NovelToon NovelToon
HANUM

HANUM

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:836
Nilai: 5
Nama Author: Lukmanben99

kau hadir saat ku benar benar merasa hancur dan nyaris gila dengan alur cerita hidupku. kau seperti malaikat tak bersayap yg di utus tuhan untuk menyadarkan dan menyelamatkan hidupku.


tanpamu aku bukan lah siapa siapa, tanpamu aku hanya orang hina yg kehilangan arah tujuan hidup.

takan cukup aku mengucap kata terimakasih kepadamu, atas segala kebaikan dan ketulusan hatimu.


kaulah jawaban do'a dalam hatiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukmanben99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pandangan pertama

Tanpa ba-bi-bu, Pak Guru langsung menjewer kuping kami berdua. Diputar sampai rasanya mau copot. Kami menjerit minta ampun, tapi tetap diseret balik ke sekolah.

 Sesampainya di sekolah, hukuman sudah menanti. Kami disuruh berdiri di tengah lapangan, dijemur di bawah terik matahari sambil hormat ke tiang bendera. Di leher kami digantung kertas bertuliskan besar-besar:

 *AKU BERJANJI TIDAK AKAN BOLOS SEKOLAH LAGI*

 Kami dihukum sampai jam istirahat selesai.

Saat teman-teman keluar kelas, mereka ramai-ramai menertawakan kami. Keringat bercucuran, tenggorokan kering kerontang.

 “Haha! Rasain loe!” Maya lewat sambil mengejek, lalu pergi begitu saja.

 Aku dan Dony saling pandang kesal. Sudah pasti dia yang ngadu ke Pak Guru.

 Keesokan harinya, Dony yang sedang bersiap sekolah malah kena omel emaknya. Kabar dia sering bolos sudah sampai ke telinga emaknya.

“Awas loe ye kalo bolos sekolah lagi! Gue tonjok loe! Kagak gue kasih jajan loe!” omel emaknya sambil beberes.

 “Iya iya Mak. Berisik banget ah,” sahut Dony kesal.

 “Mikir loe! Orang tua kerja keras cari duit buat biayain loe sekolah, biar pinter, biar sukses, biar nggak susah hidup loe nanti! Loe malah males-malesan! Loe pikir cari duit gampang? Mau jadi apa loe nanti kalo gitu?” emaknya makin naik pitam.

 “Nanti ya jadi tua!” jawab Dony seenaknya sambil merapikan seragam.

“Bener juga loe ye. Bukan itu maksud gue!” Emaknya langsung menyabet bokong Dony pakai kemoceng.

 “Ampun, Mak! Sakit, Mak!” Dony kesakitan mencoba menangkis tangan emaknya.

 “ awas aja loe kalau bolos lagi,  gue pindahin entar loe sekolahnya!” emaknya dengan kesal.

 " pindah kemana ah" sahut dony.

 “ keluar negri!” canda emaknya dengan kesal.

 “ keluar negri,! kayak banyak duit ajeh, keluar angkasa sekalian! “ dony mengejek emaknya.

 “ eh ngeledek gue loe ya!” emaknya menyambit bokong dony lagi dengan kemoceng. Dony lansung kabur keluar rumah berangkat sekolah.

 Sementara aku, nasibnya sama. Pagi itu aku juga kena ceramah orang tuaku karena kabar bolosku sudah sampai ke mereka. Setelah salim dan pamit, aku berangkat dengan perasaan nggak enak.

 Sesampainya di sekolah, Dony memarkir motor. Saat turun, matanya tak sengaja menangkap Maya sedang ngobrol dengan seorang cewek yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Penasaran, Dony menghampiri mereka. Tapi baru beberapa langkah, cewek itu pamit pergi meninggalkan Maya.

 “Yang barusan siapa, May?” tanya Dony penasaran.

 “Ouh, yang barusan? Itu murid baru di sini. Udah seminggu lebih dia sekolah di sini,” jawab Maya santai.

 “Serius loe May? Perasaan gue baru liat,” Dony masih heran.

 “Ya makanya loe sekolah, jangan bolos mulu,” sindir Maya sebelum pergi ninggalin Dony.

“Iya dah, iya. Gue rajin sekolah sekarang mah!” teriak Dony.

 Jam istirahat tiba. Aku dan Dony ke kantin, ngobrolin kejadian memalukan kemarin. Di sudut lain, Maya duduk bersama murid baru tadi. Saat mereka makan dan ngobrol, tanpa sengaja si murid baru itu mencuri-curi pandang ke arahku. Entah kenapa.

 “Kamu liatin siapa, Lin?” tanya Maya ke temannya itu. Maya ikut menoleh ke arahku. Aku sama sekali tidak sadar sedang diperhatikan.

 “Kamu kenapa liatin dia? Hayooo, kamu suka ya?!” canda Maya sambil nyengir jahil.

 “Apaan sih May, Nggak kok..!!!.” jawab cewek itu sambil tersipu malu, lalu cepat-cepat menunduk melanjutkan makan.

 Di meja kami, Dony yang jeli langsung menyikut lenganku. “Sat, tuh cewek kenapa ngeliatin loe mulu?” bisiknya heran.

 “Mana? Siapa?” Aku ikut penasaran dan menoleh. Mataku langsung bertemu dengan murid baru yang duduk bersama Maya.

 Begitu sadar aku melihatnya, dia langsung pura-pura sibuk dan menunduk malu. Aku tidak tahu siapa dia. Tidak tahu namanya. Baru kali ini aku melihatnya.

 Tapi entah mengapa, dadaku terasa aneh saat menatap wajahnya, meski hanya sekejap. Ada rasa penasaran yang tiba-tiba muncul.

 “Dia siapa Don? Perasaan gue baru liat dia,” tanyaku penasaran, mata masih belum lepas dari sosoknya.

 “Tadi gue nanya Maya. Katanya dia murid baru di sini,” jawab Dony santai.

 “Ouh, pantesan gue baru liat...” gumamku. Aku kembali menatap wanita itu. Sungguh, dia manis dan berparas cantik. Ada sesuatu dari senyumnya yang bikin dadaku hangat.

*sementara itu, di rumah*

Orang tuaku baru saja selesai memanen hasil tani. Bapak duduk di teras dengan tubuh lelah, menikmati secangkir kopi hitam. Oh iya, perkenalkan. Bapakku bernama Pak Sardi, dan Ibuku Bu Sari. Mereka orang Sunda asli.

 Saat Pak Sardi menyeruput kopinya, tiba-tiba temannya datang mengendarai vespa tua yang sudah kusam dan berkarat.

 “Mang Sardi, kumaha damang? Sehat?” sapa temannya sambil turun dari motor.

 “Alhamdulillah, sehat,!” jawab Bapak.

 “ Ai kamu ke mana wae, nembe katingali?” tanya Bapak.

“Aya, Mang. Maksud kadatangan sim kuring ka dieu, aya perlu sareng Mamang,” ucap temannya dengan nada serius.

 “Perlu naon?” Bapak mengerutkan dahi.

 Rupanya, teman Bapak ingin menjual vespa yang dibawanya. Dia sedang butuh uang mendesak, entah untuk apa. Dia memohon agar Bapak mau membelinya.

 Bapak mendekati vespa itu. Dilihatnya, dicek mesinnya. _Lumayan juga buat si Satria berangkat sekolah_, pikir Bapak. Beliau coba mengetes, dan ternyata motornya masih layak, masih enak dipakai.

 Setelah tawar-menawar, akhirnya Bapak sepakat membeli vespa tua itu.

 *kembali ke sekolah*

 Bel istirahat berbunyi, lalu bel pulang. Aku berjalan sendirian menuju jalan raya, menunggu angkot. Tak sengaja, mataku menangkap sosoknya lagi. Wanita tadi berdiri sendirian di pinggir jalan, seperti menunggu jemputan.

 Aku terdiam. Ingin rasanya mendekati, berkenalan, menawarinya pulang bareng. Tapi apa daya, aku tak punya kendaraan. Tak mungkin juga aku ajak dia jalan kaki.

 Tiba-tiba, ....bremm!..Dony muncul dari belakang dengan motornya.

“Woyyy! Ngapain loe bengong?” Dony mengagetkanku.

 “Nah, kebetulan loe dateng, Don  Gue pinjem motor loe dong bentar,” ucapku cepat.

 “Mau ke mana loe?” Dony curiga, lalu matanya melirik ke arah wanita yang kupandangi. “Ouhh... iya, gue paham. Suka loe sama dia, ya?” Dony nyengir. 

“Udah, jangan banyak ngomong. Sini, gue pinjem bentar!” desakku.

“Gue sebagai sahabat loe yang baik... nih, gue pinjemin. Tapi jangan lama-lama, ya,” kata Dony sambil menyerahkan kunci.

 “Nah, gitu dong. Tenang aja, gue gak bakal  lama-lama kok! Bentar ya.” Aku langsung naik ke motornya.

 “Iya, semoga berhasil dah,” ucap Dony. “Hem, anak muda sedang jatuh cinta rupanya,” gumamnya sambil memperhatikanku.

 Baru beberapa meter aku mendekati wanita itu, tiba-tiba sebuah mobil pribadi yang bagus berhenti tepat di depannya. Aku refleks mengerem, aku mendengar wanita itu menyapa memanggil papah kepada pengemudi mobil itu.

 Aku terdiam. Jadi dia anak orang punya... Dadaku mencelos. Kepercayaan diriku runtuh seketika. Wanita itu masuk ke mobil tanpa sadar kehadiranku, lalu mobilnya melaju pergi.

 Aku hanya bisa menatap belakang mobil itu sampai menghilang dari pandanganku. Yang awalnya penuh percaya diri, kini aku berkecil hati. Sadar diri, aku hanyalah orang tidak punya. Tidak mungkin rasanya aku bisa memiliki dia.

1
T28J
🤣🤣🤣
T28J
keren kak, saya kasih hadiah ya /Rose/
Lukman Hakim: terimakasih kak😊😊😊
total 1 replies
T28J
oalah tanda kurung itu artinya lagi di telpon kah 🤭 sempet kaget aku kak 🤣👍
Lukman Hakim: iya aku belum sempet sampe situ ngerevisi nya kak, 😁
total 1 replies
T28J
like follow and subscribe guys, cerita si Thor menarik
Lukman Hakim: terimakasih T28j 😊
total 1 replies
Lukman Hakim
iya maaf kak, terimakasih atas pengamatanya, nanti saya perbaiki, mohon maaf jika ada salah kata atau kurangnya huruf dalam tulisan kisah ini🙏
Manusia Ikan 🫪
kayaknya kamu terlalu banyak menggunakan kata "Itu"🕵
Manusia Ikan 🫪: ooh tentu saja, kota memang harus saling mendukung ✋🤓🤚
total 3 replies
T28J
saya like dan tonton hadiah ya 👍
Lukman Hakim
nanti aku baca lagi juga karya kakak.😊
EvhaLynn
Seru Ceritanya😁
Lukman Hakim: iya, nanti lebih seru kak, saat mereka berpisah nanti.
total 1 replies
EvhaLynn
Saya Sangat Menyukai Cerita Novel Mu Author😉
Lukman Hakim: maksih kak.😊
total 1 replies
Lukman Hakim
baik kak, nanti saya kunjungi karya kaka, mohon saling dukung nya ya😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!