NovelToon NovelToon
SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

SISTEM PANGERAN AUTO PILOT

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Sistem
Popularitas:481
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

"Saat pedang musuh hampir mencabut nyawaku, sebuah suara mekanis mengambil alih kendali tubuhku dan mengubahku menjadi mesin pembunuh yang sempurna."

​​Jacob adalah pangeran kedua kerajaan Helios yang selalu berlindung di balik punggung kakaknya, George. Namun, sebuah pengkhianatan di medan perang membuat George lumpuh dan pasukan mereka terbantai. Di tengah keputusasaan, sebuah Sistem Auto Pilot aktif di dalam kesadaran Jacob. Sistem ini tidak memberikan misi atau hadiah cuma-cuma, melainkan mengambil alih kendali saraf otot Jacob untuk melakukan gerakan bertarung yang mustahil dilakukan manusia biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Janji yang Membara

​Ujung pedang Bernard menekan kulit leher Jacob hingga tetesan darah mulai membasahi kerah zirahnya yang sudah hancur. Pandangan Jacob sedikit buram, sementara di sudut matanya, notifikasi sistem terus berkedip dengan warna merah yang menandakan kegagalan fungsi secara total.

​Bernard menatap musuhnya dengan senyum meremehkan yang sangat lebar sambil menginjak dada Jacob dengan lebih kuat. Dia seolah sedang menikmati pemandangan pangeran hebat Helios yang kini hanya bisa berlutut tak berdaya.

​"Katakan padaku rahasiamu, Jacob. Kekuatan macam apa yang kau pakai hingga bisa selamat dari parit asam dan membantai pasukanku tadi?" tanya Bernard dengan nada bicara yang penuh rasa ingin tahu namun tetap merendahkan.

​{Sial... sistem ini benar-benar macet di saat yang paling kritis. Aku tidak bisa membiarkan bajingan ini mendapatkan jawaban apa pun dariku.}

​[Peringatan: Sinkronisasi saraf terputus secara paksa. Stamina di bawah nol persen. Seluruh sistem motorik tidak dapat merespons perintah saraf pengguna akibat beban berlebih.]

​||||||||||||||

​Bayangan wajah George yang pucat saat terbaring di paviliun medis mendadak muncul dalam benak Jacob dengan sangat jelas. Ingatan itu membawa kembali suara parau kakaknya yang memberikan mandat terakhir sebelum seluruh dunianya runtuh akibat ledakan pengkhianatan tersebut.

​George menatap Jacob dengan sisa-sisa harapan yang masih tersisa di matanya yang sayu saat itu. Kata-kata George berdentum di dalam kepala Jacob seperti genderang perang yang membakar kembali setiap inci saraf ototnya yang sudah mati rasa.

​"Bangkitlah, Jacob. Ingatlah bahwa kau adalah pedang terakhir kerajaan kita. Jangan pernah biarkan penguasa lalim seperti mereka menginjak-injak martabat Helios hanya karena kau merasa penat," bisik George dalam memori tersebut.

​Kematian George memberikan beban yang sangat berat, namun beban itu pula yang kini memberikan Jacob alasan untuk tidak menyerah pada rasa sakit. Dia menyadari bahwa takdir jutaan rakyat Helios sekarang bergantung pada satu tarikan napas terakhirnya di lembah maut ini.

​{Kak George kehilangan segalanya demi melindungiku agar aku bisa berdiri di sini hari ini. Aku tidak akan membiarkan pengorbanannya berakhir menjadi bahan tertawaan pengkhianat sepertimu, Bernard!}

​||||||||||||||

​Genggaman tangan Jacob pada tanah yang becek mendadak mengeras hingga kuku-kukunya memutih karena tekanan emosi yang meledak dari dalam jiwanya. Rasa sakit yang seharusnya melumpuhkannya kini justru ia konversi menjadi tenaga murni yang sangat liar.

​Panas menjalar dari tulang belakang Jacob, memaksa saraf-saraf yang kaku untuk kembali bekerja secara paksa. Dia menatap balik ke arah mata Bernard dengan tatapan yang sangat tajam dan dingin, seolah sedang melihat mangsa yang sudah terpojok.

​"Satu-satunya hal yang perlu kau tahu adalah tempatmu di neraka sudah dipesan oleh kakakku sendiri, Bernard," desis Jacob dengan suara yang sangat rendah namun mematikan.

​Bernard tersentak saat melihat mata biru Jacob kembali menyala dengan kilatan yang jauh lebih terang dan mengerikan dari sebelumnya. Dia baru saja hendak mengayunkan pedangnya untuk memenggal kepala Jacob, namun gerakannya sudah terlambat satu detik berharga.

​{Sistem, bakar sisa cadangan energi hidupku sekarang juga! Aku perintahkan kau untuk bergerak melampaui batas protokol keamanan saraf!}

​Tangan kanan Jacob bergerak secepat kilat dan menyambar pergelangan tangan Bernard yang sedang memegang pedang dengan kekuatan yang sangat dahsyat. Cengkeraman itu begitu kuat hingga terdengar suara retakan tulang yang sangat jelas di tengah keheningan lembah yang sunyi itu.

​Suara teriakan kesakitan Bernard pecah saat Jacob memutar lengannya dengan kasar dan membuat pedang tipis itu terpental jauh ke udara. Jacob segera berdiri tegak dengan aura membunuh yang sangat pekat, mengabaikan fakta bahwa matanya mulai mengeluarkan darah akibat tekanan sistem yang meluap.

​"Ini untuk George dan setiap nyawa prajurit Helios yang kau bantai dengan kelicikanmu!" teriak Jacob sambil menghunjamkan pedang pendeknya tepat ke jantung Bernard.

​Jacob menekan senjatanya lebih dalam, memastikan bilah baja itu menembus pusat kehidupan pengkhianat yang telah menghancurkan masa depan kerajaan mereka. Mata Bernard membelalak dengan mulut yang memuntahkan darah segar sebelum akhirnya tubuhnya lunglai sepenuhnya di hadapan Jacob.

​||||||||||||||

​Tubuh Bernard jatuh tersungkur di tanah yang kotor, mengakhiri semua intrik yang selama ini dia jalankan dengan penuh kesombongan dari balik bayangan. Jacob berdiri dengan napas yang memburu dan tubuh yang bergetar hebat, menatap jasad musuhnya tanpa ada rasa belas kasihan sedikit pun.

​Natali segera berlari mendekat setelah berhasil membereskan sisa ksatria Naga Hitam yang sempat menghalanginya di belakang. Dia menatap jasad Bernard dan kemudian beralih pada Jacob dengan perasaan yang sangat bangga sekaligus khawatir melihat kondisi fisik tuannya.

​"Semuanya sudah berakhir sekarang, Tuanku. Kau telah menjalankan sumpahmu dan membalaskan dendam Pangeran George dengan sangat sempurna," ucap Natali dengan nada suara yang penuh pengabdian mutlak.

​Prajurit Helios segera bergerak maju untuk mengamankan sisa-sisa musuh yang sudah kehilangan semangat bertempur. Kemenangan ini menandai berakhirnya ancaman besar dari kerajaan Scolar di wilayah perbatasan yang berdarah itu.

​Gemuruh sorak sorai kemenangan memecah kesunyian lembah tersebut saat bendera singa emas Helios dikibarkan tinggi-tinggi oleh Jendral Veldora. Jacob merasa pundaknya mendadak terasa sangat ringan, seolah beban yang selama ini menghimpitnya telah menguap bersama hilangnya nyawa Bernard.

​Sensasi dingin yang sangat kuat mulai merayap keluar dari setiap saraf di pusat otak Jacob secara perlahan. Suara mekanis yang biasanya kaku dan dingin itu mendadak terdengar jauh lebih jernih di dalam kesadarannya untuk yang terakhir kali.

​{Akhirnya tugasmu selesai, mesin. Terima kasih karena sudah membantuku bertahan sampai detik ini.}

​[Analisa Selesai: Seluruh ancaman primer terhadap kelangsungan hidup pangeran telah dinetralisir secara total.]

​[Kondisi Terdeteksi: Pengguna telah melampaui batas sinkronisasi saraf dan memperoleh kendali motorik mandiri sebesar seratus persen. Sistem Auto Pilot akan segera melakukan protokol penghapusan mandiri.]

​[Pesan Terakhir: Takdir Helios kini sepenuhnya berada di tangan Anda, Jacob. Selamat tinggal, Pengguna Tunggal.]

​Rasa hangat alami dari aliran darah Jacob kembali mengalir tanpa campur tangan mesin saat sistem itu menghilang sepenuhnya. Jacob memejamkan matanya, merasakan tubuhnya yang kini benar-benar menjadi miliknya sendiri secara utuh tanpa ada bantuan sistem apa pun lagi.

​||||||||||||||

​Pihak kerajaan Scolar yang masih bertahan di dalam benteng utama akhirnya menyerah sepenuhnya setelah mendengar kabar kematian Bernard. Raja Cerick Scolar keluar dari gerbang istananya dengan tangan terikat rantai besi sebagai tanda kekalahan mutlak.

​Raja Cerick berlutut di hadapan Jacob yang duduk di atas kudanya dengan wibawa seorang pemenang sejati yang lahir dari badai peperangan. Dia menyerahkan pedang kebesaran Scolar dengan tangan yang gemetar hebat karena rasa takut yang luar biasa terhadap Jacob.

​"Kami menyerah sepenuhnya kepada Helios. Ampuni rakyat kami dan ambillah sisa kejayaan kami sebagai bayaran atas perang ini," ucap Raja Cerick dengan suara yang sangat parau.

​Jacob menatap raja musuh itu dengan tatapan yang sangat dingin sebelum akhirnya memberikan isyarat kepada Veldora untuk membawa tawanan tersebut. Dia tidak lagi menunjukkan belas kasihan kepada mereka yang telah merusak kedamaian negerinya.

​"Pastikan semua aset kerajaan mereka disita dan seluruh prajurit mereka tunduk pada hukum Helios mulai hari ini!" perintah Jacob dengan nada suara yang penuh otoritas.

​||||||||||||||

​Penyambutan yang sangat hebat terjadi saat rombongan pemenang akhirnya memasuki gerbang utama ibu kota Helios beberapa hari kemudian. Rakyat bersorak sorai memanggil nama Jacob, mengelu-elukannya sebagai penyelamat bangsa yang telah menghancurkan ancaman Scolar selamanya.

​Ayahanda Ferdinand menunggu di depan aula takhta dengan senyum yang sangat lebar dan mata yang berkaca-kaca karena rasa bangga. Beliau memeluk Jacob dengan erat di hadapan seluruh bangsawan kerajaan yang hadir dalam upacara penyambutan tersebut.

​"Kepemimpinanku telah sampai pada batasnya, putraku. Hari ini, di hadapan seluruh rakyat Helios, aku menyatakan bahwa kau adalah pewaris takhta yang sah!" seru Raja Ferdinand dengan suara yang menggelegar.

​Mahkota emas Helios yang sangat megah diletakkan di atas kepala Jacob sebagai simbol perpindahan kekuasaan yang sakral. Jacob melangkah maju ke balkon istana, memancarkan aura seorang raja sejati yang telah teruji oleh darah dan keringat.

​"Jacob, pakailah mahkota ini dan pimpinlah rakyatmu menuju era kedamaian yang baru," ucap Ferdinand sambil meletakkan mahkota itu dengan tangan yang bergetar karena emosi.

​Seluruh ksatria Black Knight dan rakyat yang hadir segera bersujud secara serentak, memberikan penghormatan tertinggi kepada raja baru mereka. Suara terompet kerajaan menggema di seluruh penjuru kota, menandakan dimulainya masa pemerintahan Raja Jacob.

​{Kak George, akhirnya aku bisa memberikan kedamaian yang kau impikan untuk kerajaan ini. Aku akan menjaganya dengan seluruh nyawaku.}

​Seketika, sorak sorai rakyat semakin kencang memecah kesunyian siang itu, merayakan kelahiran pemimpin baru yang membawa Helios menuju puncak kejayaannya. Jacob menatap rakyatnya dengan penuh tekad, siap menghadapi masa depan sebagai raja tanpa ada lagi bantuan dari sistem mekanis apa pun.

1
Dania
semangat tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!