NovelToon NovelToon
Mu Chen Pendatang Dari Dunia Lain

Mu Chen Pendatang Dari Dunia Lain

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: premier MT

Di Kota Chang’an zaman modern, hiduplah seorang pemuda bernama Mu Chen. Ia berusia 22 tahun, bertubuh tegap dan gagah, tapi dikenal sebagai kutu buku yang haus akan pengetahuan sejarah dan filsafat Tiongkok kuno. Suatu sore di pasar loak, ia menemukan sebuah batu giok berwarna hijau pucat yang diukir pola Yin-Yang. Tanpa sadar, ia membawanya pulang. sebuah perjalanan yang merubah hidupnya dari jaman modern ke jaman kuno hidupnya para dewa Dewi dan iblis

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon premier MT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Pertemuan Tak Terduga di Puncak Gunung

Setelah mendapatkan cincin ruang angkasa, Mu Chen menjadi semakin semangat untuk menjelajahi daerah sekitar sekte. Ia sering pergi ke hutan dan gunung untuk mencari tanaman obat langka, bahan untuk membuat pil, dan juga sekadar berlatih di tempat yang sepi dan segar.

Suatu pagi, ia memutuskan untuk mendaki Gunung Awan Tinggi — gunung tertinggi di wilayah itu, yang puncaknya sering diselimuti awan tipis. Konon di sana tumbuh banyak tanaman obat yang jarang ditemukan di tempat lain.

Dengan cincin penyembunyi di jarinya, ia bergerak ringan dan cepat. Ia tidak perlu khawatir bertemu binatang buas atau orang asing, karena bisa menyembunyikan keberadaannya kapan saja.

________________________________________

Setelah berjalan beberapa jam, ia akhirnya mencapai puncak gunung. Seperti yang dikatakan orang, tempat ini sangat indah — udaranya sejuk dan segar, di sekelilingnya terbentang lautan awan yang bergerak perlahan, dan sinar matahari bersinar lembut menembus celah awan.

Di tengah puncak, ia melihat sesuatu yang menarik — sebuah kolam alami berukuran sedang, airnya berkilau jernih dan mengeluarkan uap panas tipis.

"Wah, kolam air panas alami rupanya. Bagus juga untuk beristirahat," gumamnya sambil mendekat.

Ia berniat memeriksa apakah ada tanaman obat yang tumbuh di pinggir kolam. Namun, baru saja ia melangkah beberapa langkah, matanya terbelalak dan ia segera berhenti mendadak.

Di pinggir kolam, terlihat sosok seorang gadis sedang berendam dengan tenang — Putri Ling Yue.

Ia tampak sedang menikmati kehangatan air, rambut hitam panjangnya terurai terapung di permukaan air, dan ekspresi wajahnya yang biasanya dingin kini terlihat lebih rileks dan damai.

________________________________________

Mu Chen langsung menoleh dengan cepat dan menutup matanya rapat-rapat. Wajahnya sedikit memerah karena malu.

"Ya ampun... saya tidak tahu ada orang di sini. Untung saya tidak terlalu dekat," pikirnya dalam hati.

Ia hendak berbalik dan pergi dengan diam-diam, tapi langkahnya sedikit tidak sengaja menggeser batu kecil, membuat suara krek yang terdengar jelas di tempat yang sepi itu.

Ling Yue yang awalnya tenang langsung terkejut. Dengan gerakan cepat, ia menarik sehelai kain tipis yang ada di dekatnya dan menutupi tubuhnya, lalu menoleh ke arah suara.

Siapa yang terlihat di sana? Hanya kabut awan tipis yang berhembus — tidak ada orang lain yang terlihat.

Ling Yue mengerutkan keningnya. Ia yakin mendengar suara langkah kaki. Ia merasakan sekilas keberadaan seseorang, tapi kemudian hilang begitu saja seolah menghilang ke dalam udara.

________________________________________

Di balik semak-semak tidak jauh dari situ, Mu Chen sedang berdiri diam dengan fungsi penyembunyi cincinnya yang aktif. Ia tidak berani bergerak sedikit pun.

"Untung ada cincin ini. Kalau tidak, pasti akan sangat canggung," pikirnya lega.

Ia mendengar suara Ling Yue berbicara pelan pada dirinya sendiri:

"Aneh... Apakah hanya perasaan saya saja? Atau ada orang yang bersembunyi?"

Ia memancarkan kesadaran jiwanya untuk memeriksa seluruh area sekitar. Kesadarannya bergerak melewati tempat di mana Mu Chen bersembunyi, tapi tidak merasakan keberadaan sedikit pun — aura dan keberadaan Mu Chen tersembunyi sempurna oleh cincin itu.

Setelah memeriksa beberapa menit dan tidak menemukan apa pun, Ling Yue akhirnya merasa lega dan berpikir mungkin itu hanya binatang kecil yang lewat.

________________________________________

Setelah Ling Yue kembali tenang dan mulai beristirahat lagi, Mu Chen perlahan-lahan bergerak mundur selangkah demi selangkah dengan sangat hati-hati. Ia tidak mau menimbulkan suara apa pun.

Namun, karena sifatnya yang jujur dan tidak mau bersembunyi terlalu lama seperti pencuri, ia akhirnya memutuskan untuk berbicara dengan suara yang lembut namun jelas dari jarak yang aman:

"Permisi... saya tidak sengaja lewat. Saya tidak tahu ada orang di sini. Saya akan pergi sekarang, mohon maaf telah mengganggu."

Ling Yue terkejut lagi, tapi kali ini ia mendengar suara yang jelas. Ia melihat ke arah sumber suara dan melihat sosok samar yang perlahan menjadi terlihat — Mu Chen yang baru saja mematikan fungsi penyembunyiannya sedikit saja agar bisa terlihat dari jarak jauh.

Ia berdiri membelakangi kolam dan menunduk sedikit dengan sopan.

"Saya benar-benar tidak bermaksud mengganggu. Saya datang mencari tanaman obat dan tidak menyangka ada kolam ini. Saya akan pergi sekarang," ulangnya lagi.

Ling Yue menatapnya. Ia mengenal suara dan punggung itu — ini adalah pemuda yang pernah ia temui sebelumnya, Mu Chen. Ia melihat bahwa dia benar-benar berperilaku sopan dan tidak berniat jahat sama sekali.

Setelah berpikir sejenak, Ling Yue menjawab dengan suara yang masih sedikit dingin tapi tidak lagi marah:

"Tidak apa-apa. Tempat ini bukan milik siapa-siapa. Tapi tolong... jangan mendekat."

"Pasti! Saya akan berjalan di sisi lain gunung saja. Selamat beristirahat," jawab Mu Chen cepat, lalu berbalik dan berjalan pergi menjauh dengan langkah cepat namun tetap tenang.

________________________________________

Setelah sosoknya menghilang di balik awan, Ling Yue menghela napas panjang. Ia merasa agak canggung, tapi juga tidak merasa tersinggung — karena dia bertindak dengan sopan dan segera meminta maaf.

"Dia benar-benar orang yang berbeda. Tidak seperti kebanyakan pria lain yang akan berusaha melihat atau bahkan membuat alasan untuk tetap tinggal," pikirnya pelan.

Di sisi lain, Mu Chen yang sudah berjalan agak jauh menggaruk kepalanya:

"Wah, kejadian yang tidak terduga. Untung semuanya selesai dengan baik. Saya harus lebih berhati-hati lagi di tempat-tempat yang indah seperti ini — bisa saja ada orang yang sedang beristirahat!"

Ia lalu melanjutkan pencariannya dengan semangat lagi, dan kali ini berjalan sedikit lebih hati-hati sambil sesekali berbicara sendiri:

"Kalau ada kolam lain, saya harus berteriak dari jarak jauh dulu: 'Ada orang di sini tidak?!' Supaya tidak ada kejadian yang sama lagi. Ya, itu ide yang bagus!"

Di dalam benaknya, Kitab Jalan Bintang tertawa kecil:

"Kau benar-benar punya cara berpikir yang unik. Tapi sikapmu yang sopan dan tidak serakah itulah yang membuat orang lain merasa nyaman."

Mu Chen hanya tersenyum santai: "Tentu saja! Kita harus menjaga kesopanan dan tidak mengganggu orang lain. Lagipula, saya masih harus mencari tanaman obat untuk kebun saya — itu yang paling penting!"

semoga di follow yah

1
premier MT
mantap
Riekcy Rachmat
lanjut trus🙏
Riekcy Rachmat
menarik sekali, semoga updatenya banyak nnti
Riekcy Rachmat
😄😄😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!