NovelToon NovelToon
Dijual Teman Laknat, Dibeli Mantan Minus Akhlak

Dijual Teman Laknat, Dibeli Mantan Minus Akhlak

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Nikah Kontrak
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Dfe

Nyangka nggak kalau temen mu sendiri bisa jadi setan yang sesungguhnya di dunia nyata?

Ini yang dialami Badai, lelaki 23 tahun ini dijual ke mantan pacarnya sendiri sama temennya, si Sajen!

Weh kok bisa? Ini sih temen laknatullah beneran ya kan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dfe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecelakaan

Arang memang pergi, tapi perginya itu sambil ngintilin Dai. Mobilnya melaju cepat seperti orang kesetanan memburu Dai yang hilang ditelan kendaraan lainnya.

Barulah ketika tiba di perempatan jalan, suara knalpot motor Dai yang meraung membuat Arang berhasil menemukan target buruan nya. Mata nyalang Arang tampak berapi-api kala melihat Dai menaiki motor dengan gagah nya dari arah belakang. Dia tak terima direndahkan oleh lelaki yang menurutnya tak sebanding dengannya.

Dai melirik kaca spion dan melihat mobil Arang semakin mendekat ke arahnya. Sebagai anak bengkel sekaligus anak sirkuit yang biasa bermain dengan kecepatan, Dai tentu mudah menghindari kejaran Arang. Namun jalanan yang ramai membuat pergerakan Dai sedikit melambat.

"Si anjir. Mau nya apa coba?" risih banget diikuti kayak gitu sama si Arang ditepungin.

Dai berusaha menghindar, menambah kecepatan motornya dan bermanuver di antara kendaraan lain. Namun, Arang terus mengejarnya dengan kecepatan tinggi. Keberuntungan kali ini tak memihak pada Dai, karena di depan sana ada perbaikan jalan, petugas lalu lintas mengatur jalan jadi satu arah buka tutup bergantian. Kesempatan itu dipakai Arang dengan terus menekan gas pada mobilnya. Mobil sedan hitam itu semakin mendekat, suara deru mesinnya semakin memekakkan telinga.

Tiba-tiba, Arang membanting setir dan mobilnya bergerak seperti kehilangan kendali. Dalam sekejap, mobil itu menabrak bagian samping motor sport Dai dengan keras. Benturan keras itu membuat Dai kehilangan kendali atas motornya. Dia terpelanting dari sadel dan jatuh menghantam aspal dengan keras.

"Ada kecelakaan!" Seru pengguna jalan di sekitar sana.

Orang-orang ramai mengerubungi Dai dan juga motornya. Ada yang menelpon ambulan, ada juga yang cuma mengambil foto untuk meramaikan sosial media pribadi mereka. Yang teriak-teriak heboh juga banyak. Tapi tak ada satupun dari mereka yang memperhatikan pelaku yang menabrak Dai. Arang bebas melenggang pergi meski keadaan jalan sangat ramai.

Diapun tampak menyeringai puas ketika melihat dari spion Dai tergeletak di jalan. Tak ada rasa bersalah karena dia pikir telah melakukan tindakan benar dan sudah berhasil menyingkirkan penghalangnya.

Dai merasakan sakit luar biasa di sekujur tubuhnya. Pandangannya mulai kabur, dan semuanya menjadi gelap. Dai tidak sadarkan diri, tergeletak di jalanan yang ramai dengan darah mulai keluar dari tangan dan kakinya.

Di waktu bersamaan, Kilau sedang menuju restoran yang berada di pusat kota. Arif, supir Kilau tampak gusar karena mendapat informasi jika di depan sana ada perbaikan jalan, jika harus memutar jalan memerlukan waktu sekitar satu jam sedangkan dia tahu nona nya sedang diburu waktu.

"Ada apa pak Arif?" Kilau menangkap kegusaran yang supirnya rasakan dari bangku belakang. Pun laju kendaraan yang melambat membuatnya menoleh ke luar kaca mobilnya yang tertutup rapat.

"Di depan macet nona, ada perbaikan jalan. Dan barusan saya dengar ada kecelakaan yang membuat jalan makin tidak bisa dilewati. Apa saya harus putar balik non, tapi itu membutuhkan waktu satu jam untuk bisa sampai ke restoran Rosemarry." penjelasan Arif cukup untuk membuat Kilau menutup laptopnya dan membuka pintu mobilnya.

"Aku jalan aja, pak. Udah dekat ini. Aku nggak mau buang-buang waktu. Arga, tolong bawakan tas dan laptop ku." jelas Kilau pada supir dan asisten pribadi nya.

Keluar dari mobil, Kilau merasakan atmosfer yang berbeda. Seperti ada perasaan tak nyaman yang membuatnya terus menghela nafas. "Nona, anda tidak perlu serepot ini sebenarnya. Saya bisa memesankan ojek online agar nona tidak capek." Arga berpikir jika Kilau kelelahan karena jarang sekali jalan kaki dengan jarak lumayan jauh seperti ini.

"Aku nggak selemah itu, Ga. Mending kamu perhatikan saja langkah mu sendiri, di depan banyak lubang takutnya kamu malah masuk ke lubang itu jika nggak berhati-hati."

Seorang direktur MahaTech berjalan kaki menuju restoran untuk bertemu dengan koleganya, sepatu hak tinggi bermerek yang dia pakai terlihat tak sepatutnya diajak berjalan ke jalanan berdebu dan banyak lubang di mana-mana seperti itu. Tapi apa Kilau peduli? Dia malah memikirkan sesuatu yang membuatnya geleng kepala.. Seandainya sekarang dia bersama dengan Dai, lelaki itu pasti tak akan membiarkannya berjalan kaki seperti ini.

"Dai.." gumamnya pelan.

"Ambulan datang, minggir semuanya!" Seruan itu membuat Kilau memperhatikan dengan seksama keramaian yang ada di sekitarnya.

Matanya membulat sempurna kala menemukan pemandangan yang sama sekali tak dia harapkan. Masih di depan sana, dia melihat motor Dai ada di pinggir jalan. Kaki Kilau mendadak lemas, perasaan tak enak itu makin memenuhi hatinya, Arga sampai memegangi Kilau agar tidak jatuh.

"Dai.., bilang kalau itu bukan lo, Dai?" Mulanya jalannya pelan tapi, makin lama Kilau justru berlari meski terhuyung dan beberapa kali menabrak orang di sekitarnya, hanya untuk memastikan jika yang mengalami kecelakaan bukan Badai Ananta Dewa.

"Astaga, Dai.." Kilau menutup mulutnya tak percaya. Ketakutan itu berubah jadi nyata ketika matanya sempat bertemu dengan sosok Dai yang helm nya baru saja dibuka oleh petugas kesehatan yang datang dengan ambulan.

"Saya ikut, saya ikut ke rumah sakit! Saya keluarganya!" Secepat itu Kilau menyibak kerumunan. Berteriak kencang hingga membuatnya mendapatkan akses jalan menuju ambulans. Semua orang menyingkir tak ingin menghalangi jalan Kilau yang tampak syok oleh kejadian yang menimpa Dai.

Tanpa diminta, Arga langsung menghandle segala urusan yang tak bisa diselesaikan Kilau hari ini. Arga ikut serta ke rumah sakit dan mengabari pak Arif agar bergerak juga menuju ke sana. Agenda rapat siang ini dibatalkan atau mungkin ditunda, terserah Kilau nanti maunya bagaimana.

Sampai di rumah sakit, Dai segera ditangani oleh tim medis. Kilau tak menangis tapi justru di situ letak kerapuhannya. Dia menyimpan segala rasanya dalam hati. Dia duduk di depan ruang UGD tampak tenang tapi matanya terus melihat ke arah pintu yang di tutup rapat itu.

"Ga, selidiki kenapa Dai bisa kecelakaan. Semua rekaman cctv, saksi dan bukti, tolong kamu urus semuanya." Ucap Kilau memberi perintah tanpa bisa dibantah. Arga mengangguk mengerti.

Setengah jam berlalu, pintu UGD terbuka. Dokter mengatakan jika Dai beruntung karena luka yang dia alami tidak begitu parah. Helm yang dia pakai melindungi sempurna kepalanya dari benturan keras dengan aspal jalan. Yang terjadi adalah kaki Dai patah, bagian tangannya tergores batu atau benda lain yang ada di sekitar jalan sewaktu Dai terjatuh hingga membuat bagian tersebut tergores lumayan dalam.

"Ki.." suara Dai serak menyambut kedatangan Kilau di ruangan tersebut.

"Bentar lagi lo dipindahin ke ruang perawatan VIP, Dai." Kilau mendekat menatap kaki kanan Dai yang dipasang gips. Lebam di bahu dan dada lelaki itu tampak jelas karena kemeja yang Dai pakai dibuka oleh perawat tadi. Dan tangan kanan Dai juga tampak diperban.

Dai terlihat pucat. Dia menghembuskan nafas lewat bibirnya. Tampak sekali jika dia juga syok dan kesakitan. "Maaf udah bikin lo khawatir."

"Nyawa lo berapa sih gue tanya? Lo punya cadangan nyawa emangnya? Kenapa naik motor ugal-ugalan, lo pikir udah keren kayak gitu?" marah lah Kilau di depan Dai yang belum bisa menjelaskan apa yang terjadi.

"Ki, lo marah sama gue soal ciuman di lift? Kenapa lo seperti menghindar dari gue? Apa tugas gue sebagai pacar lo udah selesai?" bukannya ngasih tau apa yang terjadi, Dai malah menanyakan sesuatu yang membuat Kilau menggeleng kepala. Di tanya apa jawabnya apa.. Piye to Dai Dai...

1
Badai pasti berkilau
Waduhh sesek ini, kalo sampe ibunya Dai tau 🤔
Bulan-⁶
bagaimana perasaan sang ibu kalo badai masih berhubungan dengan ayahnya
Bulan-⁶
untung dai punya bekingan yang lebih kuat
Bulan-⁶
wawwwwww
Bulan-⁶
ngerti sekarang kamu dai?
Bulan-⁶
sajen nganan liat pasangan didepan mata
Bulan-⁶
kebanyakan laki gak tahan sakit, langsung manjanya kumat
Bulan-⁶
bakar aja arang biar jadi abu,, ehh nunggu besok lah bentar lagi idul adha buat bakar sate aja biar lebih berguna itu arang
p
luar biasa
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
skrg bisa seenaknya mengaggap Badai sampah yg tak layak bersanding dg keluargamu Dji..
tapi nanti, stlh kamu tau siapa dia sbnrnya, pasti kamu bakal gencar agar mreka cepet² meresmikan hubungannya kan?! 😏
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
Wijaya Saha Thor?
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
widih, Badai emg dabes lah Ki..
bisa diandelin buat jadi pasangan😚
𝐔 𝐏 𝐈 𝐋 𝐈 𝐍
Badai klo udah spaneng, bisa menerjang lawan sampe luluh lantak nih
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
🤣🤣🤣🤣siap2 sujud2 noh bapaknya kilau kalo tau Badai anak sultan tajir melintir 🤭
Bulan-⁶
wkwkwk aman dai gak bakalan ditampar
Bulan-⁶
sajen beneran pasangannya dedemit
Bulan-⁶
wes lah mau pura2 atau beneran pacaran juga silahkan, udah kokopan juga tadi kan
Bulan-⁶
pake tossa aja thor
Bulan-⁶
perjalanan mu masih panjang dan berliku dai
📌♏♎®️𝕯µɱՇɧeeՐՏ🍻¢ᖱ'D⃤ ̐
sombong dikit boleh kok Dai🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!