NovelToon NovelToon
Bocah Cadel Itu Suami Ku

Bocah Cadel Itu Suami Ku

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Perjodohan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Brielle Ardelia Noor selalu hidup bak putri kerajaan—dikelilingi keluarga hangat, kakak-kakak jahil, dan Daddy yang selalu memanjakannya.

Sampai suatu malam… hidupnya berubah.

Demi menyelamatkan perusahaan keluarga, Brielle harus menerima perjodohan dengan putra keluarga rival.

Masalahnya?
Calon suaminya adalah cowok dingin, menyebalkan… dan seorang bocah cadel yang paling ingin ia hindari.

Namun, siapa sangka—di balik tutur katanya yang tak sempurna, tersembunyi cinta paling tulus yang belum pernah sebelumnya Brielle temui

•“Katanya dia cadel dan aneh…
Tapi kenapa cuma dia yang mampu bikin Princess Noor jatuh paling dalam?” ✨


•“Dijodohkan demi bisnis? Brielle siap memberontak.
Tapi semuanya berubah saat si bocah cadel itu mulai memanggilnya… ‘istri’.” 💍

" kenapa harus bocah kek lu sih, yang jadi Suami gw~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tunangan Menyebalkan

Bab 4 — Tunangan Paling Menyebalkan

Malam pertunangan itu akhirnya selesai.

Walau lebih mirip ajang perang keluarga dibanding acara romantis.

Restoran mewah milik keluarga Garendra mulai sepi. Para pelayan sibuk membereskan meja makan, sementara lampu-lampu kristal masih memantulkan cahaya hangat di area VIP.

Keluarga Noor berjalan keluar bersama.

Namun suasananya…

Aneh.

Tak ada ocehan heboh seperti biasanya.

Tak ada Brielle yang manja meminta dessert tambahan.

Tak ada Arvenza dan Zayden yang saling ejek sambil dilempar sendok oleh mommy mereka.

Malam ini terlalu berat.

Brielle berjalan paling depan sambil manyun besar.

Dress putih cantiknya bergoyang pelan mengikuti langkahnya.

Tatapannya terus tertuju pada cincin di jari manisnya.

Cantik.

Mahal.

Berkilau.

Dan sangat menyebalkan.

“Kesel banget…”

Ia mencoba menarik cincin itu diam-diam.

Namun—

“Kalau dicabut sekarang, paling Mommy langsung pingsan.”

Brielle mendelik ke arah Zayden.

“Kak Zay!”

Zayden tertawa kecil sambil memasukkan tangan ke saku jasnya.

“Ya gimana. Baru juga resmi tunangan.”

“Aku gak mau tunangan…”

Arvenza yang berjalan di sebelah Freya mendengus kecil.

“Jujur aja,” ucapnya santai. “Gue masih pengen nyulik lo terus kabur ke luar negeri.”

Mata Brielle langsung berbinar.

“NAH KAN!”

Ia buru-buru memeluk lengan kakaknya.

“Aku ikut! Kita pindah aja ke Swiss atau London atau Kutub Utara sekalian!”

“Boleh,” jawab Arvenza datar. “Yang penting jauh dari Garendra.”

“Setuju!” sambung Zayden cepat. “Biar si cadel nyariin sampe ubanan.”

Freya langsung melotot tajam.

“Kalian jangan memperkeruh keadaan.”

“Tapi emang nyebelin, Mom,” gumam Arvenza.

“Banget,” tambah Zayden.

“Minimal mukanya lumayan,” lanjut Arvenza sambil mengangkat bahu.

“GAK ADA LUMAYAN-LUMAYANNYA!” protes Brielle cepat.

“Cakep dikit sih,” celetuk Zayden santai.

Brielle langsung menatap kakaknya tak percaya.

“KAK ZAY KOK BELOK?!”

“Kan gue jujur.”

“Pengkhianat keluarga!”

Zayden malah ngakak.

Sedangkan Naufal yang berjalan di belakang mereka hanya tersenyum tipis.

Namun senyum itu tak benar-benar sampai ke matanya.

Karena ia tahu…

Putri kecilnya sedang berusaha terlihat kuat.

Padahal sejak tadi Brielle menggigit bibirnya sendiri untuk menahan sedih.

Freya pun diam-diam menggenggam tangan suaminya pelan.

Mereka sama-sama tahu…

Keputusan ini menyakitkan semua orang.

Namun tiba-tiba—

“Blielle.”

Langkah Brielle langsung berhenti.

Ia menoleh cepat.

Dan tentu saja…

Nevran.

Cowok itu berdiri tak jauh dari mereka dengan kedua tangan di saku celana.

Wajahnya masih sedingin kulkas kutub utara.

Tatapannya datar.

Menyebalkan.

Dan entah kenapa…

Malam ini dia malah keliatan makin ganteng.

“Ngapain lo manggil gue?” dengus Brielle.

Nevran mengangkat satu paper bag hitam.

“Tadi ketinggalan.”

Brielle mengernyit bingung.

Lalu matanya membesar.

“ASTAGA CHURROS AKU!”

Ia langsung lari kecil merebut paper bag itu.

“Kalau ilang gimana?!”

“Beli lagi.”

“Ini limited edition!”

“Lebay.”

“DIEM CADEL!”

Arvenza dan Zayden otomatis maju berdiri di depan Brielle.

Benar-benar seperti bodyguard pribadi.

“Woi Garendra,” ucap Zayden santai tapi tajam. “Jangan bentak adik gue.”

Nevran melirik malas.

“Dia duluan.”

“Karena lo nyebelin,” balas Arvenza.

“Dia juga.”

“Lo ngajak ribut?” tanya Zayden sambil menaikkan alis.

Nevran tetap tenang.

“Boleh.”

Hening.

Aura mendadak berubah tegang.

Bahkan beberapa bodyguard keluarga Noor dan Garendra mulai saling melirik panik.

Karena kalau pewaris Noor dan Garendra baku hantam di parkiran…

Besok saham perusahaan bisa turun gara-gara berita gosip.

“UDAH UDAH!”

Brielle buru-buru menarik lengan kedua kakaknya.

“Aku capek kalau kalian duel terus!”

“Dia mulai duluan,” gumam Arvenza.

“Dia nyolot mulu,” tambah Zayden.

“Lo berisik,” balas Nevran santai.

“Mulut lo gue lempar ke danau.”

“Coba aja.”

“WOI!”

Freya langsung memijat pelipis.

“Kalian ini…”

“Mommy, ini bukan salah aku,” rengek Brielle cepat. “Dia emang nyebelin dari lahir.”

Nevran menatap Brielle beberapa detik.

Lalu—

“Lo juga.”

“LIAT KAN MOMMY?!”

Naufal cuma bisa menghela napas panjang.

Keluarga ini benar-benar tak bisa damai lima menit.

Namun saat semuanya mulai menuju mobil masing-masing—

“Tunggu.”

Suara Rakael Garendra membuat semua berhenti.

Pria itu berjalan mendekat dengan aura dinginnya yang khas.

“Besok jam tujuh pagi tepat,” ucapnya tegas. “Nevran akan menjemput Brielle.”

“OMMM—”

“Tidak ada penolakan.”

Brielle langsung menoleh cepat ke arah ayahnya.

“Daddy…”

Tatapan memohonnya benar-benar menyedihkan.

Namun Naufal hanya mengusap kepala putrinya lembut.

“Turutin dulu ya, Princess.”

Dan hancur sudah harapan Brielle.

Ia langsung menatap Nevran tajam.

Sedangkan cowok itu tetap santai berdiri di belakang ayahnya.

Wajahnya benar-benar bikin emosi.

“Lo jangan aneh-aneh besok.”

Nevran mengernyit kecil.

“Aneh gimana?”

“Jangan tiba-tiba ngebut.”

“Gak.”

“Jangan bikin malu.”

“Sulit.”

“LOH?!”

“Karena lo malu-maluin sendiri.”

“AKU TAMPAR YA!”

Nevran malah diam menatap Brielle.

Beberapa detik.

Cukup lama sampai Brielle salah tingkah sendiri.

Dan lalu—

Sudut bibir Nevran naik sedikit.

Senyum kecil.

Kecil banget.

Tapi jelas.

Dan itu langsung membuat semua orang membeku.

Karena…

Nevran Garendra terkenal tidak pernah tersenyum.

“Anjir…” gumam Zayden pelan.

“Dia bisa senyum?” Arvenza ikut melongo.

Bahkan mommy Nevran terlihat syok.

Sedangkan Brielle…

Entah kenapa jantungnya berdetak aneh sesaat.

Namun sedetik kemudian—

“Jangan GL.”

Nevran langsung berbalik pergi.

Brielle mengernyit.

“GL apaan anjir?”

“Princess,” tegur Freya cepat. “Mulutnya dijaga.”

“Hehe maaf Mommy,” Brielle nyengir bersalah. “Tadi kepeleset.”

Lalu ia kembali menunjuk Nevran.

“Btw GL apaan bocah?! Kakaknya nanya gak dijawab!”

Nevran berhenti melangkah.

Lalu menoleh sedikit.

“GL…”

Ia terlihat berpikir beberapa detik.

Dan mendadak—

“…”

Hening.

Zayden mulai menyipitkan mata curiga.

Sedangkan Brielle melipat tangan.

“Nah loh. Lo sendiri bingung kan?”

Nevran menghela napas kecil.

“…GR.”

Dua detik sunyi.

Lalu—

“PFFFFFT HAHAHAHAHA!”

Zayden langsung ngakak brutal.

“ANJIR DIA SALAH NGOMONG SENDIRI!”

Arvenza sampai menunduk menahan tawa.

Sedangkan Brielle menunjuk Nevran tak percaya.

“LO NGEJEK GUE TAPI LO SENDIRI KESELEO LIDAH?!”

Nevran terlihat diam sebentar.

Dan untuk pertama kalinya…

Ada semburat malu tipis di wajah dinginnya.

“Kepeleset,” gumamnya datar.

Brielle makin ngakak.

“HAHAHAHA CADEL PALSU!”

“Blielle.”

“Makanya jangan sok cool!”

Nevran memijat pelipis kecil.

Lalu dengan susah payah—

“GR.”

Deg.

“SIAPA JUGA YANG GR CADEL SIALAN!”

Nevran mengangkat satu tangan tanpa menoleh lagi.

“Dadah tunangan.”

“AAAAAAAAA!”

Brielle hampir melempar heels mahalnya malam itu.

“Tunangan tunangan! Nyebelin amat si bocah! Sok imut, sok cute, sok ganteng, pokoknya sok semua!”

Ia terus mengomel panjang.

Namun…

Tanpa sadar…

Pipinya mulai memerah.

Dan itu gagal lolos dari tatapan Arvenza serta Zayden.

“Kak…” gumam Zayden pelan.

“Hm?”

“Kayaknya adik kita mulai bahaya.”

Arvenza menatap Brielle yang masih ngomel sambil memeluk paper bag churros pemberian Nevran.

Lalu menghela napas panjang.

“Iya…”

“Bahaya banget.”

1
Lucky Ferdinand Sihombing
lanjutttgt
Lucky Ferdinand Sihombing
Gak brisik gak Briellle 🤣🤣
Lucky Ferdinand Sihombing
lucu bet mereka berantam 🤣🤣
Lucky Ferdinand Sihombing
hadir 💪
jeeny sihombing
lanjut pokoknya💪
jeeny sihombing
keren
cila_aa
Haii salam kenal kak🖐


bantu support juga yaa😇
Alia Chans: Salken juga kk☺
total 1 replies
Wulandari Ayuningtyas
et si cadel bisa ae maen nyosor aja 😩
Wulandari Ayuningtyas: wkwk🤣🤣
total 2 replies
Wulandari Ayuningtyas
itu om om suruh share lok buruan thor,mau aku gampar dengan kata kata 🤣
Wulandari Ayuningtyas: iya biar sadar dia 🤣
total 2 replies
Adinda
buat peran cewek Manis dan imut anak pindahan sekolah lain Dan buat brielle panas karena nevran dekat sama cewek itu Thor pasti seru
Alia Chans: Saran diterima kk🙏🏻😊
total 1 replies
jeeny sihombing
good💪
jeeny sihombing
suka pokoknya, cerita nya gk klise gitu, bintang lima deh
Nelson Sihombing
mampir
SANG
Asik ya
SANG
Seru ya
SANG
Like iklan plus komen👍💪
SANG
Bunga untukmu dek/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
SANG: Masama dek/Rose/
total 2 replies
SANG
Lanjut dek👍💪
SANG
Semangat dek👍💪
SANG
Aku hadir dek👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!