WARNING ⚠️⚠️⚠️⚠️
BIJAKLAH DALAM MEMBACA!!
"Jika kau membuat kesalahan maka aku akan menghukum mu dengan membuatmu berteriak memanggil namaku saat berada di bawahku. Mengerti, Sayang?"
"Tidak ada yang boleh menyakiti Sabrina-ku, bahkan hanya seujung kuku!"
"Aku akan menembak tanganmu hingga hancur jika kau berani menyentuh gadisku!"
"Aku bisa mengukir namaku sendiri di tubuhmu agar kau tahu jika kau adalah milikku."
Jeff Maverick, di kenal sebagai mafia dingin dan kejam yang di takuti oleh musuhnya. Hidupnya selalu tentang bagaimana dia bisa hidup tanpa kata 'kekalahan.' Namun tanpa sengaja dia jatuh cinta pada seorang gadis yang pernah menolongnya. Berbagai cara Jeff lakukan agar bisa mendekati gadis itu yang sudah membuatnya tergila-gila.
Bahkan obsesinya di luar dugaannya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviPuspitaSari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
tujuh
...Damian menggerutu karena Jeff menyuruhnya kembali datang padahal tadi dia sudah dari sana untuk mengobati Sabrina. Terlihat Jeff yang menunggunya di sofa ruang tengahnya....
..."Apa lagi? Aku baru saja terlelap bersama istriku dan kau malah mengganggunya!" Damian mendudukkan dirinya di sebelah Jeff dengan kesal....
...Jeff menatapnya. "Tolong periksa jantungku. Aku merasa sangat aneh tadi. Dia berdetak sangat kencang tidak seperti biasanya, apakah jantungku bermasalah?"...
...Damian yang mendengar itu mengernyit. "Apa selama ini kau punya riwayat sakit jantung?"...
...Jeff menggelengkan kepalanya....
..."Lalu mengapa kau merasa jantungmu bermasalah?"...
..."Aku tidak tahu makanya aku menyuruhmu ke sini!"...
...Damian menghela napas kesal. Lalu ia mengeluarkan peralatannya dan mulai memeriksa Jeff. Tidak ada yang aneh dari tubuhnya....
..."Semuanya normal dan tidak ada masalah."...
...Jeff menatap bingung Damian dan memegangi dadanya. "Benar'kah? Lalu mengapa saat bersama Sabrina tadi jantungku berdetak kencang sekali? Aku merasa sangat aneh."...
...Damian ingin mengumpat kala itu. Jeff ini bodoh atau bagaimana?...
..."Kau memanggilku pagi-pagi buta seperti ini hanya untuk memeriksa jantungmu yang tidak bermasalah? Aku harap kau benar-benar memiliki riwayat jantung!" Kesal Damian setengah mati....
..."Kau menyumpahi aku agar sekarat dan mati?" Jeff menyipitkan matanya....
..."Jeff, jantungmu berdetak kencang saat bersama seorang gadis itu bukan karena bermasalah. Tetapi mungkin kau berdebar saat dekat dengannya karena kau menyukainya!"...
...Jeff mengangkat sebelah alisnya. "Benarkah? Aku menyukainya?" Jeff menarik sudut bibirnya. "Ya, sepertinya aku memang menyukainya."...
..."Tuan, ada Tuan Eric yang menunggumu di bawah." Seorang kepala pelayan menghampiri Jeff yang sedang memeriksa gudang senjatanya. Ruangan itu berada di sebelah kamar Jeff, tepatnya di lantai dua....
...Jeff menoleh dan mengangguk. Lalu ia meletakkan senjata yang dia ambil untuk memeriksanya. Jeff melangkah lebih dulu untuk keluar dari ruangan itu dan di susul oleh kepala pelayan di belakangnya....
...Jeff berjalan dengan tangan yang di masukkan ke dalam sakunya. Langkahnya berhenti tepat di ruang tengah yang sudah ada Eric di sana. Pria paruh bayah yang merupakan Ayah Jeff....
..."Ada apa, Pak tua?" Hubungan Jeff dengan Eric tidak bisa dikatakan baik. Terkadang mereka bertengkar hebat, terkadang biasa saja. Bahkan mereka sempat asing sebelum akhirnya Jeff memutuskan untuk tinggal sendiri di Mension....
..."Kamu tidak pernah berubah. Aku datang ke sini karena mendapatkan laporan jika ternyata kamu masih aktif di dunia gelap mu itu. Sudah aku katakan untuk meninggalkannya dan teruslah perusahaan ku. Aku ini sudah tua, jika bukan kamu yang meneruskannya, lalu siapa?" Eric memijat keningnya....
...Jeff mengambil posisi di sofa tunggal, sedangkan Eric berada di sofa panjang....
..."Kedatanganmu ke sini selalu sia-sia saja. Sudah ratusan kali aku katakan jangan pernah ikut campur dengan urusanku. Bahkan aku tidak peduli jika perusahaan itu kau berikan pada orang lain."...
..."Jeff, kamu adalah putraku satu-satunya. Apakah kamu akan membiarkan orang lain yang mengolah usahaku sejak dulu? Itu adalah satu-satunya yang tersisa sebagai kenangan bersama Ibu mu. Aku tidak mungkin memberikannya pada orang lain sedangkan aku masih memiliki putra sendiri."...
...Jeff menghela napasnya. "Aku tidak tertarik dengan itu. Aku sudah memiliki bisnisku sendiri dan aku hidup tidak pernah memakai aset darimu lagi." Jeff bangkit dari duduknya. "Aku sangat sibuk hari ini. Pintu keluar rumah ini tidak pernah berubah." Jeff akhirnya melenggang meninggalkan Eric di sana. Perkataannya yang tidak sopan itu sudah biasa Eric terima....
...Hubungan ke dua orang itu tidak pernah membaik semenjak kepergian Ibu Jeff. Pemikiran yang bertolak belakang membuat ke duanya tidak mau sama-sama mengalah hingga akhirnya berakhir dengan pertengkaran. Bahkan Jeff sudah tidak tinggal di kediaman Eric beberapa tahun ini. Jeff memilih hidup di Mansionnya dan melakukan apapun yang dia inginkan tanpa di halangi siapapun....
...***...
...Sabrina sedang duduk bersama Thea di perpustakaan....
...Dia sibuk membaca sebuah buku, sedangkan Thea sibuk dengan ponselnya. Sabrina meliriknya sekilas, ia cukup penasaran dengan apa yang Thea lihat karena gadis itu begitu serius memandangi layar ponselnya....
..."Apa yang kamu lihat sampai matamu hampir keluar?"...
...Thea tertawa karena perkataan Sabrina. Dia memperlihatkan layar ponselnya yang menyala dan tertera sebuah artikel yang sedang Thea baca. "Akhir-akhir ini dunia konglomerat di gegerkan dengan kemunculan seorang mafia kejam yang bernama Jeff Maverick. Katanya, dia adalah orang terkuat daripada kumpulan mafia lainnya. Beberapa orang mengejarnya dan menjilatnya agar bisa mendapatkan bantuan kekuatannya." Thea menjelaskan pada Sabrina tentang apa yang dia baca....
...Sabrina mendengarkan dengan baik. "Lalu apa yang menarik hingga kamu begitu serius membacanya?"...
..."Nah, uniknya adalah mereka tidak tahu wajah asli dari Jeff Maverick ini. Dia tidak pernah menampakkan dirinya pada siapapun, kecuali musuhnya. Dan kamu tahu? Musuh yang melihat wajah aslinya itu berarti umurnya tidak akan lama lagi."...
..."Astaga, itu seram juga. Jadi dia hanya menampakkan dirinya saat akan membunuh musuhnya?" tanya Sabrina yang mulai tertarik dengan obrolan Thea....
...Thea mengangguk. "Ya, kamu benar." Thea kembali membaca kelanjutan artikel itu. "Semua orang sangat penasaran siapa Jeff Maverick ini, wajahnya begitu rahasia hingga yang tahu hanya dirinya."...
..."Apa yang membuatmu begitu ingin tahu siapa dia?"...
...Sabrina menutup bukunya dan mulai terbawa oleh topik itu....
...Thea tampak berpikir. "Bagaimana jika kita cari tahu siapa Jeff Maverick ini? Kita bisa memasukkan dia ke dalam tugas yang di berikan dosen kemarin. Kamu ingat'kan apa tugasnya? Kita di suruh mewawancarai seseorang yang berpengaruh di suatu daerah. Jeff Maverick ini sudah pasti sangat berpengaruh di dunia konglomerat. Pokoknya kita harus bisa menemukannya!"...
..."Tidak, itu terlalu berbahaya. Kamu bilang jika pria itu hanya menampakkan wajahnya di depan musuhnya yang akan dia habisi. Apakah jika kita mengetahui siapa dia, maka dia juga akan menghabisi kita?"...
..."Benar juga. Tapi itu sangat menarik untuk kita jadikan tugas! Kamu tidak mau nilai tinggi ya?"...
...Sabrina menghela napas. Ia tidak mau dalam masalah hanya rasa penasaran. Padahal banyak cara lain untuk bisa mendapatkan nilai tinggi....
..."Terserah kamu saja. Aku tidak mau ikut terkena masalah."...
..."Kamu tidak setia kawan! Apa kamu akan membiarkan aku tiada sendirian?"...
..."Jadi maksudmu kamu ingin tiada bersamaku?" Sabrina tak habis pikir dengan apa yang Thea katakan....
...Thea hanya nyengir kuda dan langsung merangkul Sabrina. "Tidak begitu, Sabrina. Maksudku adalah, kita harus mencari informasi ini dan bisa mendapatkan nilai tertinggi di kelas. Kamu tidak menginginkan itu?"...
...Sabrina tampak berfikir. Sebenarnya menarik juga, hanya saja sedikit berbahaya apakah tidak masalah?...
..."Baiklah. Terserah kamu saja." Ke duanya pun memutuskan untuk kembali ke kelas mereka....
aku suka
aku suka🥰