misterius.

‎‎Zeffrano melirik sekilas, lalu kembali menatap jalanan di depannya. "Sebentar lagi kamu akan tahu. Cukup ikuti saja alurnya," jawabnya singkat, membuat rasa penasaran Aruna semakin memuncak.

‎‎Tak lama kemudian, mobil mewah itu memasuki area pusat perbelanjaan terbesar dan termewah di kota itu. Zeffrano memarkirkan kendaraannya di area khusus lantai dasar, lalu turun lebih dulu untuk membukakan pintu bagi Aruna. Tangannya yang besar dan hangat terulur, menyambut tangan Aruna dan menggenggamnya erat seolah tak ingin terpisahkan sedikit pun. Mereka berjalan beriringan menuju lobi utama, dimana para pengunjung yang berlalu-lalang pun tak luput menatap mereka.

‎‎Zeffrano menuntun Aruna menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai paling atas, tempat dimana kawasan hiburan dan bioskop terbesar berada.

‎‎"Zeff... ini kenapa sepi sekali? Apa gedung ini tutup hari ini?" tanya Aruna heran, matanya berkeliling menatap lorong-lorong yang biasanya penuh sesak itu.

‎‎Zeffrano tersenyum tipis, lalu mengajak Aruna berjalan mendekati konter pelayanan. "Bukan tutup, tapi aku yang memesan semuanya," jawab Zeffrano santai, dia menyerahkan kartu identitasnya kepada kepala petugas yang langsung menyambutnya dengan hormat.

‎‎Aruna membelalakkan matanya tak percaya. "Memesan... maksudmu?"

‎‎"Aku menyewa seluruh lantai ini, termasuk semua studio bioskop yang ada disini, untuk hari ini saja," jelas Zeffrano pelan, matanya menatap lekat wajah Aruna yang mulai terlihat kaget bercampur takjub. "Aku tidak suka keramaian. Jadi hari ini, tempat ini milik kita sepenuhnya. Tidak ada orang lain, hanya ada aku dan kamu."

‎‎Tawa renyah dan bahagia akhirnya pecah dari bibir Aruna setelah sempat terpaku sejenak. Dia menutup mulutnya dengan tangan, menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya.

‎‎"Ya Tuhan... Zeff, kamu benar-benar keterlaluan!" seru Aruna di sela tawanya, matanya menatap pria itu dengan pandangan gemas. "Siapa sangka... Tuan Mahesa yang dikenal dingin, kaku, dan serius ini... ternyata bisa melakukan hal romantis dan sedikit konyol begini. Menyewa satu lantai bioskop. Itu hal yang biasa dilakukan anak remaja yang sedang jatuh cinta, tidak cocok dilakukan oleh pemilik perusahaan raksasa seperti kamu."

‎‎"Biarkan saja tidak cocok," jawab Zeffrano santai, nada bicaranya terdengar begitu tenang namun penuh ketegasan. Dia merengkuh pinggang Aruna dengan lembut namun pasti, membimbing langkah wanita itu berjalan masuk melewati lorong-lorong yang hening itu. "Selama aku bisa melihatmu tertawa seperti ini, aku rela melakukan hal apa saja, Aruna. Tak peduli seberapa konyol. Bagiku, kebahagiaanmu jauh lebih penting daripada gengsi atau citraku di mata siapapun."

‎‎Keduanya berjalan menyusuri lorong luas yang biasanya dipadati antrean panjang pengunjung yang berebut tiket dan camilan. Namun hari ini, semuanya tampak bersih, kosong, dan rapi. Deretan mesin penjual makanan ringan dan minuman terisi penuh, lampu-lampu hias berkelap-kelip indah, namun tak ada satu pun orang asing yang mengganggu ketenangan mereka.

‎‎Para staf yang bertugas hanya berdiri di pojok-pojok ruangan dengan sikap hormat dan ramah, menundukkan kepala saat Zeffrano dan Aruna lewat, namun tidak ada satupun yang berani bersuara atau mendekat, karena Zeffrano sudah memerintahkan agar privasi mereka benar-benar terjaga sepenuhnya.

-

-

-

‎‎Tania mendorong daun pintu ruangan kerja Rafael perlahan hingga terbuka lebar, namun langkah kakinya terhenti di ambang pintu saat melihat pemandangan di dalam sana. Ruangan itu hening, hanya diterangi cahaya matahari sore yang masuk dari celah jendela.

‎‎Rafael duduk diam di kursi kerjanya, tubuhnya terkulai lemas ke belakang, kepalanya bersandar pada sandaran kursi dengan tatapan kosong menatap langit-langit.

‎‎"Rafael?" panggil Tania pelan, menutup pintu kembali lalu melangkah masuk. Dia berjalan mendekat dengan wajah cemberut, namun Rafael tetap diam tak bergeming. "Kamu kenapa? Sejak semalam aku menelpon dan mengirim pesan, tapi kamu mengabaikannya. Ada apa?"

‎‎"Tidak ada apa-apa," jawab Rafael lirih, suaranya parau dan berat. "Semalam Aruna memutuskan hubungan kami. Kali ini aku benar-benar sudah kehilangan dia."

‎‎Wajah Tania seketika berubah merah padam, campuran rasa tidak terima, cemburu, dan amarah yang meledak. Dia melangkah maju mendekati meja kerja Rafael, tangannya mengepal kuat di sisi tubuh, matanya menyala tajam menatap pria yang masih saja tampak hancur dan tak berdaya itu.

‎‎"Kita sudah berhasil menandatangani kontrak bekerjasama dengan Mahesa Group, harusnya putus dengan Aruna pun tidak masalah. Kenapa? Apa kamu benar-benar jatuh cinta padanya?" tanya Tania, suaranya meninggi hingga memecah keheningan ruangan yang sunyi itu.

‎‎Dia berjalan memutari meja kerja, mendekat hingga berdiri tepat di samping kursi Rafael, menatap pria itu dari atas dengan pandangan penuh tuntutan dan kemarahan.

‎‎"Jangan lupakan janjimu pada papaku, Rafael. Kamu sudah berjanji akan menikahiku!"

-

-

-

Bersambung...

1
W I 2 K
idihhhhhh nyebelin banget kamu tania... celamitan.... sok²an mau ngelakuin apa aja....
🔥Violetta🔥: Kangen belaian plus belalai dia kak ,🤭🤭🤣🤣🤣
total 1 replies
W I 2 K
mimpi terindah... khayalan belaka....
bangun woyyyy... bangun Tania... udah siang..... mimpinya dilanjut si balik jeruji aja... 🤣🤣
🔥Violetta🔥: Perlu diceburkan ke comberan sepertinya dia 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
secangkir kopi sm Sajen bunga sekebon meluncur.. biar authornya tambah cemangat....... 💃
🔥Violetta🔥: Wah... terimakasih banyak kakak /Grin//Pray/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
langsung ciut🤣
〈⎳ FT. Zira
siap siap bangun dari mimpi dengan seember air yak🤣
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 4 replies
〈⎳ FT. Zira
Faunai siapa??? apa itu panggilan?
〈⎳ FT. Zira
bicaramu sungguh manis bang/Hammer//Hammer//Hammer/
〈⎳ FT. Zira
tinggikan saja percaya dirimu.. semakin tinggi semakin sakit saat jatuh🤧
W I 2 K
slow Rafael.... baru juga disedot dasar bumi.... belum sedot dasar neraka kan... aman.. aman... aman..
🔥Violetta🔥: astaga 😂😂😂
total 1 replies
W I 2 K
dateng zeff... siapa tau kejutannya bikin terkejot.. kejott.... 🤣
🔥Violetta🔥: Zeff langsung guling-guling di ranjang... ehhh 🤭🤭🤭
total 3 replies
W I 2 K
astaga drama apa lagi Rafael... mimpi mana lg yg km mau gapai... nanti jatuh sejatuhnya sakit loh🤭
🔥Violetta🔥: EEEE.... AAAAA 💃💃💃💃🕺🕺🕺🕺
total 7 replies
〈⎳ FT. Zira
Luar biasa..
kisah balas dendam yang ditulis dengan apik. definisi wanita bisa melakukan apa saja setelah disakiti, bisa bangikit dan kuat dari rasa dakit yang sudah diterima.
kisah ini memang reinkarnasi, tapi mengajarkan jika kesempatan itu bisa datang dua kali,
karyamu luar biasa Kak..
semangat berkarya😍😍😍
🔥Violetta🔥: Wah, terimakasih banyak kakak /Pray//Grin/ Semangat juga untuk kakak /Good/
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mimpi Rafael ternyata belum berakhir🤧🤧
🔥Violetta🔥: Berakhirnya kalau sudah mau end 🤣🤣🤣
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
mokondonya kental dong ya Rafael ini🤧
〈⎳ FT. Zira: rujak biar asem, enak di makan. lah rafael di mana bagian enaknya../Silent//Silent/
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
nikah aja dah.. mending mereka nikah biar gak jadi masalah setelahnya
〈⎳ FT. Zira
puas puasin dah mau ngapain aja gak ada yg larang
〈⎳ FT. Zira
nampar doang mah napa gak berani
〈⎳ FT. Zira: hilanglah masa depan🤧🤧
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
makin berani aruna🤣
🔥Violetta🔥: Biar Zeff meleleh' 😂😂😂
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
percaya saja pada kemampanmu, ada Zef yg siap berdiri di garda depan ini
W I 2 K
sok suci banget Rafael... lah km aja peluk sana peluk sini sm cewek lain loh...
W I 2 K: du du du.... ngalamat viral nanti lipen gosong.... 🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!