Seorang pria remaja mendapatkan kekuatan dari aura ghaib Putri Mahkota Bangsa Iblis. Yang membuat perubahan seratus delapan puluh derajat dari kehidupan sebelum nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kend 13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Misi Berhasil
"Aaaaaahhh"
Tubuh Aida mengejang hebat, kepalanya mendongak ke atas sementara kedua kakinya menjepit kepala Jay dengan erat dan tangannya menekan kepala pemuda itu lebih dalam lagi, saat melepaskan or gasmenya untuk pertama kali.
"slurp, slurp," Dengan rakus Jay menjilati setiap tetes cairan yang di keluarkan oleh kerang abalon tersebut. Dia sudah mengantisipasi keadaan ini seperti video-video edukasi yang pernah di tontonnya dulu.
"Enak banget sayang! Hah, hah!" Aida terengah-engah meresapi sisa-sisa kenikmatan yang baru saja di raihnya. Hanya menggunakan lidah, pemuda itu berhasil merobohkan benteng nya. sesekali tubuh nya bergetar menahan gejolak gairah yang masih terbendung dalam titik sensitif nya.
Jay mengangkat kepala nya ketika jepitan di paha Aida merenggang, dan juga tekanan pada kepala nya sudah terlepas. Menatap wajah wanita dewasa itu dari arah bawah. Wajah itu semakin sayu, memperlihatkan semburat gairah yang belum sepenuhnya terpenuhi.
"Kamu hebat sayang, baru kali ini aku bisa meraih nya hanya dengan jilatan seperti itu." Puji Aida tulus. Pujian itu memang jujur di ucapkan nya, dan ini benar-benar pertama kali baginya.
"Mau di terusin?" Goda Jay sambil terkekeh. Sudah membayangkan peningkatan poin kekuatan dan pesona nya akan meningkat. Perlahan dia merangkak diatas tubuh Aida yang masih menyesuaikan deru nafas nya.
Aida tersenyum saat wajah mereka telah berdekatan kembali. "Memangnya kamu mau berhenti sampai disini saja?" Jemarinya menelusuri wajah Jay dengan gerakan halus.
Jay menangkap tangan itu, kemudian di bawanya ke bibir nya untuk dikecupnya. "Apakah kamu yakin untuk meneruskan nya? Bagaimana dengan ketiga putri mu?"
Aida terdiam sesaat, dalam keadaan seperti ini, memang sulit baginya untuk memilih. Tak ada jalan lagi untuk mundur, walau konsekuensi nya akan membuat ketiga putri nya itu kecewa. "Selagi mereka tidak tahu, apa salahnya."
Jay tersenyum mendengar tanggapan Aida. Kaki nya bergerak untuk mengambil posisi yang pas melakukan penetrasi.
Aida merasakan ancang-ancang Jay tersenyum simpul. Siapa sangka, kerang abalon nya akan di masuki lagi oleh tombak yang dirindukan nya selama ini. Dia pun juga mempersiapkan diri untuk menyambut nya. Tangan nya bergerak, meraih sang tombak yang sudah siaga di depan pintu kerang abalon nya.
Merasa dapat bantuan dari tangan Aida agar tak meleset, Jay dengan perlahan mendorong pantatnya. Untuk pertama kali bagi nya sang tombak memasuki celah sempit itu.
"Aaaahh." Aida melenguh saat kepala yang berbentuk jamur itu menyeruak masuk kedalam kerang abalon nya. 'Besar banget!' pekiknya dalam hati.
Jay tertegun sesaat mendengar lenguhan Aida. Menatap wajah Aida yang kian memerah. "Sakit?" Tanya Jay dengan cemas. Melihat raut wajah wanita itu menahan rasa sakit.
"Kok berhenti?" Aida merenggut. Bibirnya mengerucut imut. Dengan cepat dia melingkar kan kedua kakinya ke pinggang pemuda itu.
Jay mencerna ucapan Aida dengan lambat, ditambah merasakan rangkulan kaki wanita itu di pinggangnya, seakan tak memperbolehkan nya untuk menjauh.
"Buruan! dorong lagi!" Perintah Aida, melihat Jay masih saja diam.
"Sempit, sayang!" Kilah Jay memberi alasan, yang di rasa kata-kata yang tepat untuk menjelaskan usaha nya yang memang belum di cobanya itu.
Aida tersipu malu, mengatakan kerang nya masih sempit adalah sesuatu hal yang di banggakan oleh seorang wanita. "Mana ada sempit? Tombak kamu aja yang kegedean." Rengek nya. kedua tangan nya merangkul punggung Jay.
Jay mengusap dahi Aida yang terdapat beberapa buliran keringat. kemudian di kecupnya dengan singkat. "Tahan dikit ya!" Ucap nya. Pelan-pelan Jay mendorong kembali pinggulnya.
Bles.
"Aaaaahhh." Aida melenguh kembali. Spontan pinggulnya terangkat menyambut sang tombak untuk di telan kedalam kerang abalon nya. Pelukan di di kedua kaki dan tangannya di pererat, dengan kepala yang semakin mendongak memperlihatkan leher jenjangnya di hadapan pemuda itu. 'Sungguh besar dan panjang.' fikir nya dalam hati.
"Heigh! Sempit banget sayang!" Ucap Jay. merasakan sang tombak nya terjepit di dalam sana, seakan sang tombak itu di cengkeram oleh dinding-dinding kelembutan.
Mendengar pujian Jay, Aida kembali meluruskan kepalanya menatap remaja yang telah mengisi nya saat ini. Tangannya merayap ke tengkuk pemuda itu.
Chup.
Jay menuruti permintaan wanita itu untuk berciuman. Dengan instingnya sendiri, Jay membalas lumatan demi lumatan yang di lancarkan Aida. Mengikuti tarian lidah Aida yang berkunjung didalam mulutnya dan sesekali dia menyerang lidah itu di dalam rongga mulut wanita dewasa itu sendiri.
Tekanan kaki Aida pada pangkal paha Jay semakin mengendur, menandakan saat ini kerang abalon nya sudah menyesuaikan diri untuk menampung tongkat besar berkepala jamur itu dengan sempurna.
Jay tersenyum mendapatkan pergerakan dibawah sana, satu tangan nya menopang agar memberi cukup jarak antara dada mereka masing-masing, namun bagian bawah dan ciuman mereka tetap lah menyatu. Tangannya yang lain pun menjalar di salah satu gundukan besar pada dada Aida.
"Ahn!" Desahan Aida tertahan oleh ciuman mereka. Dua titik sensitif nya diserang secara bersamaan. Jay menggerakkan pinggulnya dengan pelan, membuat gesekan kenikmatan pada lorong dinding bagian dalam kerang abalon nya. Ditambah remasan pada salah satu gundukan payu daranya, membuat tubuh nya menggeliat tak karuan.
Dengan gerakan yang sudah di persiapan, Jay mencoba menambah laju kecepatan nya. Suara aneh dibawah sana menjadi melodi dalam pertempuran mereka berdua. Lenguhan tertahan Aida seakan melantunkan irama musik yang terjadi di kamar bernuansa biru laut itu.
"Sayang, aku mau keluar lagi!" Bisik Aida setelah melepaskan ciuman mereka. Suara itu seperti menahan sesuatu yang akan meledak. Pinggulnya ikutan naik turun untuk menyambut dan merenggangkan penyatuan sang tombak dengan kerang abalon nya. Sementara tangannya semakin erat menekan tengkuk pemuda itu.
"Sama-sama sayang, Aku juga hampir meledak." Jay dengan tangguhnya memompa, menyulut kan adrenalin nya untuk memacu puncak birahinya.
"Di dalam sayang! Keluar kan di dalam! Aku ingin merasakan semburan pertama mu di dalam sana!" Pekik Aida yang tak tertahankan lagi. Tubuh nya mengejang, setiap sarafnya seakan bertumpu ke satu titik.
Tidak jauh berbeda dengan Jay, pemuda itu semakin memompa laju nya dengan kecepatan luar binasa. Untuk pertama kalinya pengalaman ini benar-benar akan di raihnya.
"Aaaahhh.!"
Desahan dari mulut mereka berdua keluar secara bersamaan. Tubuh mereka saling bergetar meresapi kenikmatan dunia yang baru mereka raih saat ini.
Samar-samar Aida melihat layar hologram nya.
- Selamat! Misi berhasil,
- Nge wek dengan Jay Pradana,
- Kemampuan Mata Tembus pandang meningkatkan durasi menjadi lima menit,
- Kemampuan tambahan Time Stop durasi Dua detik.
- Menjadi Anggota Harem pertama Jay Pradana.
*****